ANALISI PENGARUH LABEl HALAL TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN MUSLIM DALAM PRESPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDY KASUS SABANA FRIED CHICKEN DI KOTA BANDAR LAMPUNG)

Loading...
Loading...
Contoh Sinopsis 

Di era globalisasi dan perdagangan bebas, dengan dukungan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi, maka semakin luas alur keluar dan masuknya barang dan jasa melintasi batas-batas negara.


Hal ini mempermudah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan akan produk barang dan jasa.Manusian memiliki banyak kebutuhan yang harus dipenuhi untuk menunjang kehidupannya sehari-hari, kebutuhan tersebut meliputi sandang, pangan, rumah, rasa aman, rasa memiliki dan harga diri. Kebutuhan adalah suatu keadaan perasaan kekurangan akan kepuasan dasar tertentu.

Dalam upaya pemenuhan kebutuhannya, seseorang akan memilih produk yang dapat memberikan kepuasan tertinggi. Faktor – faktor produksi tersebut tentunya akan berbeda pada setiap individu. Akan tetapi yang sering menjadi banyak pertimbangannya adalah harga produk dan cara untuk mendapatkan produk tersebut.

Seorang konsumen yang rasional akan memilih produk dengan mutu baik, harga terjangkau atau lebih murah dan produk yang mudah didapat. Mutu produk yang diinginkan oleh konsumen menyangkut manfaatnya bagi pemenuhan kebutuhan dan keamanannya bagi diri konsumen, sehingga konsumen merasa tenang lahir dan batin dalam menggunakan produk tersebut.

Akan tetapi dibalik itu semua yang menjadi persoalan penting dan sering dihadapi oleh umat Islam dalah membanjirnya produk makanan dan minuman olahan, obat-obatan, serta kosmetik yang belum jelas identitas kehalalannya, walaupun mayoritas perusaahaan sudah mencantumkan komposisi bahan campuran produk, masa berlaku produk, cara penggunaan produk dan keterangan-keterangan lain yang sekiranya dibutuhkan konsumen.

Sejalan dengan ajaran Islam, ummat Islam menginginkan agar produk-produk yang akan dikonsumsi tersebut dijamin kehalalan dan kesuciannya. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Maidah ayat 88 yang artinya:
“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah Telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”  (Q.S.Al-Maidah:88).
Kasus-kasus makanan yang meragukan kehalalannya bagi masyarakat akan mempunyai dampak negative tidak hanya bagi perusahaan itu sendiri, melainkan juga bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan bangsa pada umumnya. Yang paling penting bagi seorang muslim dalam hal makanan dan minuman adalah suatu yang erat sekali kaitannya dengan ibadah. Oleh karena itu, tidak semua orang dapat mengetahui kehalalan suatu produk secara pasti, sertifikat halal sebagai bukti penetapan fatwa halal bagi suatu produk yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan keberadaannya.

Masyarakat Bandar Lampung adalah masyarakat yang terdiri dari para akademisi dan masyarakat biasa. Dan sebagian besar masyarakatnya adalah pemeluk agama Islam. Sudah sewajarnya mereka paham akan ajaran Islam. Masyarakat Kota Bandar Lampung yang terdiri dari para akademisi dan masyarakat biasa adalah komunitas kritis. Bila ditinjau dari sisi informasi yang mereka peroleh dan kemampuan mereka untuk mencerna informasi adalah komunitas yang bisa memilah-milah produk-produk yang mereka konsumsi berdasarkan informasi yang mereka peroleh.

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut dengan melakukan penelitian tentang bagaimana pengaruh label halal pada minat pembelian masyarakat Muslim. Penulis memberikan judul pada penelitian ini adalah “ANALISI PENGARUH LABEL HALAL TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN MUSLIM DALAM PRESPEKTIF EKONOMI ISLAM  (STUDY KASUS SABANA FRIED CHICKEN DI KOTA BANDAR LAMPUNG)

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, ada beberapa pokok masalah yang menjadi arah pembahasan penulis dalam penelitian ini, yaitu:

  1. Apakah label halal berpengaruh terhadap minat beli masyarakat muslim di Sabana Fried Chicken di Kota Bandara Lampung?
  2. Bagaimana penyamtuman label halal pada produk makanan dalam prespektif ekonomi islam?


Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dimana pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisioner. Analisis data dilakukan secara statistik dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Sehingga secara deskriptif akan menjelaskan karakteristik dari variabel-variabel yang digunakan.


0 Response to "ANALISI PENGARUH LABEl HALAL TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN MUSLIM DALAM PRESPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDY KASUS SABANA FRIED CHICKEN DI KOTA BANDAR LAMPUNG)"

Post a Comment