ANALISIS PENGARUH INFRASTRUKTUR TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI DIKABUPATEN MESUJI

Loading...
Loading...

ANALISIS PENGARUH INFRASTRUKTUR TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI DIKABUPATEN MESUJI



Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah metodologi penelitian
Oleh:
Fitriani
NPM 1321040232/E
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN INTAN
LAMPUNG
2015/2016


A.    Penegasan judul
              Sebelum penulis menguraikan pembahasan lebih lanjut, terlebih dahulu akan dijelaskan istilah dalam proposal ini untuk menghindari kekeliruan bagi pembaca. Oleh karena itu, untuk menghindari kesalahan tersebut diperlukan adanya pembatasan terhadap arti kalimat dalam proposal. Dengan harapan memperoleh gambaran yang jelas dari makna yang dimaksud. Adapun judul ini adalah “Analisis Pengaruh Infrastruktur Terhadap Pembangunan Ekonomi Dikabupaten Mesuji”
1.      Analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan,perbuatan) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnay).[1]
2.      Pengaruh adalah daya yang ada dan timbul dari sesuatu (benda, orang) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.[2]
3.      Infrastruktur adalah sistem fisik yang menyediakan transportasi, pengairan, drainase, bangunan-bangunan gedung dan fasilitas publik yang lain yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia dalam lingkup sosial dan ekonomi (Grigg, 1988).
4.      Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan riil perkapita dalam jangka panjang yang disertai oleh  perbaikan sistem kelembagaan.[3]
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat diperjelas kembali bahwa yang dimaksud dalam pembahasan proposal ini adalah suatu penelitian ilmiah pembangunan ekonomi. Dalam hal ini terkait dengan infrastruktur yang merupakan salah satu aspek penting dan vital untuk mempercepat proses pembangunan ekonomi. Dengan adanya infrastruktur yang tidak memadai maka proses pembangunan ekonomi melambat. Hal ini pun terjadi dikabupaten Mesuji, dimana infrastruktur yang ada dikabupaten mesuji saat ini belum memadai.
B.     Alasan memilih judul
            Adapun alasan memilih judul “pengaruh infrastruktur terhadap pembangunan ekonomi dikabupaten Mesuji” yaitu sebagai berikut:
1.      Secara Objektif
a.       Infrastruktur merupakan penting bagi pembangunan. Ketersediaan infrastruktur dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap sumberdaya sehingga dapat meningkatkan produktifitas dan efisiensi dan pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hampir dalam semua aktifitas masyarakat dan pemerintah, keberadaan infrastruktur merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan sudah menjadi kebutuhan dasar.
Masyarakat yang merupakan
2.      Secara Subjektif
a.       Pokok bahasan proposal ini sesuai berdasarkan jurusan ekonomi syariah pada Fakultas Ekonomi Bisnis Islam IAIN Raden Intan Lampung yang merupakan kajian keilmuan yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi.
b.      Penulis optimis dapat menyelesaikan proposal ini karena tersedianya sumber dari literatur yang tersedia diperpustakaan ataupun sumber lainya seperti jurnal, artikel dan data yang perlukan.
C.    Latar Belakang
Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu aspek penting dan vital untuk mempercepat proses pembangunan nasional. Infrastruktur juga memegang peranan penting terhadap perubahan kemakmuran wilayah dan kesejahteraan masyarakat serta sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi. Ini mengingat gerak laju dan pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak dapat pisahkan dari ketersediaan infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, sanitasi, dan energi. Oleh karena itu, pembangunan sektor ini menjadi fondasi dari pembangunan ekonomi selanjutnya.
Infrastruktur merupakan instrumen untuk memperlancar berputarnya roda perekonomian sehingga bisa mempercepat akselerasi pembangunan. Semakin tersedianya infrastruktur, akan merangsang pembangunan disuatu daerah. Sebaliknya, pembangunan yang berjalan cepat akan menuntut tersedianya infrastruktur agar pembangunan tidak tersendat. Infrastruktur berguna untuk memudahkan mobilitas faktor produksi, terutama penduduk, mobilitas barang atau jasa dan tentunya memperlancar perdagangan antar daerah. Yang termasuk tergolong dalam infrastruktur adalah jalan raya, rel kereta api,pelabuhan laut, bandar udara, alat pengangkutan dan telekomunikasi. Selain itu, ada infrastruktur lain yaitu listrik, instalasi pipa air, dan pipa gas.[4]
Berbagai persoalan yang terkait dengan pelayanan infrastruktur yang terjadi saat ini mengarah pada kadar persoalan yang semakin berat, misalnya persoalan yang terkait dengan pelayanan infrastruktur jalan raya, penyediaan air bersih, pembuangan limbah, alat pengangkutan dan telekomunikasi serta infrastruktur lainnya. Solusi yang mampu dilakukan saat ini cenderung mengarah pada penyelesaian secara individu dan parsial, sebagai bentuk dari ketidakmampuan sistim infrastruktur dalam memerankan fungsinya. Banyak aspek yang menjadi penyebab, misalnya keterbatasan serta kebijakan alokasi anggaran pembangunan, aspek kejelasan kewenangan serta peraturan, ataupun konflik antar daerah dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur.
Pembangunan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peran pemerintah sebagai mobilisator pemabngunan sangat strategis dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembanguna ekonomi serta pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi salah satu indikator untuk melihat hasil pembangunan yang telah dilakukan dan juga berguna untuk menentukan arah pembangunan dimasa yang akan datang. Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang positif menunjukan adanya peningkatan perekonomian sebaliknya pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang negatif menunjukan adanya penurunan.
Selama ini pemerintah telah mengeluarkan banyak waktu, tenaga, dan dana untuk pembangunan diseluruh wilayah lampung. Hasil pembangunan dapat dilihat diseluruh lampung meskipun terdapat ketimpangan yang menunjukan adanya perbedaan kecepatan pembangunan antara satu daerah dengan daerah lainya. Terlihat ketimpangan yang cukup besar antara  kabupaten yang ada dilampung. Misalnya antara mesuji dengan metro dan juga antara perkotaan dengan perdesaan. Ini terbukti dari ketimpangan nilai investasi dari produk dimasing-masing kabupaten.
Ketinggalan suatu daerah dalam membangun dipengaruhi oleh banyak hal. Salah satunya adalah rendahnya daya tarik suatu daerah yang menyebabkann tingkat aktivitas ekonomi yang rendah. Suatu daerah yang tidak mempunyai sumber daya (baik manusia maupun alam) serta kurangnya insentif yang ditawarkan (prasarana infrastruktur, perangkat keras dan lunak serta keamanan) dapat menyebabkan suatu daerah tertinggal didalam pembangunan (aziz, 1994:65). Untuk mengejar ketinggalan dari daerah lain, terdapat beberapa alternatif pengembangan suatu daerah.alternatif tersebut dapat berupa investasi yang langsung diserahkan pada sektor produktif atau investasi pada bidang sosial overhead seperti pembangunan jalan, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan prasarana infrastruktur lainya. Pilihan ditertentukan oleh kondisi ciri daerah serta masalah institusionalnya (aziz,1994:66).
Dampak dari kekurangan infrastruktur serta kualitasnya yang rendah menyebabkan perlambatan pertumbuhan, pembangunan ekonomi dan tenaga kerja. Sehingga banyak perusahaan yang keluar dari bisnis atau membatalkan ekspansinya. Karena itulah infrastruktur sangat berperan dalam proses produksi dan merupakan prakondisi yang dapat diperlukan untuk menarik akumulasi modal sektor swasta.
Infrastruktur juga dapat dikonsumsi baik secara langsung maupun tidak langsung. Misalnya dengan adanya pengurangan waktu dan usaha yang dibutuhkan untuk mendapatkan air bersih untuk berangkat kerja, menjual barang kepasar dan sebagainya. Infrastruktur yang baik juga dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya produksi. Pembangunan infrastruktur baik berupa transportasi ( jalan, rel kereta api, pelabuhan laut dan pelabuhan udara), jaringan listrik dan komunikasi (telepon) serta instalasi dan jariangan air minum sangatlah penting dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat disuatu wilayah. Prasarana infrastruktur dibutuhkan tidak saja oleh rumah tangga namun juga oleh industri. Sehingga peningkatan prasarana infrastruktur diharapkan dapat membawa kesjahteraan, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi. Daerah dengan prasarana yang memadai mempunyai keuntungan yang lebih besar dalam usaha untuk menarik investasi untuk masuk ke daerahnya serta akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan daerah yang memiliki prasarana infrastruktur yang minim.
Sedangkan yang dimaksud dengan pembangunan ekonomi adalah usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup suatu bangsa yang sering kali diukur dengan tinggi rendahnya pendapatan riil perkapita. Dikabupaten Mesuji merupakan kabupaten baru yang dimana infrastruktur yang ada belum memadai dalam proses pembangunan ekonomi. Infrastruktur jalan yang masih banyak yang rusak, gedung pemerintahan masih banyak dalam proses pembangunan, sarana penerangan atau listrik belum terdistribusi disemua desa dan lain-lainya. Bagaimana masyarakat mesuji akan bisa menaikan pendapatan jika infrastruktur yang ada belum memadai dalam pembangunan ekonomi?. Disinilah penulis tertarik mengambil judul “ANALISIS PENGARUH INFRASTRUKTUR TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI DIKABUPATEN MESUJI”.
D.    Batasan Masalah
Untuk menghindari agar masalah tidak terlalu meluas dan menyimpang, maka penulis membatasi masalah sebagai berikut:
1.      Infrastruktur yang di bahas diproposal ini meliputi jalan, listrik, air dan telepon yang ada dikabupaten Mesuji.
2.      Pembangunan ekonomi yang dimaksud disini adalah pembangunan ekonomi yang ada dikabupaten Mesuji.
E.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah disampaikan permasalahan yang dapat dirumuskan yaitu:
1.      Bagaimana kondisi infrastruktur dikabupaten Mesuji?
2.      Bagaimana pembangunan ekonomi dikabupaten Mesuji?
3.      apakah ada pengaruh infrastruktur terhadap pembangunan ekonomi dikabupaten Mesuji?
F.     Tujuan Dan Manfaat Penelitian
1.      Tujuan penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah:
a.       Untuk mengetahui kondisi infrastruktur dikabupaten Mesuji
b.      Untuk mengetahui pembangunan ekonomi dikabupaten Mesuji
c.       Untuk mengetahui pengaruh infrastruktur terhadap pembangunan ekonomi dikabupaten Mesuji.
2.      Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat sebagai bahan informasi maupun bahan pertimbangan berbagai pihak antara lain:
1)      Manfaat Teoritis
Secara teoritis hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi atau masukan bagi perkembangan ilmu ekonomi dan menambah kajian ilmu ekonomi khususnya ilmu ekonomi pembangunan dan untuk menambah pengetahuan dan wawasan serta dapat mengaplikasikan dan mensosialisasikan teori yang telah diperoleh selama perkuliahan.
2)      Manfaat Praktis
Secara praktis, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak pemerintah kabupaten Mesuji dalam membantu memecahkan masalah infrastruktur yang ada di kabupaten Mesuji. Dan bagi pihak lain penelitian ini juga diharapkan dapat membantu pihak lain dalam penyajian informasi untuk mengadakan penelitian serupa..

G.    Metode Penelitian
a.       Pendekatan penelitian
Penelitian proposal ini penulis menggunakan metode pendekatan secara kuantitatif. Metode kuantitatif adalah metode penelitian yang dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berdasarkan filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sample tertentu, pengumoulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah diterapkan.[5]
            Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkunagn suatu unit sosial baik individu, kelompok, lembaga atau masyarakat.[6] Peneliti ini menggali data yang bersumber dari kabupaten Mesuji. Menurut tujuannya bahwa penelitian ini termasuk kedalam penelitian ekonomi, mengenai pembangunan ekonomi.
            Dilihat dari sifat penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu penelitian untuk menggambarkan dengan lebih teliti ciri-ciriusaha untuk menentukan frekuensi terjadinya sesuatu atau hubungan sesuatu yang lain.[7] Selain itu, peneliti juga menggunakan penelitian kepustakaan (library reseach). Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan), baik berupa buku, catatan, maupun laporan hasil penelitian terdahulu mengenai infrastruktur dan pembangunan ekonomi.[8]
b.      Sumber data
Untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperoleh dalam penelitian ini, penulis menggunakan data sebagai berikut:
1)      Data primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari personel dan dapat pula dari lapangan.[9] Data primer dalam penelitian ini diperoleh langsung dari lokasi penelitian dikabupaten mesuji melalui koesioner yang diberikan secara langsung kepada masyarakat dikabupaten mesuji.
2)      Data Sekunder
Data sekunder Adalah data yang diperoleh dari studi kepustakaan antara lain mencakup dokumen-dokumen resmi, buku-buku, hasil-hasil penelitian yang berwujud laporan dan sebagainya.[10] Data sekunder berasal dari sumber internal maupun eksternal. Dalam hal ini, data sekunder bersifat internal didapat melalui data-data dari BPS Mesuji dan yang bersifat internal didapat melalui sumber-sumber diluar organisasi yang dipublikasikan dan juga jurnal, artikel, majalah, dan internet. Dalam hal ini yang berkaitan dengan variabel-variabel penelitian.

H.    Teknik Pengumpulan Data

a.       Metode kuesioner
                         Kuesioner merupakan metode pengumpulan data dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.[11] Instrumen dalam koesioner ini adalah Angket. Angket adalah Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.
Teknik ini dilaksanakan dengan menggunakan daftar pertanyaan bentuk tertutup untuk memudahkan peneliti dalam menganalisis data. Survey dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada responden yaitu masyarakat mesuji dengan serangkaian pertanyaan yang terkait dengan infrastruktur dan pembangunan ekonomi. Pengisian kuesioner dilakukan secara self administered questionare yaitu responden diminta menjawab sendiri kuesioner yang telah dibuat peneliti.
Adapun skala yang digunakan adalah skala Guttman. Skala Guttman Yaitu skala yang menginginkan tipe jawaban tegas, seperti jawaban benar - salah, ya - tidak, pernah - tidak pernah, positif - negative, tinggi - rendah, baik - buruk, dan seterusnya. Pada skala Guttman, hanya ada dua interval, yaitu setuju dan tidak setuju. Skala Guttman dapat dibuat dalam bentuk pilihan ganda maupun daftar checklist. Untuk jawaban positif seperti benar, ya, tinggi, baik, dan semacamnya diberi skor 1; sedangkan untuk jawaban negative seperti salah, tidak, rendah, buruk, dan semacamnya diberi skor 0.
b.      Observasi
Observasi menurut Hadi (1986) mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis.[12]
Gibson, R.L & Mitchell, M.H memandang observasi sebagai teknik yang bisa dimanfaatkan untuk memilah-milah derajat dalam membuat konklusi tentang orang lain, meskipun diakui bahwa penggunaan observasi juga perlu dilengkapi dengan metode lain dalam penilaian manusia (Sutoyo, 2012:86).
Observasi digunakan bila penelitaian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar. Dari segi pelakasanaan pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi observasi partisipan (participant observation) dan observasi non partisipan (non participant observation). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Observasi Non Partisipan (Non Participant Observation). Dalam observasi ini, peneliti tidak terlibat aktif dan hanya sebagai pengamat independen.


c.       Wawancara
            Pada umumnya interview dilakukan oleh dua orang atau lebih, satu pihak sebagai pencari data (interviwer) dan yang lain sebagai sumber data (interviewee). Teknik pengumpulan data ini mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau self-report, atau setidaknya pada pengetahuan atau keyakinan pribadi.
Wawancara dapat dilakukan dengan cara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan telepon. Dalam wawancara peneliti menggunakan wawancara terstruktur. Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh.[13] Dalam pengumpulan data, pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya telah disiapkan. Dalam melakukan wawancara, selain pengumpul data harus membawa instrumen sebagai pedoman untuk wawancara, juga dapat membawa alat penunjang lainnya seperti tape recorder, gambar, brosur, dan material lain yang dapat membantu pelaksanaan wawancara menjadi lancar.
I.       Populasi dan sampel

a.       Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : objek/ subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.[14] Sehingga populasi dalam penelitian ini adalah semua kecamatan yang ada dikabupaten Mesuji Sedangkan jumlah dari semua kecamatan dikabupaten Mesuji sebanyak 7 kecamatan.

b.      Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.[15] Dalam menetapkan besarnya sampel (sample size) dalam penelitian ini didasarkan pada perhitungan yang dikemukakan oleh slovin dan husein umar sebagai berikut.[16]


Dimana:
n = ukuran sampel
N = Ukuran populasi yaitu 7 kecamatan diMesuji
d = persen kelonggaran ketidak telitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih ditolerir atau diinginkan, sebanyak 15%
berdasarkan rumus tersebut, maka jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini dengan data yang diperoleh dari data base adalah:
n = 6.05
dengan  demikian, jumlah sampel untuk 6.05 akan tetapi dibulatkan menjadi 6 kecamatan. Teknik yang digunakan adalah teknik cluster sampling (area sampling) yaitu untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas.[17]
J.      Teknik Pengolahan Data Dan Analisis Data
Setelah keseluruhan data terkumpul, maka langkah selanjutnya penulis menganalisis data tersebut sehingga dapat ditarik kesimpulan. Peneliti dalam menganalisis data menggunakan statistik deskriptif adalah data statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.[18]
Alat uji analisis data menggunakan analisis regresi sederhana, alat uji ini bertujuan untuk mengetahui dua variabel antara variabel independent X dengan variabel dependent Y yang akan dikenai prosedur analisis statistik regresi apakah menunjukan hubungan yang liner atau tidak.[19] Untuk keabsahan data maka sebelumnya data yang diperoleh dari lapangan akan diuji terlebih dahulu dengan menggunakan uji validitas kuesioner dan uji reabilitas kuesioner.
                  Dalam analisa data, penulis menggunakan  Analisa Kuantitatif. Analisa yang menggunakan alat analisa bersifat kuantitatif, dimana alat yang digunakan berupa model-model dengan hasil yang disajikan berupa angka-angka yang kemudian diuraikan/dijelaskan atau diinterpretasikan dalam suatu uraian.


























DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Lincolin. 2010. Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta : UPP STIM YKPN
Basri, Faisal.  2002. Perekonomian Indonesia : Tantangan Dan Harapan Bagi Kebnagkitan Ekonomi Indonesia, Jakarta: Erlangga
Departement pendidikan nasional, kamus besar bahasa indonesia(jakarta:gramedia,2011),h.1045
Hasan, Iqbal. 2008. Analisis Data Penelitian Dengan Statisti. Jakarta:Bumi Aksara
Kartono, Kartini . 1986. Pengantar Metode Riset Sosial. Bandung:Alumni
Priyanto,Dwi.2010.Teknik Mudah Dan Cepat Melakukan Analisis Dan Penelitian SPSS. Yogjakarta:Gava Media
Soehartono, Irawan. 1995. Metode Penelitian Sosial. Bandung: Remaja Rosdakarya
Sugiyono. 2014.Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R Dan D.Bandung : Alfabeta
Suryabrata, Sumadi. 1998.Metodologi Penelitian. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Umar, Husein . 2003. Riset Pemasaran Dan Perilaku Konsumen .Yogyakarta : PT.Gramedia Pustaka Utama
Zainal, Amirudin, dan Asikin. 2003.Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta : Pt Raja Grafindo Persada.






[1] Hamzah Ahmad, Nanda Santoso, Kamus Pintar Bahasa Indonesia (Surabaya:Fajar Mulya.1996), h.21
[2] Departement pendidikan nasional, kamus besar bahasa indonesia(jakarta:gramedia,2011),h.1045
[3] Lincolin Arsyad, Ekonomi Pembangunan (Yogyakarta : UPP STIM YKPN,2010), h.31
[4] Faisal basri, perekonomian Indonesia : tantangan dan harapan bagi kebnagkitan ekonomi indonesia, Erlangga, Jakarta,2002, hlm 300-301
[5] Ibid,h.8
[6] Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1998), h.22  
[7] Irawan soehartono, metode penelitian sosial, (bandung:remaja rosdakarya,1995), h.3
[8] Iqbal hasan, analisis data penelitian dengan statistik, (jakarta:bumi aksara,2008), h.5
[9] Kartini Kartono, Pengantar Metode Riset Sosial, (Bandung:Alumni, 1986), h .27
[10] Amirudin,Zainal Asikin, Pengantar Metode Penelitian Hukum, (Jakarta : Pt Raja Grafindo Persada, 2003), h.30
[11] Prof Dr Sugiyono,Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R Dan D, Alfabeta, Bandung,2014, hlm 142
[12] Ibid,h.300-301
[13] Ibid, h.138
[14] Ibid,h. 80
[15] Ibid,h.81.
[16] Husein Umar,Riset Pemasaran Dan Perilaku Konsumen (PT.Gramedia Pustaka Utama,2003), h. 146
[17] Prof Dr Sugiyono, Op. Cit., h.83
[18] Ibid, hlm 147
[19] Dwi Priyanto, Teknik Mudah Dan Cepat Melakukan Analisis Dan Penelitian SPSS (Yogjakarta:Gava Media,2010), h.54

0 Response to "ANALISIS PENGARUH INFRASTRUKTUR TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI DIKABUPATEN MESUJI"

Post a Comment