3 Tata Cara dan Sistem Pemungutan Pajak di Indonesia Lengkap Beserta Contohnya

Pajak adalah iuran wajib yang harus dibayarkan oleh wajib pajak yang sudah ditentukan oleh undang-undang. Selain jenis dan ketentuan yang diatur oleh undang-undan, tata cara dan sistem pemungutan pajak juga memiliki tatacaranya. Kemudian sitem pemungutan pajak ada tiga yaitu Official assessment system, Self assessment system dan With holding system. Berikut penjelasannya mengenai cara pemungutan pajak dan sistem pemungutan pajak.

Cara pemungutan pajak

Ada tiga cara pemungutan pajak yaitu stelsel pajak nyata, stelsel pajak anggapan dan stelsel campuran.

Stelsel pajak

a. Stelsel nyata (rill stelsel

Stelsel nyata (rill stelsel) adalah wajib pajak melakukan pembayaran pajak terhadap yang bersangkutan pada akhira tahun pajak.

Mengenai ketentuan wajib pajak harus membayarnya yaitu dalam kurun waktu satu tahun 12 bulan. Contohnya pada bulan Januari  Desember 2015. Wajib pajak membayar pajak tahun 2015 pada bulan akhir Desember.

Jika terjadi kelebihan pembayaran pajak, maka tidak akan dikembalikan dalam bentuk kembali atau susuk, akan tetapi ditangguhkan untuk pembayaran pajak pada tahun depannya secara otomatis. Dan jika terjadi kekurangan pembayaran pajak maka itu menjadi hutang yang harus dibayarkan.

b. Stelsel anggapan (fictive stelsel) 

Stelsel anggapan (fictive stelsel) adalah wajib pajak melakukan pembayaran pajak terhadap yang bersangkutan pada awal tahun pajak.

c. Stelsel campuran 

Stelsel campuran yaitu bisa menggunakan keduanya atau menggunakan cara dua sekaligus baik itu stelsel anggapan dan stelsel nyata secara bersamaan.

Sistem pemungutan pajak 

Sistem pemungutan pajak menurut Mardiasmo ada tiga cara yaitu official assessment system, self assessment system dan with holding system, berikut penjelasannya.

Tata Cara dan Sistem Pemungutan Pajak Lengkap Beserta Contohnya
Tax (Pajak)

a. Official assessment system

Adalah suatu sistem pemungutan yang memiliki wewenang kepada pemerintah (fiskus) untuk menentukan besrnya pajak yang terutan goleh wajib pajak. Dalam sistem ini pihak fiskus masih cukup dominan untuk menghitung dan menetapkan utang pajak.

Sistem ini umumnya diterapkan terhadap jenis yang melibatkan masyarakat luas  dimana masyarakat selaku subjek pajak atau wajib pajak dipandang belum mampu disertai tanggung jawab untuk menghitung dan menetapkan pajak.

Contoh pajak yang masih menggunakan sistem ini adalah pajak bumi dan bangunan (PBB).

Ciri-ciri Official assessment system

Wewenang untuk menentukan besarnya pajak terutang berada pada fiskus, yaitu yang ditunjuk dalam pengelolaan pajak.

Wajib pajak sebagai pihak yang terutang bersifat pasif. Yaitu hanya menyerahkan laporan saja tanpa menghitung penghasilan dalam satu tahunnya.

Utang pajak akan timbul setelah dikeluarkan surat ketetapan pajak oleh fiskus.

b. Self assessment system

Adalah suatu sistem pemungutan pajak dimana pihak terutang, wajib pajak menentukan sendiri jumlah pajak yang terutang. Akan tetapi jika terjadi kekeliruan maka wajib pajak tersebut akan mendapatkan sangsi yang telah ditentukan.

Contoh: dalam sistem ini masyarakat wajib pajak tersebut bersifat pasif dan menunggu dikeluarkannya surat ketetapan pajak oleh fiskus.

Besar utang pajak seseorang baru dikeluarkan, misalnya pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penghasilan (PPh) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).

c. With holding system

Adalah sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada pihak ketika, tapi yang dimaksud disini bukan fiskus dan bukan wajib pajak yang bersangkutang untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak, melainkan si akunting yang telah ditunjuk oleh manajer perusahaan.



Tanggung jawab ada pada pihak ketiga, hal ini dapat dilihat dalam pajak penghasilan (PPh) dimana pemberi kerja, bendaharawan pemerintah, dan pension dan lain-lain yang kepadanya diserahi tanggung jawab untuk memotong pajak terhadap penghasilan yang mereka bayarkan.

0 Response to "3 Tata Cara dan Sistem Pemungutan Pajak di Indonesia Lengkap Beserta Contohnya"

Post a Comment

wdcfawqafwef