Pengertian, Definisi, Tahapan dan Penjelasan Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa Beserta Contoh

Loading...
Loading...
Pembahasan kali ini akan membahas mengenai contoh siklus akuntansi, penjelasan siklus akuntansi, siklus akuntansi dasar, siklus akuntansi keuangan, siklus akuntansi perusahaan manufaktur, tahapan siklus akuntansi, urutan siklus akuntansi, siklus akuntansi perusahaan jasa, siklus akuntansi perusahaan dagang, pengertian siklus akuntansi, arti siklus akuntansi dan definisi siklus akuntansi.


Pengertian Siklus AKuntansi

Pengertian siklus akuntansi adalah siklus yang menunjukkan langkahlangkah yang diperlukan dalam penyelesaian proses akuntansi

Memahami Langkah-Langkah dalam Proses Pencatatan

Pada bagian sebelumnya telah dipelajari tentang transaksi bisnis yang memberikan informasi awal sebagai dasar untuk menyiapkan laporan keuangan. 

Pada bagian ini akan dipelajari langkah-langkah yang diperlukan dalam proses akuntansi secara manual. Langkah-langkah ini disebut dengan siklus akuntansi (the accounting cycle). Jadi siklus akuntansi adalah siklus yang menunjukkan langkah-langkah yang diperlukan dalam penyelesaian proses akuntansi secara manual.

Siklus akuntansi yang tergambar pada ilustrasi gambar dibawah ini dapat dijelaskan sesuai dengan urutan kejadiannya sebagai berikut:

Pengertian, Definisi, Tahapan dan Penjelasan Tahapan Siklus Akuntansi Beserta Contoh
Gambar: Siklus Akuntansi

Pernjurnalan.

Penjuarnalan atau pengelompokan adalah siklus paling pertama dari kegiatan akuntansi. Dari pengumpulan bukti di atas maka akan di hasilkan sebuah jurnal.

Buku Besar

Pembuatan Buku Besar atau pengimputan data kebuku besar. Adalah proses dari pengelompokan atas nilai nominal akun masing-masing untuk mengetahui saldo dari tiap perkiraan atau akun.

Neraca Saldo / Percobaan

Selanjutnya adalah membuat sebuah neraca saldo / neraca percobaan untuk melihat bahwa pengimputan data dari jurnal umum ke buku besar sudah benar dengan membuat neraca saaldonya, melihat posisi atara debet dan kredit seimbang.

Jurnal Penyesuaian

Berikutnya yaitu membuat penyesuaian. Yaitu melakukan penyesuaian antara fisik dan saldo dalam akun serta penyesuaian atas beberapa penyusutan peralatan dan sebagainya, pada proses ini biasanya kan muncul perkiraan /akun baru.

Penjelasan Siklus Akuntansi


  1. Transaksi yang terjadi di perusahaan akan dicatat dalam dokumen sumber (a source document). Contoh dokumen sumber atau bukti transaksi diantaranya adalah kuitansi pembayaran atau penerimaan kas, faktur pembelian, faktur penjualan, kartu jam kerja, dan lain-lain.
  2. Transaksi yang terjadi dalam suatu periode dicatat menurut urutan kejadiannya dalam sebuah buku. Pencatatan ini lazimnya disebut dengan membuat jurnal. Dengan demikian mencatat transaksi sama artinya dengan menjurnal transaksi Buku yang digunakan untuk mencatat transaksi atau membuat jurnal ini disebut dengan buku harian. Disebut buku harian karena pencatatan dalam buku ini harus dilakukan menurut urutan kejadiannya (kronologisnya) yang umumnya dilakukan setiap hari. Dengan demikian jurnal dalam buku harian merupakan catatan permanen atas semua transaksi bisnis perusahaan. Jurnal ini dilakukan atas dasar dokumen sumber yang disebut dengan bukti transaksi menurut aturan debit kredit sebagaimana telah dibahas pada bab sebelumnya. 
  3. Langkah berikutnya setelah membuat jurnal adalah memindahkan catatan di buku harian ke kelompok akun-akun yang disebut dengan buku besar (the ledger). Proses memindahkan dan mengelompokkan catatan dari buku harian ini ke dalam buku besar (the ledger) disebut dengan proses posting. Pada akhir periode setelah semua transaksi dicatat dalam buku harian (jurnal) dan diposting ke akun seluruhnya dalam buku besar saldo untuk masing-masing akun dihitung. Saldo adalah perbedaan antara sisi debit dengan sisi kredit untuk setiap jenis akun.
  4. Langkah terakhir adalah menyiapkan daftar semua akun dan saldonya. Daftar ini disebut dengan neraca saldo (the trial balance). Neraca saldo dipersiapkan untuk melihat kesamaan debit dan kredit akun-akun yang ada di buku besar (the ledger). Ringkasan akun beserta saldonya yang terdaftar dalam neraca saldo (the trialbalance) ini digunakan sebagai dasar untuk menyiapkan laporan keuangan.


Siklus akuntansi yang dijelaskan di atas bisa diringkas dalam bagan proses sebagaimana dalam gambar siklus akuntansi.

Ilustrasi siklus akuntansi menunjukkan ringkasan siklus akuntansi yang dikerjakan secara manual. Siklus tersebut bermula dari bukti transaksi, dicacat dalam buku harian (buku jurnal), dipindahkan ke buku besar, kemudian diringkas dan diakhiri dengan penyajian laporan keuangan.

Contoh Siklus Akuntansi Perusahan Jasa

1/1/2013 Ibu Anggi mendirikan usaha salon yang ia beri nama Salon Anggi. Ibu Anggi menginvestasikan uang sebesar Rp. 200.000.000 sebagai modal awal dalam usahanya itu.

Kas 200.000.000
Modal 200.000.000

2/1/2013 Ibu Anggi menyewa sebuah ruko untuk salon yang akan ia dirikan dengan masa kontrak 5 tahun. Kontrak tersebut di tetapkan Rp. 5.000.000 setiap tahun dan dilakukan pembayaran di muka selama 5 tahun.

Sewa Dibayar Dimuka 25.000.000
Kas 25.000.000

Penjelasan : Pembayaran pertahun 5.000.000 dibayar di muka selama 5 tahun ( 5.000.000 x 5 = 5.000.000 ) 2/1/2013 Membeli sebuah meja dan komputer untuk perlatan kantor pribadi Rp. 7.500.000

Inventaris 7.500.000
Kas 7.500.000

Penjelasan : Kita tidak menyebut komputer sebagai peralatan karena tidak terkait langsung dengan proses kerja dalam salon

3/1/2013 Ibu Anggi membeli peralatan salon dengan pembayaran tunai sebesar Rp. 30.000.000

Peralatan Salon 30.000.000
Kas 30.000.000

Penjelasan : Peralatan adalah semua yang terkait langsung dengan proses kerja salon

4/1/2013 Ibu Anggi membeli satu set tenda perjamuan lengkap dengan kursi dan panggung pengantin senilai Rp. 50.000.000. Ibu anggi membayar sebesar 20.000.000 dan selebihnya dilakukan perjanjian dibayarkan kapan saja dalam maksimal waktu 6 bulan tanpa bunga.

Peralatan Tenda 50.000.000
Kas 20.000.000
Utang Usaha 30.000.000

Penjelasan : Pembayaran tunai dilakukan hanya 20.000.000 saja sedang nilai 1 set tenda adalah 50.000.000 maka salon anggi memiliki utang sebesar 30.000.000. Saya masukkan dalam utang Usaha karena tidak ada proses waktu tetap dan tidak ada perjanjian bunga. Bisa saja anda membuat akun utang usaha lainnya jika ingin memisahkan sehingga yang jadi utang usaha utama hanya pada kegiatan salon saja tanpa melibatkan pengadaan tenda.

5/1/2013 Ibu Anggi mulai membuka secara resmi Salon yang di bukanya dan menghabiskan biaya Rp. 5.000.000.

Biaya Lain-lain 5.000.000
Kas 5.000.000

Penjelasan : Saya menggunakan akun biaya lain-lain karena biaya ini kemungkinan akan berulang sangat minim, artinya bisa saj berulang ketika terjadi pembukaan cabang. Namun jika anda ingin menjadikan biaya reklame / promosi, juga bisa karena peresmian termasuk bagian dari promosi

5/5/2013 Abu Anggi mengangkat 5 karyawan dengan gaji masing-masing Rp. 1.500.000 perbulan dengan kesepakatan gaji dibayarkan tiap tanggal 27. Ibu Anggi mengeluarkan dana 2.500.000 untuk pakaian dan perlengkapan karyawan.

Perlengkapan 2.500.000
Kas 2.500.000

Penjelasan : Angka 1.500.000 hanyalah sebuah rekam jejak keputusan dan belum mempengaruhi kondisi keuangan. Baru akan terpengaruh pada tanggal 27. Kemudian perlengkapan karyawan saya gabungkan dengan perlengkapan rias, karena perlengkapan karyawan sangat kecil kemungkinan akan memakan biaya tiap bulan. Hal ini juga untuk meyederhanakan perlengkapan.

6/1/2013 Membebahi ruko dengan pengecatan dan menghabiskan dana sebesar Rp. 500.000

Beban Pemeliharaan Gedung 500.000
Kas 500.000

Penjelasan : Melihat jumlah biaya yang kecil maka saya jadilan biaya pemeliharaan gedung. Namun seandainya biaya yang di gunakan dalam jumlah besar, maka kemungkinan akan saya tambahkan dalam bagian sewa gedung dibayar dimuka. Misalnya sampai melakukan kegiatan reparasi atas gedung sewa yang biayanya sampai senilai setahun (5.000.000)

7/1/2013 Salon Anggi menerima pelanggan dan membukukan pendapatan sebesar Rp. 1.500.000

Kas 1.500.000
Pendapatan Rias 1.500.000

8/1/2013 Menerima order sewa tenda sebesar Rp. 6.000.000 selama 3 hari dan rias pengantin sebesar 3.000.000 pada satu pelanggan yang sama. Pembayaran rias di terima tunai. Dan tenda baru bayarkan setelah acara selesai dengan perjanjian ongkos angkut di tanggung penyewa sebesar Rp. 500.000.

Kas 3.000.000
Piutang Sewa Tenda 6.000.000
Pendapatan Rias 3.000.000
Pendapatan Sewa Tenda 6.000.000

Penjelasan : Untuk pendatan rias cukup jelas. Pendapatan sewa tenda, Ada cara-cara mengakui pendapatan (Baca artikel : Prinsip Pendapatan). Disini saya mengakui pendapan walau belum di bayarkan dan sudah bisa di jadikan klaim atas kas (Piutang). Karena kemungkinan pasti di terima sudah jelas. Namum bisa juga pendapatan baru di akui setelah di terima dengan menghilangkan jurnal putang dan pendapatan sewa tenda.

9/1/2013 salon Anggi membukukan kembali penghasilan sebesar Rp. 3.500.000

Kas 3.500.000
Pendapatan Rias 3.500.000

10/1/2013 Salon anggi mendapat order besar dan berhasil membukukan kembali 10.350.000 pada hari tersebut

Kas 10.350.000
Pendapatan Rias 10.350.000


11/1/2013 Salon Anggi menerima pembayaran tenda sebesar Rp. 6.000.000, dan membukukan penghasilan salon sebesar Rp. 6.500.000

Kas 12.500.000
Piutang Sewa Tenda 6.000.000
Pendatan Rias 6.500.000

Penjelasan : Pendapatan sewa tenda tidak lagi di catat karena telah di bukukan tanggal 8/1/2013 dan mendebet piutang. Dan saat pembayaran di terima maka pitung di kredit

12/1/2013 Salon anggi Kembali mendapatkan order sewa tenda selama sehari di bayar tunai Sebesar Rp. 2.500.000. Kali ini ongkos angkut di bebankan ke salon sebesar Rp. 500.000.

Kas 2.500.000
Pendapatan Sewa Tenda 2.500.000
Beban Angkut Tenda 500.000
Kas 500.000

Penjelasan : Bisa saja membuat jurnal dengan junlajh penerimaan kas hanya Rp. 2.000.000 tanpa melakukan kredit, tapi transaksi beban tersebut tidak akan muncul pada buku besar kas nantinya. Sebaiknya menggunakan jurnal seperti di atas

13/1/2013 Salon anggi melakukan pembelian beberapa alat-alat kecantikan seperti shampoo dan lainnya sebesar Rp. 5.000.000

Perlengkapan 5.000.000
Kas 5.000.000

Penjelasan : Jangan terkecoh pada kata alat-alat kecantikan di atas tapi perhatikan item yang di beli. Shampo adalah perlengkapan, pengertian perlengkapan sendiri adalah barang habis pakai

14/1/2013 Salon kembali membukukan penghasilan sebesar Rp. 8.500.000

Kas 8.500.000
Pendapatan Rias 8.500.000

15/1/2013 Kembali salon Anggi membukukan penghasilan sebesar Rp. 9.500.000

Kas 9.500.000
Pendapatan Rias 9.500.000

16/1/2013 Peralatan di tambahkan beberapa item dengan nilai pembelian sebesar Rp. 10.000.000

Peralatan 10.000.000
Kas 10.000.000

17/1/2013 Salon Anggi membayar pinjaman tenda sebesar Rp. 5.000.000

Utang Usaha 5.000.000
Kas 5.000.000

Ibu anggi membayar Sisa utang tenda yang belum di bayar sebanyak 5 juta rupiah18/1/2013 Kembali membukukan penghasilan sebesar Rp. 7.400.000

Kas 7.400.000
Pendapatan Rias 7.400.000

19/1/2013 Kali ini salon Anggi mendapat sewa tenda sebesar Rp. 10.000.000 selama 5 hari, diterima pembayaran Rp. 4.000.000 dan sisanya di bayar saat acara selesai. Beban angkut di tanggung salon sebesar Rp. 500.000 dan di bayar tunai.

Kas 4.000.000
Piutang Sewa Tenda 6.000.000
Pendapatan Sewa Tenda 10.000.000
Beban Angkut Tenda 500.000
Kas 500.000

20/1/2013 Salon kembali membukukan penghasilan sebesar Rp. 7.750.000

Kas 7.750.000
Pendapatan Rias 7.750.000

21/1/2013 Membayar tagihan Listrik sebesar Rp. 1.520.000 dan Tagihan air bersih sebesar Rp. 650.000

Beban Listrik 1.520.000
Kas 1.520.000
Beban Air 650.000
Kas 650.000

22/1/2013 Salon kembali membukukan Rp. 9.700.000

Kas 9.700.000
Pendapatan Rias 9.700.000
Penjelasan : Cukup Jelas23/1/2013 Membeli perlengkapan rias sebesar Rp. 3.500.000
Perlengkapan 3.500.000
Kas 3.500.000

24/1/2013 Menerima Pembayaran tenda sebesar Rp. 6.000.000 dan membukukan penghasilan salon sebesar Rp. 7.750.000

Kas 6.000.000
Piutang Sewa Tenda 6.000.000
Kas 7.750.000
Pendapatan Rias 7.750.000

25/1/2013 Melakukan pemeliharaan atas tenda menghabiskan biaya Rp. 500.000

Beban Pemeliharaan Tenda 500.000
Kas 500.000

Penjelasan : Harus di bedakan antara pemeliharaan dan renovasi yang biasanya nilainya lebih besar. Jika terjadi renovasi maka nilai tenda akan di tambahkan supaya beban yang timbul tidak terlalu besar

26/1/2013 Membayar gaji karyawan sebesar Rp. 7.500.000 di bayar full.

Beban Gaji Karyawan 7.500.000
Kas 7.500.000

27/1/2013 Melakukan pemeliharaan atas peralatan salon sebesar Rp. 300.000

Biaya Pemeliharaan Peralatan 300.000
Kas 300.000

Penjelasan : Apabila biaya pemeliraan dalam jumlah yang terl alu besar bisa di amortisasikan atau di gabungkan kedalam pendapatan seperti peremajaan atas peralatan yang biayanya hamper seimbang dengan pembelian baru satu alat.

28/1/2013 Mendapat order tenda sebesar Rp. 10.000.000 selama 5 hari. Sewa dibayarkan setelah acara selesai dengan onkos angkut di tanggung salon sebesar Rp. 500.000

Piutang Sewa Tenda 10.000.000
Pendapatan Sewa Tenda 10.000.000
Beban Angkut Tenda 500.000
Kas 500.000

29/1/2013 kembali membukukan penghasilan sebesar Rp. 7.600.000

Kas 7.600.000
Pendapatan Rias 7.600.000

30/1/2013 membeli perlengkapan rias sebesar Rp. 5.000.000

Perlengkapan 5.000.000
Kas 5.000.000

31/1/2013 Kembali membukukan penghasilan sebesar Rp. 6.550.000

Pendapatan 6.550.000
Kas 6.550.000
Sumber: http://akuntansi-id.com

0 Response to "Pengertian, Definisi, Tahapan dan Penjelasan Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa Beserta Contoh "

Post a Comment