ANALISIS PENGEMBANGAN SEKTOR UNGGULAN DALAM MENINGKATKAN PAD DI KABUPATEN TULANG BAWANG DALAM PRESPEKTIF EKONOMI ISLAM.

Loading...
Loading...
ANALISIS PENGEMBANGAN SEKTOR UNGGULAN DALAM MINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN TULANG BAWANG



Proposal ini diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat penulisan Skripsi

Oleh :

AHMAD SHODIQIN
NPM 1351010065
Jurusan : Ekonomi Islam

FAKULTAS EKONOMI BISNIS ISLAM
PRODI EKONOMI SYARIAH
UNIVERSITAS AGAMA ISLAM NEGERI (UIN) RADEN INTAN
LAMPUNG
TAHUN AKADEMIK 2016/2017


A.      PENEGASAN JUDUL
            Judul merupakan gambaran utama pada suatu penelitian karya ilmiah, sehingga penegasan judul dalam penelitian ini dilakukan agar pembaca dapat memahami secara benar maksud dan tujuan dari penelitian, serta tidak menimbulkan kesalah pahaman dalam memahami judul. oleh karena itu diperlukan adanya pembatasan terhadap arti kalimat dalam judul skripsi. Skripsi ini berjudul ANALISIS PENGEMBANGAN SEKTOR UNGGULAN DALAM MENINGKATKAN PAD DI KABUPATEN TULANG BAWANG DALAM PRESPEKTIF EKONOMI ISLAM.
            Untuk itu perlu diuraikan pengertian dari istilah-istilah judul tersebut sebagai berikut :
1.        Analisis
            Analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab-musabab duduk perkaranya, dan sebagainya)[1]
2.      Sektor Unggulan
Sektor unggulan menurut Tumenggung (1996) adalah sektor yang memiliki keunggulan komperatif dan keunggulan kompetitif dengan produk sektor sejenis dari daerah lain serta memberikan nilai manfaat yang besar. Sektor unggulan juga memberikan nilai tambah dan produksi yang besar, memiliki multiplier effect yang besar terhadap perekonomian lain, serta memiliki permintaan yang tinggi baik pasar lokal maupun pasar ekspor (Mawardi, 1997).
3.      Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Merupaka penerimaan yang berasal dari sumber – sumber pendapatan daerah yang terdiri atas pajak daerah, retribusi daerah, laba usaha daerah dan lain – lainnya.[2]
4.      Ekonomi Islam
Ekonomi Islam adalah Ekonomi Islam adalah suatu cabang Ilmu pengetahuan yang berupaya untuk memandang, menaganalisis dan akhirnya menyelesaikan permasalahan-permasalahan ekonomi dengan cara-cara yang islami.[3]

B.  ALASAN MEMILIH JUDUL
            Adapun alasan memilih judul “Analisis Pengembangan Sektor Unggulan (Dilihat Unggulan Masing-Masing Kecamatan) Dalam Meingkatkan Pad Di Kabupaten Tulang Bawang” yakni sebagai berikut:
1.      Alasan Objektif
a.  Sektor pertanian dan perkebunan adalah merupakan sektor unggulan di Kabupaten Tulang Bawang dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang. Dilihat dari data yang ada di lapangan yaitu bersumber dari Badan Pusat Stastistik Tulang Bawang, bahwa sektor unggulan tersebut tidak memberikan kontribusi yang besar terhadap PDRB Kabupaten Tulang Bawang. Pada dasarnya sektor unggulan merupakan sektor potensial yang di miliki oleh suatu wilayah karena merupakan sektor basis yang dapat dikembangkan dan dimaksimalkan untuk menjadi penentu perkembangan ekonomi oleh suatu wilayah. Sehingga sektor unggulan di suatu daerah tersebut dapat memberikan kontribusi yang besat pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
2.       Alasan Subjektif
Melihat aspek penulisan bahas, penelitian ini sesuai dengan jurusan yang penulis tempuh yakni Ekonomi Islam pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi. Serta judul ini dapat menambah wawasan bagi penulis maupun pembaca.  Penulis yakin penelitian ini dapat di laksanakan  sesuai dengan target yang telah ditentukan mengingat tersediannya sumber dan literature yang dibutuhkan selama penelitian ini berlangsung dan yang menjadi yang lokasi penelitian adalah di Badan Pusat Statistik Tulang Bawang dan Dinas pendapatan Kecamatan Tulang Bawang.
C.    LATAR BELAKANG
Otonomi daerah merupakan hak, wewenang, serta kewajiban daerah otonom guna untuk mengatur serta mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat daerah tersebut yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.Sehingga otonomi daerah dapat diartikan sebagai kewenangan untuk mengatur sendiri atau kewenangan guna untuk membuat aturan untuk mengurus daerahnya sendiri. Sedangkan daerah merupakan kesatuan masyarakat hukum dan mempunyai batas-batas wilayah.
Pelaksanaan otonomi daerah selain memiliki landasan pada acuan hukum, juga sebagai suatu implementasi tuntutan globalisasi yang diberdayakan dengan cara memberikan daerah tersebut kewenangan yang luas, nyata dan memiliki tanggung jawab, terutama dalam hal mengatur, memanfaatkan, serta menggali berbagai sumber-sumber potensi yang terdapat di daerahnya masing-masing. Otonomi Daerah sendiri diatur dalam Ketetapan MPR RI Nomor IV/MPR/2000 mengenai Rekomendasi Kebijakan dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah.
Kebijakan mengenai otonomi daerah sendiri membuat setiap daerah dapat menggali potensi daerahnya masing-masing. Hal ini juga berlaku untuk Kabupaten Tulang Bawang dimana Kabupaten Tulang Bawang  berhak mengatur urusan daerah sendiri guna meningkatkan pendapatan daerah (Pendapatan Asli Daerah)  yang seharusnya menjadi sumber keuangan daerah.
Isyarat bahwa Pendapatan Asli Daerah harus menjadi bagian sumber keuangan terbesar bagi pelaksanaan Otonomi Daerah menunjukan bahwa PAD merupakan tolak ukur terpenting bagi kemampuan daerah dalam menyelenggarakan dan mewujudkan Otonomi Daerah. Semakin besar kontribusi PAD nya maka akan semakin kecil pula ketergantungan daerah terhadap bantuan pemerintah pusat.[4]  Besarnya pertumbuhan ekonomi daerah seharusnya merupakan sebuah peluang yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong perekonomian daerah.[5]
Perkembangan ekonomi suatu wilayah juga harus di lihat dari sektor- sektor yang menjadi unggulan wilayah tersebut. Sektor uggulan tersebut harus bisa dikembangkan semaksimal mungkin agar dapat menjadi pemicu pembangunan perekonomian wilayah tersebut. Sektor unggulan tersebut dapat diketahui salah satunya dengan menggunakan data PDRB.
Kemampuan pemerintah daerah untuk melihat sektor yang memiliki keunggulan atau kelemahan di wilayahnya menjadi semakin penting. Sektor yang memiliki keunggulan, memiliki prospek yang lebih baik untuk dikembangkan dan diharapkan dapat mendorong sektor-sektor lain untuk berkembang.[6]
Teori basis ekonomi yang dikemukakan oleh RIchardson (1973) menyatakan bahwa faktor penentu utama pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah berhubungan langsung dengan permintaan akan barang dan jasa dari luar daerah.[7] Artinya semakin besar ekspor atau permintaan akan barang di suatu wilayah ke wilayah lain akan menandakan semakin majunya pertumbuhan wilayah tersebut. Demikian sebaliknya, semakin kecil permintaan akan barang di suatu wilayah ke wilayah lain menandakan lambatnya pertumbuhan wilayah tersebut. Setiap perubahan yang terjadi pada sektor basis akan menimbulkan efek ganda (multiplier effect) dalam perekonomian regional (Adisasmita, 2005). [8]
Sedangkan pertumbuhan industri-industri yang menggunakan seumberdaya lokal, termasuk tenaga kerja dan bahan baku untuk diekspor, akan menghasilkan kekayaan daerah dan penciptaan peluang kerja. Sector ini terikat terhadap kondisi ekonomi setempat dan tidak bisa berkembang melebihi pertumbuhan ekonomi wilayah. Atas dasar anggapan diatas, satu – satunya sektor yang bisa meningkatkan perekonomian wilayah melebihi pertumbuhan alamiah adalah sektor basis.[9] Asumsi ini memberikan pengertian bahwa suatu daerah akan mempunyai sektor unggulan apabila daerah tersebut dapat memenagkan persaingan pada sektor yang sama dengan daerah lain sehingga dapat penghasilkan ekspor (Suyatno, 2000).
Kabupaten Tulang Bawang Merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang mana memiliki potensi untuk meningkatan Pendapatan Asli Daerah yang cukup besar. Meskipun sudah berlakunya kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah, tetapi pada kenyataannya kinerja keuangan dan pengelolaan sektor unggulan menjadi sektor basis di daerah Kabupaten Tulang Bawang dapat dikatakan belum maksimal. Hal ini dikarnakan sektor unggulan dari Kabupaten Tulang Bawang tidak begitu besar kontribusinya terhadap PDRB Tulang Bawang.
Salah satu hal yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Tulang Bawang adalah mengelola dan memaksimalkan sektor unggulan dari masing-masing kecamatan yang telah memiliki sektor unggulannya sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Menurut Boediono ada ahli ekonomi yang membuat difinisi yang lebih ketat, yaitu bahwa pertumbuhan itu haruslah ''bersumber dari proses intern perekonomian tersebut''. Karena bisa saja suatu wilayah mengalami pertumbuhan tetapi pertumbuhan itu tercipta karena banyaknya bantuan atau suntikan dana dari pemerintah pusat dan pertumbuhan itu terhenti apabila suntian dana itu dihentikan.[10]
Kabupaten Tulang Bawang dengan keadaan alam yang dimiliknya sangat memungkinkan untuk pengembangan kegiatan yang berbasis perkebunan, dan juga perkebunan sudah menjadi mata pencahariaan utama sekitar 54% dari jumlah masyarakat Tulang Bawang.
Kabupaten Tulang Bawang memiliki 15 kecamatan yaitu: Banjar Agung, Banjar Baru, Banjar Margo, Dente Teladas, Gedung Aji, Gedung Aji Baru, Gedung Meneng, Menggala, Menggala Timur, Meraksa Aji,  Penawar Aji, Penawar Tama, Rawajitu Selatan, Rawajitu Timur dan Rawa Pitu.
Dari 15 kecamatan tersebut memiliki luas lahan yang berbeda-beda, namun dari kesembilan sektor yang mendominasi adalah sektor perkebunan. Dengan luas lahan perkebunan di Kabupaten Tulang Bawang perlu adanya pengembangan komoditi unggulan tanaman pangan dan perkebunan dari masing-masing kecamatan tersebut, berikut rinciannya:
1.      Padi, Pusat pertumbuhan dan produksi meliputi Kecamatan Rawapitu, Rawajitu Selatan, Menggala, Menggala Timur, Gedung Aji Baru, Penawar Tama, Gedung Aji.
2.      Jagung, Pusat pertumbuhan dan produksi meliputi Kecamatan Menggala, Menggala Timur, Gedung Meneng, dente Teladas, Banjar Baru, Rawajitu Selatan, Gedung Aji Baru.
3.      Ubi Kayu, Pusat pertumbuhan dan produksi meliputi Kecamatan Menggala, Menggla Timur, Gedung Meneng, Dente Teladas, Banjar Baru, Banjar Agung, Banjar Margo, Penawar Tama, Gedung Aji Baru, Penawar Aji, Gedung Aji, Meraksa Aji.
4.      Karet, Pusat Pertumbuhan dan Produksi meliputi Kecamatan Banjar Baru, Abnjar Agung, Banjar Margo, Penawar Tama, Gedung Aji Baru, Gedung Meneng, Gedung Aji, Meraksa Aji.
5.      Sawit, Pusat pertumbuhan dan produksi meliputi Kecamatan Banjar Baru, Banjar Agung, Banjar Margo, Penawar Tama, gedung Aji Baru, Rawapitu, Gedung Aji, Meraksa Aji.[11]
Menurut pandangan Islam pembangunan merupakan kegiatan yang sangat penting dikarenakan pembangunan diperlukan setiap wilayah untuk memajukan wilayah tersebut. Pembangunan dalam Islam tidak hanya sebatas pembangunan infrastruktur tetapi pembangunan moral dan spiritual setiap masyarakatnya sangat diperlukan.[12]
Untuk melaksanakan pembangunan dibutuhkannya dana yang bersumber dari penerimaan pemerintah yang direalisasikan melalui keuangan publik. Islam menekankan dalam pencapain kesejahteraan dan pemerataan pembangunan yang bersumber pada penerimaan negara harus dikelola secara optimal, demi kebutuhan dan kemakmuran  generasi yang berkesinambungan, meningkatkan kemaslahatan umat serta tidak boleh berlebihan.[13]
Pembangunan keuangan publik dapat dimulai dari sumber yang bersifat mikro. Konsep Istihlaf  atau tanggung jawab amanah dalam setiap individu atau perusahaan dapat dijadikan sebagai faktor penting yang dijadikan landasan kebijakan Negara dalam pembangunan sosio-ekonomi.[14] Sumber daya yang berlimpah dalam suatu masyarakat atau Negara akan terbangun secara maksimal berbasis konsep Istikhlaf, sebaliknya sumber daya atau kekayaan alam yang di miliki oleh suatu daerah akan menjadi tidak maksimal jika konsep Istikhlaf tidak terbangun dalam masyarakat, terkait mengenai pengelolaan dan alokasi yang tidak maksimal.
Pada dasarnya pemerintah harus menciptakan suatu kondisi ekonomi yang dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, kebijakan pembangunan ekonomi seharusnya dititik beratkan pada sektor ekonomi riil yang secara langsung maupun tidak langsung menyentuh kehidupan rakyat miskin, terutama dalam pembangunan infrastruktur yang berbentuk bangunan fisik seperti jalanan umum, rumah susun, fasilitas pendidikan, kesehatan sebagai prasarana dasar yang diperlukan dalam pembangunan ekonomi. Akan tetapi pada kenyataannya hal yang yang terjadi sebaliknya pembangunan yang dirancang tidak berfungsi untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat dikarenakan tidak terealisasinya dana pendapatan asli daerah yang sudah ditargetkan.
Peningkatan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat mempengaruhi kondisi keuangan daerah, apabila penerapan tujuan pembanguan tidak sesuai dengan penerapan pembangunan diakibatkan anggaran Pendapatan Daerah yang didapatkan tidak mencukupi dikhawatirkan terjadinya pendistribusian yang tidak merata yang jelas dalam Islam hal itu dilarang karena munculnya ketidakadilan dalam masyarakat terutama masyarakat miskin dan tidak terealisasinya pembangunan dengan baik.
Pengoptimalan potensi PAD sangat dibutuhkan agar dapat terealisasinya penerimaan di Negara Islam, sama halnya dengan pemahaman ekonomi konvensional, adanya indikator makro ekonomi yang perkembangannya dapat mempengaruhi pendapatan asli Negara seperti PDB/PDRB, Tingkat Inflasi, dna Pengeluaran Pemerintah. PDB dalam ekonomi Islam sedikit berbeda dari pembahasa ekonomi biasanya karena menggunakan parameter falah didalamnya sehingga apabila masyarakat sudah sejahteran maka pendapatan masyarakat pun ikut meningkat.[15] Begitupu pengeluaran pemerintah di Negara Islam yang digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakatnya sehingga dapat mendorong dan mengentaskan kemiskinan. Keuangan publik dalam Islam  sangatlah dibutuhkan agar pengeluaran pemerintah untuk pembangun ekonomi dapat terealisasi untuk kepentingan umat.
Menurut Merwally (dalam zaenal Srifim, 2002), prinsip-prinsip ekonoi islam secara garis besar dapat dijabarkan bahwa sumber daya dipandang sebagai amanah Allah kepada manusia, sehingga pemanfaatannya haruslah bisa dipertanggung jawabkan di akhira kelak. Implikasinya adalah manusia harus menggunakannya dalam kegiatan yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.[16]
Sebagaimana yang sudah di gambarkan dalam Al-Quran surat Al-Baqorah ayat 30 yang berbunyi:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (Qs. AL-Baqoroh : 30)
Ayat di atas menjelaskan mengenai konsep Istihlaf atau tanggung jawab dalam islam terhadap manusia yang dijadikan oleh Allah S.W.T sebagi khalifah di muka bumi. Manusia diberikan wewenang dan kebebasan untuk mengelola seluruh kekayaan di muka bumi dengan sebaik-baiknya, jika konsep Istikhlaf tidak ditanamkan di masing-masing individu maka mereka akan bersikap rakus terhadap sumberdaya alam yang mereka kelola tanpa memperhitungkan kerusakan-kerusakan yang akan terjadi disekeliling mereka.
Kegiatan produksi dalam pemanfaat kekayaan alam tidak sekedar untuk menunjang kebutuhan manusia saja yaitu primer, sekunder dan tersier, melainkan hastrat untuk menguasai seluruh muka bumi.
Islam menekankan kegiatan produksi dapat berjalan optimal dalam dua ranah yaitu berfungsinya seumber daya manusia untuk mencapai kualitas hidup dan terpenunya hierarki kebutuhan manusia (primer, sekunder dan tersier). Pencapaian standar kualitas hidup yang minimal menjadi tujuan dasar kegiatan produksi dalam islam. Pelaku ekonomi menjalankan fungsi produktifnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup melalui mekanisme ekonomi. Fungsi ini mengarah pada mekanismalisasi kemampuan dan kapasitas manusia sebagai produsen agar senantiasa mencari inovasi baru untuk berproduksi secara efisien. Adapun terpenuthinya jenjang kebutuhan manusia (konsumen) menjadi tujuan kedua. Keseimbangan pembuatan barang dan jasa atau jasa dan pemanfaatannya akan ber-implikasi pada terciptanya kemandirian ekonomi, full employ ment, sustainable economics, dan pertumbuhan ekonomi positif.[17]
D.  RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian di atas maka rumusan masalah yang akan di teliti meliputi;
  1. Bagaimana pengaruh pengembangan sektor unggulan terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tulang Bawang?
  2. Apa sektor unggulan yang paling dominan dalam mempengaruhi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tulang Bawang?
E.  TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan latar belakang dan permasalahan yang dikemukakan maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1.       Mengetahui pengaruh sektor unggulan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tulang Bawang.
2.      Mengetahui sektor unggulan yang paling dominan terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tulang Bawang.

F.   MANFAAT PENELITIAN
1.      Secara Akademis
Dapat menambah pengetahuan tentang pemerintah daerah terutama mengeni sektor unggulan serta hubungannya dengan pendapatan asli daerah dan segala ruang lingkupnya dan juga sebagai aplikasi teori yang telah didapatkan peneliti selama menempuh perkuliahan, khususnya konsentrasi dibidang pembangunan ekonomi, selain itu penelitian ini dapat menambah wacana keilmuan tentang penentuan sektor unggulan khususnya dalam penentuan sektor basis dan non basis daerah Kabupaten Tulang Bawang. Selain itu juga Dapat menambah kepustakaan terutama dibidang pembangunan ekonomi dan dapat menjadi bahan refrensi untuk penelitian yang serupa dengan topik yang sama.
2.      Secara Praktis,
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dan bahan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang khususnya Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Tulang Bawang sebagai bahan pertimbangan dan masukan dalam merencanakan program pembangunan dan merumuskan, menentukan dan memprioritaskan serta memutuskan arah kebijakan pembangunan.

G. Metode penelitian
Metode adalah cara yang tepat untuk melakukan sesuatu dengan menggunakan pemikiran secara seksama untuk mencapai suatu tujuan.[18] Sedangkan penelitian adalah penyaluran rasa ingin tahu terhadap suatu masalah dengan perlakuan tertentu (seperti memeriksa, mengusut, menelaah, dan mempelajari secara cermat, dan sungguh sungguh) sehingga diperoleh sesuatu (seperti mencapai kebenaran, memperoleh jawaban, pengembangan ilmu pengetahuan dan sebagainya).[19] Jadi metodologi penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.[20]
1.      Jenis penelitian dan sifat penelitian
a.    Jenis penelitian
Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dengan metode kualitatif yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah dari pada melihat suatu permasalahan untuk penelitian generalisasi.[21] Hakikatnya penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakuakan dengan mengali data yang bersumber dari lokasi atau lapangan penelitian. Didukung juga dengan penelitian pustaka (library research) yang bertujuan untuk mengumpulkan data atau informasi dengan bantuan material, misalnya : buku, catatan, dokumen-dokumen dan refrensi lainya yang berkaitan dengan Pembiayaan Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya  Insani. Adapun data data tersebut diperoleh dari lokasi atau SMP Global Madani Bandar Lampung.
b.      Sifat penelitian
Dilihat dari sifatnya, peneliian ini bersifat deskriptif analisisi yang menggambarkan atau uraian atas suatu keadaan sejernih mungkin,tanpa ada perlakuan terhadap objek yang diteliti. Penelitian deskriptif umumnya merupakan penelitian non hipotesis, dalam penelitian ini, pengertian deskriptif yang penulis maksudkan adalah suatu penelitian yang menggambarkan bagaimana pembiayaan pendidikan dapat meningkatkan kualitas sumber daya insani. kualitas sumber daya insani.
2.      Sumber data
Data yang di pergunakan dalam penelitian ini terdiri dari
a.       Data primer
Data primer adalah data yang di ambil langsung tanpa perantara, dari sumbernya, sumber ini dapat berupa benda-benda situs ataupun manusia yang langsung berkaitan dengan penelitian, data data primer di dapatkan dengan cara melakukan wawancara atau melakukan pengamatan secara langsung terhadap sesuatu hal yang berkaitan dengan penelitian. Data ini diperoleh dari pegawai Pemda Kabupaten dan BPS Kabupaten Tulang Bawang.
b.      Data sekunder
Data sekunder adalah data yang diambil tidak secara langsung dari sumbernya. [22] Data sekunder diambil dari berbagai dokumen dokumen seperti Produk Domestik Regional Bruto yang di dapatkan dari dokumen yang ada di BPS Badan Pusat Statistik  atau majalah ataupun seseorang yang mendapatkan informasi dari orang lain yang berkaitan dengan penelitian.

H.   Metode Pengumpulan Dara
a.    Wawancara
Menurut I Made Wirartha wawancara adalah salah satu metode pengumpulan data dengan jalan komunikasi, yaitu melalui kontak atau hubungan pribadi antara pengumpul data (pewawancara) dengan sumber data (responden).[23]
Pada wawancara ini yang menjadi responden adalah pegawai Pemda Kabupaten dan BPS Kabupaten Tulang Bawang. Metode wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan dengan jawaban komprehensif kepada responden untuk menggali informasi dan mendapatkan data mengenai sektor unggulan dan kontribusinya terhadap PAD Kabupaten Tulang Bawang.
b.    Dokumentasi
Metode yang digunakan dalam penelitain ini adalah metode dokumentasi yaitu cara pengumpulan data melalui dokem tertulis, terutama berupa arsip dan juga termasuk buku-buku tertentu, pendapat, teori, atau hukum, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian.
Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, dan sebagainya.[24] Dokumen yang diperlukan dalam penelitian ini adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tulang Bawang tahun.



I.     TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL
a.  Populasi
Populasi adalah wilayah generalis asli yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian akan ditarik kesimpulannya.[25] Maka dalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah Kabupaten Tulang Bawang sejak berdirinya hingga sekarang (1997-2017).
b.    Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Proposif Cluster Sampling dengan dijadikan sampel yaitu semua data realisasi penerimaan dari sektor unggulan masing-masing kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang periode tahun 2010-2015 dengan pertimbangan bahwa kecamatan Dente Teladas merupakan kecamatan terluas dari 15 kecamatan lainnya yaitu 58% dari luas Kabupaten Tulang Bawang. Dengan asumsi semakin luas daerah maka semakin besar kontribusinya terhadap pendaptan asli daerah Kabupaten Tulang Bawwang.
Cluster sampling adalah teknik sampling yang digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas. Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.[26]
J.    ALAT ANALISIS
Teknik analitis data penelitian ini adalah menggunakan model regresi linier sederhana, regresi linier adalah alat statistik yang dipergunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu variabel atau beberapa variabel dengan satu variable lain,[27] sedngkan regresi linier sederhana ialah membandingkan antara satu variabel bebas dengan satubuah variabel terkait, mengolah data menggunakan program SPSS 15.0. Persamaan Regresi dinyatakan sebagai berikut:
 Y = α + b1X1
Dimana :
 Y = Pendapatan Asli Daerah
α = Konstanta/koefisien
 b = Koefisien Regresi
X1 = Sektor Unggulan (Sektor Pertanian)


K.      UJI ASUMSI KLASIK
Uji asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui apakah model estimasi telah memenuhi kriteria ekonometrika, dalam arti tidak terjadi penyimpangan yang cukup serius dari asumsi-asumsi yang harus dipenuhi dalam metode Ordinary Least Square (OLS).[28]
a.      Uji Normalitas
Uji normalitas adalah untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Dalam penelitian ini akan menggunakan program SPSS 15.0 dengan pengujian Durbin Watson.
b.      Uji Autokorelasi
            Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi.
c.       Uji Asumsi Homoskedastisitas
Suatu asumsi pokok dari model regresi linier klasik adalah bahwa gangguan (disturbance) yang muncul dalam regresi adalah homoskedastisitas, yaitu semua gangguan tadi mempunyai varian. Untuk mengetahui adanya heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan pengujian Durbin Watson yang tersedia dalam program SPSS 15.0.
L.  UJI STATISTIK T
Uji statistik t merupakan metode pengujian koefisien regresi untuk menguji tingkat signifikansi masing-masing koefisien yang mempengaruhi Sektor Unggulan Kabupaten Tulang Bawang digunakan uji t dengan menggunakan hipotesis nol. Dengan rumus yang digunakan adalah :
t hitung = (bj) Se / (bj)
Dimana :          bj = koefisien regresi
Se(bj) = standar error koefisien regresi











DAFTAR PUSTAKA

Andullah, Dri Asmawanti, dan Febriansyah, “ Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dan Dana Alokasi Khusus Terhadap Konerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Se-Sumatera Bagian Selatan” Jurnal Akuntansi FEB Universitas Bengkulu, Vol3, No.1 , (2015), h.42, http://jafebunib.ac.id
Cholid Narbuko Dan Abu Achmadi, Metodologi Penelitian (Jakarta : PT Bumi Aksara.2015), h1
Suprayitno Eko, Ekonomi Islam: Pendekatan Ekonomi Makro Islam dan Konvensional, Cetakan Pertama (Yogyakarta: Geraha Ilmu, 2005), hlm. 2
Sukarno Fahrudin, Etika Produksi dalam Perespektif Ekonomi Islam, (Bogor: Al-Azhar press, 2011), hlm. 69
Hidayanto Fajar, “Format Keuangan Publik  Yang Islami” Jurnal Ekonomi Islam, Vol. IV,No.1 , juli (2010),h. 133 La_Riba.ac.id
Hasan  Iqbal, Metodologi Penelitian dan Aplikasinya (Jakarta : Ghalia Indonesia,2011), h. 1
I Made wiratha, Metodologi Penelitian Sosial Ekonomi, (Yogyakarta : C.V Andi Offset, 2006), h.36
Kosasi, Eva Maria S, Abdul Yusuf, Analisis Sistem Pajak BPHTB Dari Pajak Pusat Menjadi Pajak Daerah Terhadap PAD Kabupaten Karawang, Majalah Ilmiah Solusi Unsika, Vol.11edisi 24sep-Nov 2012 Hlm. 2
Arsyad Lincolin, Ekonomi Pembangunan, Edisi Ke-5, Uup Stim Ykpn, Yogyakarta:2010, hlm. 376
Huda Nurul, et al, Ekonomi Makro Islam : Pendekatan Teoritis, (Jakarta : Kencana, 2008), h. 28
Huda Nurul, Ekonomi Pembangunan Islam cetakan ke-1, (Jakarta : Kencana, 2015), h.32
Irawan Prasetya, Logika Dan Prosedur Penelitian :Pengantar Teori Dan Panduan Praktis Penelitian Social Bagi Mahasiswa Dan Peneliti Pemula, (Jakarta : STIA-LAN Press,1999), h. 77-78
Putu Lia Perdana Sari, “Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali” Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika, Vol. 2, No.3 , (2013), h.716, ejournal.undiksha.ac.id
Riduwan, Dasar-Dasar Statistika, Alfabeta, Bandung:2012
Tarigan Robunson, Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2014),hlm.79
Rohmad, Suprayitno, Penghantar Statistik, Kalimedia Yogyakarta:2015 hlm. 183
Sugiono, Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2009), hlm. 243
Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rinerka Cipta, 2013), h.274.
V. Wiratna Sujarweni  Metodologi Penelitian, Yogyakarya, PT pustaka Baru Press, 2014, h.66
Website Resmi Kabupaten Tulang Bawang, Peluang Investasi, diakses 10 April 2017 dari (http://tulangbawangkab.go.id/?page_id=229)
P3EI. Ekonomi Islam.(jakarta: Rajawali Pers. 2011).h. 17



OUTLINE

JUDUL ..............................................................................................................
ABSTRAK.........................................................................................................
PERSETUJUAN PEMBIMBING.....................................................................
PENGESAHAN.................................................................................................
MOTTO..............................................................................................................
PERSEMBAHAN..............................................................................................
RIWAYAT HIDUP...........................................................................................
KATA PENGANTAR.......................................................................................
DAFTAR ISI......................................................................................................
DAFTAR TABEL .............................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN .....................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Penegasan Judul ..................................................................................
B. Alasan Memilih Judul ..........................................................................
C. Latar Belakang Masalah ......................................................................
D. Rumusan Masalah ................................................................................
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian ............................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori ....................................................................................
B. Kerangka Pemikiran .............................................................................
C. Hipotesis ..............................................................................................
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Sifat Penelitian .....................................................................
B. Sumber Data ........................................................................................
C. Teknik Pengumpulan Data ...................................................................
D. Populasi dan Sampel ............................................................................
E. Teknik Pengolahan dan Analisis Data..................................................
BAB IV  LAPORAN HASIL PENELITIAN DAN ANALISA DATA
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ....................................................
B. Hasil Penelitian.....................................................................................
C. Pembahasan Data Hasil Penelitian  ......................................................
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ..........................................................................................
B. Saran ....................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................
LAMPIRAN-LAMPIRAN ...............................................................................









[1]  Sugiono, Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2009), hlm. 243
[2]Kosasi, Eva Maria S, Abdul Yusuf, Analisis Sistem Pajak BPHTB Dari Pajak Pusat Menjadi Pajak Daerah Terhadap PAD Kabupaten Karawang, Majalah Ilmiah Solusi Unsika, Vol.11edisi 24sep-Nov 2012 Hlm. 2
[3]P3EI. Ekonomi Islam.(jakarta: Rajawali Pers. 2011).h. 17
[4]Andullah, Dri Asmawanti, dan Febriansyah, “ Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dan Dana Alokasi Khusus Terhadap Konerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Se-Sumatera Bagian Selatan” Jurnal Akuntansi FEB Universitas Bengkulu, Vol3, No.1 , (2015), h.42, http://jafebunib.ac.id
[5]Putu Lia Perdana Sari, “Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali” Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika, Vol. 2, No.3 , (2013), h.716, ejournal.undiksha.ac.id
[6]Robunson Tarigan, Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2014),hlm.79
[7]Lincolin Arsyad, Ekonomi Pembangunan, Edisi Ke-5, Uup Stim Ykpn, Yogyakarta:2010, hlm. 376

[9]Robunson, Op. cit. hlm. 29
[10]Robunson, Op. cit. hlm. 46
[11]Website Resmi Kabupaten Tulang Bawang, Peluang Investasi, diakses 10 April 2017 dari (http://tulangbawangkab.go.id/?page_id=229)
[12]Nurul Huda, Ekonomi Pembangunan Islam cetakan ke-1, (Jakarta : Kencana, 2015), h.32
[13]Fajar Hidayanto, “Format Keuangan Publik  Yang Islami” Jurnal Ekonomi Islam, Vol. IV,No.1 , juli (2010),h. 133 La_Riba.ac.id
[14]Ibid, h. 134
[15]Nurul Huda, et al, Ekonomi Makro Islam : Pendekatan Teoritis, (Jakarta : Kencana, 2008), h. 28
[16]Eko Suprayitno, Ekonomi Islam: Pendekatan Ekonomi Makro Islam dan Konvensional, Cetakan Pertama (Yogyakarta: Geraha Ilmu, 2005), hlm. 2
[17]Fahrudin Sukarno, Etika Produksi dalam Perespektif Ekonomi Islam, (Bogor: Al-Azhar press, 2011), hlm. 69
[18]Cholid Narbuko Dan Abu Achmadi, Metodologi Penelitian (Jakarta : PT Bumi Aksara.2015), h1
[19]Iqbal Hasan, Metodologi Penelitian dan Aplikasinya (Jakarta : Ghalia Indonesia,2011), h. 1
[20]Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Bandung : Alfabeta,2014), h. 2
[21]Ibid., h .7
[22]Prasetya irawan, Logika Dan Prosedur Penelitian :Pengantar Teori Dan Panduan Praktis Penelitian Social Bagi Mahasiswa Dan Peneliti Pemula, (Jakarta : STIA-LAN Press,1999), h. 77-78
[23]I Made wiratha, Metodologi Penelitian Sosial Ekonomi, (Yogyakarta : C.V Andi Offset, 2006), h.36
[24]Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rinerka Cipta, 2013), h.274.
[25]Sugiono Op. Cit. hlm. 117
[26]Ibid, hlm. 83-85
[27]Rohmad, Suprayitno, Penghantar Statistik, Kalimedia Yogyakarta:2015 hlm. 183
[28]Riduwan, Dasar-Dasar Statistika, Alfabeta, Bandung:2012

0 Response to "ANALISIS PENGEMBANGAN SEKTOR UNGGULAN DALAM MENINGKATKAN PAD DI KABUPATEN TULANG BAWANG DALAM PRESPEKTIF EKONOMI ISLAM."

Post a Comment