Pengertian Bonus Demografi Kependudukan dan Peningkatannya Dalam Mensejahterakan Masyarakat

Bonus Demografi

Bonus demografi adalah suatu fenomena dimana struktur penduduk sangat menguntungkan dari sisi pembangu-nan karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar, sedang proporsi usia muda sudah semakin kecil dan proporsi usia lanjut belum banyak.

Oleh karena itu, bonus demografi dapat menjadi anugerah bagi bangsa Indonesia, dengan syarat pemerintah harus menyiapkan generasi muda yang ber-kualitas tinggi SDM-nya melalui pendidikan, pelatihan, kesehatan, penyediaan lapangan kerja dan investasi.

Dengan demikian, pada tahun 2020-2030, Indonesia akan memiliki sekitar 180 juta orang berusia produktif, sedang usia tidak produktif sekitar 80 juta jiwa, atau 10 orang usia produktif hanya menanggung 3-4 orang usia tidak produktif, sehingga akan terjadi peningkatan tabungan masyarakat dan tabungan nasional.

Namun, jika bangsa Indonesia tidak mampu menyiapkan kejadian ini, yakni akan terjadinya bonus demografi, seperti penyediaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas SDM, baik dalam pendidikan dan pelayanan kesehatan dan gizi yang memadai, maka akan terjadi permasalahan, yaitu terjadinya pengang-guran yang besar dan akan menjadi beban Negara (www.bkkbn.go.id, 2009)

Pengertian Bonus Demografi Kependudukan dan Peningkatannya Dalam Mensejahterakan Masyarakat

Kantor Berita Antara menyebutkan, Indonesia akan menikmati bonus demografi pada tahun 2020. Ini mengingat struktur penduduk Indonesia sedang memasuki masa-masa keemasan, usia produktif (15-64 tahun) jauh lebih besar ketimbang usia nonproduktif (di bawah 15 tahun maupun di atas 65 tahun).
Setelah tahun itu bonus tersebut akan terus menurun. Tahun 2008, diperkirakan penduduk Indonesia mencapai sekitar 220 juta, dan akan menjadi 235 juta lebih di 2010, merupakan angka yang cukup tinggi untuk ukuran kemampuan pereko-nomian Indonesia (http://www.antaranews. Com; 2009).

Dengan struktur penduduk di tampilkan BPS seperti berikut;

Pengertian Bonus Demografi Kependudukan dan Peningkatannya Dalam Mensejahterakan Masyarakat
Tabel Perkiraan Struktur Penduduk 1990-2010 Indonesia (BPS)
Sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi, menurut Prijono (2001), maka laju pertumbuhan angkatan kerjanya pun cukup tinggi. Angkatan kerja bertambah dari sekitar 73,9 juta orang pada tahun 1990, menjadi sekitar 96,5 juta pada tahun 2000 dan meningkat lagi menjadi 144,7 juta pada tahun 2020.

Ascobat Gani dari Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kese-hatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), di depan peserta Workshop ten-tang
 "Masalah Kependudukan: Kesempatan Atau Musibah", 
di Cisarua Bogor, 27 Juni 2009, menyatakan Indonesia sebagai negara yang luas dan sangat beraneka memiliki kondisi demografis yang beragam pula. Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali, misalnya, telah mengalami transisi demografi yang lebih cepat. Ini akan menyebab-kan bonus demografinya akan lenyap lebih dahulu dan mengalami peningkatan angka ketergan-tungan total.

Ascobat Gani juga menge-mukakan, pemahaman terhadap bonus demografi ini berguna bagi pemba-ngunan ekonomi. Dengan sedikitnya jumlah penduduk yang non produktif maka beban ekonomi penduduk produktif semakin ringan.

Tapi, pertanyaan krusialnya dari sisi ekonomiadalah bagaimana memanfaatkan penduduk produktif yang banyak ini. "Sebab, jika penduduk yang produktif ini miskin dan menganggur itu sama saja dengan penduduk nonproduktif.

Saat yang tepat sebenarnya bagi pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja yang luas agar penduduk yang produktif ini tidak sia-sia. Selain itu, konsep bonus demografi adalah konsep makro pembangunan. Karena itu, untuk memanfaatkan bonus ini maka pengambil kebijakan perlu memikirkan tataran mikro yaitu individu penduduk pada usia produktif ini”.

Menurut Ascobat, sebetulnya bonus demografi akan sangat menguntungkan bila perekonomian membaik. Sebab, dalam perekonomian yang terus membaik maka produktivitas penduduk yang produktif akan meningkat pula.

Bonus Demografi dan Peningkatan Kesejahteraan

Penurunan Fertilitas memberikan proba-bilitas terhadap peningkatan Kesejahtera-an, karena ada bonus demografi. Bonus Demografi merupakan demographic divi-dent atau demographic gift dalam jangka waktu 15 tahun kedepan setelah mereka ikut Keluarga Berencana memberikan sum-bangan terhadap penurunan Dependency Ratio.

Karena tenaga produktif bebannya terhadap tenaga non produktif akan semakin kecil. Kondisi ini tentu akan memberikan dampak terhadap beban pemerintah dan masyarakat yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas masyarakat.

Dengan adanya Bonus Demografi merupakan The Window Of Opportunity melalui kelahiran tercegah. Ibu-ibu akan banyak mempunyai waktu yang lebih banyak untuk melakukan hal-hal yang bukan melahirkan dan merawat anak atau masa melahirkan dan merawat anak lebih pendek.

Kenyataan ini akan berpengaruh secara signifikans terhadap peningkatan kesempatan keluarga untuk melakukan ke-giatan produktif. Kegiatan produktif akan bermuara terhadap peningkatan kesejah-teraan masyarakat, yakni:

(1) Meningkatkan motivasi perempuan untuk masuk pasar kerja,
(2) Memperbesar peran perempuan,
(3) Tabungan masyarakat, dan
(4) Modal manusia (human capital) tersedia.

Bonus Demografi akan memicu partum-buhan tabungan (Savings), melalui tabungan ini dapat terbentuk akumulasi kapital untuk investasi dalam peningkatan pertumbuhan ekononi yang akan membe-rikan konstribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, dalam arti yang lebih besar.

Pertumbuhan ekonomi ini berhubungan dengan penduduk sebagai dampak adanya age dependency model melalui a birth averted (terhindarnya kelahiran seseorang).

Kelahiran tercegah merupakan initial factors of endowment yang kan menentu-kan arah peningkatan kesejahteraan masya-rakat.

Williamson mengemukakan Kelahiran tercegah merupakan faktor yang penting dalam menentukan proses perjalanan dan kecepatan pertumbuhan ekonomi. Karena dapat meningkatkan propensitas orang tua untuk menanamkan investasi modal manusia dalam diri anak-anaknya (human capital accumulation).

Lebih lanjut Bloom, Canning dan Sevilla menambahkan bahwa peningkat-an harapan hidup telah merubah gaya hidup masyarakat disegala aspek, yaitu :

a) Sikap dan perilaku masyarakat tentang pendidikan, keluarga, peranan perem-puan (accounting effects dan behavioral effects).

b) Pandangan terhadap manusia lebih meningkat dan dihargai sebagai aset pembangunan.

c) Hasrat orang tua terhadap investasi pendidikan anak-anaknya, karena ma-syarakat meyakini akan hasilnya bagi hari tua anak-anaknya.

d) Apabila perempuan ini dilahirkan oleh generasi yang sudah menganut keluarga kecil, maka mereka cenderung memiliki keluarga kecil juga.

Berarti terjadi perubahan pola pikir yang positif bagi masyarakat. Perempuan cenderung me-milih untuk mempunyai anak sedikit dan dapat masuk ke pasar kerja atau memanfaatkan Opportunity Cost.

0 Response to "Pengertian Bonus Demografi Kependudukan dan Peningkatannya Dalam Mensejahterakan Masyarakat"

Post a Comment

wdcfawqafwef