ANALISIS KONTRIBUSI BUMD TERHADAP PENINGKATAN PAD DI KOTA BANDAR LAMPUNG DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

Loading...
Loading...

A.                Penegasan Judul

Sebelum penulis menguraikan pembahasan lebih lanjut, terlebih dahulu akan dijelaskan istilah dalam skripsi ini untuk menghindari kekeliruan bagi pembaca. Oleh karena itu, untuk menghindari kesalahan tersebut disini diperlukan adanya pembatasan terhadap arti kalimat dalam skripsi ini.Dengan harapan memperoleh gambaran yang jelas dari makna yang dimaksud. Adapun judul skripsi ini adalah Adapun skripsi ini berjudul ANALISIS KONTRIBUSI BUMD TERHADAP PENINGKATAN PAD DI KOTA BANDAR LAMPUNG DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAMuntuk itu perlu diuraikan pengertian dari istilah-istilah judul tersebut sebagai berikut :
1.      Analisis adalahaktivitas yang memuat sejumlah kegiatan seperti mengurai, membedakan, memilah sesuatu untuk digolongkan dan dikelompokkan kembali menurut kriteria tertentu kemudian dicari kaitannya dan ditafsirkan maknanya.[1]
2.      Kontribusi menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia diartikan sebagai uang iuran pada perkumpulan, sumbangan.[2]
3.      BUMDadalah perusahaan yang didirikan dan dimiliki oleh pemerintah daerah. [3]
4.      Pendapatan Asli Daerah adalah merupakan semua penerimaan daerah yang berasal dari sumber ekonomi asli daerah, yaitu Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Milik Daerah Yang Dipisahkan dan lain-lain.[4]
5.      Ekonomi Islam adalah Ekonomi Islam adalah suatu cabang Ilmu pengetahuan yang berupaya untuk memandang, menaganalisis dan akhirnya menyelesaikan permasalahan-permasalahan ekonomi dengan cara-cara yang islami.[5]
Secara keseluruhan penjelasan dari judul penelitian ini ANALISIS KONTRIBUSI BUMD TERHADAP PENINGKATAN PAD DI KOTABANDAR LAMPUNG DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM TAHUN 2010-2015” adalah menganalisis bagaimana kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandar Lampung yang dipandang dalam perspektif ekonomi islam.

B.                 Alasan Memilih Judul

Adapun dipilihnya judul penelitian ini, yaitu dengan alasan sebagai berikut :

1.      Secara Objektif

Dengan adanya Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 yang menjelaskan bahwa penerimaan daerah dalam pelaksanaan Desentralisasi bersumber dari : (a) Pendapatan Asli Daerah, (b) Dana Perimbangan, (c) Lain-lain Pendapatan. PAD dijadikan indikator untuk menilai tingkat kemandirian keuangan suatu daerah dalam membiayai pembangunan ekonomi daerahnya. Di Kota Bandar Lampung salah satu kontribusi daerahnya adalah pendapatan yang berasal dari BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) dimana artinya pemerintah daerah harus mengelola BUMD yang ada untuk menambah pendapatan daerah yang tentu saja secara langsung menunjukkan kemampuan daerah dalam melakukan desentralisasi. Akan tetapi, kenyataannya pendapatan daerah masih di dominasi oleh Dana Perimbangan yaitu dana transferan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yaitu sebesar 57% dan Pendapatan Asli Daerah hanya sebesar 21% pada tahun 2014.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pendapatan daerah kota Bandar Lampung belum sepenuhnya di dapat secara mandiri. Salah satu pendapatan daerah yang berasal dari BUMD seharusnya dapat meningkatkan pendapatan kota Bandar Lampung karena BUMD yang berjalan dengan lancar dan baik tentu akan memberikan dampak positif terhadap PAD sehingga perlu adanya peningkatan dalam pengelolaannya.
Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk melalukan penelitian mengenai seberapa besar kontribusi BUMD terhadap PAD serta bagaimana untuk meningkatkannya.

2.      Alasan Subjektif

Memberikan pengetahuan bagi penulis maupun pembaca tentang kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kota Bandar Lampung  yang ditinjau dalam Perspektif Ekonomi Islam dan juga dari aspek yang penulis bahas, permasalahan tersebut sangat memungkinkan untuk dibahas atau diteliti. Disamping itu pula data dari penelitian yang penulis lakukan ini dapat diperoleh melalui beberapa lembaga atau instansi yang terkait dan juga penelitian yang dilakukan oleh penulis ada relevansinya dengan ilmu yang penulis pelajari dari Fakultas Ekonomi.

C.                Latar Belakang Masalah

Otonomi daerah merupakan hak, wewenang, serta kewajiban daerah otonom guna untuk mengatur serta mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat daerah tersebut yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.Sehingga otonomi daerah dapat diartikan sebagai kewenangan untuk mengatur sendiri atau kewenangan guna untuk membuat aturan untuk mengurus daerahnya sendiri.Sedangkan daerah merupakan kesatuan masyarakat hukum dan mempunyai batas-batas wilayah.
Pelaksanaan otonomi daerah selain memiliki landasan pada acuan hukum, juga sebagai suatu implementasi tuntutan globalisasi yang diberdayakan dengan cara memberikan daerah tersebut kewenangan yang luas, nyata dan memiliki tanggung jawab, terutama dalam hal mengatur, memanfaatkan, serta menggali berbagai sumber-sumber potensi yang terdapat di daerahnya masing-masing. Otonomi Daerah sendiri diatur dalam Ketetapan MPR RI Nomor IV/MPR/2000 mengenai Rekomendasi Kebijakan dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah.
Kebijakan mengenai otonomi daerah sendiri membuat setiap daerah dapat menggali potensi daerahnya masing-masing. Hal ini juga berlaku untuk kota Bandar Lampung dimana Kota Bandar Lampung berhak mengatur urusan daerah sendiri guna meningkatkan pendapatan daerah (Pendapatan Asli Daerah)  yang seharusnya menjadi sumber keuangan daerah.
Isyarat bahwa Pendapatan Asli Daerah harus menjadi bagian sumber keuangan terbesar bagi pelaksanaan Otonomi Daerah menunjukan bahwa PAD merupakan tolak ukur terpenting bagi kemampuan daerah dalam menyelenggarakan dan mewujudkan Otonomi Daerah. Semakin besar kontribusi PAD nya maka akan semakin kecil pula ketergantungan daerah terhadap bantuan pemerintah pusat.[6]Besarnya pertumbuhan ekonomi daerah seharusnya merupakan sebuah peluang yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong perekonomian daerah.[7]
Realisasi penerimaan dan Target dari Pendapatan Asli Daerah  kota Bandar Lampung selama periode 2010 hingga 2015 yang dapat dilihat dari tabel 1.1.



Tabel 1.1 Target dan Realisasi PAD Kota Bandar Lampung Tahun 2010-2015
No
Tahun
Target
Realisasi
1
2010
Rp. 84.167.470.269,17
Rp. 86.692.399.700,41
2
2011
Rp. 156.000.000.000,00
Rp. 162.772.590.331,88
3
2012
Rp. 292.272.049.972,25
Rp. 290.008.025.238,22
4
2013
Rp. 418.111.740.815,52
Rp. 359.628.303.287,61
5
2014
RP. 495.200.463.931,26
Rp. 387.175.943.391,90
6
2015
Rp. 769.108.142.606,24
Rp. 397.236.202.327,45
Sumber : Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Daerah Dispenda Kota Bandar lampung Tahun 2015, Data Diolah.[8]
Pada Tabel 1.1 dapat kita lihat bahwa realisasi penerimaan PAD Kota Bandar Lampung mengalami peningkatan dari tahun 2010-2015. Pada tahun 2010 sampai 2011 target yang ditetapkan pemerintah dapat terealisasi dengan baik. Namun Realisasi Pendapatan tahun 2012 hingga 2015 tidak mencapainya target yang sudah ditentukan sehingga terjadi defisit Realisasi penerimaan dalam pengelolaan PAD tahun anggaran 2012-2015. Hal ini mengindikasikan bahwa potensi daerah yang ada di Kota Bandar Lampung belum tergali keseluruhan serta belum optimalnya pengelolaan penerimaan keuangan daerah di Kota Bandar Lampung.
Kota Bandar Lampung merupakan salah satu kota dari Provinsi Lampung yang mana memiliki potensi untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang cukup besar. Meskipun sudah berlakunya kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah, tetapi pada kenyataannya kinerja keuangan daerah kota Bandar Lampung belum dapat dikatakan mandiri. Hal ini karena sebagian besar pendapatan daerah berasal dari dana perimbangan padahal seharusnya pemerintah daerah dapat melakukan pengelolaan daerah secara mandiri.
Salah satu hal yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah kota Bandar Lampung adalah mengelola sumber daya yang ada dimana dengan maksimal diantaranya adalah pengelolaan oleh Badan Usaha Milik Daerah atau yang biasa disebut BUMD sehingga akan meningkatkan PAD.
BUMD adalahperusahaan yang diatur dengan suatu peraturan daerah yang aktivitasnya memenuhi kebutuhan masyarakat di mana modal seluruhnya atau sebagian merupakan kekayaan daerah yang dipisahkan, kecuali ada ketentuan lain.
Sebagaimana diketahui bahwa tugas dan peranan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) adalah mendorong kegiatan ekonomi daerah, menciptakan kesempatan kerja, menyediakan jasa pelayanan sosial dan memberikan kontribusi terhadap PAD. Kalau saja pemerintah daerah mampu mengelola secara profesional tidak tertutup kemungkinan BUMD merupakan sumber pendapatan daerah yang potensial.
Di kota Bandar Lampung terdapat 2 Badan Usaha Milik Negara (BUMD) yaitu Perusahaan Daerah (PD) BPR bank pasar dan PDAM (perusahaan daerah air minum way rilau bandar lampung).
PD BPR Bank Pasar adalah perusahaan daerah yang melakukan kegiatan ekonomi secara aktif, dengan bergerak dibidang pemberian kredit bagi masyarakat kota Bandar Lampung dan secara tidak langsung, sebagai stimulator bagi lancarnya kegiatan perekonomian masyarakat Kota Bandar Lampung.PDAM Way Rilau adalah Perusahaan Daerah yang menghasilkan output publik yang bertujuan untuk turut serta melaksanakan Pembangunan Daerah khususnya, dan Pembangunan ekonomi nasional umumnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan rakyat serta ketenangan kerja dalam Perusahaan menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Berdasarkan output yang dihasilkan dan tujuan usaha, PDAM Way Rilau cenderung memiliki tujuan usaha yang bermotif sosial., PD BPR Pasar diharapkan mampu membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah di segala bidang serta memberikan kontribusi terhadap PAD Kota Bandar Lampung.
Keberadaan BUMD ini sendiri dikelola langsung oleh pemerintah daerah kota Bandar Lampung. Dengan keberadaan BUMD diharapkan pada dua tuntutan, yaitu memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berorientasi sosial dan memberikan kontribusi terhadap pembiayaan pembangunan.
Dalam ekonomi islam dijelaskan bahwa sumber-sumber penerimaan Negara pada zaman Rasulullah SAW diantaranya yaitu Zakat, Ushr (Pajak Bea Impor), Amwal Fadhila (Harta Warisan Yang Tidak Ada Ahli Waris), Wakaf, Nawaib, Shodaqoh, Khumus/Rikaz (Harta Temuan), Jizyah, Kharaj, Ghanimah, Fay’i(Harta Dari Musuh Saat Perang), uang tebusan dan lain sebagainya.[9]Semua sumber tersebut digunakan untuk membiayai segala bentuk kegiatan wilayahnya untuk mensejahterakan umatnya dan memperluas wilayah Islam pada saat itu.Dizaman sekarang ini sumber-sumber penerimaan setiap Negara berbeda dengan pada masa Rasul. Seperti adanyaPajak Daerah dan Retribusi Daerah serta  hasil dari BUMD.
Menurut pendapat Yusuf Qardhawi dalam kitab Fiqh Az-Zakah pajak adalah kewajiban yang ditetapkan terhadap wajib pajak, yang harus disetorkan kepada Negara sesuai dengan ketentuan, tanpa mendapat prestasi kembali dan Negara, dan hasilnya untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum disatu pihak dan untuk merealisasikan sebagian tujuan ekonomi, sosial, politik, dan tujuan-tujuan lain yang ingin dicapai oleh Negara.[10]Seperti halnya dengan pajak, bahwa penerimaan dari BUMD merupakan penerimaan suatu daerah yang hasilnya untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum pemerintah daerah untuk merealisasikan tujuan yang telah dibuat oleh pemerintah daerah sendiri. Seperti dijelaskan dalam Kitab Suci Al-Qur’an Allah SWT berfirman dalam surat At-Taubah ayat 29 :
قَاتِلُوا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّىٰ يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ

Artinya: “perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (Yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam Keadaan tunduk.”
Menurut buku Gusfahmi yang berjudul Pajak Menurut Syariah, Pajak menjadi alat untuk memastikan terjadinya peran-peran dasar pemerintah berupa peran alokasi, distribusi, dan redistribusi.[11]Lebih jauh dari hal tersebut, hasil laba BUMD yang juga sebagai sumber penerimaan yang menjadikan juga peran-peran dasar pemerintah daerah dalam alokasi, distribusi dan redistribusi. Sehingga dana penerimaan dari hasil laba BUMD tersebut dapat digunakan untuk tercapainya tujuan pembangunan daerah.Dalam hal pendistribusiannya sumber pendapatan tersebut harus bersifat adil dan jujur agar merata sehingga memberikan kesejahteraan kepada masyarakat sesuai dengan prinsip ekonomi Islam. Agar tercapainya kesejahteraan bagi masyarakat miskin yang membutuhkan bantuan, dana tersebut maka haruslah taat bagi mereka yang menjadi subjek hasil laba BUMD untuk membayar dan membagikan hasil laba BUMD tersebut agar dana yang terkumpul tersebut dapat di distribusikan oleh daerah secara adil dan jujur kepada masyarakat. karena dalam pandangan islam kewajiban itu harus dilaksanakan dengan baik dan taat.
Pada dasarnya pemerintah harus menciptakan suatu kondisi ekonomi yang dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, kebijakan pembangunan ekonomi seharusnya dititik beratkan pada sektor ekonomi riil yang secara langsung maupun tidak langsung menyentuh kehidupan rakyat miskin, terutama dalam pembangunan infrastruktur yang berbentuk bangunan fisik seperti jalanan umum, rumah susun, fasilitas pendidikan, kesehatan sebagai prasarana dasar yang diperlukan dalam pembangunan ekonomi. Akan tetapi pada kenyataannya hal yang terjadi sebaliknya pembangunan yang dirancang tidak berfungsi untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat dikarenakan tidak terealisasinya dana pendapatan asli daerah yang sudah ditargetkan.[12]
Melihat penjelasan di atas melihat bahwa BUMD salah satu sumber penerimaan pendapatan daerah yang mampu untuk membiayai pembangunanmembuat peneliti ingin melihat “ANALISIS KONTRIBUSI BUMD TERHADAP PENINGKATAN PAD DI KOTA BANDAR LAMPUNG DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM”

D.                Batasan Masalah

Agar penelitian ini dapat dilakukan leih fokus,sempurna dan mendalam maka penulis memandang permasalahan penelitian yang diangkat perlu diatasi. Oleh sebab itu, penulis membatasi diri bahwa BUMD  hanya membahas tentang PDAM Wayrilau dan BPR Bank pasar.

E.                 Rumusan Masalah

Dari latar belakang maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Seberapa besar kontribusi BUMD terhadap peningkatan PAD di kota Bandar Lampung?
2.      Bagaimana pandangan ekonomi Islam terhadap pendistribusian PAD dari BUMD dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota bandar lampung?

F.                 Tujuan dan manfaat penelitian

1.      Tujuan penelitian

Tujuan  yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.       Untuk mengetahui Seberapa besar kontribusi BUMD terhadap peningkatan PAD di Kota Bandar Lampung.
b.      Untuk mengetahui Bagaimana pandangan ekonomi islam terhadap pendistribusian PAD dari BUMD dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bandar Lampung.

2.      Manfaat penelitian

Manfaat yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.       Untuk penulis : penelitian ini sebagai pengembangan kemampuan dalam bidang penelitian dan menerapkan teori yangbpenulis dapatkan di dalam perkuliahan serta syarat untuk menyelesaikan pendidikan yang kini penulis tempuh.
b.      Untuk pemerintah : penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu penunjang dalam membuat kebijakan terutama dalam pengembangan BUMD untuk meningkatkan  PAD dikota bandar lampung..
c.       Untuk akademisi : penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya dan menambah khasanah pengetahuan mengenai pengembangan BUMD terhadap PAD di wilayah kota bandar lampung dalam perpektif ekonomi islam.
d.      Untuk masyarakat : penelitian ini dapat memberikan wawasan mengenai kontribusi BUMD terhadap peningkatan PAD di kota bandar lampung sehingga masyarakat dapat mengetahui posisi BUMD sebagai pendapatan daerah.

G.                Metode Penelitian

1.      Jenis Penelitian

Dalam penelitan ini penulis menggunakan metode pendekatan secara kuantitatif.Metode kuantitatif adalah metode penelitian yang dapat diartikan sebagai metode penelitan yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi  atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.[13]
Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan (Field Research).yaitu penelitian yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial baik individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat. Penelitian ini menggali data yang bersumber dari instansi yang terkait yaitu Dinas Pendapatan Daerah dan Badan Pusat Statistik kota Bandar Lampung.
Peneliti juga menggunakan penelitian kepustakaan (library reseach).Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur(kepustakaan) yaitu penelitian yang bertujuan mendapatkan data sekunder dengan cara melakukan penelaahan terhadap beberapa buku yang berkaitan dengan indikator makro ekonomi yaitu PDRB, Tingkat Inflasi, Pengeluaran Pemerintah dan juga tentang Pendapatan Asli Daerah, data dari Dinas yang terkait seperti data dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), data dari Badan Pusat Statistik (BPS) kota Bandar serta data dari  jurnal dan artikel.[14] Yang berkaitan dengan BUMD dan PAD di daerah kota Bandar Lampung.

2.      Sifat Penelitian

Dilihat dari sifatnya penelitian ini bersifat deskriptif analisisanalisis  yang bertujuan untuk mendeskripsikan apa-apa yang sedang berlaku, di dalamnya terdapat upaya mendeskripsikan, mencatat, analisis, dan menginterprestasikan kondisi-kondisi yang sekarang ini terjadi atau ada.[15]Karena dalam penelitian ini memberikan gambaran tentang kontribusi dari BUMD terhadap peningkatan PAD.

3.      Jenis dan Sumber Data

Dalam usaha untuk mencari kebenarannya, penelitian ini menggunakan data kuantitatif. Data Kuantitatif merupakan data-data yang penyajiannya dalam bentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan/scoring.[16] Data-data kuantitatif dalam penelitian ini mengalisis tentang kontribusi BUMD terhadap peningkatan PAD  di kota Bandar Lampung baik secara simultan maupun parsial ditinjau dalam persepektif Ekonomi Islam.
Untuk mengumpulkan data dan imformasi yang diperoleh dalam penelitian ini, penulis menggunakan data sekunder yaitu data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara (dihasilkan pihak lain) atau digunakan oleh lembaga lainnya yang bukan merupakan pengelolanya tetapi dapat dimanfaatkan oleh penelitian tertentu.[17]Data sekunder berasal dari sumber internal maupun eksternal. Dalam hal ini, data sekunder yang bersifat internal didapat melalui data-data dari Badan Pusat Statistik dan Dinas Pendapatan Daerah kota Bandar Lampung yaitu data total total PAD kota Bandar Lampung

4.      Teknik Pengumpulan Data

Dalam teknik pengumpulan data, Untuk mengumpulkan data dan imformasi penelitian ini menggunakan metode dokumentasi.Metode Dokumentasi adalah pengumpulan data dengan jalan melihat, membaca, mempelajari, kemudian mencatat data yang sudah ada hubungannya dengan objek penelitian. Metode ini dilakukan dengan mengambil dokumentasi atau data yang mendukung penelitian, seperti total PAD kota Bandar Lampung, total nilai BUMD d dinas pendapatan daerah kota Bandar Lampung.

5.      Definisi Variabel Penelitian

Penelitian ini  menggunakan dua variabel yaitu variabel devenden dan variabel indevenden.
a.       Variabel Terikat (variabel Dependen)
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini ada satu variabel terikat yang digunakan yaitu Peningkatan Pendapatan Asli Daerah.  Data Peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang akan diteliti adalah data dari realisasi APBD yang diperoleh dari Dispenda Kota Bandar Lampung yang diambil dari tahun 2010-2014.
b.      Variabel Bebas (Variabel  independen)
Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel devenden (terikat). Variabel indevenden dalam penelitian ini adalah data BUMD di Kota Bandar Lampung.
Skala Pengukuran Variabel dalam penelitian ini menggunakan skala rasio. Skala Rasio merupakan skala interval dan memiliki nilai dasar (based value) yang tidak dapat dirubah. Data yang dihasilkan dari skala rasio disebut data rasio dan tidak ada pembatasan terhadap alat uji statistik yang sesuai. Variabel yang diukur dengan skala rasio disebut variabel metrik.[18] Skala pengukuran variabel di penelitian ini menggunakan rasio rupiah (Rp) dan persentase (%).
7.      Teknik Pengolahan Dan Analisis  Data
Setelah keseluruhan data terkumpul, maka langkah selanjutnya penulis menganalisa data tersebut sehingga dapat ditarik kesimpulan. Dalam menganalisa ini penulis menggunakan metode deduktif yakni berangkat dari fakta-fakta yang umum, peristiwa-peristiwa yang kongkrit, kemudian fakta-fakta dan peristiwa-peristiwa yang umum kongkrit ditarik generalisasi yang mempunyai sifat khusus[19].
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian agar dapat diinterpresentasikan dan mudah dipahami adalah:
Penelitian ini melakukan uji analisis dengan mengumpulkan data-data, kemudian menginterprestasikan pada hasil-hasilnya.Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif.Metode analisis deskriptif berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku umum.Sedangkan analisis deskriptif kuantitatif merupakan teknik penganalisisan data yang menggunakan angka-angka untuk menarik kesimpulan dari kejadian-kejadian yang dapat diukur.[20]Dalam hal ini adalah dengan melakukan perbandingan terhadap hasil perhitungan penelitian. Penelitian deskriptif kuantitatif menyajikan data tentang kontribusi hasil labaBUMD terhadap PAD,. Adapun langkah-langkah dalam menganalisis data sebagai berikut:
a.      Analisis Kontribusi
Analisis Kontribusi BUMD digunakan untuk mengetahui kontribusi dari penerimaan laba BUMD dalam mendukung pendapatan daerah. Analisis ini dihitung dengan cara menandingkan antara realisasi penerimaan dari laba BUMD dengan realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Adapun rumus kontribusi :
P  Pn x 100%
                        Sumber : Buku Manajemen Keuangan Daerah.[21]
Keterangan :
Pn        = Kontribusi penerimaan BUMD terhadap PAD (Rupiah)
QY      =  Jumlah penerimaan PAD (Rupiah)
QX      =  Jumlah penerimaan hasil laba BUMD (Rupiah)
N         = Tahun (periode tertentu)
Dengan analisis ini akan didapatkan seberapa besar kontribusi hasil laba BUMD terhadap PAD di Kota Bandar Lampung. Dengan membandingkan hasil analisis tersebut dari tahun ke tahun selama tahun 2010-2015, didapatkan hasil analisis yang berfluktuasi dari kontribusi tersebut dan akan diketahui kontribusi yang terbesar dan yang terkecil dari tahun ke tahun. Untuk menilai criteria kontribusi dari laba BUMD dapat terlihat pada tabel 1.4 :
Tabel 1.4 : Klasifikasi Kreteria Kontribusi
Klasifikasi Kontribusi
Kriteria
0,00%-10%
Sangat Kurang
10,10%-20%
Kurang
20,10%-30%
Sedang
30,10%-40%
Cukup Baik
40,10%-50%
Baik
Diatas 50%
Sangat Baik
Sumber : Tim Litbang Depdagri-Fisipol UGM 1991.[22]
Daftar Pustaka
Abdul Halim, Muhammad Syam Kusufi. Akuntansi Sektor Publik : Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta : Salemba Empat, 2012.
Abdullah, Dri Asmawanti, dan Febriansyah, “ Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dan Dana Alokasi Khusus Terhadap Konerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Se-Sumatera Bagian Selatan” Jurnal Akuntansi FEB Universitas Bengkulu, Vol3, No.1, 2015.
Arikunto, S, Metodelogi Penelitian : Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta, 2006.
Departemen pendidikan nasional, kamus besar bahasa indonesia (cet IV). Jakarta: gramedia pustaka utama, 2011
Departemen pendidikan nasional, kamus besar bahasa indonesia (cet IV). Jakarta:gramedia pustaka utama, 2011.
Eko Suprayitno, Ekonomi Islam : Pendekatan Ekonomi Makro Islam Dan Konvensional. Yogyakarta : Graha Ilmu, 2005.
Gusfahmi, Pajak Menurut Syari’ah, Edisi Revisi. Jakarta : Rajawali Pers, 2011.
Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 21. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro,2013.
Suprayitno, Eko.Ekonomi Islam : Pendekatan Ekonomi Makro Islam Dan Konvensional. Yogyakarta : Graha Ilmu, 2005.
Sutrisno, Hadi, Metode Reseach. Yogyakarta: ANDI,2002
Putu Lia Perdana Sari, “Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali” Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika, Vol. 2, No.3, 2013.
P3EI. Ekonomi Islam.akarta: Rajawali Pers, 2011.
Undang-undang No. 25 Tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan provinsi sebagai daerah otonom.
Yadianto, Kamus Umum Bahasa Indonesia. Bandung : M2S, 2001.
Yadianto, Kamus Umum Bahasa Indonesia. Bandung : M2S, 2001.
.





[1]Departemen pendidikan nasional, kamus besar bahasa indonesia (cet IV), (jakarta:gramedia pustaka utama,2011), h.58
[2] Yadianto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, ( Bandung : M2S, 2001), h. 282.
[3]Undang-undang No. 25 Tahun 2000tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan provinsi sebagai daerah otonom.
[4] Abdul Halim, Muhammad Syam Kusufi, Akuntansi Sektor Publik : Akuntansi Keuangan Daerah, (Jakarta : Salemba Empat, 2012), h. 101.
[5] P3EI. Ekonomi Islam.(jakarta: Rajawali Pers. 2011).h. 17
[6] Andullah, Dri Asmawanti, dan Febriansyah, “ Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dan Dana Alokasi Khusus Terhadap Konerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Se-Sumatera Bagian Selatan” Jurnal Akuntansi FEB Universitas Bengkulu, Vol3, No.1 , (2015), h.42, http://jafebunib.ac.id
[7] Putu Lia Perdana Sari, “Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali” Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika, Vol. 2, No.3 , (2013), h.716, ejournal.undiksha.ac.id
[8] Yunita Aprilia, “Analisis Pengaruh Desentralisasi Perpajakan Terhadap Peningkatan Realisasi Pendapatan Asli Daerah Dalam Ekonomi Islam (Studi pada kantor PEMDA kota Bandar Lampung)”(Skripsi Program Sarjana S1 Ekonomi Syari’ah IAIN RI Lampung, Bandar Lampung, 2016 ),h.7

[9] Eko Suprayitno, Ekonomi Islam : Pendekatan Ekonomi Makro Islam Dan Konvensional, ( Yogyakarta : Graha Ilmu, 2005), h. 31
[10] Gusfahmi, Pajak Menurut Syari’ah, Edisi Revisi, (Jakarta : Rajawali Pers, 2011),hlm.31
[11] Gusfahmi,Op.Cit, Hlm.61
[12]Yunita Aprilia, Op.Cit ,h.13-14
[13]Sugiyono, Op.Cit ,h.11.
[14]Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian Dengan Statistik, (Jakarta: Bumi Aksara,2008),h.5.
[15]Moh. Prabundu Tika, Metodelogi Riset Bisnis,( Jakarta : Bumi Aksara, 2006), h.10.
[16]Sugiyono, Op.Cit,h. 6
[17]Ibid, h.138
[18]Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 21 (Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro,2013), h.5
[19] Sutrisno Hadi, Metode Reseach( Yogyakarta: ANDI,2002),h.42.
[20] Arikunto, S, Metodelogi Penelitian : Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta : Rineka Cipta, 2006), h. 65
[21]Abdul Halim, Manajemen Keuangan Daerah, (Yogyakarta: UPP AMP YKPN,2004),h. 163
[22]Reza Arditia,Loc.Cit, h.11

0 Response to "ANALISIS KONTRIBUSI BUMD TERHADAP PENINGKATAN PAD DI KOTA BANDAR LAMPUNG DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM"

Post a Comment