Pengertian, Definisi Arti Manajemen Pemasaran (Marketing) Beserta Strategi dan Contohnya

Loading...
Loading...

Di dalam kehidupan sehari-hari kita sering melakukan pertukaran sesuatu barang atau jasa dengan pihak lain. 

Misalkan saja, seorang tenaga kerja mempertukarkan tenaganya dengan  uang atau penghasilan dan kemudian menggunakan penghasilan tersebut untuk membeli barang atau jasa yang diinginkan. Suatu perusahaan mempertukarkan barang dan jasa dengan pendapatan kemudian menggunakan pendapatan itu untuk membeli bahan baku, mesin atau alat produksi yang lain.

Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan memperoleh keuntungan,  perusahaan harus melakukan salah satu fungsi pokokny yaitu pemasaran. 

Pengertian managemen pemasaran


Pengertian pemasaran menurut Dra. Murti Sumarni dan Drs. John Soeprihanto dalam bukunya pengantar bisnis, adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan bisnis yang ditunjukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

Pengertian pemasaran adalah proses pemasaran yang dilakukan baik itu oleh individu atau kelompok untuk mengenalkan produk oleh perusahaan terhadap konsumen, guna memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.

Pengertian pemasaran menurut Kotler dan keller adalah memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen, sasaran dari bisnis adalah mengantarkan nilai pelanggan untuk menghasilkan laba. Untuk penciptaan dan menghantarkan nilai dapat meliputi fase memilih nilai, fase menyediakan nilai, fase mengkomunikasi nilai.

Jadi disini tugas manajer pemasaran yaitu memilih dan melaksanakan kegiatan pemasaran yang dapat membantu dalam pencapaian tujuan perusahaan. Untuk kegiatan yang sifatnya rutin, manajer pemasaran dapat mendelegasikan keputusan-keputusannya kepada staf atau bawahannya.
Sedangkan pengertian manajemen pemasaran lebih luas lagi.

Pengertian manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian atas program yang dirancang untuk menciptakan, membentuk dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran (Target Buyer) dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasinya.

Dalam pemasaran yang bisa ditawarkan oleh perusahaan atas konsumen dapat berupa jasa, barang, iven, ide bagus dan pengalaman dalam segala hal. Yang mana kedua belah pihak tersebut saling mendapatkan keuntungan, pihak konsumen merasa terbantu sedangkan pihak perusahaan mendapatkan timbal balik berupa bayaran.

Contoh Sekema Pemasaran

Contoh kegiatan pemasaran yang sering ada dalam kehidupan sehari-hari kita namun tidak kita sadari yaitu:

Penjual dan pembeli 

Pembeli atau konsumen merasa terbantu oleh penjual karna telah menyediakan kebutuhan yang mereka perlukan, sedangkan pihak penjual mendapatkan timbal balik berupa uang sejumlah barang yang ditawarkan dengan kesepakan kedua belah pihak.

Universitas dan mahasiswa

Mahasiswa atau pelajar mendapatkan pelayanan jasa berupa ilmu yang di ajarkan oleh pihak universitas yang sangat berguna, sedangkan pihak universitas mendapatkan timbal balik berupa pembayaran SPP dari masing-masing Mahasiswa.

Perusahaan dan Karyawan

Pihak perusahaan mendapatkan keuntungan serta terbantu oleh jasa karyawan, sedangakan pihak karyawan mendapatkan gaji dari perusahaan.

Dalam pemasaran ada tiga istilah yang harus diketahui yaitu:

  Pengertian, Definisi Arti Manajemen Pemasaran (Marketing) Beserta Strategi dan Contohnya

Market 

Ada sedikit perbedaan antara market dan costumer, walau memang memiliki kesamaan yaitu sama-sama pelanggan, akan tetapi arti market lebih luas dari costumer. Bahasa sederhananya costumer adalah pelanggan yang bersifat personal saja, sedangkan market itu adalah sekumpulan dari costumer-costumer.

Market place 

Pengertian market place adalah wadah dipertemukan antara penjual dan pembeli di

Dapatlah dikatakan pula bahwa, pemasaran terdiri atas serangkaian prinsip untuk memilih pasar sasaran (Target Market), mengevaluasi kebutuhan konsumen, mengembangkan barang dan jasa pemuas keinginan, memberi nilai pada konsumen dan laba bagi perusahaan. Maka orientasi pemasaran yang seksama akan dapat memaukan perusahaan.

Ada sementara perusahaan yang sukses karena system pelayanannya terhadap konsumen cepat dan memuaskan ada pula kesuksesan perusahaan diseabkan dapat memberikan nasehat pribadi.

Oleh karena itu tidak mengherankan apabila tidak hanya pada perusahaan, pabrik, pedagang yang menerapkan pemasaran, tetapi juga para ahli, hukum, akutansi, konsultan teknik, tumah sakit, kelompok artis, bahkan para politisi juga menerapkan rencana-rencana pemasaran.

Konsep – konsep Dalam Pemasaran

Kegiatan pemasaran dalam suatu perusahaan harus diorganisasikan secara terpadu serta memerlukan suatu pelaksanaan manajemen pemasaran yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dan kesehagteraan lingkungan. Untuk mendukung kegiatan  pemasaran tersebut, secara umum terdapat lima konsep pemasaran:

a. Konsep produksi (The Production Concept)

Konsep ini menyatakan bahwa, konsumen akan menyukai produk yang tersedia, selaras dengan kemampuannya. Oleh karenanya manajemen harus berupaya untuk meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi.

b. Konsep produk (The Produc Concept)

Konsep ini mengandung pengertian bahwa, konsumen akan menyukai produk yang menawarkan kualitas dan prestasi terbaik serta keistimewaan yang menonjol. Oleh karenanya, produsen harus berupaya untuk memperbaiki produk secara terus menerus.

Pelaksanaan konsep produk ini perlu persyaratan:

a. Konsumen membeli produk tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhannya.

b. Konsumen menaruh perhatian pada kualitas produk.

c. Konsumen mengetahui tinggi rendahnya kualitas dan perbedaan dalam penampilan di antara berbagai merk barang lain yang sejenis.

d. Konsumen bersedia membayar pada harga yang layak sesuai dengan kualitas barang.


c. Konsep penjualan (The Selling Concept)

Pengertian yang terkandung dalam konsep penjualan adalah bahwa, konsumen tidak akan membeli cukup banyak produk, kecuali jika produsen mengupayakan promosi dan penjualan yang agresif. Jadi dalam konsep ini terkandung dasar pikiran:


  • Tugas utama produsen adalah mencapai bolume penjualan yang setinggi – tingginya.
  • Konsumen harus didorong untuk membeli dengan berbagai cara peningkatan penjualan.
  • Konsumen mungkin akan melakukan pembelian lagi dan kalaupun tidak masih ada konsuen yang lain.


Perusahaan yang memakai konsep penjualan lebih mementingkan volume penjualan daripada kepuasan konsumen. Untuk mencapai tingkat volume penjualan yang tinggi, seringkali penjual tidak segan – segan menggunakan cara yang kurang jujur untuk memperngaruhi konsumen.

Namun demikian, konsep penjualan ini dapat juga berhasil jika dipenuhi kondisi sebagai berikut:

a. Pembeli mengetahui bahwa perkataan penjual tidak sepenuhnya benar.

b. Pembeli yang kecewa atas produk, dengan cepat melupakan kekecewannya.

c. Pembeli yang kecewa tidak akan mengadu ke Lembaga Konsumen dan tidak memberitahukan kekecewaannya kepada calon pembeli yang lain.

d. Jumlah calon pembeli cukup banyak sehingga penjual tidak perlu menciptakan pelangga.

d. Konsep pemasaran (The Market Concept)

Konsep pemasaran beranggapan bahwa kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan perusahaan adalah terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta pemberian kepuasan yang diinginkan secara lebih baik daripada uang dilakukan oleh para pesaingnya.

Dasar pemikiran yang terkandung dalam konsep pemasaran yaitu;

A. Pemuasan keinginan kelompok pembeli tertentu adalah menjadi tugas perusahaan.

B. Untuk memuaskan keinginan konsumen tersebut, diperlukan program riset pemasaran agar dapat diketahui keinginan pembeli.

C. Semua kegiatan untu memepngaruhi pembeli harus ditempatkan di bawah control pemasaran yang terintegrasi.

D. Kepuasan konsumen akan dapat menimbulkan loyalitas dan kesan baik dari pembeli.

Apabila perusahaan menganut konsep pemasaran, maka semua kegiatan akan diarahkan kepada keinginan konsumen (Consumer oriented).

Bagian pemasaran berperan aktif semenjak mulainya proses produksi karena konsumenlah yang akan menjadi tujuan utama yaitu keputusannya, jadi tidak hanya peningkatan volume penjualan saja. Perusahaan yang ingin melaksanakan orientasi kepada konsumen, maka harus dapat:

- Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani.
- Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran penjualan.
- Menentukan produk dan program pemasarannya.
- Mengadakan penelitian terhadap konsumen untuk mengukur, menilai dan menafsirkan keinginan, sikap serta tingkah laku konsumen.
- Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik, apakah ingin menitik beratkan pada kualitas yang tinggi, atau pada harga yang murah atau pada disain yang mutakhir.

Pada hakekatnya, konsep pemasaran juga menginginkan volume penjualan yang menguntungkan, tetapi laba yang didapt dari volume penjualan itu harus diperoleh melalui kepuasan konsumen.

Disamping itu sangat diperlukan adanya koordinasi dan integrasi seluruh kegiatan pemasaran, yaitu dengan cara memupuk kerjasama dan menghindari pertentangan agar mudah dilakukan koordinasi, sehingga pada akhirnya nanti akan dapat dicapai tujuan perusahaan dan sekaligus dapat memberi keupuasan kepada konsumen.

e. Konsep pemasran kemasyarakatan (The Societal Marketing Concept)

Konsep ini menyatakan bahwa tugas perushaan adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentngan pasar ssasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan dengan lebih baik daripada yang diberikan oleh pesaing-pesaing perusahaan sedemikian rupa sehingga dapat mepertahankan dan mempertinggi kesejahteraan masyarakat.

Pengertian Strategi Pemasaran

Pemasaran atau marketing memiliki peranan yang sangat penting dalam setiap usaha, sehingga dapat mencapai kesesuaian antara perusahaan dengan keinginan konsumen. Ada dua permasalah pokok yang harus diketahui bagi setiap produsen dalam menentukan usaha yang akan diajanalinya. Kedua masalah pokok tersebut adalah:

1. Mampu membaca situasi

Pemasaran harus mampu membaca peluang usaha yang tepat untuk dijalankan saat ini maupun usaha yang dapat dimasuki dimasa mendatang.

2.Mampu mengambil keputusan

Harus mampu dalam mengambil keputusan mengenai bisnis yang telah dipilih kemudian bagaimana menjalankannya sehingga bisnis tersebut menjadi sukses dalam persaingan kompetitif dengan dasar perspektif produk, harga, promosi dan distribusi untuk melayani pasar sasaran.

Untuk menyusun strategi pemasaran dalam suatu perusahaan tidak akan lepas dari dua dimensi yaitu harus melihat dimasa saat ini dan dimensi yang akan datang. Untuk dimensi saat ini yaitu berkenaan dengan usaha yang sudah dijalankan kemudian membaca situasi lingkungan dimasa itu, sehingga dapat mengetahui apa saja kebutuhan yang diinginkan oleh konsumen.

Sedangkan dimensi yang akan datang yaitu dimana strategi pemasaran harus dapat membaca peluang diamasa mendatang, mampu menganalisa apa saja kebutuhan yang diinginkan oleh konsumen dimasa mendatang. Sehingga hubungan yang akan datang diharapkan akan terjalin dan program yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Strategi pemasaran sangat erat kaitannya dengan strategi bisnis yang menentukan arah pada semua fungsi manajemen sebuah perusahaan.

Menurut orey (dalam Dolan, 1991) strategi pemasaran terdiri dari lima elemen.

1. Pemilihan pasar, yaitu memilih pasar / konsumen untuk dilayani oleh produk yang akan dihasilkan oleh perusahaan.

2. Perencanaan produk, ini seperti spesifikasi, kelebihan produk kita dari produk pesaing, dan yang jelas manfaat yang akan diterima bila konsumen membeli produk kita. Manfaat meliputi nama (brand) dari produk, ketersediaan, garansi, dan bantuan teknis.

3. Penetapan harga, ini sangat penting sebelum produk kita luncurkan di pasar kita harus mempertimbangkan dengan matang matang. Harga ini harus sesuai dengan sasaran pasar yang perusahaan pilih.

4. Sistem distribusi, penyaluran produk dari perusahaan kepada pedagang ecer atau grosir hingga mencapai tangan akhir dari konsumen.

5. Promosi, ini sangat penting bagi penjualan produk dari perusahaan. Promosi ini dapat dilakukan melalui periklanan, personal selling, dan public relations.

Kemampuan strategi pemasaran disuatu perusahaan untuk dapat membaca perubahan-perubahan yang ada dalam pasar dan dapat mempertimbangkan biaya tergantung pada analisis terhadap beberapa faktor, seperti faktor lingkungan, pasar, competitor, analisis kemampuan internal, prilaku konsumen dan analisi ekonomi.

1 Response to " Pengertian, Definisi Arti Manajemen Pemasaran (Marketing) Beserta Strategi dan Contohnya"

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete