ANALISIS MANAJEMEN PEMASARAN PERUSAHAAN JASA DALAM MENINGKATKAN JUMLAH KONSUMEN DITINJAU DARI EKONOMI ISLAM

Loading...
Loading...

ANALISIS MANAJEMEN PEMASARAN PERUSAHAAN JASA DALAM MENINGKATKAN JUMLAH KONSUMEN DITINJAU DARI EKONOMI ISLAM
(Studi CV. Varis Tour And Travel Bandar Lampung)


Proposal
Oleh
Dwi Krismanto
NPM 1221040071
Jurusan Ekonomi Islam


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN INTAN
LAMPUNG
1437/2016


A.    Penegasan Judul
Untuk menghindari berbagai penafsiran terhadap judul proposal ini yang berakhir dengan kesalahan dalam pemahaman, maka penulis akan menjelaskan secara singkat apa sebenarnya yang menjadi maksud dari judul penelitian ini. Judul skripsi ini adalah “ANALISIS MANAJEMEN PEMASARAN PERUSAHAAN JASA DALAM MENINGKATKAN JUMLAH KONSUMEN DITINJAU DARI EKONOMI ISLAM” (Studi CV. Varis Tour And Travel Bandar Lampung). Maka terlebih dahulu ditegaskan hal – hal yang terkandung dalam judul tersebut.
Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan memahami arti keseluruhan.[1]
Manajemen Pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi gagasan, barang, dan jasa untuk menghasilkan pertukaran yang memenuhi sasaran perorangan dan organisasi.[2]
Perusahaan Jasa adalah kegiatan perusahaan yang diselenggarakan untuk membantu kelancaran pengaliran jasa dari produsen ke konsumen dengan tujuan mencari keuntungan.[3]
Menurut Gaspersz, konsumen adalah semua orang yang menuntut organisasi untuk memenuhi standar kualitas tertentu, dan arena itu memberikan pengaruh pada kinerja organisasi.[4]
Ekonomi Islam adalah suatu ilmu dan aplikasi petunjuk dan aturan syariah yang mencegah ketidakadilan dalam memperoleh dan menggunakan sumber daya material agar memenuhi kebutuhan manusia dan agar dapat menjalankan kewajibannya kepada Allah dan masyarakat. Ekonomi Islam juga adalah tanggapan  pemikir – pemikir muslim terhadap tantangan ekonomi pada zamannya. Dalam upaya ini mereka dibantu oleh Al – Qur’an dan Hadits, serta alasan dan pengalaman. Dalam bukunya Musthofa berpendapat juga bahwa ekonomi islam adalah ilmu pengetahuan social yang mempelajari masalah – masalah ekonomi rakyat yang didasari oleh nilai – nilai islam.[5]  
Berdasarkan uraian di atas, yang dimaksud manajemen pemasaran dalam ekonomi islam adalah “Penerapan prinsip – prinsip ajaran Islam yang bersumber pada Al – Qur’an dan Al – Hadist dalam pemasaran.
Dengan demikian yang dimaksud judul tersebut  adalah untuk mengungkapkan dan mengkaji secara objektif dan secara mendasar mengenai manajemen pemasaran yang dilakukan oleh CV. Varis Tour and Travel Bandar Lampung yang ditinjau secara ekonomi Islam.
B.     Alasan Memilih Judul
Dalam penulisan skripsi ini penulis memiliki beberapa alasan tertentu yang mendorong penulis untuk mengkaji masalah ini. Adapun alasan tersebut antara lain adalah :
1.      Secara Obyektif
CV. Varis Tour and Travel merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa. Pada perusahaan ini juga memungkinkan untuk diadakan penelitian mengingat literature dan bahan data informasi yang diperlukan untuk menunjang penulis dalam  menyelesaikan skripsi ini. Kemudian bagaimana manajemen pemasaran yang dilakukan agar dapat meningkatkan konsumen.
2.      Secara Subyektif
a.       Dalam penyusunan skripsi ini, penulis didukung oleh data yang akurat yang terdapat di perpustakaan maupun data yang diperoleh dari lapangan sebagai bahan rujukan yang berhubungan dengan topic penelitian cukup banyak, sehingga diperkirakan dalam penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.
b.      Ketersediaan data atau informasi yang penulis butuhkan terkait judul yang akan diteliti, baik data sekunder dan data primer memiliki kemudahan akses serta akses letak objek penelitian mudah dijangkau.

C.    Latar Belakang Masalah
Perusahaan yang bergerak di bidang jasa seperti tour and travel memerlukan faktor-faktor pendukung untuk menarik minat para konsumen agar mau menggunakan jasa yang ditawarkan. Kualitas jasa merupakan faktor pendukung utama bagi perusahaan yang bergerak di bidang jasa, dimana dengan adanya kualitas jasa yang baik tentu akan membantu perusahaannya di dalam memperhatikan atau bahkan meningkatkan jumlah konsumennya.
Unsur pertama proses manajemen pemasaran adalah strategi dan rencana pemasaran yang kreatif dan dapat memadu kegiatan pemasaran. Pengembangan strategi pemasaran yang benar sepanjang waktu memerlukan bauran pemasaran yang disiplin dan fleksibilitas. Perusahaan harus berpegang pada strategi, tetapi juga menemukan cara baru untuk terus mengembangkannya. Pemasaran juga harus terus meningkatkan strategi untuk sejumlah produk dan jasa didalam organisasinya.[6]
Kegiatan pemasaran yang baik dapat mendukung strategi bersaing yang tepat, karena pemasaran yang baik dapat meningkatkan jumlah konsumen. Sehingga strategi pemasaran menjadi sangat penting dalam bersaing. Perusahaan harus mampu menciptakan bauran pemasaran yang tepat, karena perusahaan yang dapat mencapai keunggulan kompetitif hanyalah perusahaan yang mempunyai diferensiasi pada produk atau jasanya. Perusahaan harus mampu menciptakan produk yang unggul, berbeda dan jauh lebih baik dibandingkan produk pesaingnya.
Pada dasarnya semua perusahaan harus melakukan pengamatan yang sistematis dan berkesinambungan terhadap pengaruh lingkungan eksternal. Dalam menganalisis lingkungan industri hendaknya inti lingkungan diketahui. Dari sisi perusahaan, inti lingkungan industri adalah berupa jaringan dari lingkungan bisnis yang dilakukannya, antara lain dengan pesaing, pemasok dan konsumen.[7]
Di dalam fungsi manajemen pemasaran ada kegiatan menganalisa yaitu analisis yang dilakukan untuk mengetahui pasar dan lingkungan pemasaran. Sehingga dapat diperoleh seberapa besar peluang untuk merebut pasar dan seberapa besar ancaman yang harus dihadapi.
Dalam komunikasi pemasaran diperlukan suatu pendekatan yang mudah dan fleksibel yang terdapat pada bauran pemasaran. Bauran pemasaran adalah kumpulan alat pemasaran taktis terkendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkannya di pasar sasaran.[8] Bauran pemasaran terdiri dari semua hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan produknya.
Peran pemasaran saat ini bukan hanya menyampaikan produk atau jasa hingga ke tangan konsumen. Tetapi juga bagaimana produk atau jasa tersebut dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan menghasilkan laba atau profit. Sasaran dari pemasaran adalah untuk menarik pelanggan baru, menetapkan harga menarik, mendistribusikan produk dengan mudah, mempromosikan secara efektif serta mempertahankan pelanggan yang sudah ada dengan tetap memegang prinsip kepuasan pelanggan.
Dalam hal ini juga perlu memperhatikan konsep-konsep persaingan sesuai bisnis Islam, dimana produk usaha bisnis yang dipersaingkan baik barang atau jasa harus halal. Spesifikasinya harus sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen untuk menghindari penipuan, kualitas terjamin dan berdaya saing. Harga produk harus kompetitif bila ingin memenangkan persaingan, dan tidak diperkenankan membanting harga dengan tujuan menjatuhkan pesaing. Promosi harus dengan keramahan, tetapi tidak boleh dengan cara yang mendekati maksiat. Tempat usaha baik, bersih, sehat, nyaman dan harus menghindari adanya unsur-unsur yang haram seperti halnya gambar porno, minuman keras, dan sebagainya untuk sekedar menarik konsumen.[9]
Dalam hal strategi bisnis sangatlah diperlukan adanya suatu keunggulan kompetitif dari unit usaha yang kita miliki dengan unit usaha pesaing, melakukan sesuatu yang lebih baik dari unit usaha pesaing. Dengan demikian, keunggulan kompetitif menjadi suatu kebutuhan penting bagi kesuksesan jangka panjang dan kelangsungan hidup perusahaan.[10]
Cara berbisnis Rasulullah juga semestinya diterapkan dalam lingkungan perusahaan. Dalam dunia bisnis persaingan adalah hal biasa yang harus dihadapi oleh para pebisnis, namun dalam bersaing pebisnis juga harus memperhatikan cara dalam berbisnis dan sesuai syari’at Islam. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS.al-Baqarah ayat 148, sebagai berikut:
9e@ä3Ï9ur îpygô_Ír uqèd $pkŽÏj9uqãB ( (#qà)Î7tFó$$sù ÏNºuŽöyø9$# 4 tûøïr& $tB (#qçRqä3s? ÏNù'tƒ ãNä3Î/ ª!$# $·èŠÏJy_ 4 ¨bÎ) ©!$# 4n?tã Èe@ä. &äóÓx« ֍ƒÏs% ÇÊÍÑÈ

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya.Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”[11]

Al-Qur’an juga mengatur kegiatan kehidupan atau muamalah juga etika perdagangan, penjualan atau pemasaran. Ayat al-Qur’an yang dipedomani sebagai cara pemasaran adalah QS al-Baqarah ayat 16, sebagai berikut:

y7Í´¯»s9'ré& tûïÏ%©!$# (#ãruŽtIô©$# s's#»n=žÒ9$# 3yßgø9$$Î/ $yJsù Mpt¿2u öNßgè?t»pgÏkB $tBur (#qçR%x. šúïÏtGôgãB ÇÊÏÈ  


“Mereka Itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, Maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.”[12]

CV. Varis Tour and Travel bertempat di jl. Gajah Mada No.85 D, Kedamaian, Kota Bandar Lampung merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang jasa pariwisata yang memanfaatkan kekayaan alam dan lingkungan hidup yang khas, seperti : hasil budaya, peninggalan sejarah, pemandangan alam yang indah dan iklim yang nyaman.
Manajemen pemasaran dibutuhkan dalam tercapainya sebuah tujuan CV. Varis Tour and Travel baik dari prospek dalam meningkatkan konsumen maupun tujuan lain sesuai dengan yang diinginkan oleh pemilik perusahaan. Sebuah proses pengaturan diperlukan agar manajemen pemasaran CV. Varis Tour and Travel tidak sembarangan melakukan perencanaan, target target yang diinginkan serta dapat mengantasipasi berbagai kemungkinan sebuah resiko dalam melaksanakan manajemen pemasaran.
Tanpa adanya sebuah manajemen pemasaran yang baik dalam suatu perusahaan, maka sebuah perusahaan akan mengalami kondisi sulit dalam hal meningkatkan jumlah konsumen. Manajemen pemasaran memegang peran utama terhadap eksistensi sebuah perusahaan produk atau jasa yang kurang bermutu pun akan terjual apabila suatu perusahaan memiliki manajemen pemasaran yang handal.
Dalam mengidentifikasi manajemen pemasran dalam meningkatkan jumlah konsumen, penulis menggunakan alat analisa, yaitu bauran pemasaran. Analisa bauran pemasaran ini dapat membantu CV. Varis Tour and Travel dalam meningkatkan jumlah konsumen agar perusahaan tour and travel ini dapat mempertahankan eksistensinya. Mengingat arti penting dari manajemen pemasaran untuk meningkatkan jumlah konsumen ini, maka penulis mengambil judul “ANALISIS MANAJEMEN PEMASARAN PERUSAHAAN JASA DALAM MENINGKATKAN JUMLAH KONSUMEN DITINJAU DARI EKONOMI ISLAM” ( Studi CV. Varis Tour And Travel Bandar Lampung ).





D.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, masalah yang dibahas pada penelitian ini adalah :
1.      Bagaimana pelaksanaan manajemen pemasaran dalam bidang jasa CV. Varis Tour and Travel dalam meningkatkan jumlah konsumen ?
2.      Bagaimana tinjauan ekonomi Islam terhadap pelaksanaan manajemen pemasaran perusahaan CV. Varis Tour and Travel dalam meningkatkan jumlah konsumen ?
E.     Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian pada penelitian ini adalah :
1.      Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan manajemen pemasaran dalam bidang jasa pariwisata CV. Varis Tour and Travel dalam meningkatkan jumlah konsumen.
2.      Untuk mengetahui bagaimana tinjauan ekonomi Islam terhadap pelaksanaan manajemen pemasaran CV. Varis Tour and Travel dalam meningkatkan jumlah konsumen.

F.     Manfaat Penelitian
Mengenai manfaat dari penelitian ini adalah :
1.      Sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi bagi CV. Varis Tour and Travel dimasa yang akan datang, dengan harapan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan dasar kebijaksanaan lebih lanjut dalam menentukan manajemen pemasaran dalam meningkatkan jumlah konsumen yang sesuai dengan konsep bisnis Islam dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif.
2.      Sebagai bahan referensi serta pengetahuan bagi siapa saja yang ingin menggunakan manajemen pemasaran sebagai salah satu penentu dalam meningkatkan jumalah konsumen, maupun siapa saja yang akan melakukan penelitian menggunakan manajemen pemasaran dimasa yang akan datang.

G.    Metode Penelitian  
1.      Jenis dan Sifat Penelitian
a.       Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian yang dilakukan di lapangan dalam ranah yang sebenarnya. Penelitian lapangan dilakukan dengan menganalisis data yang bersumber dari lokasi atau lapangan penelitian.
b.      Sifat Penelitian
Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu penelitian yang berusaha untuk menentukan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data, jadi peneliti juga menyajikan data, menganalisis dan menginterprestasikannya. Penelitian survey biasanya juga termasuk dalam penelitian ini.[13]
Penelitian ini selain berjenis penelitian lapangan juga penelitiana kepustakaan (library research) yaitu penelitian kepustakaan yang dilakukan dengan cara membaca, menelaah dan mencatat berbagai literature atau bahan bacaan yang sesuai dan memiliki relevansi dengan pokok bahasan, kemudian disaring dan dituangkan dalam kerangka pemikiran teoritis.[14]

2.      Sumber Data
Untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperoleh dalam penelitian ini akan menggunakan data sebagai berikut :
1.      Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari responden atau objek yang diteliti atau ada hubungannya dengan objek yang diteliti.  Data tersebut dapat diperoleh langsung dari personil yang diteliti dan dapat pula berasal dari lapangan. Data langsung dari objek mana yang diteliti, misalnya individu atau perseorangan. Data ini bisa berupa hasil wawancara, bukti transaksi dan observasi.[15] Dalam penelitian ini, data primer diperoleh langsung  dari direktur utama dan karyawan CV. Varis Tour and Travel.
2.      Data Sekunder
Data sekunder merupakan data primer yang sudah diolah lebih lanjut menjadi bentuk-bentuk seperti table, grafik, diagram, gambar dan sebagainya sehingga lebih informatif.[16] Data sekunder ini oleh penulis diproses lebih lanjut, misalnya bentuk-bentuk data sekunder yang akan penulis gunakan antara lain dapat berupa studi literature, dokumentasi penelitian sebelumnya, arsip, majalah, publikasi ilmiah baik oleh pemerintah maupun swasta.
3.      Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperoleh dalam penelitian ini penulis akan menggunakan metode sebagai berikut :
a.       Observasi
Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila, penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar.[17] Dengan menerapkan metode observasi nonpartisipan, dimana penulis berlaku sebagai pengamat dan tidak ambil bagian dalam aktifitas yang dilaksanakan oleh para pelaku perusahaan. Penulis menggunakan metode ini untuk membuktikan kebenaran data yang diperoleh dari hasil wawancara yang telah dilakukan.
b.      Interview atau wawancara
Wawancara adalah cara pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab langsung kepada objek yang diteliti.[18] Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode interview bebas terpimpin, yaitu tanya jawab terarah untuk mengumpulkan data yang relevan saja. Dalam penelitian ini penulis melakukan wawancara kepada direktur utama, karyawan dan konsumen CV. Varis Tour and Travel.
c.       Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel berupa catatan, transkip dan buku-buku, surat kabar, majalah dan sebagainya.[19] Penulis menggunakan metode ini untuk mendapatkan data-data yang bersumber pada dokumentasi tertulis yang sesuai dengan keperluan penelitian sekaligus pelengkap untuk mencari data-data yang lebih objektif dan konkret.

4.      Teknik Pengolahan Data
a.       Editing Data ( pemeriksaan data ) yaitu usaha untuk membantu klasifikasi terhadap data – data atau bahan – bahan yang diperoleh untuk mengetahui apakah catatan itu cukup baik dan dapat segera dipersiapkan untuk keperluan proses berikutnya.
b.      Coding Data ( klasifikasi data ) yaitu usaha untuk membantu klasifikasi terhadap data – data atau bahan – bahan yang telah diperoleh untuk mengetahui apakah data tersebut sesuai atau tidak.
c.       Rekontrusi Data ( menyusun ulang ) yaitu data disusun dengan teratur, akurat dan logis. 

5.      Analisis Data
Analisis data merupakan bagian yang sangat penting dalam metode ilmiah, karena dengan analisa data tersebut dapat diberi arti makna yang berguna dalam memecahkan masalah penelitian. Menganalisa data merupakan tindakan peneliti untuk mempertemukan kesenjangan antara teori dan praktik. Membangun suatu analisa juga berkaitan dengan pengujian terhadap teori yang berlaku selama ini.[20]
Metode analisa data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah analisis deskriptif kualitatif, dimana peneliti selain mengolah dan menyajikan data, juga melakukan analisis data kualitatifnya. Hal ini dimaksudkan agar dapat mensinergikan antara beberapa data yang telah dipersiapkan. Sistematika atau runtutan analisis deskriptif kualitatif dalam penggunannya tidak ada suatu pedoman yang jelas, akan tetapi pada prinsipnya setiap item dari permasalahn yang diajukan harus terjawab dalam analisis data dengan mengaitkan satu sama lain atau dengan kata lain terdapat hubungan timbal balik.[21]
Dengan metode analisis inilah peneliti berusaha menggambarkan sekaligus menganalisa secara deskriptif dari hasil penelitian yang telah dilakukan, yaitu mendeskripsikan tentang analisis manajemen pemasaran  dalam meningkatkan jumlah konsumen. Dalam hal ini akan terlihat secara jelas bagaimana manajemen pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan Varis Tour and Travel.
Metode analisa data dalam penelitian ini berdasarkan metode analisa dengan menggunakan cara berfikir induktif.
a.       Metode Induktif
Metode induktif adalah suatu cara untuk mengambil kesimpulan dari yang khusus ke umum.[22] Metode berfikir induktif dimana cara berfikir dilakukan dengan cara menarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Untuk itu, penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum.








                [1] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Kedua, Balai Pustaka, Jakarta, 1997, hlm. 37.
                [2] Pandji Anoraga, Manajemen Bisnis, Cetakan Ketiga, Rinika Cipta, Jakarta, 2004, hlm. 217.
                [3] Kbbi.web.id (Diakses tanggal 12 Desember 2015)
                [4] Gaspersz,  V, Manajemen Kualitas dalam Industry Jasa, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1997, hlm. 8.
                [5] Musthafa Edwin Nasution, Pengantar Ekslusif Ekonomi Islam, Kencana, Jakarta, 2007, hlm. 5.
                [6] Phillip Kotler, Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, Jilid I, Erlangga, Jakarta, 2008, hlm. 35.
[7] Husein Umar, Strategic Management in Action,Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2005, hlm. 103.
                [8] Philip Kotler dan Gary Armstrong, Prinsip – Prinsip Pemasaran, Edisi 12, Jilid 1, Erlangga, Jakarta, 2008, hlm. 62.
[9]M. Ismail Yusanto dan M. Kereber Widjajakusuma, Menggagas Bisnis Islam, Gema Insani, Jakarta, 2002, hlm. 96.
[10] Mudrajad Kuncoro, Strategi Bagaimana Meraih keunggulan Kompetitif, Erlangga, Jakarta, 2006, hlm. 14.
[11]Departemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemahnya, Bandung, 2005, hlm. 17.
[12]Ibid., hlm. 3.
                [13] Cholid Narbuko dan Abu Ahmadi, Metodologi Penelitian, Bumi Aksara, Jakarta, 1997, hlm. 44.
                [14] Kartini Kartono, Pengantar Metode Riset Sosial, Mandar Maju, Bandung, 1996, hlm. 78.
[15] Moh. Pabundu Tika, Metode Riset Bisnis, PT. Bumi Aksara, Jakarta, 2006, hlm. 57.
[16] Ibid. hlm. 58.
[17] Moh. Pabundu Tika,  Op. Cit.,  hlm. 203.
[18] Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian dengan Statistik, Bumi Aksara, Jakarta,  2004, hlm. 19.
[19] Sujarwo, Metodologi Penelitian Sosial, Cet. Ke-1, Mandar Maju, Bandung, 2001, hlm. 75. 
[20] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek, Rineka Cipta, Jakarta, 1998, hlm. 35. 
[21] Saifullah, Buku Ajar: Metodolagi Penelitian Hukum, STAIN Malang, Malang, 2003, hlm. 36.
[22] Nana Sudjana, Pedoman Penyususnan Skripsi tesis dan Desertasi, Rineka Cipta, Jakarta, 1996, hlm. 32.  

0 Response to "ANALISIS MANAJEMEN PEMASARAN PERUSAHAAN JASA DALAM MENINGKATKAN JUMLAH KONSUMEN DITINJAU DARI EKONOMI ISLAM"

Post a Comment