Loading...

Definisi dan Pengertian Konsep Nilai Tambah Lengkap Beserta Contoh

Loading...
Loading...
Ilmuekonomi.net-Masyarakat awam bisa saja keliru dengan menganggap besarnya nilai produksi suatu wilayah adalah identik dengan besarnya pendapatan masyarakat di wilayah tersebut. Hal ini yang tidak benar, karna yang menjadi pendapadat untuk masyarakat setempat hanyalah yang bersifat nilai tambah dari kegiatan nilai produksi tersebut. Nilai tambah inilah yang mengukur tingkat kemakmuran masyarakat setempat dengan asumsu seluruh pendapatan itu dinikmati masyarakat setempat.

Nilai tambah

Dalam membicarakan pendapatan dan pertumbuhan regional, sangat perlu diketahui tentang konsep atau arti nilai tambah. Salah pengertian yang bisa terjadi adalah apabila orang menganggap bahwa pendapatan regional adalah identik dengan nilai produksi yang dihasilkan di wilayah tersebut.

Nilai produksi tidak sama dengan nilai tambah dikarnakan dalam nilai produksi telah terdapat nilai antara (intermediate cost), yaitu biaya pembelian atau biaya perolehan dari sektor lainyang telah dihitung sebagai produksi di sektor lain atau berasal dari nilai impor (dihitung sebagai nilai produksi di Negara pengekspor).

Menghitung nilai produksi sebagai pendapatan regional bisa mengakibatkan perhitungan ganda (duble counting).

Pengertian nilai tambah

Pengertian nilai tambah adalah:

1) Besarnya output suatu usaha setelah dikurangi pengeluaran atau biaya antaranya.

2) Jumlah nilai akhir dari suatu produk yang bertambah pada setiap tahapan produksi.

3) Nilai output dikurangi dengan nilai input bahan baku yang dibeli dan nilai depresiasi yang disisihkan oleh perusahaan.


Contohnya seorang tukan kue menghasilkan 100 buah kue per hari yang dijual dengan harga Rp 300,00 sehigga nilai penjualannya atau nilai produksinya adalah Rp 30.00,00

Padahal untuk menghasilkan kue tersebut dia terpaksa memberi barang jenis input seperti tepung beras, gula, kelapa, vanili, minyak goreng dan bahan bakar.

Bahan-bahan tersebut yang sudah digunakan sudah dihitung di sektor lain. Misalnya beras dihitung di sektor pertanian dan di sektor industri penggilingan beras menjadi tepung,  gula telah dihitung di sektor pertanian dan minyak goreng di sektor industri .

Definisi dan Pengertian Konsep Nilai Tambah Lengkap Beserta Contoh
Gambar: Seni yang memiliki nilai tambah

Jika bahan baku yang digunakan diimpor dari Negara lain, berarti nilai bahan baku itu telah dihitung sebagai pendapatan di wilayah lain.  Bahan-bahan dari sektor lain disebut ‘’biaya antara’’ ( intermediate cost). Bibit termasuk biaya antara dikarnakan nilai produksinya telah dihitung pada priode sebelumnya.

Dengan demikian, dalam nilai produksi telah terdapat nilai produksi dari sektor atau kegiatan lain dan ini menciptakan perhitungan ganda apabila tidak dikurangkan.

Dalam menghitung nilai tambah dari suatu sektor biaya antara harus dikeluarkan atau dikurangkan dari nilai jual produksi pada lokasi tempat produksi. Nilai tambah ini lah yang menggambarkan tingkat kemampuan mengasilkan pendapatan diwilayah tersebut.

Pada umumnya yang termasuk nilai tambah dalam suatu kegiatan produksi atau jasa adalah berupa upah atau gaji, laba, sewa tanah, dan bunga uang yang dibayarkan (berupa bagian dari biaya), penyusutan dan pajak tidak langsung (neto).
Loading...
Loading...

0 Response to "Definisi dan Pengertian Konsep Nilai Tambah Lengkap Beserta Contoh"

Post a Comment