Cara Menghitung Pasal 21 dengan PTKP (penghasilan tidak kena pajak) Beserta Contohnya

PTKP merupakan prediksi pihak pajak terhadap masyarakat bahwa dalam satu tahun biaya yang dikeluarkan atau yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 36.000.000 dalam perbulannya Rp 3.000.000 dan dalam hariannya sebesar Rp 100.000. Jadi jika penghasilannya tidak melebihi itu (> 36.000.000) maka penghasilan yang lebih tersebut yang dikenakan pajaknya.

PTKP (penghasilan tidak kena pajak)

Dasar Hukum :

Pasal 7 dan 8 UU No.36 Tahun 2008 tentang PPh (Pajak Penghasilan).

Pengertian PTKP

PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) adalah penghasilan yang menjadi batasan tidak kena pajak bagi Wajib Pajak Orang Pribadi.
Dengan kata lain apabila penghasilan neto Wajib Pajak Orang Pribadi jumlahnya dibawah PTKP (penghasiltan tidak kena pajak) atau pas, maka tidak akan terkena Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25/29 dan apabila berstatus sebagai pegawai atau penerima penghasilan sebagai objek PPh Pasal 21, maka penghasilan tersebut tidak akan dilakukan pemotongan PPh Pasal 21.

Besarnya PTKP (penghasilan tidak kena pajak) Untuk Tahun Pajak 2015

Besarnya penghasilan tidak kena pajak (PTKP) untuk tahun pajak 2015 sebagai berikut :

- Wajib Pajak orang pribadi sebesar Rp 36.000.000,00

- Wajib Pajak yang kawin sebesar Rp2.025.000,00

- Rp 36.000.000,00 tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 TAHUN 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 TAHUN 2008;

Rp 3.000.000,00 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.

PTKP (penghasilan tidak kena pajak) ini mulai berlaku sejak tanggal 1 November 2015.
Penerapan PTKP Dalam Perhitungan PPh Pasal 21 Dan PPh Orang Pribadi Tahun 2015
Penerapan ketentuan tersebut ditentukan oleh keadaan pada awal tahun pajak atau awal bagian tahun pajak.

Contoh : 

Tahun 201 pak adi berstatus Kawin anak 1 atau k/1. Pada Desember Tahun 2015 Isteri Junaedi melahirkan anak. PTKP Tahun 2013 untuk status junaedi adalah Kawin anak 1 atau k/1  Penerapan PTKP Tahun 2015 untuk satu tahun :PTKP Untuk Laki-laki Tidak Kawin dan Wanita (kawin/tidak kawin)
Cara Menghitung Pasal 21 dengan PTKP (penghasilan tidak kena pajak)  Beserta Contohnya

STATUS TK/0 TK/1 TK/2 TK/3

Wajib Pajak (Laki-laki tidak kawin & Wanita) Rp 36.000.000, Rp 39.000.000, Rp 42.000.000 Rp 45.000.000

Penjelasan :

Status Wanita meskipun sudah kawin tetap mempunyai PTKP (penghasilan tidak kena pajak)  tidak kawin kecuali dapat membuktikan bahwa suami tidak bekerja (dari Instansi terkait/kelurahan)

- TK/0 = Tidak Kawin tidak ada tanggungan sebesar Rp 36.000.000

- TK/1 = Tidak Kawin memiliki 1 (satu) tanggungan Rp 36.000.000 + Rp 3.000.000 = Rp 39.000.000

-TK/2 = Tidak Kawin memiliki 2 (dua) tanggungan Rp 36.000.000 + Rp 3.000.000 + Rp 3.000.000 = Rp 42.000.000

- TK/3 = Tidak Kawin memiliki 3 (tiga) tanggungan Rp 36.000.000 + Rp 3.000.000 + Rp 3.000.000  + Rp 3.000.000  = Rp 45.000.000

PTKP (penghasilan tidak kena pajak) Untuk Laki-Laki Kawin Isteri Tidak Bekerja/Tidak Usaha STATUS K/0 K/1 K/2 K/3

Istri Tdk Kerja/ Tdk Usaha Rp 42.000.000, Rp 45.000.000, Rp30.375.000, Rp 48.000.000
Penjelasan PTKP Suami apabila Kawin tetapi Isteri Tidak Bekerja:

- K/0 = Kawin tidak ada tanggungan Rp 39.000.000

- K/1 = Kawin memiliki 1 (satu) tanggungan Rp 39.000.000 + Rp 3.000.000 = Rp 42.000.000

- K/2 = Kawin memiliki 2 (dua) tanggungan Rp 39.000.000 + Rp 3.000.000 + Rp 3.000.000 = Rp 45.000.000

- K/3 = Kawin memiliki 3 (tiga) tanggungan Rp 39.000.000 + Rp 3.000.000 + Rp 3.000.000 + Rp 3.000.000 = Rp 48.000.000

PTKP (penghasilan tidak kena pajak) Untuk Laki-Laki Kawin Isteri Bekerja/Usaha STATUS K/I/0 K/I/1 K/I/2 K/I/3


Istri Kerja/Usaha 50.625.00 52.650.000 54.675.000 56.700.000
Penjelasan PTKP Suami apabila Kawin dan Isteri Bekerja pada lebih dari satu pemberi kerja atau usaha :

PTKP (penghasilan tidak kena pajak)  untuk isteri yang bekerja pada satu pemberi kerja tidak digabung dengan suami, yang digabung dengan PTKP (penghasilan tidak kena pajak) suami hanya yang bekerja pada lebih dari satu pemberi kerja dan/atau isteri yang usaha (penghasilan digabung dengan penghasilan suami)

- K/I/0 = Kawin Isteri Bekerja/Usaha tidak ada tanggungan Rp 36.000.000 + Rp 36.000.000 + Rp
3.000.000 = Rp 75.000.000

-K/I/1 = Kawin Isteri Bekerja/Usaha memiliki 1 (satu) tanggungan Rp 36.000.000 + Rp 36.000.000 + Rp 3.000.000 + Rp 3.000.000 = Rp 78.000.000

-K/I/2 = Kawin Isteri Bekerja/Usaha memiliki 2 (dua) tanggungan Rp 36.000.000 + Rp 36.000.000 + Rp 3.000.000 + Rp 3.000.000 + Rp 3.000.000 = Rp 81.000.000

-K/I/3 = Kawin Isteri Bekerja/Usaha memiliki 3 (tiga) tanggungan Rp 36.000.000 + Rp 36.000.000 + Rp 3.000.000 + Rp 3.000.000 + Rp 3.000.000 + Rp 3.000.000 = Rp 84.000.000

Dalam menghitung PPh 21 besarnya PTKP maksimal Rp 48.000.000, sedangkan dalam menghitung PPh Orang Pribadi besarnya PTKP maksimal menjadi Rp 84.000.000 untuk WP dengan status K/I/3

0 Response to "Cara Menghitung Pasal 21 dengan PTKP (penghasilan tidak kena pajak) Beserta Contohnya"

Post a Comment

wdcfawqafwef