Teori-teori Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi Menurut Para Ahli

Menurut Schumpeter dalam M.L. Jhingan (2010: 4), pengertian pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai perubahan jangka panjang secara perlahan dan mantap yang terjadi melalui kenaikan tabungan dan penduduk. Pertumbuhan lalu dapat diukur dan obyekif: ia menggambarkan perluasan tenaga-tenaga kerja, modal, volume perdagangan, dan konsumsi.

Pertumbuhan ekonomi juga memiliki tahapan-tahapan dalam perkembangannya. Selain itu, pertumbuhan ekonomi biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Merupakan proses naiknya produk perkapita dalam jangka panjang
2. Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan
3. Tidak memperhatikan pertambahan penduduk
4. Belum tentu dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat
5. Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai dengan pembangunan ekonomi.

TEORI PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI

Delman (1961) mengidentifikasi ada tiga faktor utama mendorong teori dan paradigma pembanguna ekonomi dari masa ke masa. Yaitu :

a.    Adanyan perubahan ideology

b.    Adanya revolusi dan inovasi teknologi

c.    Adanya perubahan lingkungan internasional 

Mazhab Historismus

Ada empat prinsip utama teori historis  dari mazhab historismus atau teori historis ini. Pertama, mazhab Historismus menekankan pendekatan yang bersifat evolusioner pada ilmu ekonomi. Tokoh pemikir mazhab Historismus seperti WW Rostow, Friedrich List, Karl Bucher dan Bruno Hildebrand.

Teori-teori Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi Menurut Para Ahli
Gambar: Tokoh-tokoh mazhab Historismus

a. Mazhab ini memusatkan perhatiannya pada pertumbuhan dan pembangunanan ekonomi secara kumulatif.

b. Mazhab Historismus menekankan pentingnya peranan pemerintah dalam perekonomian.

c. Menggunakan pendekatan induktif dalam analisisnya.

d. Memberikan dukugan berupa pandangan-pandangan yang bersifat konservatif.

Mazhab Klasik

Diantara para pakar teori ekonom klasik, Adam Smith dan David Ricardo meletakkan landasan bagi perkembagan pemikiran ekonomi selanjutnya. Beberapa tokoh aliran klasik lainnya Jean Baptist Say, Jeremy Bentham, John Stuart Mill dan Thomas Robert Malthus. 

Seringkali terjadi silang pendapat mengenai satu pokok permasalahan namun pada dasarnya mempunyai beberapa persepsi yang sama mengenai tatanan ekonomi masyarakat, yaitu :

a. Kebijakan pasar bebas.

b. Kegiatan ekonomi yang dilakukan atas dasar mekanisme pasar akan jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan daripada jika ada campur tangan pemerintah didalamnya.

c. Nilai dan harga barang, tingkat upah, tingkat sewa tanah dan tingkat laba ditentukan oleh mekanisme tarik menarik antara permintaan dan penawaran dipasar.

Menurut pandangan klasik, ada tiga syarat mutlak yang diprlukan guna mencapai keserasian dalam kehidupan ekonomi dan kesejahteraan umu yaitu  spesialisasi, efisinsi, dan pasar bebas.

Mazhab Keynesian (Harrod-Domar)

Teori keynes Harrod-Domar mempunyai beberapa asumsi yaitu :

a. Perekonomian berada dalam pengerjaan penuh (full employment) dan faktor-faktor produksi yang ada juga dimanfaatkan secara penuh (full utilization)

b. Perekonomian terdiri dari dua sektor, yaitu sektor rumah tangga dan sektor perusahaan

c. Besarnya tabungan masyarakat proporsional dengan besarnya pendapatan nasional

d. Kecenderungan menabung (marginal propensity to save = MPS) besarnya tetap, demikian juga rasio antara modal-output (capital-output ratio = COR) dan ratio pertumbuhan modal-output (incremental capital output ratio = ICOR).

Ada beberapa kelemahan yang patut untuk dikemukakan, yaitu :
a. MPS dan ICOR tidak konstan
b. Proporsi penggunaan tenaga kerja dan modal tidak tetap
c. Harga tidak akan tetap konstan
d. Suku bungan berubah

Teori Pertumbuhan Neoklasik (Solow-Swan)

Menurut teori ekonomi neoklasik Solow-Swan, pertumbuhan ekonomi tergantung pada ketersediaan faktor-faktor produksi (penduduk, tenaga kerja, dan akumulasi modal) dan tingkat kemajuan teknologi (technological progress).

0 Response to "Teori-teori Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi Menurut Para Ahli"

Post a Comment

wdcfawqafwef