Pengertian dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi (Marketing Stimuli) Rangsangan Pengambilan Keputusan Pembelian Konsumen Menurut Para Ahli

Loading...
Loading...
ilmuekonomi.net- Pembahasan kali ini akan membahas mengenai analisis perilaku konsumen, pengaruh harga terhadap keputusan pembelian, indikator keputusan pembelian, model perilaku konsumen, keputusan pembelian konsumen, proses pengambilan keputusan dalam manajemen, proses pengambilan keputusan, pengertian pengambilan keputusan, pengambilan keputusan dalam manajemen, model pengambilan keputusan, jenis jenis pengambilan keputusan, pengertian pengambilan keputusan menurut para ahli, faktor faktor pengambilan keputusan, tujuan riset pasar, pembuatan keputusan dan keputusan pembelian.

Pengambilan Keputusan


Pengertian Keputusan adalah suatu reaksi terhadap beberapa solusi alternatif yang dilakukan secara sadar dengan cara menganalisa kemungkinan - kemungkinan dari alternatif tersebut bersama konsekuensinya.Setiap keputusan akan membuat pilihan terakhir, dapat berupa tindakan atau opini. (Erlangga)

Marketing stimuli (rangsangan)

Pengertian stimuli menurut assail adalah setiap bentuk secara fisik, vesual, atau komnikasi secara verbal yang dapat mempengaruhi respon dari individu.
Pengertian stimulus pemasaran adalah setiap komunikasi atau barang yang digunakan untuk meminta responden dalam pengaturan riset pasar yang berbentuk rangsangan fisik seperti produk atau audio/visual seperti film  bertujuan untuk memperngaruhi konsumen. 
Setiadi menyatakan bahwa pengertian dari stimuli pemasaran adalah setiap komunikasi atau stimuli fisik yang didesain untuk mempengaruhi konsumen berupa produk yang ditawarkan seperti kemasan, ciri-ciri dan isi. 

Faktor yang Mempengaruhi Marketing Stimuli

Rangsangan juga membantu untuk membuat riset pasar, yang sering dapat menangani dalam hal atau ide-ide abstrak, lebih nyata dan lebih menarik.  Menurut Kotler keller marketing stimuli terdiri dari product, price, promotion, dan place.

a. Product and service (Poduk)

Produk merupakan elemen penting dalam sebuah program pemasaran. Strategi produk yang digunakan pada suatu perusahaan akan sangat mempengaruhi pada pasar atau program pemasarannya. Strategi produk akan mempengaruhi strategi pemasaran lainnya. 

Karna pembelian suatau produk tidak sekedar untuk meiliki produk saja, melainkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. 

Contohnya pada daerah kutup yang suhunya mencapai dibawah menus, pastinya banyak permintaan akan barang-barang yang tebal dan hangat. Maka pihak perusahaan akan memilih untuk memasok barang pada daerah tersebut.

b. Price (Harga)

Menurut Monroe abhwa harga merupakan pengorbanan ekonomis yang dilakukan pelanggan untuk memperoleh produk atau saja. Selain itu juga harga adalah salah satu faktor penting konsumen dalam mengambil keputusan untuk melakukan suatu transaksi yang direncanakan atau tidak.

Harga adalah relative apakah itu mahal atau murah, tinggal pangsa pasar mana yang dituju, apakah kalangan menengah kebawah atau untuk kalangan menengah keatas. 

Contohnya didaerah kutup pastinya ada kalangan masyarakat menengah keatas dan menengah kebawah, sehingga dalam menentukan harga suatu produk (pakaian hangat) bisa ditentukan dengan kondisi masyarakat yang ada, dengan menetapkan harga yang tida terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah sehingga tidak merusak harga pasar. 

c. Distribution place (saluran distribusi kedaerah)

Menurut Kotler “Saluran distribusi terdiri dari seperangkat lembaga yang melakukan segala kegiatan atau fungsi yang digunakan untuk menyalurkan produk dan status pemilinya dari produsen ke konsumen”.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pada tingkat distribusi suatu barang adalah seluruh yang berkaitan dengan penyaluran barang ke konsumen harus berperan aktif sehingga barang tersebut akan sampai konsumen. 

Distribusi sangat erat kaitannya dengan kemudahan memperoleh produk di pasar dan tersedia ketika konsumen membutuhkannya, sehingga tidak akan terjadi permintaan akan barang yang tinggi sedangkan penawaran yang rendah. 

d. Communication

Penilaian konsumen terhadap atribut produk tergantung pada pengetahuannya akan informasi tentang fungsi sebenarnya dari atribut produk tersebut, dengan demikian minat beli konsumen terhadap suatu produk secara tidak langsung dipengaruhi oleh pengetahuannya akan informasi atribut suatu produk. 

Sebelum pembelian, konsumen mulai dengan mengumpulkan informasi produk berdasarkan pengalaman pribadi dan lingkungan eksternal. Ketika jumlah informasi mencapai tingkat tertentu, konsumen memulai penilaian dan proses evaluasi, dan membuat keputusan pembelian setelah perbandingan dan penilaian.

Oleh karena itu, minat beli sering digunakan untuk menganalisis perilaku konsumen dalam mempelajari hubungan. Minat beli konsumen berarti memiliki kecenderungan subyektif terhadap produk tertentu, dan telah terbukti menjadi faktor kunci untuk memprediksi perilaku konsumen (Fishhbein dan Ajzen, 1975 dalam Nan-Hong Lin (2007: 123).

Menurut Danibrata 2011: 21 menjelaskan bahwa komunikasi pemasaran sangat terkait erat dengan citra perusahaan, dimana citra perusahaan adalah citra yang diberikan oleh perusahaan dengan berdasarkan kepada seberapa baik posisi perusahaan yang dibangun. 

Melihat bahwa pentingnya brand equity dan untuk menancapkan brand equity yang kuat dibenak konsumen, dibutuhkan marketing communication program yang tepat dan terarah. 

Other stimuli atau rangsangan lainnya

Rangsangan atau Marketing Stimuli juga dipengaruhi oleh faktor lain yaitu other stimuli yang berupa ekonomi, tknologi, sosial dan budaya.

a. Economic

Setiap individu memiliki kebutuhannya masing-masing, akan tetapi kebutuhan tersebut akan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonominya. Karna teori kebutuhan mengatakan “Jika tingkat pendapatan naik, kebutuhan juga akan naik, jika pendapatan berkurang maka kebutuhan tetap”. 

b. Technology

Contohnya saja pada daerah pedesaan yang masih terpencil dan sangat jauh dari pengetahuan teknologi atau internet, ketika suatu perusahaan ingin memasarkan atau memperkenalkan produknya berupa laptop contohnya, maka dari masyarakat akan memberikan respon yang kurang, mungkin sekilas mereka sangat antusias dengan hal yang baru akan tetapi untuk sampai tingkat memiliki barang tersebut masih sangat jauh. Dikarnakan tempat, kondisi dan pengetahuan yang belum memadai. 

c. Social

Keputusan konsumen sangat di pengarui oleh kondisi social masyarakat yang mana mereka akan sangat mudah terpengaruh dengan kebiasaan yang sudah melekat pada masyarakat. Seprti pada hari-hari besar idul fitri, hampir seluruh masyarakat yang memeluk agama islam ketika menjumpai idul fitri ada kebiasaan membeli pakaian-pakaian baru untuk dirinya dan keluarganya. 

Hal seprti ini seolah-olah sudah menjadi kebiasaan yang sudah lumrah dilakukan baik itu dikalangan menengah keatas bahkan kalangan menengah ke bawah. Jika mereka tidak melakukan hal tersebut, seolah-olah mereka akan merasakan kujanggalan. 

d. Cultural

Budaya menurut Philip Kotler kebudayaan adalah factor dasar yang paling menentukan dari perilaku dan keinginan seseorang. Karna kebudayaan mencakup segala cara dan pola pikir, merasakan dan bertindak yang mana manusia sebagai anggota masyarakat. 

Suatu budaya akan menentukan sikap atau prilaku konsumen yang akan tercerminkan pada gaya hidup sehari-hari, kebiasaan dan sebuah tradisi dalam menentukan permintaan akan kebutuhan barang dan jasa, dan tentunya pihak produsen dituntut untuk memenuhi kebutuah tersebut. 

Prilaku manusia pada umumnya sangat dipengaruhi oleh budaya yang sudah merekat di sekeliling lingkungannya, dan pengaruhnya akan selalu berubah setiap waktu sesuai perkembangan zaman pada sekolompok masyarakat tersebut.

0 Response to "Pengertian dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi (Marketing Stimuli) Rangsangan Pengambilan Keputusan Pembelian Konsumen Menurut Para Ahli"

Post a Comment