Contoh Proposal Skripsi Ekonomi Pembangunan

Loading...
Loading...

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN KESEHATAN TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA DAN JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI KABUPATEN TANGGAMUS

Contoh Proposal Skripsi Ekonomi Pembangunan


Proposal
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian Semester V

Oleh

Siti Nurma Rosmitha
NPM : 1321040278
Jurusan : Ekonomi Syari’ah




FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN INTAN 
LAMPUNG
1437/2016 M

A. Penegasan Judul

Skripsi ini berjudul “Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Kesehatan terhadap Produktifitas dan Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Tanggamus” pada bagian ini penulis akan menjelaskan beberapa istilah yang terdapat dalam judul skripsi ini.


  1. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang beda) yang ikut membentuk watak kepercayaan atau perbuatan seseorang. 
  2. Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik. Pendidikan merupakan suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan sarana pembelajaran dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mampu mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Yang dimaksud tingkat pendidikan dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan formal yang dimiliki oleh tiap-tiap anggota keluarga di masyarakat Kabupaten Tanggamus. Pendidikan ini melingkupi proses pendidikan yang dilaksanakan di Sekolah. Umumnya dalam masyarakat Kabupaten Tanggamus memiliki tingkat pendidikan yang bervariasi dan ada pula yang sama. Tingkat pendidikan dikategorikan ke dalam beberapa tingkatan yang meliputi 3 macam yaitu tingkat pendidikan rendah (tamat SD,SMP), tingkat pendidkan menengah (tamat SMA/SMK), dan tingkat pendidikan tinggi (tamat perguruan tinggi).
  3. Menurut WHO (1993), kesehatan merupakan keadaan baik sepenuhnya secara fisik, mental, sosial. Kesehatan juga bukanlah karena tidak ada penyakit atau kelemahan dan bukan pula sekedar soal medis semata, melainkan menyangkut keadaan sosial di masyarakat. Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Batasan kesehatan tersebut di atas sekarang telah diperbaharui bila batasan kesehatan yang terdahulu itu hanya mencakup tiga dimensi atau aspek, yakni: fisik, mental, dan sosial, maka dalam Undang- Undang N0. 23 Tahun 1992, kesehatan mencakup aspek, yakni: fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan ekonomi. Kesehatan adalah  keadaan sejahtera dari badan,jiwa,sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. 
  4. Produktivitas mengandung pengertian perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang dipergunakan. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas diantaranya adalah pendidikan dan latihan keterampilan, gizi/nutrisi, kesehatan, bakat atau bawaan, motivasi atau kemauan, kesempatan kerja, kesempatan manajemen dan kebijakan pemerintah (Soeprihanto, 1996). Jadi, produktivitas itu sendiri merupakan gambaran kemampuan pekerja dalam menghasilkan output. Semakin tinggi output yang dihasilkan oleh seorang pekerja, menunjukkan semakin tinggi tingkat produktivitas pekerja tersebut. Untuk memperoleh sumber daya manusia yang berkualitas maka dibutuhkan pendidikan, karena pendidikan dianggap mampu menghasilkan tenaga kerja yang bermutu tinggi, mempunyai pola pikir dan cara bertindak yang modern. Sumber daya manusia seperti inilah yang diharapkan mampu menggerakkan roda pembangunan ke depan.Produktifitas Kerja adalah kemampuan menghasilkan suatu kerja yang lebih banyak daripada ukuran biasa yang telah umum. 
  5. Penduduk Miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan. 
  6. Kabupaten Tanggamus adalah salah satu nama kabupaten yang berada di Provinsi Lampung Indonesia yang ibukota kabupatennya terletak di Kota Agung. 

B. Alasan Memilih Judul

Adapun yang menjadi alasan memilih judul skripsi ini adalah :

a. Alasan Objektif


  1. Karena masih banyak masyarakat yang kurang faham mengenai pentingnya pendidikan dan kesehatan terhadap pembangunan ekonomi khususnya pada produktifitas kerja dan juga penanggulangan kemiskinan.
  2. Pengaruh tingkat pendidikan dan kesehatan pada pembangunan ekonomi serta produktifitas kerja akan menambah wawasan dan pengetahuan bagi para pembaca mengenai pentingnya tingkat pendidikan dan kesehatan sebagai salah satu indicator pembangunan ekonomi.


b. Alasan Subjektif


  1. Permasalahan  dalam  judul  penelitian  ini  relevan  dengan  bidang keilmuan yang penulis tekuni yaitu studi pembangunan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
  2. Adanya  referensi  yang  medukung, dan juga data yang diteliti diperoleh dari tempat tinggal peneliti sehingga  dapat  mempermudah penulis dalam menyelesaikan penelitian ini.
  3. Belum adanya mahasiswa satu prodi lain yang meneliti mengenai masalah pendidikan dan kesehatan ini.


C. Latar Belakang Masalah

Pendidikan dan kesehatan merupakan tujuan pembangunan yang mendasar, terlepas dari hal-hal yang lain, kedual hal itu merupakan hal penting. Kesehatan merupakan inti dari kesejahteraan, dan pendidikan adalah hal yang pokok untuk menggapai kehidupan yang memuaskan dan berharga, keduanya adalah hal fundamental untuk membentuk kapabilitas manusia yang lebih luas yang berada pada inti makna pembangunan. 

Pembangunan  bidang  pendidikan  dan  kesehatan  merupakan  dua  pilar untuk membentuk modal manusia (human capital) dalam pembangunan ekonomi yang tidak lain merupakan investasi dalam jangka panjang. Tercapainya tujuan pembangunan bidang pendidikan dan kesehatan, pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas penduduk, dimana pertumbuhan produktivitas penduduk tersebut merupakan motor penggerak (engine of growth) pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan penduduk itu sendiri.  Melalui investasi pendidikan akan mampu meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang diperlihatkan oleh meningkatnyapengetahuan dan keterampilan yang akanmendorong peningkatan produktivitas kerja seseorang, dan pada akhirnya seseorang  yang  memiliki  produktivitas  yang  tinggi  akan  memperoleh kesejahteraan yang lebih baik dan terhindar dari kemiskinan.

Perbaikan tingkat kesehatan pada dasarnya merupakan suatu investasi sumber  daya  manusia  untuk mencapai  masyarakat  yang  sejahtera  (welfare society). Tingkat kesehatan masyarakat yang ditunjukkan oleh Angka Harapan Hidup (AHH) sebagai indikatornya akan sangat berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat dan memiliki keterkaitan yang erat dengan kemiskinan. 

Sementara itu, tingkat kemiskinan akan terkait dengan tingkat kesejahteraan. Oleh karena kesehatan merupakan faktor utama dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, maka kesehatan selalu menjadi perhatian utama pemerintah sebagai penyelenggara   pelayanan   publik.   Pemerintah   harus dapat   menjamin   hak masyarakat   untuk   sehat   (right   for   health)  dengan   memberikan   pelayanan kesehatan secara adil, merata, memadai, terjangkau, dan berkualitas.

Sama halnya dengan kesehatan, pendidikan merupakan suatu bentuk investasi sumber daya manusia. Tingkat pendidikan juga berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan karena pendidikan merupakan salah satu komponen yang ditekankan dalam penyebab lingkaran setan kemiskinan. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah melalui pendidikan dasar wajib, yang oleh pemerintah pada tahun ini diterjemahkan dalam program wajib belajar duabelas tahun.

Kondisi kemiskinan di Kabupaten Tanggamus terbilang cukup tinggi terbukti dari data yang penulis peroleh dari Badan Pusat Statistik bahwa pada tahun 2013 persentase jumlah penduduk miskin dikabupaten tanggamus sebesar 15,24 %. Dibandingkan dengan persentase penduduk miskin pada 2012 yang 16,1 % berarti berkurang sekitar 0.86 %. Sementara Garis Kemiskinan Kabupaten Tanggamus pada 2012 sebesar Rp 267.148,-perkapita/tahun dan meningkat menjadi Rp 287.560,-perkapita/tahun pada tahun 2013. 

Tingkat  pendidikan  dan  kesehatan adalah  dua unsur utama pembentuk IPM (setelah daya beli). IPM digunakan secara Internasional sebagai indikator kesejahteraan  dan  keberhasilan  pembangunan  di  suatu  daerah  atau  negara, sehingga tinggi rendahnya tingkat kesehatan (yang diukur dari angka harapan hidup) dan pendidikan (yang diukur dengan Angka Melek Huruf) akan mempengaruhi IPM. 

Masalah kesempatan kerja merupakan masalah penting dalam makro ekonomi karena tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi selain modal dan teknologi. Di Indonesia sendiri, dimana jumlah penduduk mencapai 220 juta orang, mempunyai sumber daya manusia yang sangat besar sekali untuk didayagunakan. Jumlah penduduk yang besar ini akan menjadi potensi atau modal bagi pembangunan ekonomi karena menyediakan tenaga kerja berlimpah sehingga mampu menciptakan nilai tambah bagi produksi nasional jika kualitasnya bagus. Namun, akan menjadi beban apabila kualitasnya rendah karena memiliki kemampuan dan produktivitas yang terbatas dalam menghasilkan produksi untuk kebutuhan pangan, sandang dan papan. Kondisi tingginya jumlah penduduk tetapi memiliki kemampuan yang rendah inilah yang menjadi masalah ketenagakerjaan di Indonesia selama ini (Tambunan, 2012). 

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN KESEHATAN TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA DAN JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI KABUPATEN TANGGAMUS
Sumber : BPS Provinsi Lampung


Dari data diatas kita dapat melihat bahwa tingkat pengangguran terbuka dikabupaten Tanggamus dari tahun 2008 hingga tahun 2013 mengalami fluktuasi setiap tahunnya dan kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2013 dimana pada tahun 2012 pengangguran terbuka berjumlah 3,2 sedangkan pada tahun 2013 naik menjadi 4,88. Hal ini membuktikan semakin berkurangnya produktifitas tenaga kerja yang ada di Kabupaten Tanggamus.

Berdasarkan hal-hal yang telah dipaparkan tersebut, maka penulis bermaksud  untuk  melakukan  penelitian  dengan  judul:  Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Kesehatan terhadap Produktifitas dan Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Tanggamus.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar Belakang diatas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

  1. Apakah tingkat pendidikan berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja di Kabupaten Tanggamus ?
  2. Apakah tingkat kesehatan berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja di Kabupaten Tanggamus ?
  3. Apakah  tingkat  pendidikan  berpengaruh  terhadap  tingkat  kemiskinan  di Kabupaten Tanggamus ?
  4. Apakah   tingkat   kesehatan   berpengaruh   terhadap   tingkat   kemiskinan di Kabupaten Tanggamus ?
  5. Apakah tingkat pendidikan dan kesehatan berpengaruh terhadap produktifitas tenaga kerja di Kabupaten Tanggamus ?
  6. Apakah tingkat pendidikn dan kesehatan berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Tanggamus ?

E. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah :

  1. Untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan terhadap produktivitas tenaga kerja di Kabupaten Tanggamus.
  2. Untuk mengetahui pengaruh tingkat kesehatan terhadap produktivitas tenaga kerja di Kabupaten Tanggamus.
  3. Untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Tanggamus.
  4. Untuk mengetahui pengaruh tingkat kesehatan terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Tanggamus.
  5. Untuk mengetahui apakah tingkat pendidikan dan kesehatan berpengaruh terhadap produktifitas tenaga kerja di Kabupaten Tanggamus.
  6. Untuk mengetahui apakah tingkat pendidikn dan kesehatan berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Tanggamus.


F. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :

1. Bagi Pemerintah Daerah

Diharapkan menjadi tambahan informasi agar lebih memantapkan peran perencanaan pembangunan daerah di tahun-tahun mendatang khususnya mengenai pedidikan dan kesehatan serta memberikan masukan untuk menindak lanjuti masalah-masalah produktifitas yang berkenaan dengan pendidikan dan kesehatan.

2. Bagi Akademisi

Hasil penelitian ini diharapkan bisa dijadikan informasi, masukan atau sumbangan pemikiran akademis mengenai pendidikan dan kesehatan serta pengaruhnya terhadap produktifitas dan Kemiskinan.

3. Bagi Penulis

Penelitian   ini   merupakan penerapan   dari   teori-teori   akademis   yang telah diperoleh selama studi di perguruan tinggi  dan  juga  sebagai tugas akhir  yang  merupakan  syarat  dalam  meraih gelar  kesarjanaan  dalam bidang ekonomi Program Ekonomi Syari’ah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di Institut Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung. Sebagai referensi untuk penelitian-penelitian selanjutnya yang terkait.

4. Bagi Mahasiswa 

Hasil penelitian ini semoga menjadi  sumbangan  bagi  mahasiswa  fakultas  ekonomi dan bisnis islam khususnya ekonomi Syari’ah.

G. Metode Penelitian

1. Jenis dan Sifat Penelitian

a. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah   metode kuatitatif adalah metode yang penyajian datanya didominasi dalam bentuk angka dan analisis data yang digunakan berifat statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis. 

Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian dengan karakteristik masalah yang berkaitan dengan latar belakang kondisi saat ini dari subjek yang diteliti serta interaksinya dengan lingkungan. 

Penelitian ini dilakukan dengan menggali data yang bersumber dari lokasi di Daerah Kabupaten Tanggamus. Selain penelitian lapangan, juga didukung dengan penelitian pustaka (library research) yang bertujuan untuk mengumpulkan data atau informasi dengan bantuan material, misalnya : buku, catatan, koran, dokumen dan refrensi lainnya yang berkaitan dengan data serta referensi lainnya yang berhubungan dengan pendidikan dan kesehatan terhadap produktivitas tenaga kerja dan Jumlah Penduduk Miskin. 

b. Sifat Penelitian
Dilihat dari sisi sifat penelitiannya, penelitian ini bersifat  deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif adalah suatu metode  penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung saat ini atau saat yang lampau. Penelitian ini tidak mengadakan manipulasi atau pengubahan pada variabel-variabel bebas, tetapi menggambarkan suatu kondisi apa adanya. Penggambaran kondisi bisa individual atau menggunakan angka-angka.  Dalam penelitian ini penulis akan mendeskripsikan tentang bagaimana hubungan tingkat pendidikan dan keehatan terhadap produktifitas dan jumlah penduduk miskin dengan melakukan penelitian di Kabupaten Tanggamus.

Adapun objek penelitian ini dilakukan di kabupaten Tanggamus. Sedangkan subjek penelitian ini adalah semua tenaga kerja di kabupaten Tanggamus. Ruang lingkup penelitian ini adalah membahas dua (2) variabel, yang terdiri dari:
variabel independen, yaitu pendidikan dan kesehatan,
variabel dependen, yaitu produktivitas tenaga kerja dan Jumlah Penduduk miskin.

Data dan Sumber Data
Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung dilapangan oleh orang yang melakukan penelitian dari responden atau objek yang diteliti.  Dalam hal ini, data primer yang diperoleh peneliti bersumber dari masyarakat di Kabupaten Tanggamus dengan menyebarkan angket (kuisioner) kepada masyarakat Kabupaten Tanggamus.

Data Sekunder
Selain data primer, sebagai pendukung dalam penelitian ini penulis juga menggunakan data sekunder. Data sekunder adalah data yang telah lebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang atau instansi di luar penelitian sendiri, walaupun yang dikumpulkan itu sesungguhnya adalah data yang asli.
Data sekunder berasal dari sumber internal maupun eksternal. Dalam hal ini, data sekunder yang bersifat internal didapat melalui data-data dari Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten Tanggamus, Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Lampung, Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, dan BAPEDA kabupaten Lampung (data tahunan dari 2008-2013). Data yang dimaksud adalah data yang ada kaitannya dengan variabel-variabel dalam penelitian di Kabupaten Tanggamus.

Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah pencatatan peristiwa-peristiwa atau hal-hal atau keterangan-keterangan atau karakteristik-karakteristik sebagian atau seluruh elemen populasi yang akan menunjang atau mendukung penelitian.(Hasan, 2002:83).
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode:
Metode Angket / Kuisioner
Angket / kuisioner merupakan penyelidikan mengenai suatu masalah yang banyak menyangkut kepentingan umum (orang banyak) dengan jalan mengedarkan formulir daftar pertanyaan, diajukan secara tertulis kepada subjek, untuk mendapatkan jawaban (tanggapan,respon). Metode ini digunakan untuk mengetahui tanggapan masyarakat Kabupaten Tanggamus mengenai pendidikan dan kesehatan yang ada di Kabupaten Tanggamus. Bentuk kuisioner yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner dengan perntanyaan terbuka  dimana kuesioner yang disusun sedemikian rupa sehingga para pengisi mengemukakan pendapatnya. Kuesioner terbuka disusun apabila macam jawaban pengisi belum terperinci dengan jelas sehingga jawabannya akan beraneka ragam. Keterangan tentang alamat pengisi, tidak mungkin diberikan dengan cara memilih pilihan jawaban yang disediakan. Kuesioner terbuka juga digunakan untuk meminta pendapat seseorang.
Teknik ini dipilih peneliti agar nantinya didapat data valid mengenai pengaruh tingkat pendidikan dan kesehatan terhadap produktivitas dan jumlah penduduk miskin dari pertanyaan yang dijawab oleh responden.
Adapun skala pengukuran yang dipakai adalah skala Likert. Skala jenis ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat setuju sampai sangat tidak setuju atau dari sangat positif sampai negatife. Skala likert pada penelitian ini meliputi :
Jawaban a : selalu
Jawaban b : sering
Jawaban c : kadang-kadang
Jawaban d : tidak pernah

Metode Observasi
Istilah observasi diarahkan pada kegiatan memperhatikan secara akurat mencatat fenomena yang muncul, dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut. Metode pengumpulan data berupa observasi adalah teknik pengumpulan data yang kompleks, suatu proses tersusun dari berbagai proses biologi dan psikologis (sugiono, 2008:145). Observasi yang berarti pengamatan bertujuan untuk mendapat data tentang suatu masalah, sehingga diperoleh pemahaman atau sebagai alat re-checking atau pembukuan terhadap informasi/keterangan yang diperoleh sebelumnya.

Metode Dokumentasi
Dokumentasi adalah tekhnik pengumpulan data yang tidak langsung pada subyek penelitian, namun melalui dokumen yang digunakan berupa buku harian, koran, dan refrensi lainnya. Teknik pengumpulan data yang selanjutnya digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu dengan studi kepustakaan (Library Research). Tehnik ini dimaksudkan untuk memperoleh data sekunder yang berfungsi sebagai landasan teoritis guna mendukung analisis terhadap data primer yang diperoleh selama penelitian.
Pengumpulan data dalam penelitian ini diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten Tanggamus, Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Lampung, Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, dan BAPEDA kabupaten Lampung (data tahunan dari 2008-2013).

Validitas dan Reliabilitas
Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan atau keshahihan ,keakuratan stabil atau konsisten dalam mengukur apa yang sedang diukur dan instrument.  Jenis validitas yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah validitas ini. Validitas isi adalah jenis valididtas yang membandingkan antara isi instrument dengan kenyataan data yang ada, dengan dibantu menggunakan kisi-kisi instrument, ataupun materi pengembangan instrument.  Teknis uji validasi ini dapat dilakukan dengan menggumakan rumus product moment, yaitu sebagai berikut :

R^XY=(N∑XY-(∑X)(∑Y))/(2a√({N∑x^2-(∑Y^2-∑Y^2 } ))


Keterangan :
R^XY= Koefisien indek korelasi product moment
∑X= jumlah skor X
∑Y= jumlah skor Y
∑X2 = jumlah kuadrat dari skor X
∑Y2 = jumlah kuadrat dari skor Y
(∑X)2= Jumlah skor X kuadrat
(∑Y)2= Jumlah skor Y kuadrat


Reliabilitas
Adalah suatu ketepatan atau tingkat presisi suatu ukuran alat ukur.  Lebih lanjut reliabilitas instrument dapat dilakukan secara eksternal maupun internal. Secara eksternal pengujian dapat dilakukan dengan test-retest(stability),equivalent, dan gabungan dari keduanya. Secara internal dapat dilakukan dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrument dengan teknik tertentu.
Jenis reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah reliabilititas internal consistency. Reabilitas ini dilakukan dengan cara mencoba instrument sekali saja kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu.

Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Menurut Lexy J. Maloeng (2000), analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data (Hasan, 2002:97).
Dalam hal ini penulis memaparkan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu:

Analisis Deskriptif Prosentase
Jika dalam sebuah penelitian ditemukan data yang berbentuk kualitatif maka skor dijumlahkan dan dibandingkan dengan skor kemudian dapat diperoleh prosentasinya.
Rumus yang digunakan dalam metode ini adalah sebagai berikut :
% = n x 100 %
N

Keterangan :
% = tingkat keberhasilan yang dicapai
n = nilai yang diperoleh
N = nilai total

Langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut :
Memeriksa angket dan juga kelengkapannya
Mengubah skor kualitatif menjadi skor kuantitatif, dengan cara :
Jawaban a diberikan skor 3
Jawaban b diberikan skor 2
Jawaban c diberikan skor 1
Membuat tabulasi data
Memasukkan dalam rumus deskriptif prosentase
Membuat tabel rujukan dengan cara sebagai berikut :
Menetapkan presentase tertinggi : (4/4) x 100 % = 100 %
Menetapkan presentase terendah : (1/4) x 100% = 25 %
Menetapkan rentang presentase : 100% - 25% = 75 %
Menetapkan kelas interval presentase : 75/4 = 18,75%

Analisis Kuantitatif
Analisa ini bersifat hitungan dengan mengumpulkan, mengolah, menganalisa data yang berwujud angka. Untuk mengetahui perbandingan dan faktor-faktor yang ditimbulkan oleh variabel-variabel independen tingkat pendidikan (keadaan pendidikan tenaga kerja yang bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan SD-PT), kesehatan (tingkat kesehatan berdasarkan IPM), Jumlah penduduk miskin dan PDRB kabupaten Tanggamus digunakan model ekonometrika.

Analisis Regresi
Alat analisis yang digunakan oleh peneliti adalah analisis regresi. Analisis regresi adalah studi ketergantungan antar variabel untuk mengestimasi dengan meramal nilai populasi berdasarkan nilai tertentu dari variabel yang diketahui (Gujarati, 1996: 13-14). Dalam penelitian ini, analisa dilakukan dengan analisis Regresi. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi linear berganda dan dikembangkan menjadi spesifikasi model yang akan dijadikan sebagai model penelitian, dalam penelitian ini ada dua model penelitian seperti pada rumus berikut :
Y1 = α + β1X1 +β2X2 + ɛ t
Prod = α + β1PEND + β2KES + ɛ t
Y2 = α + β1X1 +β2X2 + ɛ t
Kem = α + β1PEND + β2KES + ɛ t

Dimana:
Prod  : Prouktivitas kerja
Kem  : Tingkat Kemiskinan
α    : Konstanta
PEND : Tingkat Pendidikan
KES    : Kesehatan
ɛ t      : Error term

Metode pangkat kuadrat terkecil biasa (OLS) diperkenalkan pertama kali oleh seorang ahli matematika dari Jerman, yaitu Carl Friedrich Gauss.
Metode OLS adalah metode untuk mengestimasi suatu garis regresi dengan jalan meminimalkan jumlah kuadrat kesalahan dari setiap observasi terhadap garis tersebut (Kuncoro, 2003:216). Garis regresi yang baik terjadi bila nilai prediksinya sedekat mungkin dengan data aktualnya. Dengan kata lain kita akan mencari nilai ^β0 dan ^β1 yang menyebabkan residual sekecil mungkin (Widarjono,2007:20).
Menurut Widarjono, 2007:23-25; metode OLS adalah metode
mencari nilai residual sekecil mungkin dengan menjumlahkan kuadrat residual. Metode kuadrat terkecil akan menghasilkan estimator yang mempunyai sifat tidak bias, linier dan mempunyai varian yang minimum atau BLUE, yaitu:
Best adalah yang terbaik.
Linier adalah kombinasi linier dari data sampel. Jika ukuran sampel ditambah maka hasil nilai estimasi akan mendekati parameter populasi yang sebenarnya.
Unbiased adalah rata-rata atau nilai harapan atau estimasi sesuai dengan nilai yang sebenarnya.
Efficient estimator adalah memiliki varians yang minimum diantara pemerkira lain yang tidak bias.

Untuk memenuhi analisis regresi tersebut perlu uji asumsi klasik dan inferensi hasil regresi sehingga hasil estimasi tersebut dapat terhindar dari masalah regresi lancung.


Baca Juga Contoh Proposal Ekonomi Pembangunan:

  1. Pembiayaan Pendidikan Dalam meningkatkan Kualitas SDI
  2. Kontribusi BUMD Terhadap Peningkatan PAD
  3. Pengaruh SBI, Uang Beredar Inflasi dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Kinerja Saham
  4. Dana APBD Terhadap Pembangunan Kota
  5. Manajemen Perusahaan Jasa Dalam Meningkatkan Konsumen
  6. Industri Kopi Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat
  7. Struktur Perekonomian Dan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pendekatan Location Quotient Dan Shift-Share
  8. Analisi Pengembangan Sektor Unggulan Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Tulang Bawang


DAFTAR PUSTAKA

 “Arti Pendidikan”. (On-Line) , tersedia di : http://kbbi.web.id/didik (04 Januari 2016 )
Darman. “Penggolongan Tehnik Non Tes : Kuesioner” (On-Line), tersedia di: http://www.artikelbagus.com/2011/08/penggolongan-tehnik-non-tes kuesionerquestionair.html#ixzz3TFM8t7QR (08 Januari 2016)
Eta dan Sopiah, Metodologi Penelitian Pendekatan Praktis Dalam Penelitian. Yogyakarta : Andi, 2010.
Gie, The Liang. Ensiklopedia Administrasi. Jakarta: Ghalia Indonesia,1987.
 “Kabupaten Tanggamus” (On-line), tersedia di : http://www.tanggamus.go.id/ (05 Januari 2016)
“Konsep Kemiskinan” (On-line), tersedia di: http://www.bpd.go.id/ (05 Januari 2016)
Nafsiah, siti. Prof. Hembing pemenang the Star of Asia Award: pertama di Asia ketiga di dunia. Jakarta: Gema Insani, 2000.
Nazir, Moh. Metodologi Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia,2009.
Permana, Anggit Yoga. “Pengaruh PDRB, Pengangguran,Pendidikan dan Kesehatan terhadap Kemiskinan di Jawa Tengah (tahun 2004-2009)”. (On-Line), tersedia di: http://eprints.undip.ac.id/36162/ (06 Januari 2016)
 “Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Kemiskinan terhadap Kemiskinan”. (On-Line) tersedia di :   https://scholar.google.com/scholar?q=proposal+pengaruh+tingkat+pendidikan+dan+kesehatan+terhadap+kemiskinan&hl=id&as_sdt=0&as_vis=1&oi=scholart&sa=X&ved=0ahUKEwj66vOevpvKAhVHGI4KHeRtDC8QgQMIGjAA (08 Januari 2016)
“Presentase Penduduk Miskin” (On-line), tersedia di : http://www.tanggamus.bps.go.id/ (05 Januari 2016)
Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta: Balai Pustaka, 2003.
Riyanto J. Produktivitas dan Tenaga Kerja. Jakarta: SIUP,1986.
Sentosa, Sembiring. Himpunan perundang-undangan tentang Guru dan Dosen. Bandung: Nuansa Aulia, 2006.
Subagyo, joko. Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta, 2011.
Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif  dan Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2008.
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik). Jakarta: Rineka Cipta, 1996.
Tika, Muhammad Pabundu. Metodologi Riset Bisnis. Jakarta: Bumi Angkas, 2006.
Todaro P Michael,Smith C Stephen, Pembangunan Ekonomi Didunia Ketiga edisi ke 8. Jakarta : Erlangga, 2003.

0 Response to "Contoh Proposal Skripsi Ekonomi Pembangunan"

Post a Comment