Pengertian serta Peranan Sektor Pertanian dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia dan Nasional

Loading...
Loading...
Pembahasan kali ini akan membahas mengenai peranan sektor pertanian dalam perekonomian, sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi, apa saran kalian agar pembangunan ekonomi indonesia bisa cepat, pembangunan sektor pertanian, jurnal ekonomi pembangunan, 9 sektor pertumbuhan ekonomi, peranan pertanian dalam pembangunan nasional, pengertian pembangunan pertanian, pengertian sektor pertanian, ciri ciri pembangunan berkelanjutan, mengapa pembangunan pertanian dijadikan landasan pembangunan nasional, definisi pembangunan pertanian, kebijakan pemerintah dalam bidang pertanian.


Pengertian Pertanian

Pertanian dalam pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup (termasuk tanaman, hewan, dan mikrobia) untuk kepentingan manusia. Dalam arti sempit, pertanian juga diartikan sebagai kegiatan pemanfaatan sebidang lahan untuk membudidayakan jenis tanaman tertentu, terutama yang bersifat semusim.

9 Sektor Penentu Pertumbuhan Ekonomi

Sembilan sektor penentu pertumbuhan ekomi adalah Sektor industri, sektor pertanian, sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, sektor bangunan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengankutan dan komunikasi, dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan

Peranan Sekror Pertanian dalam Pembangunan Ekonomi

Peran sekrot pertanian dalam pembangunan ekonomi sangat penting karena sebagaian besar penduduk di negara-negara miskin menggantungkan hidupnya pada sektor tersebut. Jika para perencana dengan sungguh-sungguh memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya, maka satu-satunya cara adalah dengan meningkatkan kesejahteraan sebagian besar penduduknya yang hidup di sektor pertanian tersebut.

Cara ini bisa ditempuh dengan jalan meningkatkan produksi tananman pangan dan tanaman perdagangan mereka atau dengan menaikkan harga yang mereka terima atas produk-produk yang mereka hasilkan. Tentu saja tidak setiap kenaikan autput akan menguntungkan sebagian besar penduduk perdesaan yang bergerak di bidang pertanian tersebut.
Lahirnya sistem mekanisasi, perkebunan-perkebunan besar, dan lain-lain bisa saja hanya akan menguntungkan petani-petani kayu saja. Dengan kata lain, kenaikan output pertanian bukanlah merupakan syarat yang cukup untuk mencapai kenaikan kesejahteraan masyarakat pedesaan, tetapi merupakan syarat yang penting.

Hampir semua NSM (Negara Sedang Berkembang) mengandalkan sekrot pertanian merka untuk kebutuhan negara mereka. Tentu saja ada perkecualian, misalnya Malaysia atau Saudi Arania. Kedua negara ini yang kaya akan sumber daya alam untuk ekspor (timah dan minyak), mempuyai cadangan devisa yang banyak untk menginpor kebutuhan-kebutuhan pangan mereka.

Para petani di NSB tidak hanya berproduksi untuk kebutuhan mereka saja, mereka juga berproduksi untuk memenuhi kebutuhan penduduk perkotaan, Jika pangsa (share) penduduk perkotaan terhadap penduduk keseluruhan meningkat, maka produktivitas para petani pun harus meningkat.

Ukuran sektor pertanian menjadikan sektor ini mempunyai peranan yang penting dalam menyediakan input, yaitu tenaga kerja, bagi sektor industri dan sektor-sektor modern lainnya. Sebagian besar (70 persen atau lebih) penduduk di sektor pertanian merupakan sumber utaman bagi kebutuhan tenaga kerja di sektor perkotaan. Pemasok tenaga kerja ke perkotaan adalah mungkin, selain adanya kenaikan penduduk di sektor perkotaan itu sendiri, tetapi tidak ada satupun dari kedua sumber ini yang dapat mencukupi kebutuhan pertumbuhan ekonomi sepanjang waktu. Jika ada pembatasan keluarnya tenaga kerja dari pertanian, maka pembangunan ekonomi akan timpang.

Misalnya, para tenaga kerja pengolah tanah di Rusia pada awal abad 19 terikat secara hukum kepada tuan tanah, oleh karena itu mereka tidak bebas untuk pindah ke sektor industri perkotaan. Akhirnya, industri Rusia tumbuh dengan lambat sampai saat para tenaga kerja pengolah tanah tersebut ''dibebaskan''. Di masa sekarang, pembatasan-pembatasan yang bersifat feodalistis semacam itu sudah sangat jarang, tetapi beratnya beban hutang bagi para pengolah tanah terhadap tuan tanah (petani kaya) juga mempunyai pengaruh yang sama, yaitu tetap mengikat mereka untuk tetap bekerja di sektor pertanian perdesaan.

Di sisi lain, sektor pertanian juga dapat digunakan sebagai sumber modal yang utama bagi pertumbuhan ekonomi modern. Modal berasal dari tabungan yang diinvestasikan dan tabungan berasal dari pendapatan pertanian terhadap produk nasional mencapai 50 persen. Berarti separuh atau lebih dari produk naisonal disumabangkan oleh sekrot nonpertanian, terutama industri dan perdagangan (jasa-jasa), dan sektor-sektor ini merupakan penyumbang penting bagi tabungan yang akhirnya digunakan untuk investasi.

Meskipun demikian, bisa saja suatu negara mengalami tingkat pembentukan modal yang tinggi tanpa didorong oleh sektor pertanian sama sekali. Kore Selatan merupakan contohnya. Negara ini mengalami tingkat pembentukan modal yang tinggi terutama sekali disebabkan oleh adanya bantuan luar negeri pada mulanya, dan akhir-akhir ini disebabkan oleh meningkatnya keuntungan yang diperoleh dari perkembangan sektor industri.

Jika orang membicarakan cadangan devisa sebagai faktor produksi yang terpisah, maka pertanian berperan penting dalam menghasilkan faktor ini. Seperti telah kita ketahui, NSB biasanya mempunyai kunggulan komparatif untuk produk-produk mineral dan pertanian.

hanya sedikit sekali negara yang pada awalnya pertumuhan ekonominya, yang sumber devisanya berasal dari industri manufaktur dan jasa-jasa. Oleh karena itu, jika suatu negara yang kaya akan sumber-sumber mineral seperti minyak misalnya, maka sektor pertaniannya harus memerankan peranan kunci dalam menyediakan devisa yang digunakan untuk mengimpor barang-barang modal yang belum dapat diproduksi sendiri.

Akhirnya, penduduk yang bekerja di sektor pertanian di NSB, paling tidak dalam beberapa kasus, merupakan pasar yang potensial bagi outputsektor modern (industri) perkotaan. Istilah ''dalam beberapa kasus'' harus ditambahkan karena penduduk yang bekerja di sektor pertanian perdesaan dalam beberapa negara miskin hanya sedikit sekali adanya pembagian pendapatan yang tidak merata, dimana sebagian besar pendapatan nasional dan kekayaan berada di tangan kelompok-kelompok elit  di perkotaan dan kelas atas dipedasaan.

Pada keadaan seperti yang digambarkan di atas, penduduk pedesaa mungkin akan membayar ‘’PAJAK’’ dan sewa kepada penduduk kaya perkotaan dan mendapatkan nafkah dari apa yang tersisa. Bahkan pakaian yang paling murah sekalipn dari pabrik-pabrik di perkotaan mungkin terlalu sulit untuk dijangkau oleh suatu penduduk perdesaan yang miskin. Jika pembagian pendapatan relative merata, maka sektor pertanian bisa menjadi besar, maka industry dapat terus tumbuh sampai sebelum permintaan perkotaan mengalami kejenuhan terhadap produk industry tersebut, tanpa harus mengalihkan perhatian pada pasar luar negeri sampai mereka mampu untuk bersaing. 

-------------------
Lincolin Arsyad, Ekonomi Pembangunan edisi 5 (Yogyakarta: UPP STIM YKPN, 2015),hlm.405

0 Response to "Pengertian serta Peranan Sektor Pertanian dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia dan Nasional"

Post a Comment