Pengertian dan Fungsi NPWM (Nomor Pokok Wajib Pajak) Bagi Wajib Pajak

Bagi masyarakat indonesia yang penghasilannya sudah melebihi batas kena pajak maka dia harus membuat NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), sehingga memudahkan negara untuk mengetahui berapa pendapatan rata-rata masyarakat baik itu kalangan menengah ke atas atau menengah kebawah. Wajin pajak hanya mempunyai NPWP satu untuk semua pajak yang dibayarkan.

Jadi bisa dimana saja membayarnya. Orang yang telah membuat NPWM (Nomor Pokok Wajib Pajak) Bagi Wajib Pajak bukan berarti dia harus mengeluarkan pajak. Melainkan penghasilannya lah yang menentukan dia bayar pajak atau tidak. Untuk tahun 2016 ini ada 15 dijit NPWM (Nomor Pokok Wajib Pajak).

NPWM (Nomor Pokok Wajib Pajak) Bagi Wajib Pajak

Pengertian NPWP

Pengertian NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak (WP) sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya

Orang-orang Yang Berhak Memilik NPWP

Orang-orang yang berhak memiliki NPWM (Nomor Pokok Wajib Pajak) adalah:

Untuk Wajib pajak Orang Pribadi Non- Usahawan

Untuk Wajib pajak Orang Pribadi Usahawan

Untuk Wajib pajak Badan

Untuk Bendaharawan sebagai Pemungut/ Pemotong

Untuk Joint Operation sebagai wajib pajak Pemotong/pemungut

• Wajib Pajak dengan status cabang, orang pribadi pengusaha tertentu atau wanita kawin tidak pisah harta

Fungsi NPWM (Nomor Pokok Wajib Pajak)

a. Sebagai sarana dalam administrasi perpajakan.

b. Sebagai tanda pengenal diri atau Identitas WP dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

c. Dicantumkan dalam setiap dokumen perpajakan.

d. Menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan pengawasan administrasi perpajakan.

Pengertian dan Fungsi NPWM (Nomor Pokok Wajib Pajak) Bagi Wajib Pajak
Gambar: Contoh Kartu NPWP

Penghapusan NPWP dan Persyaratannya

1. Wajib Pajak meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan, disyaratkan adanya fotokopi akte kematian atau laporan kematian dari instansi yang berwenang;

2. Wanita kawin tidak dengan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan, disyaratkan adanya surat nikah/akte perkawinan dari catatan sipil;

3. Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan sebagai Subjek Pajak. Apabila sudah selesai dibagi, disyaratkan adanya keterangan tentang selesainya warisan tersebut dibagi oleh para ahli waris;

4. Wajib Pajak Badan yang telah dibubarkan secara resmi, disyaratkan adanya akte pembubaran yang dikukuhkan dengan surat keterangan dari instansi yang berwenang;

5. Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang karena sesuatu hal kehilangan statusnya sebagai BUT, disyaratkan adanya permohonan WP yang dilampiri dokumen yang mendukung bahwa BUT tersebut tidak memenuhi syarat lagi untuk dapat digolongkan sebagai WP;

6. Wajib Pajak Orang Pribadi lainnya yang tidak memenuhi syarat lagi sebagai WP.

Sanksi Yang Berhubungan Dengan NPWP

Setiap orang yang dengan sengaja tidak mendaftarkan diri atau menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.

Sehingga dapat merugikan pada pendapatan negara dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi 4 (empat) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang bayar.

0 Response to "Pengertian dan Fungsi NPWM (Nomor Pokok Wajib Pajak) Bagi Wajib Pajak"

Post a Comment

wdcfawqafwef