Cara Menghitung THR (Tunjangan Hari Raya) Lebaran atas Karyawan dan PPh 21 Atas Gaji dan Bonus Beserta Contoh dan Undang-Undang THR

Tunjangan hari raya merupakan tunjangan yang diberikan kepada karyawan oleh perusahaan sebagai gaji tambahan atau bonus. Dan bonus tersebut tentunya ada perhitungan pajak dan harus dipajakan. Cara menghitung thr karyawan tidaklah terlalu rumit.  Dasar perhitunga pajak thr atas karyawan sudah diperjelas oleh undang-undang thr.

THR (tunjangan hari raya) dan Bonus Bagi karyawan

Dasar Hukum Perhitungan THR (tunjangan hari raya)

Pada dasarnya, pengaturan mengenai pekerja secara umum diatur dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”).

Namun, ketentuan mengenai Tunjangan Hari Raya Keagamaan (“THR”) secara khusus tidak diatur di dalam UU, melainkan diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No PER-04/MEN/1994 Tahun 1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja di Perusahaan (“Permenaker 4/1994”).

Pasal 3 ayat (1) Permenaker 4/1994 menyebutkan bahwa besarnya THR adalah sebesar 1 (satu) bulan upah bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan secara terus menerus atau lebih.

Dan bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja 3 (tiga) bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 (dua belas) bulan diberikan THR secara proporsional dengan masa kerja yakni dengan perhitungan: Masa kerja x 1 (satu) bulan upah. Upah satu bulan di sini adalah upah pokok ditambah tunjangan-tunjangan tetap.
Cara Menghitung THR (Tunjangan Hari Raya) Lebaran atas Karyawan dan PPh 21 Atas Gaji dan Bonus Beserta Contoh dan Undang-Undang THR

Soal

Sugeng adalah karyawan PT Anugrah, sudah menikah dan mempunyai 1 orang anak. Pada setiap bulanna ia memproleh gaji sebesar Rp 6.800.00,- dan tunjangan yang harus dibayarkan tiap bulannya sebesar Rp 1.000.000,-. Iuran pensiun Rp 80.000,- setiap bulannya. Bonus yang diperoleh pada akhir tahun sebesar dua kali gaji pokok. Berapakah besarnya PPh Pasal 21 atas bonus yang diperoleh Sugeng apabila ia memiliki NPWP?

Jawaban:

Diketahui
Gaji perbulan Rp 6.800.00,-
Tunjangan Rp 1.000.000,-
Iuran pensiun Rp 80.000,-
Bonus akhir tahun 2x gaji pokok = Rp 13.600.000,-
K1 Rp 42.000.000,-

Untuk mencari pajak penghasilan (PPh) atas bonus maka ada 3 langkah yang harus dikerjakan yaitu:

1. Mencari PPh atas gaji dan bonus 

Langkah pertama mencari terlebih dahulu penghasilan bruto pertahunnya yaitu dengan menjumlahkan antara penjumlahan penghasilan perbulan dikali 12 dengan bonus yang didapatkan.
Penghasilan Bruto/tahun = (gaji/bulan x 12) + (Bonus)
Langkah kedua, mencari penghasilan netto pertahunnya yaitu dengan mengurangkan antara penjumlahan penghasilan bruto pertahun dengan biaja jabatan detambah iuran pensiun.
Penghasilan Netto/tahun = (penghasilan Bruto/tahun) – (biaya jabatan + iuran pensiun)
Langkah ketika, mencari PKP (peghasilan kena pajak) yaitu dengan mengurangkan antara Penghasilan Netto pertahun dengan PTKP (penghasilan tidak kena pajak).
PKP = (penghasilan Netto/tahun) –(PTKP)
Langkah ke empat, mencari PPh 21 atas gaji dan bonus yaitu dengan mengalikan tarir yang sidah ditentukan.

2. Mencari pajak penghasilan (PPh) atas gaji saja

Langkah pertama, mencari penghasilan netto pertahunnya yaitu dengan mengurangkan antara gaji pertahunnya dengan biaja jabatan detambah iuran pensiun.
Penghasilan Netto/tahun = (Gaji/tahun) – (biaya jabatan + iuran pensiun)
Langkah ke dua, menentukan penghasilan kena pajak (PKP) yaitu dengan mengurangkan antara penghasila netto pertahun dengan penghasilan tidak kena pajak (PTKP).
PKP = Penghasilan Netto/tahun – PTKP
Langkah ketiga, menemtukan pajak penghasilan (PPh) 21 atas gaji yaitu denga mengalikan penghasilan kena pajak (PKP) dengan tarif yang sudah ditentukan.

3. Menentukan PPh atas Bonus

Yaitu dengan mengurangkan pajak penghasilan (PPh) atas gaji dan bonus dengan pajak penghasilan(PPh) atas gaji.
PPh 21 atas bonus = PPh gaji dan bonus – PPh atas gaji.
Cara mengerjakan:

1. PPh atas gaji + bonus
Gaji/tahun  Rp 6.800.000 x 12 Rp 81.600.000,-
Bonus 2x gaji poko                 RP 13.600.000,-
                                -------------------- +
Penghasilan bruto/tahun                  Rp 96.000.000,-
Biaya jabatan Rp 96.000.000,- x 5% = Rp 4.810.000,-
Iuran pensiun pertahun Rp 80.000,- x 12 = Rp     960.000,-
                        ------------------ +
                                  Rp  5.770.000,-
                                                                                                                  ------------------- -
Penghasilan netto/tahun                 Rp 80.430.000,-
PTKP K1                 Rp 42.000.000,-
                        ------------------- -
PKP                           Rp 38.430.000,-
PPh 21 atas gaji + bonus     Rp 38.430.000,- x 5% = Rp 1.921.500

2. PPh 21 atas gaji
Gaji 1 tahun                    Rp 81.600.000,-
Biaya jabatan              Rp 81.600.000,- x 5% = Rp 4.080.000,-
Iuran pensiun      Rp 81.600.000,- x 12   = Rp   960.000,-
                              ------------------  +
                            Rp   5.040.000,-
                                   ------------------- -
Penghasilan netto/tahun                       Rp 76.560.000,-
PTKP K1                       Rp 42.000.000,-
                            ------------------- -
PKP                              Rp 34.560.000,-
PPh pasal 21 atas gaji         Rp 34.560.000,- x 5% = Rp 1.728.000,-

3. PPh 21 atas bonus
PPh atas bonus =(PPh gaji + bonus) – (PPh atas gaji)
(Rp 1.921.500,-) – (Rp 1.728.000,-) = Rp 193.500,-

Jadi PPh 21 atas bonus yang diperoleh sugeng adalah Rp 193.500,-

jika tidak jelas bisa dapatkan bentuk file di sini!!!

0 Response to "Cara Menghitung THR (Tunjangan Hari Raya) Lebaran atas Karyawan dan PPh 21 Atas Gaji dan Bonus Beserta Contoh dan Undang-Undang THR"

Post a Comment

wdcfawqafwef