PENGARUH TIDAK ADANYA INDUSTRI PENGOLAHAN KOPI TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT DI KECAMATAN BELALAU KABUPATEN LAMPUNG BARAT

Loading...
Loading...
             






Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Syarat-syarat Guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Syariah
Oleh :


Dewi  Tradena
NPM : 1321040134


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG 
                                                                 1438/2016 M                                                                                                                                                                                                          

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan proposal ini dengan baik serta tepat pada waktunya.
Proposal ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Pengaruh Tidak Adanya Industri Pengolahan Kopi Terhadap Pendapatan Masyarakat Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat. Dalam penyusunan proposal ini penyusun mengalami berbagai hambatan dan rintangan baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun penuh dengan kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah SWT akhirnyaproposal  ini dapat terselesaikan.
Tidak lupa penyusun mengucapkan terimakasih kepada dosen mata kuliah Metode Penelitian yang telah membimbing penyusun agar dapat menyelesaikan proposa ini. Semoga proposal ini dapat memberikan tambahan ilmu dan wawasan yang lebih luas khususnya kepada diri penyusun dan kepada teman-teman mahasiswa/i.

Bandar Lampung, 01 Januari 2016

Penyusun,


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3

BAB I PENDAHULUAN
Penegasan Judul 4
Alasan Memilih Judul 6
Latar Belakang Masalah   7
Rumusan Masalah 10
Tujuan dan Manfaat 10
Metode Penelitian 11
Hipotesis 16

DAFTAR PUSTAKA





Penegasan Judul

Untuk memudahkan dan mencegah adanya kesalah pahaman terhadap pemaknaan judul maka di perlukan adanya uraian terhadap arti dari kata yang dimaksudkan dalam penulisan skripsi. Dengan adanya uraian tersebut diharapkan tidak terjadi kesalah pahaman terhadap pemaknaan judul dan juga diharapkan akan memperoleh gambaran yang jelas dari makna yang di maksud.

Adapun judul skripsi ini adalah “ PENGARUH TIDAK ADANYA INDUSTRI PENGOLAHAN KOPI TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT DI KECAMATAN BELALAU KABUPATEN LAMPUNG BARAT ”

Adapun uraian pengertian dari istilah-istilah judul tersebut sebagai berikut:
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang.
Menurut Ahli yang bernama Uwe Becker, pengaruh adalah kemampuan yang terus berkembang dan tidak terlalu terkait dengan usaha memperjuangkan dan memaksakan kepentingan.
Menurut Kamus besar Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan Industri adalah kegiatan memperoses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan, misalnya mesin
Sedangkan menurut Undang-undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang perindustrian, bahwa industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan/atau barang  dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya, termasuk kegiatan rancangan bangun dan perekayasaan industri.
Menurut Badan Pusat Statistik, Industri adalah sebuah kesatuan unit Usaha yang menjalankan kegiatan ekonomi dengan tujuan untuk menghasilkan barang atau jasa yang berdomisili pada sebuah tempat atau lokasi tertentu dan memiliki catatan administrasi sendiri.
Sedangkan menurut Bambang Utoyo seorang ahli ekonomi, pengertian industri secara sempit adalah semua kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia untuk mengolah bahan mentah yang ada menjadi bahan setengah jadi atau mengolah barang setengah jadi tersebut menjadi barang yang sudah benar-benar jadi sehingga memiliki berbagai kegunaan yang lebih bagi kepentingan manusia. Pengertian industry secara luas adalah setiap kegiatan manusia yang bergerak dalam bidang ekonomi yang memiliki sifat produktif dan komersial dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dari berbagai macam pengertian industri dapat kita simpulkan bahwa industri pengolah adalah unit produksi pengolahan kopi mentah menjadi barang jadi yang berada di suatu tempat tertentu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan Kopi adalah pohon yang banyak ditanam di Asia, Amerika Latin, dan Afrika. Buahnya di goreng dan ditumbuk halus untuk dijadikan bahan percampuran minuman.
Menurut Paul B.Horton, pengertian Masyarakat adalah adalah sekumpulan manusia yang relatif mandiri dengan hidup bersama dalam jangka waktu cukup lama, memdiami suatu wilayah tertentu dengan memiliki kebudayaan yang sama, dan sebagian besar kegiatan dalam kelompok itu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kecamatan adalah daerah bagian kabupaten (kota) yang membawahkan beberapa kelurahan, dikepalai oleh seorang camat.

Berdasarkan penjelasan diatas, dapat diperjelas kembali bahwa yang dimaksud dalam pembahasan sripsi ini adalah penelitian ilmiah tentang kegiatan ekonomi. Dalam hal ini terkait dengan pengaruh tidak adanya industri pengolahan kopi terhadap pendapatan masyarakat yang mana dimaksudkan bahwa industri pengolahan kopi adalah unit produksi pengolahan kopi mentah menjadi barang jadi sehingga akan mempengaruhi pendapatan yang diterima oleh masyarakat yaitu pendapatan yang diterima oleh  masyarakat  belum bisa mensejahterkan masyarakat hal ini terjadi pada masyarakat  kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat yang merupakan bagian dari masyarakat yang belum mempunyai diversifikasi produk terutama dalam produk unggul yang ada di kecamatan Belalau yaitu Kopi.

Alasan Memilih Judul

Adapun alasan memilih judul “Pengaruh tidak adanya industri pengolahan kopi terhadap pendapatan masyarakat kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat” yaitu sebagai berikut:

Secara Objektif
Sebagaimana kita ketahui bahwa kopi yang merupakan sumber utama pendapatan masyarakat kecamatan Belalau, yang mana pendapatan ini dihasilkan dalam satu kali  panen. Para petani kopi di kecamatan Belalu tidak semuanya mempunyai lahan yang luas dan mempunyai lahan milik sendiri melainkan ada juga masyarakat yang mengelola lahan orang lain yang hasilnya akan dibagi dua atau yang biasa kita sebut sistem paroan. dengan luas lahan yang relatif  kecil ini Masyarakat dituntut untuk menghasilkan kopi yang akan digunakan untuk mencukupi semua kebutuhan hidup dalam satu tahun sebelum tiba masa panen berikutnya.
Hasil panen yang dihasilkan akan dikeringkan dan dijual dalam bentuk biji kopi yang telah dikeringkan. Dari hasil penjualan ini akan diterima masyarakat sebagai pendapatan. Dari pendapatan itu dibagi lagi ke berbagai pengeluaran misalnya untuk kebutuhan sandang, keperluan anak mereka untuk sekolah dan keperluan lainnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh keperluan untuk hidup masyarakat digantungkan pada usaha penanaman kopi ini. Dengan demikian, menurut penulis diperlukan adanya penelitian pengaruh tidak adanya industri pengolahan kopi terhadap pendapatan masyarakat kecamatan Belalau yang merupakan daerah yang sebagian masyarakatnya adalah petani kopi dan menggantungkan pendapatannya pada perkebunan kopi untuk melihat bagaiman tingkat kesejahteraan masyarakat petani kopi di Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat.

Secara Subjektif
Memberikan pengetahuan bagi penulis dan pembaca tentang kondisi pendapatan masyarakat kecamatan Belalau dan bagaimana pengaruh tidak adanya industri pengolahan kopi terhadap pendapatan masyarakat, selain itu juga memberikan wawasan bagi pemerintah untuk dapat menarik investor dalam rangka diversifikasi produk kopi serta membuka wawasan investor tentang pitensi yang ada di Lampung Barat.
Pokok bahasan skipsi ini sesuai dengan disiplin ilmu yang penyusun pelajari di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Raden Intan Lampung serta literaturnya tersedia di perpustakaan, jurnal, artikel dan data yang diperlukan.
Penulis merupakan bagian dari masyarakat kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat yang akan menjadi lokasi penelitian.

Latar Belakang Masalah
Perkebunan adalah segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah dan/atau media tumbuh lainnya. Sektor perkebunan ini memiliki berbagai macam komoditi seperti: kopi, lada, cengkeh yang mana semua komoditi ini memberikan kontribusi terhadap PDRB (Produk Domestic Bruto) di daerah tersebut. Beberapa komoditas utama perkebunan mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi di beberapa daerah adalah kopi.
Sektor Perkebunan juga merupakan sektor yang berperan sebagai penghasil devisa Negara, salah satu komoditas perkebunan penghasil devisa adalah komoditas kopi. Devisa dari Kopi menunjukkan perkembangan yang cukup berarti. Tahun 1960-an pangsa devisa masih peringkat keenam. Pada tahun 1070-an hingga 1990-an melonjak tajam dan menjadi peringkat kedua sebelum karet dalam subsektor  perkebunan. Lebih dari 90% produksi  kopi Indonesia merupakan produksi kopi rakyat sisanya adalah produksi kopi perkebunan besar milik Negara dan swasta. Sejak tahun 1984, Indonesia termasuk sebagai pengekspor kopi dunia ketiga setelah Brazil dan Kolombia.
Kopi merupakan salah satu komoditi perkebunan nasional yang memegang peranan yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Peran tersebut dapat berupa pembukaan kesempatan kerja, serta sebagai sumber pendapatan petani. Menurut Ratnadari dan Tjokwinoto (1991), pengelolaan komoditas kopi telah membuka peluang bagi lima juta petani. Oleh karena itu Kopi merupakan salah satu komoditi pertanian yang menjadi Prioritas pengembangan oleh pemerintah Indonesia.
Menurut data dari Direktorat Jendral  Perkebunan pada tahun 2011 hasil produksi kopi di Indonesia berada dalam peringkat ke-4 dunia dan dari sisi kualitasnya, Indonesia memiliki varietas-varietas yang unik dan hanya ada di Indonesia. Kopi memiliki sejarah yang panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Indonesia diberkati  dengan letak geografisnya dan sangatlah cocok bagi tanaman kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan atau produksi kopi.

Dengan pencapain yang telah dicapai oleh Indonesia pada saat ini tidaklah terlepas dari adanya kontribusi daerah-daerah yang ada di Indonesia untuk memberikan produk yang terbaik diantara mereka.  Salah satu dari daerah yang memberikan kontribusi tersebut  adalah Kabupaten Lampung Barat yang merupakan wilayah dari provinsi Lampung Indonesia.
Perlu diketahui bahwa sektor perkebunan merupakan penopang utama pembentukan PDRB kabupaten Lampung Barat. Komoditas utama dari sector perkebunan yang mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi adalah kopi. Dari data BPS Lampung Barat menunjukkan memberikan sumbangan 49.47% pada PDRB kabupaten Lampung Barat. Dari data yang didapat itu ditegaskan kembali bahwa masyarakat kabupaten Lampung Barat menggantungkan pendapatannya pada sektor perkebunan.
Selama ini di Lampung Barat khususnya kecamatan Belalau, masyarakat hanya bisa memproduksi kopi dalam bentuk produk biji kopi kering yang kemudian akan di jual kepada para pengepul dan para pengepul akan membawanya keluar daerah. Selain itu juga masyarakat juga membuat produk kopi bubuk akan tetapi kopi bubuk ini tidak di produksi untuk dijual melainkan untuk di komsumsi sendiri oleh masyarakat kecamatan Belalau Lampung Barat. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa masyarakat kabupaten Lampung Barat khususnya kecamatan Belalau belum bisa memaksimalkan pendapatan masyarakatnya dengan demikian diperlukan adanya industri pengolahan kopi yang akan membantu masyarakat dalam melakukan diversifikasi produk.
Industri pengolahan kopi adalah unit usaha kopi yang digunakan untuk mengolah kopi menjadi barang jadi. Dengan adanya industri pengolahan kopi di daerah Lampung Barat khususnya kecamatan Belalau diharapkan bisa membuat diversifikasi produk dan juga akan menciptakan lapangan pekerjaan yang akan menambah penghasilan masyarakat Lampung Barat.  
         

Rumusan Masalah
Berdasarkan Latar Belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah sabagai berikut:
Bagaimana tingkat pendapatan masyarakat kecamatan Belalau?
Bagaimana kondisi masyarakat kecamatan Belalau tanpa adanya industri pengolahan kopi?
Bagaimana pengaruh tidak adanya industri pengolahan kopi terhadap pendapatan masyarakat kecamatan Belalau Kabupaten  Lampung Barat?


Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah:
Untuk mengetahui Bagaimana tingkat pendapatan masyarakat kecamatan Belalau
Untuk mengetahui Bagaimana kondisi masyarakat kecamatan Belalau tanpa adanya industri pengolahan kopi
Untuk mengetahui Bagaimana pengaruh tidak adanya industri  pengolahan kopi terhadap pendapatan masyarakat kecamatan Belalau Kabupaten  Lampung Barat

Manfaat Penelitian
Secara Teoritis, penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan: pertama Bagi Akademis, memberikan hasil pemikiran serta tambahan pengetahuan di bidang kondisi perekonomian kabupaten Lampung Barat khususnya pada Pengaruh tidak adanya industri terhadap pendapatan masyarakat kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat. kedua Bagi Penulis, dapat menambah wawasan mengenai tingkat pendapatan masyarakat dan kondisi pendapatan masyarakat tanpa adanya industri pengolahan kopi  serta bagaimana pengaruh tidak adanya industri pengolahan kopi terhadap pendapatan masyarakat kecamatan Belalau Lampung Barat.
Secara Praktis, Penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan, pertama Bagi Pemerintah Dapat dijadikan rekomendasi kepada pemerintah agar dapat menarik investor dalam rangka pengembangan industri pengolahan kopi di daerah Lampung Barat mengingat besarnya potensi yang dimiliki agar dapat terjadinya diversifikasi produk yang dihasilkan oleh Kabupaten Lampung Barat. kedua Bagi Masyarakat di wilayah Lampung Barat, agar dapat memberikan wawasan agar dijadikan pertimbangan dalam meningkatkan pendapatan melalui diversifikasi produk dan juga lapangan pekerjaan sehingga data menambah kesejahteraan masyarakat Lampung Barat khususnya kecamatan Belalau

Metode Penelitian
Pendekatan Penelitian
Penelitan skripsi ini penulis menggunakan metode pendekatan secara kuantitatif. Metode kuantitatif adalah metode penelitian yang dapat diartikan sebagai metode penelitan yang berlandaskan pada filsafat positifisme, digunakan ntuk meneliti pada populasi  atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif dengan tujuan unuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research),yaitu penelitian yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial baik individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat.  Penelitian ini menggali data yang bersumber dari lokasi Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat., menurut tujuan bidangnya bahwa penelitian ini termasuk kedalam penelitian ekonomi mengenai kondisi perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat.
Dilihat dari sifatnya penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu penelitian untuk menggambarkan dengan lebih teliti ciri-ciri usaha untuk menentukan frekuensi terjadinya sesuatu atau hubungan sesuatu yang lain.
Selain itu, peneliti juga menggunakan penelitian kepustakaan (library resech). Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literature(kepustakaan) yaitu penelitian yang bertujuan mendapatkan data sekunder dengan cara melakukan penelaahan terhadap beberapa buku yang berkaitan dengan ekonomi dan juga perkebunan, data BPS, jurnal,  dan artikel.

Sumber Data
untuk mengumpulkan data yang terkait dengan penelitian, data yang dipergunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut:
Data Primer, adalah data yang diperoleh langsung dari personal dan dapat pula dari lapangan.  Data Primer dalam penelitian ini diperoleh langsung dari lokasi penelitian yaitu Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat melalui kuisioner yang diberikan langsung kepada responden yaitu Masyarakat kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat.
Data Sekunder,yaitu data yang diperoleh dari studi kepustakaan antara lain mencangkup dokumen-dokumen resmi, buku-buku, hasil-hasil penelitian yang berwujud laporan dan sebagainya.  Dalam hal ini, data sekunder yang bersifat dari sumber internal didapat melalui data-data BPS kecamatan Belalau dan yang bersifat eksternal didapat melalui sumber-sumber di luar dari data yang di publikasika oleh kecamatan Belalau dan juga dari BPS kabupaten Lampung Barat,artikel, Jurnal, dan internet yang berkaitan dengan Variabel-variabel penelitian.

Teknik Pengumpulan Data
Metode Kuesioner
Kuesioner merupakan metode pengumpulan data dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan kepada responden untuk dijawab . kuesioner dapat berupa pertanyaan tertutup ataupun terbuka.  Teknik ini dilaksanakan dengan menggunakan daftar pertanyaan tertutup untuk memudahkan penelit dalam menganalisis data. Survey dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada responden yaitu masyarakat kacamatan Belalau kabupaten Lampung Barat. pengisian kuesioner dilakukan secara self administered quetionare yaitu responden diminta menjawab sendiri kuesioner yang telah dibuat oleh peneliti.
Adapun skala yang digunakan adalah skala linkert. Skala linkert digunakan untuk mengukur sikap, pendapatan, persepsi, seseorang ataupun sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian ini fenomena sosial  yang ditetapkan oleh peneliti secara spesifik yang disebut dengan variabel penelitian . Dengan skala ini maka variabel akan diukur dan dijabarkan menjadi tolak instrument item-item yang berupa pernyataan dan pernyataan.
Pada skala linkert dilakukan dengan  menghitung respon kesetujuan dan ketidaksetujuan terhadap objek tertentu. Artinya pernyatan yang disusun peneliti memiliki kategori positif atau negatif.  Jawaban dari setiap item yang menggunakan skala linkert mempunyai gradasi dari sangat positif hingga sangat negative.sementara untuk keperluan analisis kuantitatif diberikan skor sebagai berikut:
Sangat setuju (SS) diberi skor 5
Setuju (S) diberi skor 4
Ragu-ragu (R) diberi skor 3
Tidak setuju (TS) diberi skor 2
Sangat tidak setuju (STS) diberi skor 1

Dokumentasi
Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung pada subjek penelitian, namun melalui dokumen yang digunakan berupa buku, data BPS, artikel, jurnal dan internet.

Populasi dan Sampel
Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek dan subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.  Dalam hal ini populasi yang menjadi objek penelitian adalah masyarakat kecamatan Belalau kabupaten Lampung Barat semua masyarakat yang berprofesi sebagai petani kopi yang berdasarkan data kecamatan belalau dari 10 pekon yang terdata terdapat 6000 petani kopi.

Sampel
Dalam menetapkan besarnya sampel (sample size) dalam penelitian ini didasarkan pada perhitungan yang dikemukakan oleh Slovin dan Husein Umar sebagai berikut:
N=  N/(1+  〖Ne〗^2 )


Dimana:
n= ukuran Sampel        
N= Ukuran Populasi yaitu masyarakat kecamatan Belalau
e=  persen kelonggaran ketidak telitian karena kesalahan pengambilan sampel yang ditolelir atau di inginkan,sebanyak 10%.
Berdasarkan rumus tersebut, maka jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini dengan data yang diperoleh dari data kecamatan belalau

6000/(1+ 6000 (〖0,1) 〗^(2 ) ) = 98.36

Dengan demikian, jumlah sampel untuk penelitian ini adalah 100 orang petani kopi . teknik yang digunakan adalah simple random sampling atau sampel acak sederhana yaitu sampel diambil secara acak dari semua populasi, dimana semua anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi sampel.

Teknik dan Analisis Data
Setelah keseluruhan data terkumpul, maka langkah selanjutnya penu        lis menganalisa data tersebut sehingga dapat ditarik kesimpulan . dalam menganalisa ini penulis menggunakan metode berfikir Deduktif yakni berangkat dari fakta-fakta yang umum, peristiwa-peristiwa yang kongkrit, kemudian dri fakta-fakta dan peristiwa-peristiwa yang umum kongkrit ditarik generalisasi-generalisasi yang bersifat khusus.
Metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan deskritif kuantitatif dengan penelitian studi kasus yang dipergunakan untuk mengumpulkan, mengolah, dan kemudian menyajikan data observasi agar pihak lain dapat dengan mudah mendapat gambaran mengenai objek dari penelitian tersebut. Deskriftif kuantittif dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian yaitu menganalisis pengaruh antar variabel.
Alat uji analisis data menggunakan liniaritas regresi sederhana, alat uji data menggunakan liniaritas regresi sederhana, alat uji ini bertujuan untuk mengetahui dua variabel antara variebel indevendent X dengan variabel devendent Y yang akan dikenai prosedur analisis statistik regresi apakah menunjukkan hubungan yang linear atau tidak.

Hipotesis
Hipotesis adalah jawabann sementara rumusan masalah penelitian, dimana rumusan penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Maka hipotesisnya sebagai berikut:
Ho : ada pengaruh tidak adanya industri pengolahan kopi terhadap pendapatan masyarakat kecamatan Belalau kabupaten Lampung Barat
Ha : tidak ada pengaruh tidak adanya industri pengolahan kopi terhadap pendapatan masyarakat kecamatan Belalau kabupaten Lampung Barat.











DAFTAR PUSTAKA

Departement  Pendidikan  Nasional. 2011.  Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Jakarta:Gramedia)
Tim karya Tani Mandiri. 2010. Pedoman Budidaya Tanaman Kopi. (Bandung: Aulia Studio)
Sugiono.2013.Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dan R&G. (Bandung:Alfabeta)
Suryabrata , Sumadi.  Metode Penelitian. 1998. (Jakarta: Raja Grafindo Persada)
Soehartono,Irawan. 1995. Metode Penelitian Sosial. (Bandung:Remaja Rosdakarya)
Hasan, Iqbal. 2008. Analisis Data Penelitian Dengan Statistik. Bumi Aksara Jakarta
Kartono , Kartini. 1986.  Pengantar Riset Sosial. (Bandung:Alumni)
Amirudin dan Zainal Asikin. 2003. Pengantar Metode Penelitian Hukum. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada)
W.Lawrence, Neuman. 2013. Social Reasearch Methode,Qualitative and Quantitative Approaches. (Buston: Person education)
Kasmari dan Nia siti Sunairiah. Panduan Modern Penelitian Kuantitatif. (Badung:alfabeth)
Umar, Husein. Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. Penerbit PT.Gramedia Pustaka Utama
Hadi, Sutrisno. 2002. Metode Research.(Yogyakarta:ANDI)
Priyanto, Duwi. 1010. Teknik Mudah dan Cepat Melakukan analisis Dan Penelitian SPSS. (Yogyakarta:Grave Media)
BPS kabupaten Lampung Barat .2013.  PDRB (produk domestic Regional  Bruto).
Dilihatya.com di akses pada hari jumat 1 januari  2016
Kbbi.web.id
www.bps.go.id
Hedisasrawan.blogspot.co.id di akses pada Jumat 01 januari 2016
www.artikelsiana.com di akses pada hari Jumat 01 Januaru 2016

0 Response to "PENGARUH TIDAK ADANYA INDUSTRI PENGOLAHAN KOPI TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT DI KECAMATAN BELALAU KABUPATEN LAMPUNG BARAT"

Post a Comment