Pengertian dan Macam-Macam Faktur Pajak Lengkap

Pembahasan kali ini akan menjelaskan mengenai pengertian faktur pajak, macam-macam faktur pajak, pengertian faktur pajak standar, pengertian faktur pajak sederhana, pengertian faktur pajak gambungan serta persaratan dan batas akhir pengumpulannya.

Faktur pajak


Untuk melakukan pemungutan pajak pertambahan nilai (PPn) harus menggunakan sarana faktur pajak.

Pengertian faktur pajak adalah bukti pungutan pajak atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP), bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP), bukti atau pungutan pajak karena impor Barang Kena Pajak (BKP) yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Bea CUkai.

Dasar hukum dari Faktur Pajak adalah Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 Pajak Pertambahan Nilai Pasal 13 sebagai berikut:

Faktur pajak standar

Pengertian faktur pajak standar adalah pungutan pajak sebagai sarana untuk mengkreditkan Pajak Masukan. Untuk setiap penyerahan Barang Kena Pajak atas penyerahan Jasa Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak harus dibuat satu Faktur Pajak Standar.

Faktur pajak sederhana diataur dalam Pasal 13 Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 Pajak pertambahan nilai, dan Keputusan Direktorat Jendral Pajak Nomor PER-159/PJ/2006 tentang saat Pembuata, Ukuran, Pengadaan, Tata Cara Penyampaian dan Tata Cara Pembentukan Faktur Pajak Sederhana.

Faktur pajak sederhana diatur dalam pasal 13 Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 Pajak Pertambahan Nilai. Dan Keputusan DIrektorat Jendreal Pajak Nomor PER-159/PJ/2006 tentang saat pembuatan, bentuk, ukuran, pengadaan, tata cara penyampaian dan tata cara pembentukan faktur pajak sederhana.

Sesuai dengan pasal 13 ayat 5 faktur pajak standar memuat beberapa hal yaitu yang harus dicantumkan keterangan mengenai penyerahan barang kena pajak atas penyerahan jasa kena pajak yaitu:

1. Nama, alamat, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang menyerahakan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak

2. Nama, alamat, Nomor Pokok Wajib Pajak pembeli Barang Kena Pajak atau penerima Jasa Kena Pajak

3. Jenis barang atau jasa, jumlah harga jual, atau penggantian dan potongan harga

4. Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut

5. Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang dipungut

6. Kode, nomor seri, dan tanggal pembuatan Faktur Pajak

7. Nama, jabatan, dan tanda tangan yang berhak menandatangani Faktur Pajak

Pengertian dan Macam-Macam Faktur Pajak Lengkap


Faktur pajak ini harus diisi dengan lengkap, jelas dan benar baik formal maupun materiil dan ditandatangani oleh pejabat yang ditunjuk oleh pengusaha kena pajak (PK) untuk ditandatanganinya.

Menurut Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 Pasal 13, mengenai waktu pembuatan faktur pajak standar selambat-lambatnya yaitu:

Pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan BKP dan atau penyerahan keseluruhan JKP jika pembayaran diterima setelah bulan penyerahan BKP dan atau penyerahan keseluruhan JKP, kecuali pembayaran terjadi sebelum akhir bulan berikutnya, maka Faktur Pajak Standar harus dibuat selambat-lambatnya pada saat penerimaan pembayaran.

Pada saat penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran terjadi sebelum penyerahan BKP dan atau sebelum penyerahan JKP

Pada saat penerimaan pembayaran termin dalam hal penyerahan sebagian tahap pembayaran
Pada saat Pengusaha Jasa Kena Pajak rekanan menyampaikan tagihan kepada Pemungut Pajak Pertambahan Nilai

Faktur Pajak gabungan

Faktur Pajak Gabungan adalah Faktur Pajak Standar yang meliputi semua penyerahan Barang Kena Pajak atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang terjadi selama satu bulan takwim kepada pembeli yang sama atau penerima Jasa Kena Pajak yang sama.

Faktur Pajak Gabungan yang merupakan Faktur Pajak Standar harus dibuat selambat-lambatnya pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan Barang Kena pajak dan atau Jasa Kena Pajak.

Bila terdapat pembayaran sebelum penyerahan Barang Kena pajak atau sebelum penyerahan Jasa Kena Pajak atau sebelum Faktur Pajak Gabungan tersebut dibuat, maka untuk pembayaran tersebut dibuat Faktur Pajak tersendiri pada saat diterimanya pembayaran.

Tanggal pembayaran/penyerahan pada Faktur Pajak diisi dengan tanggal awal penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak sampai dengan tanggal terakhir dari Masa Pajak yang dibuatkan Faktur Pajak Gabungan, dengan melampirkan daftar tanggal penyerahan dari setiap faktur pajak penjualan

Faktur Pajak Sederhana

Faktur Pajak Sederhana adalah Faktur Pajak yang digunakan sebagai tanda bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak untuk menampung kegiatan penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang dilakukan secara langsung kepada konsumen akhir.

Oleh karena itulah, Pengusaha Kena Pajak dapat membuat Faktur Pajak Sederhana, dalam hal PKP melakukan :

- Penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang dilakukan langsung kepada konsumen akhir

- Penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak kepada pembeli dan atau penerima Jasa Kena

- Pajak yang diketahui identitasnya secara lengkap

- Faktur Pajak Sederhana tidak dapat digunakan oleh pembeli Barang Kena Pajak atau penerima Jasa

- Kena Pajak sebagai sarana untuk pengkreditan Pajak Masukan. Direktorat Jenderal Pajak dapat menetapkan tanda bukti penyerahan atau tanda bukti pembayaran sebagai Faktur Pajak Standar.

Faktur Pajak Sederhana paling sedikit harus memuat :

  • Nama, alamat dan NPWP yang menyerahkan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak
  • Jenis dan kuantitas Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak
  • Jumlah harga jual atau penggantian yang sudah termasuk PPN atau besarnya PPN dicantumkan secara terpisah
  • Tanggal pembuatan Faktur Pajak Sederhana


Faktur Pajak Sederhana dibuat paling sedikit dalam rangkap 2 (dua) yaitu :

Lembar ke-1 (asli) : untuk pembeli Barang Kena Pajak atau Penerima Jasa kena Pajak

Lembar ke-2 : untuk arsip Pengusaha Kena Pajak yang bersangkutan
Faktur pajak sederhana

Faktur pajak sederhana tidak bisa dipakai oleh pembeli Barang Kena Pajak atau penerima jasa kena pajakyang digunakan sebagai sarana untuk pengkreditan pajak masukan.

0 Response to "Pengertian dan Macam-Macam Faktur Pajak Lengkap"

Post a Comment

wdcfawqafwef