Pengertian Laporan dan Cara Menghitung Beban Pokok Produksi dan Beban Pokok Penjualan Perusahaan Manufaktur

Loading...
Loading...
Pembahasan kali ini akan membahas mengenai pengertian beban pokok penjualan, harga pokok pesanan, rumus mencari hpp, menghitung biaya produksi, akuntansi biaya harga pokok produksi, pengertian harga pokok produksi, pengertian harga pokok penjualan, perhitungan harga pokok produksi, laporan harga pokok produksi, akuntansi biaya harga pokok produksi, laporan harga pokok penjualan perusahaan manufaktur, cara menghitung harga pokok penjualan dan perhitungan harga pokok produksi.


Alasan mengapa beban pokok penjualan itu sama saja dengan harga poko penjualan adalah dalam elemen HPP tu di dalamnya terdapat persediaan, pembelian,retur pembelian dan beban angkut pembelian, tu secara umum. HPP merupakan cerminan dari harga pokok produkatau beban pokok untuk membuat produk.

Pengertian Beban Pokok Produksi

Penertian beban pokok produksi adalah biaya barang yang telah diselesaikan selama suatu periode disebut beban pokok produksi barang selesai (cost of goods manufactured) atau disingkat dengan beban pokok produksi.

Perhitungan Beban pokok produksi

Di bawah ini menunjukkan tiga laporan Bintang Dunia Manufacturing Corporation (disajikan dalam angka ribuan rupiah) yang sangat bermanfaat bagi manajemennya. Marilah kita mulai pelajaran kita mengenai Sistem Periodik dengan memperhatikan rincian Laporan Pabrikasi perusahaan tersebut untuk tahun yang berakhir 31 Desember 200A. 

Laporan khusus ini dipergunakan terutama oleh manajemen. Laporan ini melaporkan biaya yang terjadi di pabrik untuk menghasilkan produk perusahaan dalam suatu jangka waktu tertentu.

Item pertama yang terdapat pada laporan tersebut adalah persediaan awal barang dalam proses. Rp 18,000 merupakan total biaya yang tertanam dalam barang dalam proses pada tanggal 1 Januari 200A. 

Ini berarti bahwa total biaya Rp 18,000 tersebut adalah untuk bahan baku, tenaga kerja langsung, dan untuk overhead pabrik yang sudah dikeluarkan selama tahun yang lalu untuk menyelesaikan barang pada tanggal

1 Januari 200A. Barang ini harus diselesaikan dalam tahun 200A dan biaya lain harus ditambahkan untuk menyelesaikannya. Juga, barang tambahan baru mungkin dimasukkan dalam proses dan diselesaikan selama tahun 200A.

Pembukuan dibuat untuk mengumpulkan biaya dari ketiga unsur biaya pabrik. Perhatikan bahwa pada tanggal 1 Januari 200A terdapat persediaan bahan baku senilai Rp 20,000. Pembelian bahan baku tambahan selama 200A berjumlah Rp 171,000. 

Menurut sistem periodik, sebuah perkiraan terpisah, Pembelian Bahan Baku, biasanya dipergunakan untuk membukukan pembelian ini. Bahan baku dengan total biaya sebesar Rp 191,000 tersedia untuk dipakai selama tahun 200A. 

Dengan melakukan penghitungan secara fisik atas bahan baku pada tanggal 31 Desember 200A, manajemen menentukan bahwa Rp119,000 dari persediaan bahan baku ini masih ada dalam pesediaan dan belum dipergunakan pada akhir tahun. Dengan demikian biaya bahan baku yang sebenarnya dipakai dalam produksi berjumlah Rp72,000.

Suatu perkiraan tertentu diadakan untuk mencatat biaya tenaga kerja. Selama tahun tersebut Rp 50,000 biaya tenaga kerja langsung dikeluarkan. Begitu juga, sebuah perkiraan buku besar untuk biaya overhead pabrik mengumpulkan berbagai kategori biaya overhead. 

Perkiraan ini dapat juga dibuatkan skedul perkiraan pembantu tersendiri untuk overhead pabrik, yang dibuat untuk memberikan rincian biaya overhead agar dapat mengendalikan berbagai jenis biaya overhead. Selama tahun 200A biaya overhead pabrik yang terjadi berjumlah Rp30,000.

Laporan Harga Pokok Produksi dan Penjualan

Pengertian Laporan dan Cara Menghitung Beban Pokok Produksi dan Beban Pokok Penualan Perusahaan Manufaktur
       Pengertian Laporan dan Cara Menghitung Beban Pokok Produksi dan Beban Pokok Penualan Perusahaan Manufaktur
Pengertian Laporan dan Cara Menghitung Beban Pokok Produksi dan Beban Pokok Penualan Perusahaan Manufaktur



Beban Pokok Penjualan

Pengertian beban poko penjualan (cost of goods sold) atau hpp adalah seluruh biaya yang dikeluarkan pada saat menghasilkan barang samapi barang tersebut siap untuk dijual.

Ketiga unsur biaya yang terjadi dalam tahun 200A berjumlah Rp152,000. Ingatlah bahwa Rp 152,000 ini dipergunakan untuk melakukan dua hal: (1) sebagian biaya ini dipergunakan untuk menyelesaikan persediaan awal barang dalam proses produksi, dan (2) sisa lainnya dipergunakan untuk memulai dan menyelesaikan barang baru dan untuk memulai barang lainnya.

Untuk menyelesaikan laporan pabrikasi perusahaan harus melakukan perhitungan fisik atas persediaan yang masih dalam proses pada 31 Desember 200A. Persediaan ini menunjukkan bahwa sebagian barang masih berada dalam proses, dengan total biaya sebesar Rp 25,000. 

Persediaan akhri barang dalam proses ini dikurangkan dari penjumlahan persediaan awal barang dalam proses dan penambahan biaya pabrikasi selama setahun untuk memperoleh harga pokok barang yang dibuat selama 200A. Perhatikan bahwa kalau barang dalam proses selesai dikerjakan, barang itu akan menjadi barang jadi.

Perhitungan Beban pokok penjualan

Selanjutnya perhatikanlah skedul beban pokok penjualan. Perhitungan ini dimulai dengan persediaan awal barang jadi pada tanggal 1 Januari 200A Rp 21,000. Perusahaan mengetahui dari laporan pabrikasi bahwa barang jadi seharga Rp 145,000 telah dibuat selama 200A. 

Kalau kedua ini ditambahkan maka harga pokok barang yang tersedia untuk dijual akan berjumlah Rp 166,000. Perhitungan barang jadi secara fisik pada tanggal 31 Desember menunjukkan persediaan barang jadi berjumlah Rp53,000. 

Dengan mengurangkan jumlah ini dari harga barng yang tesedia untuk dijual maka akan diperoleh harga pokok barang yang dijual sebesar Rp 113,000. Angka ini dimasukkan pada ikhtisar Laba Rugi sebagai biaya tahun 200A.

Perusahaan manufaktur yang menggunakan metode periodik untuk membukukan operasi pabriknya mempunyai sejumlah prosedur akhir periode yang sama dengan yang saudara pelajari untuk perusahaan dagang.


RINGKASAN:

Komponen Beban pokok produksi adalah:

  1. 1. Bahan Langsung ( direct material )
  2. 2. Tenaga Kerja Langsung ( direct labor )
  3. 3. Biaya produksi Tak Langsung /Biaya overhead pabrik (Overhead)

PROSEDUR AKUNTANSI BIAYA (COST ACCOUNTING PROCEDURE)

Aliran biaya dalam proses produksi (Flow of Manufacturing Cost)

  1. Pencatatan biaya pembelian bahan baku sebagai bahan untuk diproses lebih lanjut, dan disimpan di gudang sebagai persediaan bahan baku
  2. Pemrosesan/pengolahan bahan baku langsung dikombinasikan dengan upah langsung dan overhead pabrik sampai tahap di mana bahan baku tersebut menjadi barang dalam proses (Work in Process)
  3. Mengubah barang dalam proses menjadi barang jadi (Finished Goods) kemudian memindahkan Finished Goods ke gedung sebagai persediaan barang jadi yang akan dijual.
  4. Pemindahan Beban pokok penjualan (Cost of Goods Sold) dari Barang jadi.

Aliran biaya dalam proses produksi dapat ditunjukkan dalam bentuk akun T sebagaimana nampak pada ilustrasi berikut:

Pengertian Laporan dan Cara Menghitung Beban Pokok Produksi dan Beban Pokok Penualan Perusahaan Manufaktur

0 Response to "Pengertian Laporan dan Cara Menghitung Beban Pokok Produksi dan Beban Pokok Penjualan Perusahaan Manufaktur "

Post a Comment