“ANALISIS PENGARUH INVESTASI, TENAGA KERJA, DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI”

Loading...
Loading...
PROPOSAL

“ANALISIS PENGARUH INVESTASI, TENAGA KERJA, DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI”
(Studi Kasus: Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung Utara Tahun 2009-2013)

 





Disusun oleh :





Disusun Oleh :

ELI YANA 1321040036
Jurusan: Ekonomi Syariah / E


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
IAIN RADEN INTAN LAMPUNG
2015





BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Pembangunan Ekonomi merupakan titik pusat factor yang menjadikan sebuah masyarakat di suatu daerah tersebut sejahtera atau tidak. Tolak ukur tersebut yang menjadikan pandangan masyarakat akan pertumbuhan ekonomi sangatlah penting.
Pembangunan ekonomi adalah masalah yang penting dalam perekonomian suatu Negara yang sudah menjadi agenda setiap tahunnya. Pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh suatu negara bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, makmur dan adil. Menurut Arsyad (2004), Pembangunan ekonomi adalah suatu proses yang menyebabkan kenaikan pendapatan riil per kapita penduduk suatu negara dalam jangka panjang yang disertai oleh perbaikan sistem kelembagaan.[1]
Berhasilnya suatu pembangunan oleh suatu negara atau wilayah dapat dilihat dari perkembangan indikator-indikator perekonomian yang ada, apakah mengalami peningkatan atau penurunan. Produk Domestik Bruto (PDB) termasuk dalam salah satu indikator pembangunan suatu negara. Secara tradisional, pembangunan memiliki arti peningkatan PDB secara terus menerus.
Pembangunan suatu negara yang baik juga harus diikuti pembangunan ekonomi yang baik juga. Hal ini bisa dilihat dari periode ke periode lainnya bahwa kemampuan suatu negara untuk menghasilkan barang dan jasa akan meningkat.
Kemampuan yang meningkat ini disebabkan karena faktor-faktor produksi mengalami pertambahan dalam jumlah dan kualitasnya.
Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang, terus melaksanakan pembangunan secara berencana dan bertahap, tanpa mengabaikan usaha-usaha yang sudah pernah dikerjakan sebelumnya. Dan agar semakin kompeten di dalam pembangunannya.

Pemerataan dan kestabilan. Pembangunan ekonomi suatu negara dapat dikatakan meningkat dengan hanya melihat pertumbuhan ekonomi. Jika pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya meningkat maka dapat dikatakan pembangunan ekonomi meningkat.
Menurut para ekonom, dalam Arsyad (2004), pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai kenaikan PDB tanpa memandang apakah kenaikan itu lebih besar atau lebih kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk, atau apakah perubahan struktur ekonomi terjadi atau tidak.
Perkembangan pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2007-2013 berfluktuatif. Pada tahun 2008 dan 2009 pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami penurunan dari semula 6,3% di tahun 2007 menjadi 4,6% di tahun 2009. Penurunan ini terjadi disebabkan oleh krisis keuangan global yang terjadi di negara adidaya Amerika Serikat yang berdampak kepada seluruh negara di dunia termasuk Indonesia.
Penurunan pertumbuhan ekonomi kembali terjadi pada tahun 2013 sebesar 0,5% dari 6,3% di tahun 2012 menjadi 5,8% di tahun 2013. Penyebab turunnya pertumbuhan ekonomi ini ialah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada pertengahan tahun 2013 diikuti oleh inflasi yang tinggi di Indonesia.
Pembangunan ekonomi tidak hanya menjadi agenda pemerintah pusat atau secara nasional, tetapi juga menjadi agenda setiap daerah dalam suatu negara. Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola sumber-sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan pekerjaan dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi di dalam wilayah tersebut (Arsyad, 2004). Oleh karena itu, kebijakan pembangunan ekonomi dilakukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan mengelola potensi dan sumber daya yang ada bagi masing-masing daerah sehingga mampu meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah tersebut.
Pembangunan ekonomi daerah juga berperan penting terhadap sukses atau tidaknya pembangunan ekonomi nasional secara keseluruhan. Sebagai bagian dari pelaksanaan pembangunan ekonomi nasional, masing-masing provinsi di Indonesia, termasuk enam provinsi salah satunya Lampung harus mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, memenuhi target perencanaan ekonomi serta mampu mengatasi permasalahan pembangunan yang terjadi sehingga diharapkan akan memliki tujuan akhir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Disetiap daerah atau kabupaten di Lampung juga harus menyumbangkan Keunggulan-keunggulan yang ada di daerahnya tersebut. Penulis akan menyajikan dan menggambarkan bagaimana peran dari pembangunan di daerah Kabupaten Lampung Utara.
Lampung Utara merupakan salah satu kabupaten yang ada di Lampung. Kota Bumi merupakan sebuah kota kecil atau salah satu kecamatan dari Kabupaten Lampung Utara, sebuah kabupaten di Lampung yang dahulunya merupakan Kabupaten yang memiliki luas wilayah paling besar di Provinsi Lampung, namun sekarang sudah diadakan pemekaran seperti TulangBawang, Mesuji dan Tulang Bawang Barat yang dahulunya merupakan wilayah Kabupaten Lampung Utara.[2]
Kabupaten Lampung Utara merupakan salah satu dari empat belas kabupaten kota yang ada di Provinsi Lampung. Ibukota Lampung Utara berada di Kotabumi, berjarak 100 km dari Kota Bandar Lampung (ibukota provinsi). Luas wilayah Kabupaten Lampung Utara sebesar 2.725,63 km2 atau 7,72 persen dari luas wilayah Propinsi Lampung. Disebelah utara Kabupaten Lampung Utara berbatasan dengan Kabupaten WayKanan, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Lampung Tengah sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Tulang Bawang Barat dan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Lampung Barat.

    

Jumlah Penduduk Kabupaten Lampung Utara pada tahun 2013 mencapai 598.924 jiwa. Komposisi Penduduk Lampung Utara di dominasi oleh kelompok penduduk usia muda. Penduduk yang besar dapa tmenjadi potensi tetapi dapat juga menjadi masalah jika tidak memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik. DependencyR atio Lampung Utara pada tahun 2013 sebesar 52,48 persen, yang artinya setiap 100 orang penduduk berusia kerja (produktif) mempunyai tanggungan 52 orang penduduk belum produktif dan sudah tidak produktif. Angka ketergantunganpenduduk yang tinggi secara umum akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi karena pendapatan yang diperoleh harus dib agi kepada penduduk usia non produktif sehingga pendapatan perkapitanya mengecil dan tabungan serta investasi juga rendah. Sex Ratio sebesar 103,55 artinya jumlah penduduk laki-laki 3,55 persenl ebih banyak dari penduduk perempuan.Rata-rata anggota rumah tangga 4,07orang per rumah tangga.[3]
Ini terbukti bahwa di Lampung Utara terdapat SDA (sumber daya manusia) yang dapat di potensikan agar dapat terwujudnya pertumbuhan Ekonomi di semua sector. Jika dilihat dari indicator ketenaga kerjaannya yaitu dapat dilihat dari gambar dibawah ini:


Pada tahun 2013 penduduk LampungUtara yang berada pada usia produktif sebanyak 411,7 ribu jiwa. Tingkat PartisipasiAngkatan Kerja tahun 2013 sebesar 62,11persen, menurun dari tahun sebelumnya yaitu  63,83 persen. Sehingga pada tahun 2013 dari total penduduk usia kerja (15 tahun keatas) sekitar 62,11 persen merupakan angkatan kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka(TPT) Lampung Utara tahun 2013sebesar 7,59 persen lebih rendah dibandingkan kondisi tahun 2012 sebesar 8,18 persen.
Penurunan angka pengangguran selama tigatahun terakhir menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi makro yang menyebabkan meningkatnya kesempatan kerja. Sejalan dengan struktur perekonomian Lampung Utara yang masih didominasi oleh sektor pertanian, sektor ini mampu menyerap 56,04 persen tenaga kerja yang ada. Namun demikian jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya penyerapan tenaga kerjadi sektor ini cenderung menurun dan bergeser ke sektor industri pengolahan. Kondisi musim di tahun 2013 cukup berpengaruh terhadap produktivitas sektor pertanian terutama untuk komoditi palawija dan tanamanp erkebunan sehingga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja, terutamap ekerjabebas di pertanian.

Selama periode 2009-2013 nilai PDRB Lampung Utara lebih rendah jika dibandingkan dengan Kabupaten Mesuji, Kabupaten Tulang Bawang.. Jika dilihat dari laju pertumbuhan ekonominya, selama periode 2009-2013 laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lampung Utara sebesar (5,81%) juga tergolong rendah jika dibandingkan dengan Kabupaten Lampung Timur (6,14%), dan Daerah Tulang Bawang (6,48%). Pada periode tersebut tercatat bahwa angka rata-rata laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lampung Timur tidak terlalu jauh perbedaanya dengan angka laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lainnya di Lampung. Hal ini memberikan indikasi bahwa Kabupaten Lampung Utara memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Alam (SDA), dan sumber modal mereka, sehingga dalam jangka panjang Kabupaten Lampung Utara memiliki potensi untuk bersaing dengan Kabupaten- kabupaten lainnya yang ada di Provinsi Lampung.

Persentase penduduk sepuluh tahun ke atas di Kabupaten Lampung Utara yang dapat membaca dan menulis pada tahun 2013 mencapai 96,60 persen. Selain angka melek huruf, indicator pendidikan lainnya adalah rata-rata lama sekolah yang memberikan gambaran tentang rata-rata waktu yang dijalan ipenduduk dalam kegiatan pembelajaran formal. Angka rata-rata lama sekolah pada tahun 2013 sebesar 8,10 tahun, artinya penduduk Lampung Utara baru bisa menikmati pendidikan rata-rata sampai kelas 2 SLTP. Hal ini juga tercermin pada angka partisipasi sekolah usia7-12 tahun tertinggi diantara kelompok usia sekolah lainnya. Angka partisipasi sekolah menggambarkan daya serap penduduk usia sekolah di setiap jenjang pendidikan.Peningkatan kualitas pendidikan berkaitan eratdengan ketersediaan fasilitas pendidikan  Pada tingkat sekolah dasar terdapat 411 SD negeri, dan 12 SD swasta. Pada tingkat SMP terdapat 61 SMP negeri dan 43 SMP swasta , untuk tingkat SMU sederajat terdapat 24 SMU negeri dan 34 SMU swasta. Banyaknya murid SD mencapai 78.176 siswa.
Salah satu variabel penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi adalah investasi. Menurut Harrod-Domar, untuk bisa tumbuh diperlukan adanya investasi yang merupakan tambahan neto ke dalam persediaan modal (Todaro dan Smith, 2011). Sodik dan Nuryadin (2005) menyatakan bahwa investasi disepakati menjadi salah satu kata kunci dalam setiap pembicaraan tentang konsep ekonomi. Wacana pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja baru, serta penanggulangan kemiskinan pada akhirnya menempatkan investasi sebagai pendorong utama mengingat perekonomian yang digerakkan oleh konsumsi diakui amat rapuh.
Investasi dapat dipengaruhi oleh investasi asing dan domestik. Investasi khususnya yang terjadi di daerah terdiri dari investasi pemerintah dan investasi swasta. Investasi dari sektor swasta ialah investor yang berasal dari luar negeri (PMA) maupun investor dari dalam negeri (PMDN). Sementara itu, investasi pemerintah dilakukan guna menyediakan barang publik.
Kegiatan perbankan termasuk di dalam sektor keuangan, persewaan dana jasa perusahaan. Sub sektor ini memberikan kontribusi sebesar 3,02 persen dalam pembentukan PDRB Lampung Utara. Pada tahun 2013 pertumbuhan riil sub sector perbankan konstan dibandingkan dengan tahun 2012 yaitu sebesar 6,71 persen.
Lembaga keuangan lain selain bank kontribusinya terhadap pembentukan PDRB Lampung Utara tidak terlalu besar dan relatif konstan namun dari tahun ketahun menunjuk kan pertumbuhan yang positif, salah satunya yaitu koperasi yang jumlahnya semakin bertambah. Jumlah koperasi pada tahun 2013 sebanyak 316 koperasi dengan volume usaha mencapai 34, 66 miliar rupiah. Berdasarkan kegiatannya jenis Koperasi yang paling banyak adalah koperasi serba usaha sebanyak 71 unit usaha dan Koperasi Pertanian44 unit usaha.
Disamping Investasi, salah satu faktor yang berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi adalah sumber daya manusia. Penduduk yang bertambah dari waktu ke waktu dapat menjadi pendorong maupun penghambat dalam pertumbuhan ekonomi. Penduduk yang bertambah akan memperbesar jumlah tenaga kerja dan penambahan tersebut memungkinkan suatu daerah untuk menambah produksi. Namun di sisi lain, akibat buruk dari penambahan penduduk yang tidak diimbangi oleh kesempatan kerja akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi tidak sejalan dengan peningkatan kesejahteraan.
Hal ini memberikan indikasi bahwa Kabupaten Lampung Utara telah berhasil memberikan ketersediaan lapangan kerja baru setiap tahunnya sehingga terjadi penyerapan tenaga kerja baru.
Indikator penting lainnya dalam pertumbuhan ekonomi adalah tingkat pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu modal dasar manusia yang harus dipenuhi, untuk mencapai pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Sektor pendidikan memainkan peran utama untuk membentuk kemampuan sebuah negara untuk menyerap teknologi modern dan mengembangkan kapasitas produksi serta pembangunan yang berkelanjutan (Todaro, 2006). Penduduk yang berpendidikan tamatan SMA keatas (tamatan SMA dan Perguruan tinggi) diasumsikan mempunyai keterampilan dan pengetahuan tinggi, sehingga dapat menyerap teknologi modern dan meningkatkan kapasitas produksi.
PDRB Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti investasi, tenaga kerja, dan tingkat pendidikan penduduk di masing-masing daerah. Oleh sebab itu, penulis ingin melakukan penelitian mengenai pengaruh investasi, tenaga kerja, dan tingkat pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung dengan judul:ANALISIS PENGARUH INVESTASI, TENAGA KERJA, DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI  LAMPUNG (Studi Kasus: Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung Utara Tahun 2009-2013)” .

1.2  Perumusan Masalah .
Berdasarkan latar belakang di atas, pembangunan yang dilakukan Provinsi Lampung masih belum optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi selama periode 2009-2013 terus meningkat tiap tahunnya tetapi masih terdapat penurunan di tahun terakhir. Sementara itu, jika dibandingkan dengan provinsi lain, pertumbuhan ekonomi Provinsi lampung masih tergolong rendah. Oleh sebab itu, diperlukan kontribusi yang maksimal dari Kabupaten/Kota Provinsi Lampung untuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung dengan mengoptimalkan faktor-faktor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah seperti investasi, tenaga kerja, dan tingkat pendidikan.
Investasi merupakan faktor yang paling penting untuk mencapai target pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara atau wilayah. Investasi dapat dilakukan oleh swasta, pemerintah atau dilakukan oleh kedua belah pihak. Selama periode 2009-2013, realisasi investasi di Provinsi Jawa Tengah berfluktusi baik PMA maupun PMDN.
Pertumbuhan tenaga kerja dianggap sebagai salah satu faktor positif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Meningkatnya tenaga kerja akan mendorong terjadinya peningkatan produktivitas dan dampaknya akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan angkatan kerja di Provinsi Lampung selama periode 2009-2013 mengalami penurunan.
Sektor pendidikan menjadi modal utama seseorang membentuk kemampuan untuk menyerap tekonologi modern dan meningkatkan produksi agar tercipta pertumbuhan serta pembangunan yang berkelanjutan. Pertumbuhan penduduk berpendidikan tinggi di Provinsi Lampung terus meningkat setiap tahunnya.
Berdasarkan kondisi-kondisi di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini disusun sebagai berikut:

1.      Bagaimana pengaruh investasi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung/Lampung Utara selama tahun 2009-2013.
2.      Bagaimana pengaruh jumlah tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung/Lampung Utara selama tahun 2009-2013.
3.      Bagaimana pengaruh tingkat pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung/Lampung Utara selama tahun 2009-2013.
1.3  Tujuan Dan Kegunaan Penelitian

1.3.1 Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:
1. Menganalisis bagaimana pengaruh investasi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung Utara tahun 2009-2013.
2. Menganalisis bagaimana pengaruh tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung Utara tahun 2009-2013.
3. Menganalisis bagaimana pengaruh tingkat pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi  Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung Utara tahun 2009-2013.

1.3.2 Kegunaan dan Manfaat Penelitian

Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan penelitian ini adalah:

Bagi peneliti:  Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagaimana kontribusi investasi, tenaga kerja, dan tingkat pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Lampung Utara.

Bagi Pemerintah:
1.      Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan untuk mengatasi permasalahan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung Utara.
2.      Sebagai bahan masukan bagi pemerintah atau pihak-pihak terkait untuk dipertimbangkan dalam pengambil keputusan dan perencanaan pembangunan daerah

Bagi Akademisi:
1.      Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya yang mempunyai relevansi sama.
2.      Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan khususnya bagi para pembaca yang tertarik untuk meneliti hal yang sama.

Manfaat Penelitian
a.      Manfaat Teoritis
Secara teoretis penelitian ini memberikan wawasan mengenai pengaruh Investasi, Tingkat Pendidikn terhadap Pertumbuhan ekonomi  masyarakat di Lampung. Dan memberikan sumbangan pemikiran dan pengetahuan sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran terhadap mahasiswa. Sehingga mahasiswa dapat mengetahui dan menganalisis tentang apa yang mereka teliti.
b.      Manfaat Praktis
1.      Sebagai masukan atau bahan pemikiran bagi pembuat perencanaan atau kebijakan pmbangunan di provinsi Lampung, terutama berkaitan dengan sumberdya manusia dan tingkat pendidikan guna mendukung keberhasilan pembangunan untuk ekonomi daerah yang lebih maju.
2. Sebagai sumber data atau kerangka acuan bagi penelitian lanjutan sejenis yakni penelitian yang relevan dengan topik yaitu untuk menganalisis pengaruh Investasi, Tenaga Kerja, Dan Tingkat pendidikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Lampung, Dapat bermanfaat bagiMasyarakat dapat memperoleh lapangan pekerjaan sehingga dengan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Landasan Teoretis
1.      Pertumbuhan Ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan Total dan Pendapatan Perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental Infrastuktur Ekonomi di suatu Negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu Negara.
Pembangunan ekonomi tidak Lepas dari pertumbuhan Ekonomi, pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.[4]
Ada beberapa Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi, namun pada hakikatnya factor-faktor tersebut dikelompokan menjadi dua yaitu: factor ekonomi dan factor non ekonomi. Factor ekonomi diantaranya sumber daya ala, sumber daya manusia, dan sumber daya modal. Sedangkan factor nonekonomi mencakup kondisi social kultur yang ada dimasyarakat, keadaan politik, dan system yang berkembang dann berlaku.
2.      Investasi Dan Tenaga Kerja.
Investasi adalah suatu istilah yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah ini berkaitan dengan suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan pada masa depan. Terkadang Investasi disebut juga sebagai penanaman modal. Sedangkan menurut teori ekonomi, investasi berarti pembelian dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk prduksi yang akan datang.
Tenaga kerja merupakan penduduk yang berada dalam usia kerja. Menuurut UU No.13 tahun 2003 bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu mmelakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat.[5]
3.      Penndidikan.
Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang di turunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan atau penelitian. Ini diakui dalam Pasal 13 PBB 1966 Konvenan Internasional tentang Hak Eonomi, Sosial dan Budaya mengakui hak setiap orang atas pendidikan.[6]
4.      Kehidupan Sosial Ekonomi
  Kehidupan sosial ekonomi dalam pengertian umum menyangkut beberapa aspek yaitu pendidikan, kepercayaan, status perkawinan, keadaan perumahan, kesehatan, status pekerjaan dan penghasilan.
5.     Masyarakat
Masyarakat adalah keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Atau dengan kata lain kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.





METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  berdasarkan pada data-data yang diperoleh.
Adapun pendekatan kualitatif menurut Mahmud (2011:89) adalah suatu pendekatan dalam melakukan penelitian yang berorientasi pada fenomena atau gejala yang bersifat alami, karena orientasinya demikian, sifat mendasar dan naturalistis bersifat kealamian, serta tidak bisa dilakukan di laboraturim, melainkan dilakukan di lapangan..
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Adapaun Metode Deskriptif Mahmud (2011:100) adalah suatu penelitian yang diupayakan untuk mencandra atau mengamati permasalahan secara sistematis dan akurat mengenai fakta dan sifat objek tertentu.
Maka dalam penggunaan metode deskriptif, secara umum akan ditemui langkahlangkah penelitian berikut (Mahmud, 2011:101) :
1.      Mendeskripsikan masalah penelitian secara tegas sebab tujuan yang jelas dalam penelitian dapat mengarahkan peneliti dalam mengumpulkan data-data analisisnya.
2.      Menentukan prosedur penelitian, meliputi sasaran penelitian, teknik penentuan sumber datanya, dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, pengolahan data, dan analisisnya.
3.      Mengumpulkan dan menganalisis data. Pada tahapan ini, seorang peneliti akan terlibat dengan sasaran penelitian dalam proses pendataan, pengolahan dan analisis untuk mencapai tujuan penelitian.
Dalam penelitian kualitatif, peneliti merupakan alat pengumpul data yang utama. Melalui pengamatan “berperan serta”, peneliti menjadi bagian fokus masalah yang diteliti. Manusia merupakan instrumen tepat untuk memahami kaitan kenyataan-kenyataan di Lapangan dibandingkan instrumen lainnya. (Mahmud, 2011:90)
Untuk itu, dalam hal ini peneliti adalah sebagai instrumen kunci, partisipasi penuh sekaligus pengumpul data, sedangkan instrumen yang lain adalah sebagai penunjang.
Sumber Data
Sumber data yang diambil dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dan dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik yang meliputi Data Kependudukan, jumlah dan presentasi penduduk miskin dan Pendapatan penduduk Lampung. Serta data-data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Lampung di kabupaten Lampung Utara.
Metode pengumpulan data sekunder adalah dengan mendatangi instansi terkait seperti :
a. Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung data – data mengenai PDRB Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Utara. .
b. Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Utara data – data mengenai PDRB Kabupaten Lampung Utara secara menyeluruh.
Data Primer:
Data primer menurut Iqbal Hasan adalah data yang diperleh atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang melakukannya. Dalam hal ini, data yang diperoleh merupakan hasil wawancara berdasarkan panduan wawancara, data yang dikumpulkan di dalam penelitian ini berupa survey kondisi jalan terkait dengan ketersediaan jaringan jalan yang memadai untuk mendukung pengembangan wilayah kabupaten pringsewu,. Kondisi ini  salah satunya masukan untuk arahan kebutuhan untuk pertumbuhan  wilayah terkait pemgembangan infrastruktur jalan.
Data Sekunder:
a. Data–data perekonomian Kabupaten Lampung Utara dalam penelitian ini yang digunakan adalah data PDRB, Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi suatu daerah dalam suatu periode tertentu adalah data Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB ), baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. PDRB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha kegiatan ekonomi dalam suatu wilayah pada periode tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.
Instrumen Penelitian
Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi dan wawancara, serta peneliti sendiri yang menjadi alat pengumpul data yang utama. Adapun teknik penelitian data dalam penelitian ini adalah:
1.      Koesioner
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
Adapun beberapa tujuan pokok dalam pembuatan koesioner antara lain:
1.      Memperoleh data yang relevan dengan tujuan penelitian
2.      Memperoleh data dengan reliabilitas dan validitas yang setinggi mungkin.
2.   Wawancara
    Wawancara adalah tehnik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan kepada responden dan mencatat atau merekam jawaban-jawaban respoden. (Mahmud, 2011:173)
Dalam penelitian ini teknik wawancara yang peneliti gunakan adalah wawancara mendalam artinya peneliti mengajukan beberapa pertanyaan secara mendalam yang berhubungan dengan fokus permasalahan. Sehingga data-data yang dibutuhkan dalam penelitian dapat terkumpul secara maksimal.
3.   Observasi
      Observasi merupakan teknik pengamatan dan pencatatan sistematis dari fenomena-fenomena yang diselidiki. Observasi dilakukan untuk menemukan data dan informasi dari gejala atau fenomena (kejadian atau peristiwa) secara sistematis dan didasarkan pada tujuan penyelidikan yang telah dirumuskan. (Mahmud, 2011:168).
4.   Dokumentasi
      Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan pada subjek peneliti, tetapi melalui dokumen. Dokumen adalah catatan tertulis yang isinya merupakan pernyataan tertulis yang disusun oleh seseorang atau lembaga untuk keperluan pengujian suatu peristiwa, dan berguna bagi sumber data. (Mahmud, 2011:83)
5.      Studi Pustaka
Studi pustaka dilakukan untuk menambah informasi, menguatkan, membandingkan, masalah yang akan diteliti, yaitu Pengaruh Investasi, Tenaga Kerja dan Tingkat Penddikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi.


Kesimpulan
Berdasarkan Pembahasan diatas maka dapat diambil Kesimpulan bahwa:
1.      Ini terbukti bahwa di Lampung Utara terdapat SDA (sumber daya manusia) yang dapat di potensikan agar dapat terwujudnya pertumbuhan Ekonomi di semua sector. Jika dilihat dari indicator ketenaga kerjaannya.
2.      Lembaga keuangan lain selain bank kontribusinya terhadap pembentukan PDRB Lampung Utara tidak terlalu besar dan relatif konstan namun dari tahun ketahun menunjuk kan pertumbuhan yang signifikan ini membuktikan bahwa investasi memberikan pengaruh yang sangat poditif atas pertumbuhan ekonomi di Lampung Utara.
3.      Indikator penting lainnya dalam pertumbuhan ekonomi di Lampung Utara adalah tingkat pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu modal dasar manusia yang harus dipenuhi, untuk mencapai pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Saran.
1.      Perlu studi lanjutan mengenai analisis pengaruh Investasi, Tenaga Kerja dan Tingkat Pendidikan untuk meningkatkan pengembangan wilayah di Kabupaten Lampung Utara ,dan juga untuk pengambilan kebijakan bagi Pemerintah Daerah dalam peningkatan perekonomian wilayah.
2.      Studi lanjutan peningkatan kapasitas tersebut dikaitkan dengan potensi pengembangan wilayah Lampung Utara itu sendiri.
3.      Studi lanjutan adanya pengaruh tersebut dapat membuat kondisi pertumbuhan perekonomian di kabupaten lampung utara semakin baik.



DAFTAR PUSTAKA.
Aprianoor, Muhammad Aris. 2008. AnalisisPENGARUH INVESTASI . Program Pasca Sarjana Magister Teknik Pembangunan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro. Semarang. Tesis tidak dipublikasikan.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lampung Utara. 2010.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Utara. 2013. Kabupaten Lampung Utara Dalam Angka. Kotabumi. Lampung.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Utara. 2013. Kabupaten Lampung Utara Dalam Angka. Lampung Utara. Lampung.

Arsyad, ILMU PENGANTAR EKONOMI Jilid II.

Bahan Paparan Dirjen Bina Marga Pada Rakertas Kementerian PU. 2012. Jakarta.
http:/lampungutarakab.go.id/web/index.php/selayang-pandang/sejarah-lampung-uatara

Data PDRB statistic Lampung utara 2009-2013.

Bannock, Graham, R. E. Baxter dan Evan Davis. 2004. A Dictionary of Economics.

UU No 13 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 2
Dewey, Jhion, Pasal 13 PBB






[1] Arsyad, ILMU PENGANTAR EKONOMI Jilid II.
[2]  http:/ lampungutarakab.go.id/web/index.php/selayang-pandang/sejarah-lampung-uatara.
[3] Data PDRB statistic Lampung utara 2009-2013.
[4] Bannock, Graham, R. E. Baxter dan Evan Davis. 2004. A Dictionary of Economics.
[5] UU No 13 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 2
[6] Dewey, Jhion, Pasal 13 PBB.

0 Response to "“ANALISIS PENGARUH INVESTASI, TENAGA KERJA, DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI”"

Post a Comment