Loading...

Pengertian Ketenaga Kerjaan Menurut Undang-Undang (UUD) Ketenagakerjaan

Loading...
Tenaga kerja, sejauh ini kita melihat peranan tenaga kerja sebagai salah satu faktor produksi yang akan mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat pendapatan nasional dari segi kuantitas atau jumlah saja. Sementara kita beranggapan bahwa apabila jumlah tenaga kerja yang dipakai dalam usaha produksi meningkat, maka jumlah produksi yang bersangkutan juga meningkat. 

Dengan kata lain apabila tidak ada peningkatan jumlah tenaga kerja maka jumlah produksi akan tetap. Pernyataan yang demikian ini, tidak dapat seluruhnya dianggap benar karena walaupun jumlah tenaga kerja itu tidak berubah, tetapi bila kualitas dari tenaga kerja itu menjadi lebih baik, maka dapat terjadi bahwa tingkat produksi akan meningkat pula.

Konsep Tenaga Kerja dan Pengangguran.

Pengertian Ketenagakerjaan :

a. Payaman J. Simanjuntak (1985) : tenaga kerja adalah penduduk yang berumur diatas 10 tahun atau lebih.

b. Undang-undang Pokok Ketenagakerjaan no.14 tahun 1969, yaitu : “Setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan baik didalam maupun diluar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat”.

c. Undang-undang no.25 tahun 1997 tentang Ketenagakerjaan pada bab I pasal (1) yang memberikan pengertian tenaga kerja, yaitu : “Tenaga kerja adalah setiap orang laki-laki dan wanita yang sedang dalam atau akan melakukan pekerjaan, baik di dalam negeri maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.”

Usia Kerja adalah suatu tingkat umur seseorang yang diharapkan sudah dapat bekerja dan menghasilkan pendapatannya sendiri. 
Usia kerja ini berkisar antara 15 sampai 64 tahun. Selain penduduk dalam usia kerja, ada juga penduduk di luar usia kerja, yaitu di bawah usia kerja dan di atas usia kerja. Penduduk yang dimaksud yaitu anak-anak usia sekolah dasar dan yang sudah pensiun atau berusia lanjut.

Angkatan kerja terdiri dari golongan yang bekerja dan golongan yang menganggur dan mereka yang sedang mencari pekerjaan. Dengan demikian arti dari angkatan kerja adalah mereka yang aktif dalam kegiatan menghasilkan barang atau jasa serta mereka yang siap bekerja dan sedang berusaha untuk mencari pekerjaan. 
Pengertian KetenagaKerjaan Menurut Uu Ketenagakerjaan

Bukan angkatan kerja terdiri dari golongan yang bersekolah, golongan yang mengurus rumah tangga dan golongan lainnya yang menerima pendapatan. Sewaktu-waktu ketiga golongan tersebut dapat menawarkan jasanya untuk bekerja.

Menurut BPS, bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan paling sedikit 1 (satu) jam secara tidak terputus selama seminggu yang lalu.

Pengangguran

Definisi pengangguran menurut BPS dalam SUSENAS ( Survei Sosial Ekonomi Nasional ) tahun 1996, pengangguran adalah orang yang tidak bekerja sama sekali atau bekerja kurang dari 1 (satu) jam selama seminggu yang lalu sebelum pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan. 

Menurut Ida Bagoes Mantra, pengangguran adalah bagian dari angkatan kerja yang sekarang ini tidak bekerja dan sedang aktif mencari pekerjaan. 

Menurut Dumairy Pengangguran adalah orang yang tidak mempunyai pekerjaan, lengkapnya orang yang tidak bekerja dan (masih atau sedang) mencari pekerjaan.

Pengangguran tidak kentara dalam angkatan kerja mereka dimasukkan dalam kegiatan bekerja, tetapi sebetulnya mereka menganggur jika dilihat dari segi produktivitasnya. 

Pengangguran friksional adalah pengangguran yang terjadi akibat pindahnya seseorang dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain, dan akibatnya harus mempunyai waktu tenggang dan berstatus sebagai penganggur sebelum mendapatkan pekerjaan yang lain tersebut. Setengah menganggur dimana dibagi 2 :

a) Setengah menganggur yang kentara, Jika seseorang bekerja tidak tetap (part time) di luar keinginannya sendiri, atau bekerja dalam waktu yang lebih pendek dari biasanya.


b) Setengah menganggur yang tidak kentara, Jika seseorang bekerja secara penuh (full time) tetapi pekerjannya itu dianggap tidak mencukupi karena pendapatannya terlalu rendah atau pekerjaan tersebut tidak memungkinkan ia untuk mengembangkan seluruh keahliannya.

Loading...
Loading...

0 Response to "Pengertian Ketenaga Kerjaan Menurut Undang-Undang (UUD) Ketenagakerjaan"

Post a Comment