STRUKTUR PEREKONOMIAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI MELALUI PENDEKATAN LOCATION QUOTIENT DAN SHIFT-SHARE DITINJAU DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM(STUDI DI KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2011-2015)

Loading...
Loading...
STRUKTUR PEREKONOMIAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI MELALUI PENDEKATAN LOCATION QUOTIENT DAN SHIFT-SHARE DITINJAU DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM(STUDI DI KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2011-2015)
STRUKTUR PEREKONOMIAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI MELALUI PENDEKATAN LOCATION QUOTIENT DAN SHIFT-SHARE DITINJAU DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM(STUDI DI KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2011-2015)


Proposal ini diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat penulisan Skripsi

Oleh :

AULA NURUL MA’RIFAH
NPM 1351010
Jurusan : Ekonomi Islam

FAKULTAS EKONOMI BISNIS ISLAM
PRODI EKONOMI SYARIAH
INSTITUTE AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) RADEN INTAN
LAMPUNG
TAHUN AKADEMIK 2016/2017



BAB I
PENDAHULUAN

A. Penegasan Judul

Sebagai kerangka awal guna mendapatkan gambaran jelas dan memudahkan dalam memahami skripsi ini, maka perlu adanya uraian terhadap penegasan arti dan makna dari beberapa istilah yang terkait dengan tujuan skripsi ini. Dengan penegasan tersebut, diharapkan tidak akan terjadi kesalah pahaman terhadap pemakaian judul dari beberapa istilah yang digunakan, disamping itu langkah ini merupakan proses permasalahan yang akan dibahas.
Adapun skripsi ini berjudul: “Struktur Perekonomian dan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pendekatan Location Quotient dan Shift-Share Ditinjau Dalam Perspektif Ekonomi Islam(Studi di Kota Bandar Lampung Tahun 2011-2015)”
Untuk itu perlu di uraikan pengertian dari istilah-istilah judul tersebut sebagai berikut:

1. Struktur Perekonomian

Struktur Perekonomian menunjukkan komposisi atau susunan sektor-sektor ekonomi dalam suatu perekonomian. Struktur perekonomian suatu negara dicerminkan oleh kontibusi sektoral di dalam pendapatan nasional.[1]
Sektor yang dominan mempunyai kedudukan paling atas dalam struktur tersebut dan menjadi ciri khas dari suatu perekonomian. Artinya sektor yang dominan ini yang menjadi sumber mata pencahariaan terbesar.

2. Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi terutama pertumbuhan ekonomi wilayah adalah pertambahan pendapatan masyarakat secara keseluruhan yang terjadi di wilayah tersebut, yaitu kenaikan seluruh nilai tambah (added value) yang terjadi.[2]

3. Location Quotient

Location Quotient merupakan suatu pendekatan tidak langsung yang digunakan untuk mengukur kinerja basis ekonomi suatu daerah, artinya bahwa analisis ini digunakan untuk melakukan pengujian sektor-sektor ekonomi yang termasuk dalam katagori sektor unggulan. Location Quotient digunakan untuk mengukur konsentrasi dari suatu kegiatan dalam suatu daerah dengan cara membandingkan peranannya dalam perekonomian regional atau nasional. Analisis ini membantu kita dalam menentukan kapasitas ekspor perekonomian daerah dan derajat self-sufficiency suatu sektor.[3] Ada banyak variabel yang bisa diperbandingkan, tetapi yang umum adalah nilai tambah (tingkat pendapatan) dan jumlah lapangan pekerjaan.[4]

4. Shift Share

Shift Share merupakan analisis yang menggambarkan kinerja dan produktivitas sektor-sektor dalam perekonomian suatu wilayah dengan membandingkannya dengan kinerja sektor-sektor wilayah yang lebih besar (provinsi/nasional). Analisis ini membandingkan laju pertumbuhan sektor-sektor ekonomi regional (Kota/Kabupaten) dengan laju pertumbuhan perekonomian yang lebih tinggi tingkatannya (Provinsi). Dengan menggunakan analisis ini, dapat diketahui perubahan struktur ekonomi selama periode pengamatan tertentu. Data yang dipergunakan dalam hal ini adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektoral.[5]

5. Ekonomi Islam

Ekonomi Islam adalah ilmu yang mempelajari usaha manusia untuk mengalokasikan dan mengelola sumber daya untuk mencapai falah berdasarkan pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai Al-Quran dan Sunnah.[6]
Ekonomi Islam juga dapat diartikan sebagai cabang ilmu pengetahuan yang berupaya untuk memandang, menganalisa, dan akhirnya menyelesaikan berbagai permasalahan ekonomi dengan cara-cara Islami. Oleh karena itu apa yang saat ini dianggap sebagai pemikiran ekonomi, perlu kita amati dengan suatu sikap bertanya: kemana dan untuk apa?[7]
Dari penjelasan diatas, maka yang dimaksud dari skripsi ini adalah untuk mengetahui komposisi atau susunan sektor-sektor ekonomi dalam suatu perekonomian dan pertambahan pendapatan masyarakat secara keseluruhan yang terjadi di kota Bandar Lampung dengan menggunakan pendekatan tidak langsung.
Pendekatan ini dilakukan untuk mengukur kinerja basis ekonomi serta memberikan petunjuk akan keunggulan komparatif dan produktivitas sektor-sektor dalam perekonomian kota Bandar Lampung dengan membandingkannya pada Provinsi Lampung ditinjau dengan suatu sudut pandang menurut kacamata ekonomi Islam atau perspektif ekonomi Islam.

B. Alasan Memilih Judul

Adapun alasan memilih judul “Analisis Struktur Perekonomian dan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pendekatan Location Quotient dan Shift Share Ditinjau Dalam Perspektif Islam (Studi Pada Kota Bandar Lampung Tahun 2010-2015)” yaitu sebagai berikut:

1. Alasan Objektif

Melihat kontribusi setiap sektor usaha di Kota Bandar Lampung menunjukkan jika tiap-tiap sektor memberikan kontribusi yang berbeda-beda namun pada sektor pertanian memberikan kontribusi yang rendah. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran struktur perekonomian namun sektor apakah yang menjadi potensi relatif serta kinerja basis ekonomi kota Bandar Lampung perlu diteliti lebih dalam.
Di lain sisi juga, melihat peraturan daerah kota Bandar Lampung no 10 tahun 2011 tentang Rencana Tata Tuang Wilayah tahun 2011-2030 pasal 13 (1) c, pasal 10 (5) c, dan beberapa pasal lain lebih memfokuskan pada pengembangan perdagangan dan jasa sedangkan kontribusi yang tertingggi adalah industri maka perlu dilakukan penelitian apakah sudah sesuai atau belum.
Selain itu, dari aspek yang penulis bahas, permasalahan dalam skripsi ini sangat memungkinkan diadakan penelitian mengingat lokasi penelitian terjangkau oleh penulis.

2. Alasan Subjektif

Berdasarkan aspek yang penulis bahas, skripsi ini sesuai berdasarkan jurusan yang penulis tempuh yaitu Ekonomi Islam pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung yang merupakan suatu kajian keilmuan yang berkaitan dengan Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi. Selain itu, penulis optimis penelitian ini dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu yang direncanakan mengingat tersedianya sumber dari literatur yang dibutuhkan baik tersedia di perpustakaan maupun sumber lainnya seperti jurnal, artikel, dan data yang diperlukan.

 C. Latar Belakang

Pembangunan ekonomi merupakan istilah yang digunakan secara bergantian dengan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan ekonomi, dan kemajuan ekonomi. Schumpeter mengungkapkan perbedaan yang lebih lazim antara pertumbuhan ekonomi dan perkembangan ekonomi, pertumbuhan ekonomi mengacu kepada negara maju sedangkan perkembangan ekonomi mengacu pada negara berkembang.[8]Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator keberhasilan kinerja pemerintah dalam meningkatkan pembangunan ekonomi di setiap negara.[9]Setiap negara akan berupaya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi paling optimal. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas akan membawa manfaat bagi masrakat luas.[10]
Pada dasarnya, pembangunan ekonomi memiliki empat dimensi pokok yaitu: (1) pertumbuhan, (2) penanggulangan kemiskinan, (3) perubahan, atau  transformasi ekonomi, dan (4) keberlanjutan pembangunan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Dalam hal ini, pembangunan dapat dipandang sebagai suatu proses transisi multidimensi yang mencerminkan hubungan antar berbagai proses perubahan di dalam suatu negara. Proses perubahan multidimensional tersebut ditandai oleh proses transformasi struktural. Proses tranformasi struktural ditandai oleh perubahan struktur ekonomi yang dicerminkan oleh kontribusi sektoral.[11]
Sejarah pertumbuhan ekonomi negara-negara maju menunjukkan pentingnya pengaruh tingkat perkembangan struktural dan sektoral yang tinggi dalam proses pertumbuhan ekonomi. Beberapa komponen utama dari proses perubahan struktural tersebut antara lain pergeseran bertahap dari aktivitas sektor pertanian ke non-pertanian atau dengan kata lain terjadi transformasi struktural.
Transformasi struktural merupakan prasyarat dari peningkatan dan kesinambungan pertumbuhan serta penanggulangan kemiskinan, sekaligus pendukung bagi keberlanjutan pembangunan itu sendiri. Proses perubahan struktur perekonomian ditandai dengan : (1) menurunkannya pangsa sektor primer (pertanian), (2) meningkatnya pangsa sektor sekunder (industri), dan (3) pangsa sektor tersier (jasa) juga memberikan kontribusi yang meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.
Perubahan struktur yang seperti ini disebabkan beberapa faktor. Yang pertama, keadaan yang demikian disebabkan oleh sifat manusia dalam kegiatan konsumsinya, yaitu apabila pendapatan naik, elastisitas permintaan yang diakibatkan oleh perubahan pendapatan adalah rendah untuk konsumsi atas bahan-bahan makanan. Sedangkan permintaan terhadap bahan-bahan pakaian dan barang-barang konsumsi hasil industri sebaliknya. Perubahan struktur ini berpengaruh pada perubahan komposisi tenaga kerja dari semula yang bermatapencaharian utama pada sektor pertanian bergeser ke sektor industri, perdagangan, dan jasa (non-pertanian).
Pada umumnya transformasi yang terjadi di negara sedang berkembang adalah transformasi dari sektor pertanian ke sektor industri. Perubahan struktur atau transformasi dari tradisional menjadi modern secara umum dapat di definisikan sebagai suatu perubahan dalam ekonomi yang berkaitan dengan komposisi penyerapan tenaga kerja, produksi, perdagangan, dan faktor-faktor lain yang diperlukan secara terus menerus untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sosial melalui peningkatan pendapatan perkapita.
Hal ini selaras dengan sektor pertanian yang mengalami laju pertumbuhan lambat bahkan selama 3 tahun terakhir terus mengalami penurunan. Hal ini tidak sebanding dengan beberapa sektor usaha yang salah satunya industri yang sempat mengalami penurunan namun dapat memperbaikinya di tahun selanjutnya dengan laju pertumbuhan yang cukup tinggi. Selain itu, dalam kontribusinya pun mengalami hal yang serupa.[12]
Untuk memperjelasnya, dapat dilihat pada tabel 1 yang  menunjukkan seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu daerah pada waktu tertentu atau dari segi arus uangnya adalah jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh faktor produksi. Atau dengan kata lain data-data diatas adalah jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu daerah atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh sektor ekonomi dikurangi dengan biaya antara yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang dan jasa tersebut.[13]
Tabel 1. Produk Domestik Regional Bruto Kota Bandar Lampung Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha (juta rupiah), Tahun 2011-2015
Lapangan Usaha
2011
2012
2013
2014
2015
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
1.280.914
1.311.963
1.387.421
1.426.770
1.460.081
Pertambangan dan Penggalian
582.040
650.264
715.433
757.641
834.960
Industri Pengolahan
4.948.826
5.173.485
5.487.500
5.791.082
6.281.801
Pengadaan Listrik dan Gas
29.742
33.271
37.476
40.147
41.532
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang
80.401
83.054
83.134
87.971
90.652
Konstruksi
2.607.757
2.733.129
2.884.417
3.082.337
3.170.066
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
4.234.066
4.475.435
4.708.442
4.975.247
4.989.569
Transformasi dan Pergudangan
2.795.296
3.049.364
3.269.078
3.589.449
4.044.077
Penyadiaan Akomodasi dan Makan Minum
540.812
583.900
630.807
679.300
753.206
Informasi dan Komunikasi
1.381.032
1.583.398
1.689.951
1.838.085
2.008.613
Jasa Keuangan dan Asuransi
1.052.105
1.207.236
1.359.743
1.482.411
1.533.392
Real Estat
1.367.543
1.490.533
1.636.817
1.767.366
1.885.217
Jasa Perusahaan
74.451
84.110
95.366
107.230
114.854
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib
1.346.843
1.383.653
1.450.137
1.535.488
1.622.096
Jasa Pendidikan
656.687
714.025
779.345
853.623
923.477
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
418.148
450.792
488.618
531.914
574.333
Jasa Lainnya
422.021
441.042
460.961
486.611
529.934
Produk Domestik Regional Bruto
23.818.685
25.403.655
27.155.647
29.032.673
30.866.860
Sumber : Badan Pusat Statistik
Tabel tersebut menggambarkan kemampuan wilayah dalam menghasilkan barang dan jasa yang mencerminkan pendapatan masyarakat di suatu daerah.  Pada sektor pertanian memberikan kontribusi lebih rendah yaitu tidak lebih dari 1,5 triliun per tahun dibandingkan beberapa sektor non-pertanian yang salah satunya adalah industri yang memberikan kontibusi lebih dari 6 triliun rupiah yaitu 6.287.775,5 (dalam juta rupiah) dan sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan motor hampir 5 triliun rupiah yaitu 4.989.568,8 (dalam juta rupiah)pada tahun 2015. Hal ini memperlihatkan jika sektor lain memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan regional kota Bandar Lampung. Hal ini menunjukkan jika dalam kontribusinya menunjukkan pergeseran sektor primer.
Akan tetapi data-data berupa angka tersebut tidak menunjukkan besarnya peranan masing-masing sektor pada wilayah yang lebih besar serta apa yang menjadi basis ekonomi atau yang menunjukkan keunggulan komparatif dari kota Bandar Lampung di masa yang akan datang.
Sebelumnya, pemerintah kota Bandar Lampung telah membuat rencana pembangunan jangka menengah dimana memantapkan diri menjadi pusat perdagangan dan jasa pada skala sumatera bagian selatan. Sejalan dengan aktifitas ekspor-impor dan perdangan antar-pulau, Bandar Lampung memiliki peluang untuk menjadi pusat perdagangan hasil pertanian dan industri dari Sumatera bagian selatan maupun yang didatangkan dari daerah luar. Hal ini memberikan peluang bagi Bandar Lampung untuk menyediakan fasilitas perdagangan dan jasa bisnis seperti perbankan, perkantoran, dan sebagainya.[14]
Namun, apakah rencana pemerintah kota Bandar Lampung ini sudah tepat atau belum, perlu diteliti lebih dalam terlebih untuk melihat apakah yang benar-benar harus menjadi fokus utama untuk dimasa yang akan datang. Ketepatan rencana jangka menengah ini akan melengkapi perencanaan jangka panjang sehingga jika perencanaan ini kurang tepat akan menimbulkan kerugian pada sisi ekonomi maupun lainnya.
Selain itu, perlu diketahui mengenai bagaimana perubahan struktural serta pertumbuhan ekonomi selama tahun yang diteliti (2011-2015) dimana dipandang dalam perspektif Islam yang berfokus pada kesejahteraan dan keadilan serta etos kerja karena perubahan struktural dan pertumbuhan ekonomi sendiri akan diikuti oleh perubahan struktur tenaga kerja, perubahan permintaan akan tenaga kerja, perubahan pendapatan, serta mengacu pada perencanaan kota yang sesuai dengan kondisi potensi wilayah.
Ada kalanya peningkatan pertumbuhan ekonomi dan perubahan struktural tidak dibarengi dengan penurunan tingkat pengangguran. Namun, suatu pertumbuhan yang berkualitas paling tidak memiliki efek pada penurunan pengangguran dan tidak menimbulkan kesenjangan pendapatan (income disparity) semakin melebar.[15] Ini bisa terjadi jika masyarakat tidak melihat sektor apa yang akan menjadi sumber pendapatan dimasa yang akan datang sehingga akan timbul kurangnya pengetahuan dan keterampilan untuk sektor tersebut. Akibatnya, akan terjadi eksploitasi tenaga kerja pada sektor primer yang akan menimbulkan kesenjangan pendapatan.
Hal ini sejalan dengan ekonomi islam dimana untuk persoalan ekonomi, negara harus menjamin dan memastikan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses dan memanfaatkan sumber daya ekonomi.[16]  Selain itu, dalam bekerja hendaknya membuat suatu perencanaan terselbih dahulu dan harus berbekal iman serta ilmu.
Sebagaimana Firman Allah dalam QS. Al Mujaadilah [58] : 11 :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَكُمۡ تَفَسَّحُواْ فِي ٱلۡمَجَٰلِسِ فَٱفۡسَحُواْ يَفۡسَحِ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ١١
Artinya: Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Dalam surat tersebut memperlihatkan bahwa dalam bekerja harus berbekal iman dan ilmu dan dalam bekerja hendaknya membuat perencanaan terlebih dahulu serta adanya kesempatan untuk orang lain (seluruh individu) yang dalam hal ini adalah mengakses sumber daya atau sektor-sektor yang menunjang dalam perekonomian.

D. Rumusan Masalah

Dari uraian yang penulis kemukakan dalam latar belakang masalah tersebut, maka rumusan masalah yang menjadi bahasan dalam penulisan skripsi ini adalah :
  1. 1. Bagaimana analisis struktur perekonomian dan pertumbuhan ekonomi Kota Bandar Lampung tahun 2011-2015 dengan menggunakan metode Location Quotientdan shift share?
  2. 2. Bagaimana analisis potensi perekonomian Kota Bandar Lampung tahun 2011-2015 dengan menggunakan metode location quotient dan shift-share?
  3. 3. Bagaimana pandangan Ekonomi Islam terhadap struktur perekonomian dan pertumbuhan ekonomi kota Bandar Lampung tahun 2011-2015?

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui struktur perekonomian dan pertumbuhan ekonomi kota Bandar Lampung tahun 2011-2015 menggunakan metode Location Quotient dan shift share.
  2. Untuk mengetahui potensi perekonomian kota Bandar Lampung tahun 2011-2015 menggunakan metode location quotient dan shift-share.
  3. Untuk mengetahui bagaimana pandangan Ekonomi Islam terhadap struktur perekonomian dan pertumbuhan ekonomi kota Bandar Lampung tahun 2010-2015.

2. Manfaat Penelitian

Manfaat yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk penulis : penelitian ini sebagai pengembangan kemampuan dalam bidang penelitian dan menerapkan teori yang penulis dapatkan di dalam perkuliahan serta syarat untuk menyelesaikan pendidikan yang kini penulis tempuh.
  2. Untuk pemerintah : penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu penunjang dalam membuat kebijakan terutama dalam pengembangan sektor usaha unggulan di Kota Bandar Lampung di masa yang akan datang.
  3. Untuk akademisi : penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya dan menambah khasanah pengetahuan mengenai potensi ekonomi wilayah Kota Bandar Lampung dalam perspektif islam.
  4. Untuk masyarakat : penelitian ini dapat memberikan wawasan mengenai struktur perekonomian dan pertumbuhan ekonomi Kota Bandar Lampung sehingga masyarakat dapat menyiapkan diri dan mengambil langkah tepat baik untuk mengembangkan potensi diri maupun untuk merencanakan investasi di masa yang akan datang.

F. Batasan Masalah
Untuk memudahkan dan menyederhanakan masalah agar tidak terlalu melebar dan menyimpang dari tema, maka penulis menitikberatkan pada struktur perekonomian dan Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandar Lampung untuk melihat potensi daerah dengan menggunakan data Kota Bandar Lampung dana Angka serta Provinsi Lampung Dalam Angka tahun 2011-2015.


Baca Juga




  1. Pembiayaan Pendidikan Dalam meningkatkan Kualitas SDI
  2. Kontribusi BUMD Terhadap Peningkatan PAD
  3. Pengaruh SBI, Uang Beredar Inflasi dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Kinerja Saham
  4. Dana APBD Terhadap Pembangunan Kota
  5. Manajemen Perusahaan Jasa Dalam Meningkatkan Konsumen
  6. Industri Kopi Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat


[1]Lincolin Arsyad, Ekonomi Pembangunan (Yogyakarta: UPP STIM YKPN, 2015), h.13.
[2]Robinson Tarigan, EKONOMI REGIONAL Edisi Revisi (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2014), h.46.
[3]Lincolin Arsyad, Ekonomi Pembangunan edisi 5 (Yogyakarta : UPP STIM YKPN, 2015), h.390.
[4]Robinson Tarigan, Op.Cit. h.82.
[5]Lincolin Arsyad, Op.Cit. h.389.
[6]  Boedi Abdullah, Metode PenelitianEkonomi Islam (Pustaka Setia, Jakarta, 2014),hal.19.
[7]Eko Suprayitno, Ekonomi Islam : Pendekatan Ekonomi Makro Islam dan Konvensional (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2005), h.2.
[8]Nurul Huda, Ekonomi Pembangunan Islam (Jakarta: Prenadamedia Group, 2015), h.1
[9]Ni Luh Aprilia Kesuma dan I Made Suyana Utama, “Analisis Sektor Unggulan dan Pergeseran Pangsa Sektor-Sektor Ekonomi Kabupaten Klungkung” (E-Jurnal EP UNUD, 4[3]: 169-179, ISSN: 2303-0178, Universitas Udayana, Bali, 2013), h.169.
[10]Tim Biro Hubungan dan Studi Internasional-Bank Indonesia, Perekonomian Asia Timur Satu Dekade Setelah Krisis, h.57.
[11]Lincolin Arsyad, Op.Cit. h.12
[12]Badan Pusat Statistik Kota Bandar Lampung, Kota Bandar Lampung Dalam Angka (Bandar Lampung : BPS Kota Bandar Lampung, 2015)
[13]Pemerintah Kota Bandar Lampung, RPJMD: Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Bandar Lampung, Bandar Lampung, h.65
[14]Pemerintah Kota Bandar Lampung, RPJMD: Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Bandar Lampung, Bandar Lampung, h.32.
[15]Tim Biro Hubungan dan Studi Internasional-Bank Indonesia, Op.Cit. h.57.
[16]Nurul Huda, Op.Cit. h.40

0 Response to "STRUKTUR PEREKONOMIAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI MELALUI PENDEKATAN LOCATION QUOTIENT DAN SHIFT-SHARE DITINJAU DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM(STUDI DI KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2011-2015)"

Post a Comment