Pengertian, Tarif, Bea Masuk, Bea Impor, PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah), PPn (pajak pertambahan nilai) dan Contoh Beserta Cara Menghitungnya.

Pengertian PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah)  adalah :

Pajak penjualan yang dikenakan terhadap nilai jual  setiap perpindahan / pertukaran barang, sehingga menimbulkan pajak berganda, PPnBM dikenakan terhadap :

1. Penyerahan Barang Kena Pajak yang tergolong mewah yang dilakukan oleh pengusaha yang menghasilkan barang tersebut di dalam Daerah Pabean dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya.

2. Impor Barang Kena Pajak yang tergolong mewah.

Pengertian pajak pertambahan nilai (PPn) adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen

Pasal 22 (PPh)


Bendahara Pemerintah (1,5 %)
Pada bulan Juli 2005 kontraktor PT Alfi mendapat pekerjaan perbaikan jalan dari pemda Bandar Lampung, nilai proyek Rp 150.000.000,-
Jawab: 1,5 x Rp 150.000.000,-
= Rp 2.250.000,-

Tarif PPh impor
1. Dengan (API) angka pengenal importir (2,5% x nilai impor)
2. Tanpa  (API) angka pengenal importir (7,5% x nilai impor)
3. Tidak dikuasai (7,5% x harga lelang)

Contoh soal

PT sriwijaya membeli beras dari Thailand dengan harga Rp 150.000.000,- . Biaya assuransi dilihar 5% dari harga impor dan bea masuk yang dikeluarkan 4% dari harga impor. Tentukan pasal PPh 22 jika tidak memiliki API (angka pengenal importir)?

Jawab:

Nilai impor = Rp 150.000.000,- + (Rp 150.000.000,- x 5%) + (Rp 150.000.000,- x 4%)
           = Rp 150.000.000,- + Rp 75.000.000,- + Rp 6.000.000,-
           = Rp 163.500.000,-

Jika tanpa (API) angka pengenal importir
Rp 163.500.000,- x 7,5% = Rp 12.262.500,-

Jika dengan (API) angka pengenal importir
Rp 163.500.000,- x 2,5% = Rp 4.087.500,-

Produksi dalam negri (...% dari harga pokok)
1. Industri otomotif (0,45%)
2. Industri kertas (0,1%)
3. Produksi bahan bakar
         - Premum, solar partamax/super TT
         SPBU swasta 0,3 % dari harga penjualan
         SPBW pertamina 0,23 % dari harga penjualan
         - LPG, munyak tanah pelumas 0,3 % dari harga penjualan
4. Industri semen 0,25 %
5. Industri baja 0,3%
6. Industri rokok 0,12%

Pengertian, Tarif, Bea Masuk, Bea Impor, PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah), PPn (pajak pertambahan nilai) dan Contoh Beserta Cara Menghitungnya.

Latihan 
Soal pertama

PT Sampurno sebagai importir mengimpor mobil sebanyak 30 unit dari jepang dengan harga impor per unit Rp 120.000.000,- bea masuk 40 % dari harga impor, assuransi 10% dari harga impor. Tarif PPnBM 50%. Hitunglah PPh ps 22 impor, PPn dan PPnBM terutang dan harga barang setelah PPn dan PPnBM?

Jawab:

Diketahui
Mengimpor mobil sebanyak 30 unit
Harga impor/unit Rp 120.000.000,-
Bea masuk 40%
Assuransi 10%
Tarif PPnBM 50%

Langkah pertama, menentukan nilai impor yaitu dengan menjumlahkan harga impor ditambah bea masuk dari harga impor ditambah assuransi dari harga impor
Nilai Impor = harga impor + bea masuk + assuransi

Langkah kedua, menentukan nilai impor setelah PPh 22 yaitu dengan mengurangi antara nilai impor dengan PPh atas impor, jika memiliki API maka di kalikan 2,5% jika tidak maka dikalakan 7,5%.
Langkah ketiga menentukan harga impor setelah PPn dan PPnBM yaitu dengan menjumlahkan nilai impor setelah PPh 21 dengan PPn ditambah PPnBM

Penyelesaian:

Harga impor 30 unit x Rp 120.000.000,- = Rp 3.600.000.000,-
Bea masuk 40% x Rp 3.600.000.000,- = Rp 1.440.000.000,-
Assuransi 10% x Rp 3.600.000.000,-             = Rp    360.000.000,-
_______________________________________________________________ +
Nilai impor   = Rp 4.400.000.000,-
PPh 22 impor dengan API
Rp 3.600.000.000,- x 2,5% = Rp 1.100.000.000,-
_______________________________________________________________-
Nilai impor setelah PPh 22 = Rp 3.290.000.000,-
PPn terutang  10% x Rp 3.290.000.000,- = Rp    329.000.000,-
PPnBM terutang 50% x Rp 3.290.000.000,- = Rp 1.645.000.000,-
_______________________________________________________________+
Harga barang setelah PPn dan PPnBM = Rp 4.264.000.000,-

Jadi harga barang setelah PPn dan PPnBM adalah sebesar Rp 4.264.000.000,-

Soal kedua

PPn (pajak pertambahan nilai) & PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah)


Untuk soal kedua ini akan membahas bagaimana mencari nilai PPn (pajak pertambahan nilai) atas barang impor tersebut dan menentukan PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah)

PPn = Tarif 10% x dasar pengenaan pajak

PPn = 10/110 x harga termauk PPn --> PPn sudah bagian dari harga
10 : (110 + t) x harga -->  untuk PPn
t : (110 + t) x harga --> untuk PPnBM
t = tarif barang mewah

contoh

harga = Rp 50.000.000,- tarif PPnBM = 20%

1. PPn = 10 : (110 + t) x harga
         = 10 : (110 + 20) x Rp 50.000.000,- = Rp 3.846.153,85,-  ---> dibulatkan Rp 3.846.150,-

2. PPnBM = t : (110 + t) x harga
= 20 : (110 + 20) x Rp 50.000.000,- = Rp Rp 3.846.153,85,- ---> dibulatkan Rp 7.692.300,-
Harga tanpa PPn dan PPnBM = Rp 50.000.000 - Rp 3.846.153,85 - Rp 3.846.153,85
          = Rp 38.461.538,5
klik disini jika menginginkan dalam bentuk file

0 Response to "Pengertian, Tarif, Bea Masuk, Bea Impor, PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah), PPn (pajak pertambahan nilai) dan Contoh Beserta Cara Menghitungnya."

Post a Comment

wdcfawqafwef