ANALISIS PENGARUH TERHAMBATNYA DANA APBD TERHADAP PEMBANGUNAN KOTA BARU LAMPUNG

Loading...
Loading...

(TUGAS PROPOSAL)
ANALISIS PENGARUH TERHAMBATNYA DANA APBD TERHADAP PEMBANGUNAN KOTA BARU LAMPUNG

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas Akhir 
Mata Kuliah Metodologi Penelitian 
Dosen Pembimbing : Mardiyah Hayati, S.P., M.SI.

Disusun Oleh :

Anggun Tri wahyuni. NS 
NPM. 1321040169



JURUSAN EKONOMI SYARI’AH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
IAIN RADEN INTAN LAMPUNG
1437/2016
Penegasan Judul
Sebagai kerangka awal guna mendapatkan gambaran yang jelas dan memudahkan dalam memahami skripsi ini. Maka perlu adanya uraian terhadap penegasan arti dan makna dari beberapa istilah yang terkait dalam judul skripsi ini. Dengan penegasan tersebut diharapkan tidak akan terjadi kesalah pahaman terhadap pemaknaan judul dari beberapa istilah yang digunakan, disamping itu pula langkah ini merupakan proses penekanan terhadap pokok permasalahan yang akan dibahas.

Adapun skripsi ini berjudul “ANALISIS PENGARUH TERHAMBATNYA DANA APBD TERHADAP PEMBANGUNAN KOTA BARU LAMPUNG” untuk itu perlu diuraikan pengertian dari istilah-istilah judul tersebut sebagai berikut :

Menurut buku kumpulan kosa kata Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antara bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan.  Adapun pengertian lain menurut Komaruddin analisis adalah kegiatan berfikir untuk menguraikan suatu keseluruhan menjadi kompenen sehingga dapat mengenal tanda-tanda komponen, hubungannya satu sama lain dan fungsi masing-masing dalam satu keseluruhan yang terpadu.  Dalam hal ini kaitannya dengan judul diatas adalah kemampuan berfikir dalam menganalisis atau menguraikan bagaimana pengaruh dari dana APBD yang terbatas terhadap pembangunan kota baru Lampung.

Selanjutnya yaitu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:849), Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang. Sementara itu adapun pengertian menurut para ahli lainnya seperti Surakhmad (1982:7) menyatakan bahwa pengaruh adalah kekuatan yang muncul dari suatu benda atau orang dan juga gejala dalam yang dapat memberikan perubahan terhadap apa-apa yang ada di sekelilingnya.  Sehingga dalam hal ini kaitannya dengan judul diatas bahwa pengaruh yang dimaksud yaitu daya atau kekuatan yang ditimbulkan dari dana APBD yang terbatas terhadap pembangunan kota baru Lampung.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata Terhambat adalah tersendat-sendat, tidak lancar, terhalang, dan tertunda.  Kaitannya dengan judul skripsi diatas bahwa yang dimaksud dengan Terhambat disini adalah  suatu keadaan dimana dana APBD untuk program pembangunan kota baru Lampung ini terhalang ataupun tidak lancar dikarenakan sebab tertentu.

Menurut beberapa ahli pengertian Dana adalah sebagai berikut : Menurut Prof. Drs. Bambang Riyanto, Dana dalam arti sempit adalah kas atau dalam artian yang lebih luas yaitu modal kerja.  Sedangkan menurut Drs. Kustadi Arinta, yang dimaksud dengan Dana adalah sejumlah uang atau sumber lain yang disisihkan untuk tujuan penyelenggaraan kegiatan tertentu/mendapatkan objek tertentu yang sesuai dengan ketentuan dan pembatasan khusus dan yang disusun sebagai satuan keuangan dan pembukuan tersendiri.  Kaitannya dengan judul skripsi ini bahwa dana disini adalah modal untuk pembiayaan program pembangunan kota baru Lampung yang sudah dianggarkan untuk beberapa periode tertentu.

Pengertian APBD menurut Permendagri No.13 Tahun 2006 adalah suatu rencana keuangan tahunan daerah yang dibahas dan juga disetujui secara bersama oleh Pemerintah Daerah dan juga DPRD, serta ditetapkan oleh Peraturan Daerah. Sedangkan menurut Menteri Negara Otonomi Daerah RI dan juga PAU-SE UGM, APBD pada dasarnya adalah suatu instrument kebijakan yang dipakai ialah sebagai alat untuk dapat meningkatkan pelayanan umum serta kesejahteraan masyarakat di daerah. Menurut ahli lain seperti Mardiasmo (2002 :11) menyatakan, bahwa salah satu aspek terpenting dari suatu pemerintah daerah yang harus diatur dengan secara hati-hati ialah masalah pada pengelolaan keuangan dan juga anggaran daerah. APBD ini sangatlah penting dsi suatu daerah sebab segala hal yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran daerah diatur di dalamnya. Sehingga kaitannya dengan judul skripsi diatas bahwa APBD yang dimaksud adalah rencana anggaran atau keuangan daerah yang sudah disetujui secara bersama oleh Pemerintah Daerah untuk membiayai program-program Pemerintah Daerah salah satunya yaitu program pembangunan kota baru Lampung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bersama.

Pembangunan secara umum adalah semua proses perubahan yang dilakukan melalui upaya-upaya secara sadar dan terencana untuk mencapai suatu tujuan guna memperbaiki berbagai aspek kehidupan masyarakat.  Sedangkan menurut beberapa ahli diantaranya seperti menurut Siagian (1994), Pembangunan adalah suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana dan dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, Negara dan pemerintah, menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa (nation building). Selanjutnya menurut Alexander (1994), Pembangunan (development) adalah proses perubahan yang mencakup seluruh system sosial, seperti politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan, pendidikan dan tekhnologi, kelembagaan, dan budaya. Sedangkan menurut  Ginanjar Kartasasmita (1994) memberikan pengertian yang lebih sederhana, pembangunan yaitu sebagai suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana.  Dengan berbagai pengertian pembangunan maka kaitannya dengan judul skripsi diatas bahwa pembangunan disini ialah suatu proses pertumbuhan dan perubahan infrastruktur untuk wilayah provinsi Lampung yang tepatnya untuk pembangunan kota baru Lampung yang terencana melalui upaya-upaya guna memperbaiki tata wilayah provinsi Lampung dan kehidupan masyarakat.

Penjelasan mengenai Kota Baru Lampung ialah merupakan kawasan baru di Provinsi Lampung yang terletak di kabupaten Lampung Selatan dimana pembangunannya di harapkan dapat menjadi pemukiman baru tak hanya untuk warga tetapi juga bagi pusat pemerintah sebagai pusat pemerintahan yang baru.  Kaitannya dengan judul skripsi diatas yaitu suatu wilayah yang akan dibangun oleh pemerintah provinsi Lampung sebagai tempat untuk pusat pemerintahan provinsi Lampung yang baru dan juga sebagai kawasan pemukiman masyarakat Lampung yang baru dimana pembangunan ini sudah menjadi rancangan pembangunan untuk provinsi Lampung dalam jangka panjang.

Secara keseluruhan yang dimaksud dengan judul peneliti “Analisis Pengaruh Terhambatnya Dana APBD Terhadap Pembangunan Kota Baru Lampung” adalah menganalisis bagaimana pengaruh yang ditimbulkan akibat terhambatnya dana APBD yang sudah dianggarkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terhadap proyek pembangunan kota baru Lampung yang masih dalam proses ini.

Alasan Memilih Judul
Adapun dipilihnya judul penelitian ini, yaitu dengan alasan sebagai berikut :

Secara Objektif

Sebagaimana kita ketahui di setiap daerah sudah pasti mempunyai APBD.  Dana APBD  tersebut  sudah ditetapkan disetiap pergantian kepala daerah atau sekitar lima tahun sekali dan rancangan dana APBD tersebut selanjutnya di serahkan kepada pemerintah pusat untuk disetujui guna mendapatkan dana APBD tersebut. Dana APBD digunakan untuk membiayai segala bentuk belanja pemerintah daerah seperti belanja untuk pembangunan daerah misalnya. Tetapi tidak semua program pembangunan daerah dapat disetujui oleh pemerintah pusat guna mendapatkan dana APBD tersebut, adakalanya program pembangunan tersebut dihentikan dan dana APBD nya dialihkan kepada program pemabangunan yang lain seperti program pembangunan kota baru Lampung yang dana APBD nya dialihkan oleh pemerintahan baru dan dihentikan sementara waktu padahal pembangunan tersebut sudah disetujui sebelumnya sebagai rancangan pembangunan daerah provinsi Lampung dalam jangka panjang serta dana APBD nya pun sudah disetujui oleh pemerintah pusat.

Secara teori Dana APBD merupakan dana yang digunakan untuk membiayai segala rancangan pembiayaan belanja disuatu daerah. Dana APBD ini pula digunakan untuk berbagai belanja seperti belanja pegawai, belanja hutang, belanja pembangunan dan lain sebagainya. Dalam hal ini dana APBD digunakan untuk membiayai program pemerintah untuk pembangunan pertumbuhan dan perubahan infrastruktur daerah kota baru Lampung yang menggunakan biaya yang tidak sedikit.

Secara Subjektif

Memberikan pengetahuan bagi penulis maupun pembaca tentang teori Dana APBD dan bagaimana perkembangan pembangunan kota baru Lampung yang menggunakan dana APBD yang tidak sedikit. Selain itu juga memberikan wawasan tentang bagaimana hubungan terhambatnya dan APBD yang sudah disetujui oleh pemerintah pusat dengan pembangunan kota baru Lampung yang sudah dirancang oleh pemerintah provinsi Lampung.

Literatur yang dibutuhkan untuk bahan penelitian tersedia di perpustakaan. Pokok skripsi ini sesuai dengan disiplin ilmu yang penyusun pelajari di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Raden Intan Lampung.

Latar Belakang Masalah
Di Era Grobalisasi sekarang ini kegiatan pembangunan adalah hal yang sangat penting di setiap Negara terlebih  bagi Negara Sedang Berkembang. Kegiatan pembangunan di suatu Negara sangat penting dikarenakan hal tersebut merupakan aspek penting untuk dijadikan tolak ukur kemajuan dan perkembangan Negara. Di setiap Negara program pembangunan lebih dipusatkan pada pembangunan infrastruktur dan pembangunan ekonomi, sebab pembangunan infrastruktur dan pembangunan ekonomilah yang menjadi basis utama untuk menjadikan Negara tersebut dalam golongan Negara maju di masa sekarang. Seperti dalam pengertiannya bahwa pembangun secara umum ialah adalah semua proses perubahan yang dilakukan melalui upaya-upaya secara sadar dan terencana untuk mencapai suatu tujuan guna memperbaiki berbagai aspek kehidupan masyarakat.  Sehingga proses perubahan dari Negara Sedang Berkembang menuju Negara Majulah yang menjadi tujuan dari pembangunan di Negara-negara Sedang Berkembang saat ini. Melalui upaya-upaya yang sudah terencana perubahan infstruktur tersebut dilakukan guna mencapai suatu tujuan untuk memperbaiki bebagai aspek kehidupan masyarakat disetiap Negara terlebih lagi di Negara Sedang Berkembang seperti Indonesia.

Di Indonesia pembangunan merupakan hal yang sangat penting yang digunakan oleh pemerintah sebagai tolak ukur untuk meningkatkan perkembangan negaranya. Perkembang pembangunan di Negara Indonesia saat ini dapat dikatakan sudah cukup baik. Banyak rencana pembangunan yang telah dibuat oleh pemerintah Negara Indonesia untuk kemajuan Negara Indonesia seperti Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)  dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) . Segala rencana pembangunan ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah pusat saja tetapi dibantu pula oleh pemerintah daerah disetiap wilayah yang ada di Indonesia agar pembangunan tersebut dapat dilakukan secara merata oleh pemerintah Negara Indonesia.

Setiap wilayah di Indonesia saat ini pemerintah daerahnya sudah berlomba-lomba untuk melakukan program pembangunan di daerahnya masing-masing terlebih pada program pembangunan infstruktur. Salah satunya adalah daerah Provinsi Lampung yang sudah banyak melakukan pembangunan daerahanya guna melakukan perubahan dan pertumbuhan guna memperbaiki infrastruktur di wilayah Provinsi Lampung. Sudah banyak perubahan yang dilakukan oleh pemerintah daerah provinsi lampung terhadap daerahnya seperti salah satunya adalah pembanguan Kota Baru Lampung yang sedang dalam proses pembangunan.

Pembangunan Kota Baru Lampung sampai saat ini sudah hampir 60% yang telah dilaksanakan. Sudah banyak gedung-gedung perkantoran, masjid agung, rumah adat serta gedung perkuliahan ITERA yang telah dibangun sampai saat ini. Tujuan dari pembangunan Kota Baru Lampung sendiri ialah keinginan dari pemerintah provinsi Lampung pada masa jabatan Sjachroedin Z.P yang ingin memindahkan pusat pemerintahan provinsi Lampung ke Daerah Kota Baru yang saat ini sedang dibangun tersebut. Alasannya ingin memindahkan adalah agar memudahkan dalam melakukan kegiatan pemerintahan dan tata kota provinsi Lampung lebih maksimal dan lebih baik lagi.

Setiap pembangunan sudah pasti dilakukan secara terencana dan membutuhkan dana yang cukup besar agar dapat terelasasikan dengan baik dan sesuai dengan rencana pembangunan. Dalam melakukan kegiatan pembangunan Kota Baru ini  menggunakan dan APBD yang sudah sangat banyak sampai saat ini. Seperti yang kita ketahui bahwa dana APBD adalah dana yang dianggarkan sesuai rencana keuangan tahunan daerah yang dibahas dan juga disetujui secara bersama oleh Pemerintah Daerah dan juga DPRD, serta ditetapkan oleh Peraturan Daerah.  Dana APBD ini sangatlah penting untuk menunjang suatu kegiatan pembangunan di suatu wilayah seperti pembangunan Kota Baru Lampung ini. Memang dana APBD ini yang menganggarkan adalah pemerintah daerah dan DPRD,  Tetapi tidak semua dana APBD yang diajukan pemerintah daerah dapat disetujui oleh pemerintah pusat. Seperti pada kegiatan pembangunan Kota Baru Lampung.
Saat ini pembangunan Kota Baru Lampung harus dihentikan. Hal ini disebabkan karena dana APBD yang digunakan untuk pembangunan Kota Baru Lampung harus terhambat disebabkan dialihkannya dana tersebut untuk kegiatan lain pada masa pemerintah gubernur yang baru, sehingga pembangunan Kota Baru Lampung saat ini harus dihentikan dan tertunda. Hal ini membuat banyak dampak yang ditimbulkan karena terhambatnya dana APBD untuk pembangunan Kota Baru  provinsi Lampung terlebih lagi wacana pembangunan Kota Baru ini sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat Provinsi Lampung. Melihat hal ini sehingga penulis tertarik untuk meneliti bagaimana pengaruh yang ditimbulkan akibat terhambatnya dana APBD terhadap pembangunan Kota Baru Lampung yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat sebelumnya. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ANALISIS PENGARUH TERHAMBATNYA DANA APBD TERHADAP PEMBANGUNAN KOTA BARU LAMPUNG”.

Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
Bagaimana perkembangan pembangunan Kota Baru Lampung ?
Bagaimana kondisi dana APBD untuk pembangunan Kota Baru Lampung ?
Bagaimana pengaruh terhambatnya dana APDB terhadap pembangunan Kota Baru Lampung ?

Tujuan Dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Untuk mengetahui perkembangan pembangunan Kota Baru Lampung.
Untuk mengetahui dan menganalisis sebab terhambatnya dana APBD untuk pembangunan Kota Baru Lampung.
Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh terhambatnya dana APBD terhadap pembangunan Kota Baru Lampung.

Manfaat Penelitian
Manfaat dari Penelitian ini adalah sebagai berikut :
Secara Teoritis, penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan : Pertama Bagi Akademisi, memberikan sumbangsih hasil pemikiran mengenai permasalahan pembangunan di daerah Provinsi Lampung dana dana APBD untuk pembangunan daerah Provinsi Lampung, terutama bagi pembangunan daerah Kota Baru Lampung. Kedua, Bagi Penulis, Menambah wawasan mengenai perkembangan pembangunan Kota Baru Lampung dan perkembangan dana APBD provinsi Lampung untuk pembangunan serta menambah wawasan mengenai pengaruh akibat terhambatnya dana APBD terhadap pembanguan Kota Baru Lampung.
Secara Praktis, penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan : Pertama, Bagi Pemerintah agar dapat melakukan rencana pembangunan di daerah provinsi Lampung khususnya dengan baik dan dengan terencana seperti dalam hal pembangunan Kota Baru Lampung serta menganggarkan dan APBD dengan jelas dan baik untuk pembangunan Kota Baru Lampung. Kedua, Bagi Masyarakat agar dapat memperoleh bagaimana perkembangan dari pembangunan Kota Baru Lampung saat ini terutama bagi masyarakat sekitar kawasan Kota Baru Lampung dan dapat memperoleh informasi tentang kondisi dana APBD provinsi Lampung untuk kegiatan pembangunan daerah Kota Baru Lampung.

Metode Penelitian
Jenis dan Pendekatan Penelitian
Penelitian skripsi ini penulis menggunakan metode pendekatan secara kuantitatif. Metode kuantitatif adalah metode penelitian yang dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sample tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Jenis Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial baik individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat.  Penelitian ini menggali data yang bersumber dari lokasi Dinas Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKD)  dan lokasi pembangunan Kota Baru Lampung. Menurut tujuannya bidangnya bahwa penelitian ini termasuk kedalam Penelitian ekonomi pembangunan, mengenai dana APBD untuk pembangunan Kota Baru.

Dilihat dari sifatnya penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu penelitian untuk menggambarkan dengan lebih teliti ciri-ciri usaha untuk menentukan frekuensi terjadinya sesuatu atau hubungan sesuatu yang lain.  Selain itu, peneliti juga menggunakan penelitian kepustakaan (library reseach). Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan), baik berupa buku, catatan, maupun laporan hasil penelitian terdahulu mengenai dana APBD dan pembangunan daerah.

Sumber Data
Data yang dipergunakan dalam penelitian ini terdiri dari :

Data Primer
Data primer adalah data yang langsung diambil dari sumber pertama dilokasi penelitian atau objek penelitian.  Data primer dalam penelitian ini di dapat dari hasil kuisioner dan hasil wawancara, data tersebut di dapat dari  sebagai berikut, yaitu Data primer dalam penelitian ini diperoleh langsung dari lokasi penelitian yaitu kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) dimana yang menjadi respondennya adalah orang-orang y yang bertugas dalam menangani dana APBD untuk pembangunan daerah provinsi Lampung.

Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diterbitkan atau digunakan oleh organisasi yang bukan pengolahnya.  Data sekunder juga merupakan data yang telah dioleh lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau pihak lain, misalnya : dalam bnetuk tabel-tabel dan diagram.  Data sekunder juga diperoleh dari sumber bacaan yang ada di perpustakaan yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas, seperti : data-data resmi dari pemerintah daerah dan BPKD provinsi Lampung tentang dana APBD, data-data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung yang berkaitan dengan pembangunan daerah provinsi Lampung, Buku tentang pembangunan dan tata kota wilayah provinsi Lampung, Buku mengenai APBD Provinsi Lampung, Jurnal yang berhubungan dengan pembangunan Kota Baru Lampung, Karya Ilmiah, dan bahan-bahan penelitian yang relevan terhadap penulisan skripsi ini.

Intrument dan Skala Data
Menurut Sulistyo-Basuki skala ialah ukuran majemuk yang terdiri dari beberapa butiran (item) yang memiliki struktur empiris atau logis. Berdasarkan tipe skala pengukuran penelitian ini menggunakan skala data ordinal. Menurut Sulistyo-Basuki skala ordinal menentukan posisi relatif dari objek atau individual menyangkut dengan ciri tertentu tanpa ada implikasi terhadap jarak antara masing-masing posisi.

Pengukuran penelitian ini menggunakan skala Guttman. Menurut Sugiyono skala Guttman digunakan apabila ingin mendapatkan jawaban yang jelas terhadap suatu permasalahan yang ditanyakan.  Variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan.

Tekhnik Pengumpulan Data
Dalam usaha menghimpun data dilokasi penelitian, penulis menggunakan beberapa metode, yaitu :

Metode Kuisioner
Kuesioner merupakan metode pengumpulan data dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan kepada responden untuk dijawab. Kuesioner dapat berupa pertanyaan tertutup ataupun terbuka.  Teknik ini dilaksanaan dengan menggunakan daftar pertanyaan bentuk tertutup untuk memudahkan peneliti dalam menganalisis data. Survey dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada responden yaitu pegawai-pegawai yang berada di kantor pemerintah daerah provinsi lampung  dengan serangkaian pertanyaan terkait dengan dana APBD untuk pembangunan Kota Baru Lampung. Pengisian kuesioner dikukan secara self administered questionare yaitu responden diminta menjawab sendiri kuesioner yang telah dibuat peneliti.

Merurut Sugiyono  dengan adanya kontak langsung antara peneliti dengan responden akan menciptakan suatu kondisi yang cukup baik, sehingga responden dengan sukarela akan memberikan data obyektif dan cepat.  Oleh karena itu, peneliti melakukan kontak langsung dengan responden yang berada di kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKD)  provinsi Lampung. Skala yang digunakan dalam kuesioner ini adalah skala Guttman.

Tabel 3.2. Skala Guttman
Interval Nilai
Tidak 1
Ya 2


Metode Wawancara
Menurut I Made Wirartha wawancara adalah salah satu metode pengumpulan data dengan jalan komunikasi, yaitu melalui kontak atau hubungan pribadi antara pengumpul data (pewawancara) dengan sumber data (responden).  Wawancara dalam penelitian ini mengacu pada pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan dana APBD yang terhambat untuk Pembangunan Kota Baru Lampung.

Wawancara yang dilakukan menggunakan wawancara tidak tersetruktur karena hanya ingin mendapatkan informasi tambahan atau garis besar permasalahan dari responden yang telah mengisi kuisioner. Seperti yang dinyatakan oleh Sugiyono  wawancara tidak berstruktur adalah wawancara bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya.

Metode Observasi
Menurut Katini Kartono 142)Observasi ialah studi yang disengaja dan sistematis tentang fenomena dan gelaja-gejala pshikis dengan jalan pengamatan. Observasi dalam penelitian ini dilakukan sebelum dilaksanakannya pengambilan data yaitu untuk mengamati dana APBD untuk pembangunan Kota Baru Lampung yang telah dianggarkan dan digunakan serta factor apa saja yang menghambat dana APBD tersebut. Hal ini digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menyusun instrumen penelitian.

Metode Dokumentasi
Mengumpulkan data melalui data yang tersedia yaitu biasanya berbentuk surat, catatan harian, cindera mata, laporan, artefak, foto dan dapat juga berbentuk file di server, dan flashdisk serta data yang tersimpan di website-website resmi. Data ini bersifat tidak terbatas pada ruang dan waktu.  Data-data yang diperoleh dari lokasi Pemerintah Daerah Provinsi Lampung (PemProv) dan Kantor BPKD provinsi Lampung serta lokasi tempat  proyek Pembangunan Kota Baru Lampung.

Populasi dan Sampel
Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek  dan subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.  Dalam hal ini populasi yang menjadi objek penelitian adalah para pegawai di Dinas Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Lampung yang  berwenang dalam mengatur dana APBD untuk pembangunan Kota Baru Lampung. Jumlah populasi berdasarkan data base 178 pegawai.

Sampel
Dalam menetapkan besarnya sampel ( sample size ) dalam penelitian ini didasarkan pada perhitungan yang dikemukakan oleh Slovin dan Husein Umar sebagai berikut.
n = N/(1+ 〖Ne〗^2 )
Dimana :
n = Ukuran sampel
N = Ukuran populasi yaitu jumlah pegawai negeri sipil di dinas BPKD 2013.
e =  persen kelonggaran ketidak telitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih ditolerir atau diinginkan, sebanyak 10%.

Berdasarkan rumus tersebut, maka jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini dengan data yang diperoleh dari data base tahun ajaran 2013 adalah  :
n = 178/(1+ 〖178 (0.1)〗^2 ) = 64,03

dengan demikian, jumlah sampel untuk 65 pegawai. Teknik yang digunakan adalah teknik simple random sampling atau sampel acak sederhana yaitu sampel diambil secara acak dari semua populasi, dimana semua anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi sampel.

Pengolahan Data
Berdasarkan hasil pengumpulan data melelui teknik kuisioner, wawancara, dan observasi data akan dengan berbagai tahapan:
Pemeriksaan data (Editing), menurut Misran Safar merupakan proses meneliti kembali catatan pencari data untuk mengetahui apakah catatan itu cukup baik dan segera dapat disiapkan untuk keperluan proses berikutnya.  Editing dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan mutu (reabilitas dan validitas) data yang hendak diolah dan dianalisis. Data yang diolah dalam proses editing adalah data kuisioner, catatan hasil wawancara dan observasi selama penelitian di lapangan. Hal –hal yang diperhatikan dalam proses editng adalah lengkapnya pengisisan kuisioner, keterbacaan tulisan, kejelasan makna jawaban, kesesuaian jawaban satu sama lainnya, relevansi jawaban, dan keseragaman kesatuan data.
Koding, menurut Misran Safar Koding adalah usaha mengklasifikasi jawaban-jawaban responden menurut macamnya, dengan menandai masing-masing jawaban itu dengan tanda kode tertentu lazimnya dalam bentuk angka.  Dalam proses koding peneliti membuat kategori-kategori tertentu untuk mengklasifikasi jawaban responden.
Tabulasi, dalam jurnal Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Tabulasi adalah proses menempatkan data dalam bentuk table dengan cara membuat tabel yang berisikan data sesuai dengan kebutuhan analisis.”

Tekhnik Analisis Data
Sugiyono menyebutkan bahwa teknik analisis data pada penelitian kuantitatif menggunakan statistic. Dalam penelitian ini analisis data akan menggunakan teknik statistik deskriptif . Metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan deskritif kuantitatif dengan penelitian studi kasus yang dipergunakan untuk mengumpulkan, mengolah, dan kemudian menyajikan data observasi agar pihak lain dapat dengan mudah mendapat gambaran mengenai objek dari penelitian tersebut. Deskritif kuantitatif dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian yaitu menganalisis pengaruh antar variabel.

Alat uji analisis data menggunakan liniaritas regresi sederhana, alat uji ini bertujuan untuk mengetahui dua variabel antara variabel independent X dengan variabel dependent Y yang akan dikenai prosedur analisis statistik regresi apakah menunjukkan hubungan yang linear atau tidak.  Untuk keabsahan data maka sebelumnya data yang diperoleh dari lapangan akan diuji terlebih dahulu dengan menggunakan uji validitas kuisioner dan uji reabilitas kuisioner.

Uji Validitas Kuisioner
Merupakan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian dengan data yang dilaporkan oleh peneliti.  Validitas suatu instrument akan menggambarkan tingkat kemampuan alat ukur yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuran. Apabila instrumen pengumpul data yang digunakan mampu untuk mengukur apa yang akan diukur, maka data yang dihasilkan dapat dinyatakan valid. Dalam melakukan uji validitas ini, peneliti akan menggunakan metode komputerisasi Eviews dengan teknik pengujian bivariate pearson (produk momen pearson).

Setelah data-data dan informasi sudah terkumpul oleh penulis, maka penulis mengelola dan menata data yang didapat secara sistematis sesuai dengan permasalahan yang ada dan menganalisis data tersebut dan menggunakan analisis data dengan metode kuantitatif.  Metode kuantitatif adalah data yang berbentuk angka.   Adapun rumus untuk menghitung validitas adalah:
R=(N∑XY-(∑X)(∑Y))/√((N∑X^2-(∑X)^2 )  x ( N∑Y^(2 )-(∑Y)^2)   )
Keterangan:
R   : koefisien validitas item yang dicari
X   : skor responden untuk setiap item
∑X : jumlah skor dalam distribusi X
∑Y : jumlah skor dalam distribusi Y
∑X2 : jumlah kuadrat masing-masing skor X
∑Y2 : jumlah kuadrat masing-masing skor Y
N : jumlah responden
Dalam menentukan layak atau tidaknya suatu item yang akan digunakan, biasanya dilakukan uji signifikasi koefisien pada taraf signifikasi 0,05. Artinya suatu item dianggap valid jika berkolerasi signifikan terhadap skor total atau instrument dinyatakan valid bila rhitung  >rtabel.

Uji Reliabilitas Kuisioner
Reabilitas adalah instrument untuk mengukur ketepatan, keterandalan, cinsistency, stability atau dependability terhadap alat ukur yang digunakan.  Suatu alat ukur  dikatakan reliabilitas atau dapat dipercaya, apabila alat ukur yang digunakan stabil, dapat diandalkan, dan dapat digunakan dalam peramalan. Artinya data yang dikatakan realibilitas adalah alat ukur yang digunakan bias memberikan hasil yang sama walaupun digunakan berkali-kali oleh peneliti yang berbeda.

Dalam penelitian ini pengujian reliabilitas akan menggunakan program Eviews. Untuk pengujian ini peneliti juga menggunakan batasan nilai sebesar 0,7. Jika nilai pada hasil reliabilitas kurang dari 0,7 maka hasil tersebut dikatakan tidak baik.

Alat Uji Hipotesis
Teknik Analisis Regresi Linier Sederhana
Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini adalah regresi linier sederhana. Analisis regresi sederhana digunakan untuk memprediksi atau menguji pengaruh satu variabel bebas atau variabel independent terhadap variabel terikat atau variabel dependent. Bila skor variabel bebas diketahui maka skor variabel terikatnya dapat diprediksi besarnya. Analisis regresi juga dapat dilakukan untuk mengetahui linearitas variabel terikat dengan variabel bebasnya. Model dari regresi sederhana yang ditujukan untuk melakukan prediksi nilai variabel dependen (Y) dengan menggunakan lebih variabel independen (X). Persamaan dalam regresi sederhana adalah sebagai berikut:
Y = a+bX
Keterangan:
Y = Pembangunan Kota Baru Lampung
X = Dana APBD
a = nilai konstanta
b = koefisiensi regresi

Dari data yang sudah dikumpulkan dan tersusun secara sistematis, kemudian akan dianalisis dalam menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu menguraikan data dalam kalimat-kalimat yang jelas, terperinci sehingga analisis akan mudah dilakukan dalam penarikan suatu kesimpulan.

Uji Koefisien Regresi Sederhana (Uji T)
Pengujian secara parsial menggunakan uji t (pengujian signifikansi antara parsial). langkah-langkah yang di tempuh dalam pengujian adalah: Menyusun hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternative (H1). Menetapkan kriteria pengujian yaitu:
H0 diterima jika angka signifikansi lebih besar dari α = 5%
H0 ditolak jika angka signifikansi lebih kecil dari α = 5%


















DAFTAR PUSTAKA

Zaenal Arifin dan Amran Tasai. 2006. Kumpulan KosaKata Ilmiah Untuk Perguruan             Tingg. Jakarta : Akademika Presindo.
Wailah, Sri Nurhayati, 2008, Akuntansi Syari’ah di Indonesia, Jakarta : Salemba Empat
Sanusi, Bachrawi . 2004. Pengantar Ekonomi Pembangunan Cet.Pertama. Jakarta : Rineka Cipta
Arsyad, Lincolin . 2010. Ekonomi Pembangunan Edisi Kelima. Yogyakarta : UUP STIM YKPN
Todaro, Michael P. 1995.  Ekonomi Untuk Negara-Negara Berkembang. Jakarta : Bumi Aksara
M. Yusuf John dan Dwi Setiawan  S. 2009.  Kiat  Memahami pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Di Indonesia. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama
Sugiono. 2012. Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dan R&G. Bandung: Alfabeta.
Suryabrata, Sumadi a.1998. Metodologi Penelitian,  Jakarta : Raja Grafindo Persada
Soehartono, Irawan. 1995. Metode Penelitian Sosial. Bandung : Remaja Rosdakarya
Hasan, Iqbal .2008.  Analisis Data Penelitian Dengan Statistik,Jakarta : Bumi Aksara
Soeranto Dan Lincolin Arsyad. 1990.  Metode Penelitian Untuk Hukum dan Bisnis. Yogyakarta : UPP YKPN
Basuki, Sulistyo . 2006.  Metode Penelitian. Jakarta : Wedatama Widya Sastra
Larence,  Neuman, W. 2003. Social Reasearch Methode, Qualitative and Quantitative Approaches.
Boston : pearson education
Wiratha, I Made.2006.  Metodologi Penelitian Sosial Ekonomi. Yogyakarta : C.V Andi Offset
Kartono, Kartini . 1996. Pengantar Metodologi Riset Sosial. Bandung : C.V Mandar Maju
Noor, Juliansyah . 2011. Metode Penelitian. Jakarta : Kencana
Safar, Misran . 2007. Teknik Pengolahan dan Interprestasi Data. Yogyakarta : ISSN
Priyatno, Duwi. 2010. Teknik Mudah dan Cepat Melakukan Analisis Dan penelitian SPSS . Yogyakarta : Gava Media
Margono. 2004. metodologi penelitian pendidikan, Jakarta : Rineka Cipta
J. Supranto. 2009.  Statistik Teori dan Aplikasi, Jakarta :Erlangga
Tika, Moh. Pabundu . 2006. Metode Riset Bisnis. Jakarta : Bumi Aksara.
Husaini Usman dan R. Purmono Setiady Akbar. 2000. Pengantar Statistika.. Jakarta: Bumi Aksara
Http://Afidburhanuddin.wordpress.com/2013/05/21/Pengumpulan-Data-Penelitian-Kualitatif-dan-Instrumentnya.html
Http://si-iich.blogspot.co.id/2013/01/Pengertian-Intrrument-html
Http://Kotabaru-lampung.blogspot.co.id/Pengertian-Kota-baru-Lampung.html
Http://Profsyamsiah.wordpress.com/2009/03/19/Pengertian-Pembangunan-Menurut-Ahli.html
Http://Yosiabdiantindaon.Blogspot.co.id/2012/11/Pengertian-Pengaruh-Menurut-Ahli.html
Http://www.KamusBesar.com/Arti-Kata-Terhambat.html
Http://www.Elib.unikom.ac.id/Pengertian-Dana-Menurut-Para-Ahli.html
Http://www.Academia.Edu/8798195/Definis_Dan_Pengertian_Analisis_Menurut_Para_Ahli_fatih_lo.html

0 Response to "ANALISIS PENGARUH TERHAMBATNYA DANA APBD TERHADAP PEMBANGUNAN KOTA BARU LAMPUNG"

Post a Comment