Pengertian, Definisi dan Arti Goodwill (Good will) Dalam Akuntansi Menurut Para Ahli

Pengertian Good Will 

Pengertian goodwill dalam akuntansi adalah adalah bagian dari aktiva dalam neraca yang mana menggambarkan kelebihan pembayaran atas aktiva yang diperlukan perusahaan dibandingkan dengan nilai pasar.

Bisa juga diartikan sebagai aktiva tidak berwujud yang menjelaskan jumlah lebih besar dari nilai buku yang dibayar oleh suatu perusahaan untuk mendapatkan prusahaan lain.

Goodwill merupakan bagian dari aktiva tak berwujud (intangible asset), Intangible berasal dari bahasa Latin yang berarti tidak tersentuh.

Pengertian dari aktiva tak berwujud secara harafiah yaitu aset yang tidak mempunyai badan. Namun pengertian ini tidak mampu menjelaskan akun-akun seperti piutang usaha dan beban dibayar dimuka, yang tidak mempunyai wujud namun tidak diakui sebagai aktiva tak berwujud, karena itulah defenisi aktiva tak berwujud dibatasi pada aktiva tidak lancar.

Ada juga definisi yang mengatakan bahwa aktiva tak berwujud itu sebagai hasil dari penangguhan pengeluaran untuk jasa yang berlawanan dengan pengeluaran untuk properti. Dengan kata lain, aktiva tak wujud muncul apabila ada kas atau setara kas yang dikeluarkan untuk jasa.

Aktiva tak berwujud bukan berarti cktiva yang berkurang nilainya karena tidak memiliki substansi, karena itu untuk mengakjinya harus diperlakukan aturan yang sama seperti pada aktiva lainnya.

Aturan itu menyatakan suatu aktiva dapat diakui bila memenuhi defenisi yang tepat, dapat diukur, relevan dan dapat diandalkan. Aktiva tak wujud memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dari aktiva berwujud dan menuntut agar aktiva tak wujud diperlakukan berbeda dari aktiva berwujud.

Tiga karakteristik yang membedakannya adalah sebagai berikut:

1. Penggunaan alternatif. 

Semua aktiva non moneter baik berwujud maupun tak berwujud sama-sama mendapatkan manfaat ekonomi masa depan.

Aktiva berwujud mempunya: nilai dalam penggunaan alternatif artinya bagi perusahaan nilai aktiva berwujud tersebut dapat diperbandingkan dengan kondisi fisiknya, biaya penggantinya, nilai pasar untuk aktiva bekas dan pasar untuk produk perusahaan itu, biarpun nilai aktiva berwujud tersebut belum tentu semuanya dapat diperbandingkan.

Sedangkan aktiva tak berwujud merupakan pengembangan p roses ataupun produk ek sk lu sif atau proteksi atas keunggulan pemasaran yang tidak satupun dari itu dapat ditransfer ke penggunaaan alternatif.

2. Kemampuan dipisahkan. 

Karakteristik lain yang membedakan aktiva tak berwujud adalah aktiva tak berwujud tidak dapat dipisahkan dari perusahaan atau properti fisik perusahaan tersebut.

Artinya aktiva tak berwujud tersebut hanya memiliki nilai bila bergabung dengan aktiva berwujud perusahaan. Dengan karakteris tik ini aktiva tak berwujud dipertimbangkan untuk mencerminkan manfaat residual sesudah semua aktiva berwujud diidentifikasikan secara spesifik.

3. Ketidakpastian. 

Karakteristik ini mengatakan tingginya tingkat ketidakpastian berkenaan dengan nilai masa depan yang akan diterima membuat aktiva tak berwujud harus diberlakukan beda dari aktiva berwujud.

Kemungkinan nilainya dapat berkisar dari nol sampai jumlah yang sangat besar, karena aktiva tak berwujud berkaitan dengan penciptaan dan pemeliharaan akan produk tersebut serta pengambangan dan produksi sebuah produk yang belum tentu berhasil.

Pengertian, Definisi dan Arti Goodwill (Good will) Dalam Akuntansi Menurut Para Ahli
Good Will

Contoh

Aktiva tak berwujud yang tidak mempunyai penggunaan alternatif tidak dapat dipisahkan dan yang manfaatnya sangat tidak pasti adalah goodwill. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana kita harus mengakui goodwill tersebut?

Dalam dunia nyata, seorang dapat mengakui goodwill setiap saat dengan membandingkan nilai pasar dari sebuah perusahaan dengan nilai aktiva bersihnya.

Misalnya nilai perusahaan dapat dilihat dari nilai ekuitasnya yang ada di pasar dengan mengkapitalisasi nilai pasar ekuitas tersebut, maka nilai goodwill didapat dari pengurangan kapitalisasi nilai pasar terhadap aktiva perusahaan.

Perhitungan ini masih mempunyai kekurangan karena goodwill merupakan manfaat yang tidak dapat diidentifikasi secara spesifik, sehingga kurang logis untuk mengaitkan biaya-biaya ini dengan setiap pendapatan spesifik dalam periode-periode masa depan.

Dengan dasar ini APB 17 menyimpulkan pengeluaran untuk goodwill yang tidak dibeliharus dikurangkan dari laba ketika hal tersebut terjadi. Jadi tidak relevan mengkapitalisasi perubahan dalam nilai perusahaan, akan tetapi lebih relevan apabila hal itu diungkapkan.

Goodwill Negatif 

Pengertian goodwill Negatif adalah selisih (lebih) antara bagian pengakuisisi atas nilai wajar aktiva bersih dan biaya perolehan anak perusahaan yang diakuisisi. 

Mengukur goodwill Negatif

Ada beberapa pandangan dalam penilaian goodwill negative

1. Sejatinya goodwill negative tidak ada. Goodwill akan bernilai negatif jika suatu perusahaan bernilai lebih kecil dari asumsi nilai-nilai aktivanya yang dijjual secara terpisah. Argumen ini menyatakan nilai nyata dari aktiva yang dapat diidentifikasi lebih dari yang diklaim.

Tanggapan yang tepat terhadap hal ini adalah mengalokasikan kekayaan bersih dari perusahaan ke aktiva yang dapat diidentifikasikan, sehingga hal itu tampak pada angka yang lebih rendah daripada yang saat ini diperlihatkan, sehingga goodwill negatif dapat dihilangkan.

2. Menurut APB 17 bila biaya dari suatu perusahaan yang diakuisisi lebih kecil dari nilai pasar atau taksiran, dari aktiva yang diidentifikasi dikurangi kewajiban, maka perbedaan itu harus dialokasikan untuk mengurangi nilai aktiva tidak lancar, dengan kata lain, goodwill n eg a tif hanya dapat d ipe rlihatkan jik a ada perbedaan yang tak dapat dialokasikan (sesudah aktiva tak lancar sama dengan nol).

3. Menurut The British Standard Accounting Committee. Goodwill negatif hanyalah bayangan dari cermin goodwill positif. Nilai aktiva dari yang dapat diidentifikasi dikurangi nilai wajarnya. Berdasarkan pendekatan ini, goodwill negatif sebagai suatu aktiva tak berwujud yang disebut lokasi tak menguntungkan.

0 Response to "Pengertian, Definisi dan Arti Goodwill (Good will) Dalam Akuntansi Menurut Para Ahli"

Post a Comment

wdcfawqafwef