Pengertian dan Besarnya PKP (Penghasilan Kena Pajak) Terbaru

Sepertia pada pembahasan mengenai pengertian NPWP, bahwa bagi pemilik NPWP harus menyetorkan penghasilannya setian tahunnya, tidak mesti harus membayar pajak, karna penghasilannya lah yang menentukan wajib atau tidaknya dia membayar pajak. Jadi setiap tahunnya wp harus melaporkan berapa besar penghasilnya selama setahun.

Saran saya jika memang penghasilan anda belum mencapai batasan yang telah ditentukan sebaiknya jangan membuat NPWP, karna ribet harus melaporkan setiap tahunnya. Mengenai besarnya penghasilan kena pajak akan dibahas dalam pembahsan kali ini.

PKP (penghasilan kena pajak)

Penghasilan yang tidak dipotong PPh pasal 21 adalah

a.Pembayaran manfaat atau santunan asuransi dari perusahaan asuransi sehubungan dengan asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi dwiguna dan asuransi beasiswa.

b. Penerimaan dalam bentuk natura dan atau dalam bentuk apapun yang diberikan oleh WP, kecuali penerimaan dalam bentuk natura dan atau kenikmatan lain yang diberikan oleh

1. Bukan WP
2. WP yang dikenakan PPh yang bersifat final.
3. WP yang dikenakan PPh berdasarkan norma penghitungan khusus (deemed profit).

c. Iuran pensiun yang dibayarkan kepada danan pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Mentri Keuangan, iuran tunjangan hari tua atau iuran iuran jaminan hari tua kepada badan penyelenggara tunjangan hari tua atau penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja yang dibayar oleh pemberi kerja.

d. Zakat yang diterima oleh orang pribadi yang berhak dari badan atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau yang disahkan oleh pemerintah, atau sumbangan keagamaan yang bersifat wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia yang diterima oleh orang pribadi yang berhak dari lembaga keagamaan yang dibentuk atau yang disahkan oleh pemerintah.

e. Beasiswa yang memenuhi persyaratan tertentu.


Pengertian dan Besarnya PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) Tahun 2015
PKP (Penghasilan Kena Pajak)

Penghasilan Kena Pajak

Pengertian penghasila kena pajak adalah penghasilan yang telah ditentukan oleh pihak pajak sebagai tolak ukur bagi masyarakat seberapa besar penghasilannya dalam satu tahun yang diluar kebutuhan pokok. 
Jadi maksudnya penghasilan dalam satu tahun tersebut dikurangi dengan kebutuhan pokok sehari-hari kemudian sisa dari penghasilan tersebutlah yang dipajak kan. Bukan penghasilan bersihnya atau penghasilan Neto. Jadi jika penghasilannya sudah melebihi Rp 3.000.000 dalam satu tahun (ketentuan 2016) maka dia harus membayar pajak.

Besarnya penghasilan kena pajak

Berikut penjelasan mengenai penghasilan yang dikenakan pajak, berikut beserta statusnya:

a. Bagi pegawai tetap 

Bagi pegawai tetap adalah penghasilan bruto dikurangi dengan biaya jabatan, iuran pensiun, dan penghasilan tidak kena pajak (PTKP).

Dalam pengertian iuran pensiun termasuk juga iuran tunjangan hari tua atau tabungan hari tua dibayar oleh pegawai.

b. Bagi pegawai tidak tetap 

agi pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas yang tidak dibayar secara bulanan adalah jumlah penghasilan bruto setelah dikurangi bagian penghasilan yang tidak dikenakan pemotongan yang besar nya Rp 200.000 sehari sepanjang penghasilan komulatif yang diterima dalam 1 bulan kalender belum melebihi Rp 2.500.000.

- Apabila telah melebihi Rp 2.025.000 maka jumlah yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto perharinya adalah sebesar PTKP yang sebenarnya dibagi 360 hari.

- Dalam hal jumlah penghasilan komulatif dalam satu bulan kalender tersebut melebihi  Rp 6.000.000, PPh pasal 21 dihitung berdasarkan Tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh atas jumlah Penghasilan Kena Pajak yang disetahunkan.

- Dalam hal pegawai tidak tetap atau tenaga lepas diikut sertakan dalam program jaminan haru tua atau tunjangan hari tua, maka iuran program tersebut yang dibayar sendiri oleh pegawai tidak tetap kepada badan-badan penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja atau badan penyelenggara tunjangan hari tua dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. Besarnya bisaya jabatan adalah 5% dari penghasilan bruto yang terdiri dari penghasilan teratur dan tidak teratur setinggi-tingginya Rp 5.00.000 sebulan atau RP 6.000.000 setahun.

- Besarnya biaya pensiun adalah 5% dari penghasilan bruto stinggi-tingginya Rp 200.000 atau dalam setahun sebesar Rp 2.400.000.

- Besarnya ptkp setahun adalah

a. Untuk wajib pajak (WP) sendiri adalah sebesar Rp 24.300.000

b. Untuk wajib pajak (WP) kawin adlaah sebesar Rp 2.025.000 (tanggungan istri)

c. Untuk tambahan seorang istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami sebesar Rp 24.300.000



d. Untuk setiap anggota keluarga sedarah dan sekeluarga semenda dalam garis keturunan lurus (bunyut, kakek, bapak, anak, cucu cici dan seterusnya) serta anak angkat yang telah menjadi tanggungan sepenuhnya Rp 2.025.000 paling banyak tiga orang untuk satu keluarga.

0 Response to "Pengertian dan Besarnya PKP (Penghasilan Kena Pajak) Terbaru"

Post a Comment

wdcfawqafwef