ANALISIS PENGARUH PENGOPTIMALAN COMPARATIVE ADVANTAGE DISEKTOR AGRARIS TERHADAP PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI DESA KALIASIN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

Loading...
Loading...


ANALISIS PENGARUH PENGOPTIMALAN COMPARATIVE ADVANTAGE  DISEKTOR AGRARIS TERHADAP PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI DESA KALIASIN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Islam


Disusun Oleh :

M. Agus Hermawan
NPM: 1321040124
Jurusan: Ekonomi Islam




JURUSAN EKONOMI SYARI’AH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
IAIN RADEN INTAN LAMPUNG
1437/2016



PENDAHULUAN

A.    Penegasan Judul
Sebelum penulis menguraikan pembahasan lebih lanjut, terlebih dahulu akan dijelaskan istilah dalam skripsi ini untuk menghindari kekeliruan bagi pembaca. Oleh karena itu, untuk menghindari kesalahan tersebut disini diperlukan adanya pembatasan terhadap arti kalimat dalam skripsi ini. Dengan harapan memperoleh gambaran yang jelas dari makna yang dimaksud. Adapun judul skripsi ini adalah “Analisis Pengaruh Pengoptimalan Comparative Advantage Di Sektor Agraris Terhadap Penanggulangan Kemiskinan Di Desa Kaliasin Kabupaten Lampung Selatan”
1.      Analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.[1]
2.      Pengaruh menurut Kamus Besar Bahasa Indoesia adalah daya yang ada dan timbul dari sesuatu (benda, orang) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.[2]
3.      Pengoptimalan menurut Kamus Besar Bahasa Indoesia adalah proses, cara, perbuatan mengoptimal-kan (menjadikan paling baik, paling tinggi, dan sebagainya).[3]
4.      Comparative Advantage merupakan teori yang dikemukakan oleh David Ricardo. Menurutnya, perdagangan internasional terjadi bila ada perbedaan keunggulan komparatif antarnegara. Ia berpendapat bahwa keunggulan komparatif akan tercapai jika suatu negara mampu memproduksi barang dan jasa lebih banyak dengan biaya yang lebih murah daripada negara lainnya.[4]
5.      Sektor adalah lingkungan suatu usaha.[5]
6.      Agraris menurut Kamus Besar Bahasa Indoesia adalah mengenai pertanian atau tanah pertanian; mengenai pertanian atau cara hidup petani; bersifat pertanian.[6]
7.      Penanggulangan menurut Kamus Besar Bahasa adalah proses, cara, perbuatan menanggulangi (mengatasi).[7]
8.      Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.[8]
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat diperjelas kembali bahwa yang dimaksud dalam pembahasan skripsi ini adalah suatu penelitian ilmiah yang menganalisa tentang cara atau usaha mengatasi kemiskinan didesa Kaliasin Kabupaten Lampung Selatan dengan mengoptimalkan Comparative Advantage yang berada diwilayah tersebut. Comparative Advantage yang ada didesa kaliasin Kabupaten Lampung Selatan ialah disektor agraris atau kekayaan alam yang melimpah dan subur yang sangat menguntungkan untuk kegiatan bertani dan berkebun.
B.     Alasan Memilih Judul
Adapun alasan memilih judul “Analisis Pengaruh Pengoptimalan Comparative Advantage Di Sektor Agraris Terhadap Penanggulangan Kemiskinan Di Desa Kaliasin Kabupaten Lampung Selatan” yaitu sebagai berikut:
1.      Secara Objektif
a.       Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam dan merupakan salah satu negara yang memiliki daratan dan lautan terluas. Sumber daya alam yang melimpah dan subur membuat mayoritas masyarakat indonesia khususnya desa Kaliasin Kabupaten Lampung Selatan berprofesi sebagai petani. Namun kebanyakan petani yang berada diindonesia tergolong dalam kategori  miskin. Oleh karena itu, menurut penulis perlu dilakukannya penelitian dalam menganalisa pengaruh pengoptimalan Comparative Advantage disektor agraris didesa Kaliasin Lampung Selatan sehingga hal tersbut dapat mengatasi kemiskin dan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi diwilayah tersebut.
b.      Comparative Advantage merupakan teori yang dikemukakan oleh David Richardo. Inti dari teori ini adalah bagaimana kita memilih salah satu produk yang memiliki keunggulan dibandingkan produk lain, baik unggul dari segi kualitas maupun kuantitas. Dengan memilih salah satu produk, wilayah tersebut dapat lebih fokus dan konsentrasi dalam kegiatan produksi sehingga produktivitas dalam kegiatan tersebut lebih maksimal dan hal ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat. Dengan semakin dinamisnya pertumbuhan ekonomi maka pembangunan diwilayah tersebut akan semakin maju dan hal ini akan berbanding lurus dengan semakin berkurangnya kemiskinan sehingga akan terciptanya kesejahteraan masyarakat.
2.      Secara Subjektif
a.       Pokok bahasan skripsi ini sesuai berdasarkan jurusan yaitu ekonomi syariah pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Raden Intan Lampung, yang merupakan suatu kajian keilmuan yang berkaitan dengan ekonomi pembangunan dan ekonomi regional berkenaan dengan comparative advantage..
b.      Penulis optimis dapat menyelesaikan skripsi ini karena tersedianya sumber dari litelatur yang tersedia diperpustakaan ataupun sumber lainya seperti jurnal, artikel dan data yang diperlukan.
c.       Lokasi penelitian dekat dengan tempat tinggal penulis sehingga akses menuju lokasi penelitian sangat mudah.
C.    Latar Belakang Masalah
Kemiskinan merupakan problematika kemanusiaan yang telah mendunia dan hingga kini masih menjadi isu sentral di belahan bumi manapun. Kemiskinan lahir bersamaan dengan keterbatasan sebagian manusia dalam mencukupi kebutuhannya. Kemiskinan telah ada sejak lama pada hampir semua peradaban manusia. Pada setiap belahan dunia dapat dipastikan adanya golongan kaya dan golongan miskin. Dimana golongan yang kaya selalu bisa memenuhi kebutuhannya, sedangkan golongan yang miskin hidup dalam keterbatasan materi yang membuatnya semakin terpuruk.
Sebagai masalah yang menjadi isu global disetiap negara berkembang, wacana kemiskinan dan pemberantasanya haruslah menjadi agenda wajib bagi para pemerintah pemimpin negara. Peran serta pekerja sosial dalam menagani permasalahan kemiskinan sangat diperlukan, terlebih dalam memberikan masukan (input) dan melakukan perencanaan strategis tentang apa yang akan menjadi suatu kebijakan dari pemerintah.
Negara Indonesia mempunyai jumlah penduduk 250 juta jiwa. Dari jumlah ini penduduk miskin di Indonesia masih terus mengalami pertumbuhan. Kemiskinan juga terkait dengan angka pengangguran  tinggi. Angka pengangguran yang tinggi juga berpengaruh pada jumlah penduduk miskin.  Pada tahun 2006 angka pengangguran mencapai kisaran 10,8 % - 11 % dari tenaga kerja yang masuk kategori sebagai pengangguran terbuka dan jumlah penduduk miskin mencapai 39,5 juta orang atau 17,75 % dari total penduduk 222 juta orang. ( Dikti, 2009)
Kemiskinan dan pengangguran menjadi masalah yang penting saat ini di Indonesia, sehingga menjadi suatu fokus perhatian bagi pemerintah Indonesia. Masalah kemiskinan ini sangatlah kompleks dan bersifat multidimensional, dimana berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, budaya, dan aspek lainnya. Kemiskinan terus menjadi masalah fenomenal di belahan dunia, khususnya Indonesia yang merupakan Negara berkembang. Kemiskinan telah membuat jutaan anak tidak bisa mengenyam pendidikan, kesulitan membiayai kesehatan, kurangnya tabungan dan investasi, dan masalah lain yang menjurus ke arah tindakan kekerasan dan kejahatan.
Pada tahun 2011, media massa Lampung memberitakan bahwa jumlah keluarga miskin di Lampung 785.000 KK. Jika satu keluarga berjumlah empat orang, maka penduduk Lampung yang miskin adalah 3,14 juta orang atau 43 persen. Angka kemiskinan tersebut cukup tinggi. Apalagi 45 persen desa atau 765 desa di Lampung termasuk juga katagori desa miskin.
Berdasarkan angka di atas, Badan Pusat Statistik Lampung menyebutkan, Lampung kini menjadi provinsi termiskin ketiga di Indonesia bagian barat setelah Nanggroe Aceh Darussalam dan Bengkulu. Sungguh ironis jika dilihat bahwa Provinsi Lampung yang terletak di pintu gerbang pulau Sumatera dan dekat dengan pusat kekuasaan seharusnya menjadi sebuah provinsi yang berkembang dan maju di segala bidang, termasuk kesejahteraan masyarakatnya.
Melihat potensi alam yang melimpah khususnya di desa Kaliasin Lampung Selatan, kurang lebih 91% warga disana berprofesi sebagai petani, namun hampir seluruh warga di desa kaliasin dapat dikatagorikan miskin. Hal ini disebabkan sistem perkebunan dan pertanian masih sangatlah tradisional serta kurangnya ketersediaan bibit dan pupuk yang berkualitas sehingga produktivitas dan hasil tani kurang maksimal dan hal tersebut berdampak pada harga jual produk menjadi sangatlah murah.
Oleh karena itu, untuk menanggulangi permasalahan tersebut yang hal itu berdampak pada kemiskinan perlunya dilakukannya pengoptimalan Comparative Advantage didesa tersebut. Merujuk pada teori yang dikemukakan oleh David Richardo (1917) yakni tentang Comparative Advantage (keunggulan komparatif). Dalam teori tersebut, Richardo membuktikan bahwa apabila ada dua negara yang saling berdagang dan masing-masing negara mengkonsentrasikan diri untuk mengekspor yang bagi negara tersebut memiliki keunggulan komparatif maka kedua negara tersebut akan beruntung. Ternyata ide tersebut bukan saja bermanfaat dalam perdagangan internasional tetapi juga sangat penting diperhatikan dalam ekonomi regional.[9]
Inti dari teori keunggulan komparatif diatas ialah setiap daerah diharuskan memiliki sesuatu yang harus dikonsentrasikan, hal tersebut merupakan suatu produk unggulan sehingga daerah tersebut dapat lebih memaksimalkan atau mengoptimalkan kegiatan produksi dan output yang dihasilkan. keunggulan komparatif yang dimiliki oleh desa kaliasin ialah tanah yang subur dan luas. Oleh sebab itu, dengan pengoptimalan keunggulan komparatif tersebut diharapkan dapat mengatasi kemiskinan dan dapat meningkatkan pembangunan serta pertumbuhan ekonomi diwilayah tersebut.
Berdasarkan latar belakang diatas penulis memilki ketertarikan untuk menganalisis lebih lanjut terkait pengoptimalan keunggulan komparatif dan pengarurhnya terhadap penanggulangan kemiskinan didesa Kaliasian kabupaten Lampung Selatan dengan mengangkat judul penelitian : Analisis Pengaruh Pengoptimalan Comparative Advantage Di Sektor Agraris Terhadap Penanggulangan Kemiskinan Di Desa Kaliasin Kabupaten Lampung Selatan.
D.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka secara khusus pembahasan penelitian yang menjadi pokok permasalahan sebagai berikut:
1.      Apakah hubungan Comparative Advantage terhadap penanggulangan kemiskinan didesa Kaliasin Kabupaten Lampung Selatan?
2.      Bagaimana pengaruh pengoptimalan Comparative Advantage disektor agraris terhadap penanggulangan kemiskinan didesa Kaliasin Kabupaten Lampung Selatan?
3.      Bagaimana strategi yang digunakan dalam pengoptimalan Comparative Advantage disektor agraris untuk menanggulangi kemiskinan didesa Kaliasin Kabupaten Lampung Selatan?
E.     Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah:
1.      Untuk mengetahui dan menganalisa hubungan Comparative Advantage terhadap penanggulangan kemiskinan didesa Kaliasin Kabupaten Lampung Selatan.
2.      Untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh pengoptimalan Comparative Advantage disektor agraris terhadap penanggulangan kemiskinan didesa Kaliasin Kabupaten Lampung Selatan.
3.      Untuk mengetahui dan menganalisa strategi yang digunakan dalam pengoptimalan Comparative Advantage disektor agraris untuk menanggulangi kemiskinan didesa Kaliasin Kabupaten Lampung Selatan.
F.     Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dalam penelitian ini adalah:
1.      Bagi pemerintah, dapat mengetahui keunggulan komperatif didesa Kaliasin Kabupaten Lampung Selatan sehingga dapat memaksimalkan dan mengoptimalkan kegiatan produksi disektor agraris.
2.      Bagi Masyarakat didesa Kaliasin Kabupaten Lampung Selatan, dapat mengatasi dan meminimalisir permasalahan ekonomi yang dihadapi sehingga mampu mengembangkan kemampuan sumber daya manusia dalam mengoptimalkan sumber daya alam yang tersedia.
3.      Bagi penulis, hasil penelitian ini dapat menambah wawasan tentang masalah yang diteliti sehingga dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai keselarasan antara fakta dan teori yang digunakan dalam penelitian.
4.      Bagi peneliti lain dan akademik, sebagai tambahan informasi, dan sebagai bahan referensi bagi peneliti selanjutnya dibidang yang sama. Serta sebagai bahan tambahan dan pelengkap terhadap penelitian yang sudah ada sebelumnya.
G.    Metode Penelitian
1.      Jenis dan Pendekatan penelitian
Penelitian skripsi ini penulis menggunakan metode pendekatan secara kuantitatif. Metode kuantitatif adalah metode penelitian yang dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sample tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.[10]
Jenis penelitian yang akan digunakan secara kuantitatif dengan pendekatan Field Reseach (penelitian lapangan) yaitu telaah atau studi kasus yang membuat penginderaan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu. Pendekatan Field Reseach bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial baik individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat.[11] Penelitian ini menggali data yang bersumber dari desa Kaliasin kabupaten Lampung Selatan. Menurut tujuan bidangnya bahwa penelitian ini termasuk kedalam Penelitian ekonomi, mengenai penanggulangan kemiskinan dengan mengoptimalkan potensi alam yang melimpah.
 Sedangkan metode yang digunakan adalah metode penelitian kuatitatif yaitu survai dengan teknik analisis regresi. Pelaksanaan penelitian survai dapat bervariasi dalam hal tingkat kompleksitasnya, dari yang hanya dengan menggunakan teknik analisis sederhana sampai dengan penggunaan perhitungan analisis hubungan antara variabel yang kompleks.[12]
Dilihat dari sifatnya penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu penelitian untuk menggambarkan dengan lebih teliti ciri-ciri usaha untuk menentukan frekuensi terjadinya sesuatu atau hubungan sesuatu yang lain.[13]
Dilihat dari sifatnya penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu penelitian untuk menggambarkan dengan lebih teliti ciri-ciri usaha untuk menentukan frekuensi terjadinya sesuatu atau hubungan sesuatu yang lain.[14] Selain itu, peneliti juga menggunakan penelitian kepustakaan (library reseach). Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan), baik berupa buku, catatan, maupun laporan hasil penelitian terdahulu mengenai penanggulangan kemiskinan dangan mengoptimalkan keunggulan komparatif.[15]


2.      Sumber Data
Untuk mengumpulkan data dan imformasi yang diperoleh dalam penelitian ini, penulis menggunakan data sebagai berikut:
a.       Data primer, adalah data yang diperoleh langsung dari personel dan dapat pula dari lapangan.[16] Data primer dalam penelitian ini diperoleh langsung dari lokasi penelitian yaitu Desa Kaliasin Kabupaten Lampung Selatan melalui kuisioner yang diberikan secara langsung kepada responden yaitu masyarakat Desa Kaliasin Kabupaten Lampung Selatan.
b.      Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari studi kepustakaan antara lain mencakup dokumen-dokumen resmi, buku-buku, hasil-hasil penelitian  yang berwujud laporan dan sebagainya.[17] Data sekunder berasal dari sumber internal maupun eksternal. Dalam hal ini, data sekunder yang bersifat internal didapat melalui data-data Desa Kaliasin Kabupaten Lampung Selatan dan yang bersifat eksternal didapat melalui sumber-sumber di luar organisasi yang dipublikasikan yakni data BPS (Badan Pusat Statistik) dan juga jurnal, artikel, majalah dan internet. Dalam hal ini yang berkaitan dengan variabel-variabel penelitiam.
3.      Tekhnik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Keberhasilan pengumpulan data sangat dipengaruhi oleh teknik pengumpulan data. Data yang terkumpul digunakan sebagai bahan analisis dan pengujian hipotesis yang telah dirumuskan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:



1). Observasi
Metode observasi dapat diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.[18] Kegiatan pengamatan dilakukan secara langsung tetapi tidak ikut berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran.
Metode Observasi ini digunakan untuk mengetahui dan melakukan peninjauan secara cermat tentang objek yang diteliti yakni keunggulan komparatif yang ada didesa Kaliasin sehingga peneliti dapat menarik kesimpulan dan menyusun strategi tentang cara pengoptimalan potensi sumber daya alam berkenaan dengan penanggulangan kemiskininan didaerah tersebut.
2). Dokumentasi
Dokumentasi adalah tekhnik pengumpulan data yang tidak langsung pada subyek penelitian, namun melalui dokumen yang digunakan berupa buku harian, koran, dan refrensi lainnya. Dalam pelaksanaan teknik ini peneliti menyelidiki untuk memperoleh informasi bermacam-macam sumber tertulis atau dokumen yang ada pada responden atau tempat peneliti. Metode dokumentasi digunakan untuk mengetahui dan memperoleh data tentang materi pelajaran ekonomi pembangunan, ekonomi regional, data tentang poetensi alam baik tentang kualitas tanah dan luas tanah, data berasal dari Badan Pusat Statistik, data tentang nama-nama dan jenis pekerjaan responden, serta sarana dan prasana yang ada diwilayah tersebut.


3).   Metode Kuesioner
Kuesioner merupakan metode pengumpulan data dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan kepada responden untuk dijawab. Kuesioner dapat berupa pertanyaan tertutup ataupun terbuka.[19] Teknik ini dilaksanaan dengan menggunakan daftar pertanyaan bentuk tertutup untuk memudahkan peneliti dalam menganalisis data. Survey dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada responden yaitu masyarakat dengan serangkaian pertanyaan terkait dengan pekerjaan, pengahasilan dan cara pengolahan lahan. Pengisian kuesioner dikukan secara self administered questionare yaitu responden diminta menjawab sendiri kuesioner yang telah dibuat peneliti.[20]
Adapun skala yang digunakan adalah skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang ataupun sekelompok orang tentang fenomena social. Dalam penelitian ini fenomena social yang ditatpkan oleh peneliti secara spesifik yang disebut dengan vaiabel penelitian. Dengan skal ini maka variabel akan diukur dan dijabarkan menjadi indikator variabel. Dan indikator dari variabel akan manjadi titik tolak instrument item-item yang berupa pertanyaan ataupun pernyataan.
Pada skala likert dilakukan dengan menghitung respon kesetujuan atau ketidaksetujuan terhadap objek tertentu. Artinya pertanyaan yang disusun peneliti memiliki kategori positif atau negatif.[21] Jawaban dari setiap item yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif hingga sangat negtaif. Sementara untuk keperluan analisis kuantitatif diberikan skor sebagai berikut:
a.       Sangat setuju                    (SS)     diberi skor 5
b.      Setuju                               (S)       diberi skor 4
c.       Ragu-ragu                         (R)       diberi skor 3
d.      Tidak Setuju                     (TS)     diberi skor 2
e.       Sangat Tidak Setuju         (STS)   diberi skor 1
4.      Instrumen Penelitian
Instrumen yang kedua merupakan berupa tes dan non-tes. Tes sebagai instrumen penelitian adalah suatu alat yang berisi serangkaian soal-soal yang harus dijawab oleh oleh responden untuk mengukur suatu aspek tertentu, sesuai dengan tujuan penelitian. Instrumen non-tes, seperti sekala sikap dan daftar pernyataaan untuk digunakan bagi peneliti untuk menggunakan teknik pengumpulan data jenis angket, pedoman wawancara untuk peneliti menggunakan teknik interview, pedoman observasi untuk peneliti menggunakan teknik observasi dan lainnya.[22]

5.      Populasi dan Sampel
1.      Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek dan subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.[23] Dalam hal ini populasi yang menjadi objek penelitian adalah masyarakat desa Kaliasin Kabupaten Lampung Selatan yang memiliki masalah ekonomi yakni kemiskinan dan pengangguran.
2.      Sampel
      Teknik yang digunakan adalah teknik simple random sampling atau sampel acak sederhana yaitu sampel diambil secara acak dari semua populasi, dimana semua anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi sampel.[24]
H.    Pengolahan Dan Analisis Data
Data-data yang terkumpul kemudian diolah, pengolahan data adalah menimbang, menyaring, mengatur, dan mengklasifikasikan.[25] Menimbang dan menyaring data adalah benar-benar memilih secara hati-hati data yang relevan, tepat dan berkaitan dengan masalah yang tengah diteliti. Mengatur dan mengklasifikasi, yaitu menggolongkan, menyusun menurut aturan tertentu.[26] Pada umumnya pengolahan data dilakukan dengan cara :
a.       Pemeriksaan Data (Editing), yaitu mengoreksi apakah data yang terkumpul sudah cukup lengkap, benar dan sesuai atau relevan dengan masalah.
b.      Penandaan Data (Coding), yaitu memberikan catatan atau tanda yang menyatakan jenis sumber data, pemegang hak cipta, atau urutan rumusan masalah..
c.       Rekonstruksi Data (Reconstructing), yaitu menyusun ulang data secara teratur berulang, sehingga mudah dipahami.
d.      Sistematisasi Data (Sistematizing), yaitu menempatkan data menurut kerangka sistematika bahasan berdasarkan urutan masalah.[27]
Setelah keseluruhan data yang telah diolah terkumpul, maka langkah selanjutya penulis menganalisa data tersebut sehingga dapat ditarik kesimpulan. Dalam menganalisa ini penulis menggunakan metode berfikir deduktif yakni berangkat dari fakta-fakta yang umum, peristiwa-peristiwa yang kongkrit, kemudian dari fakta-fakta dan peristiwa-peristiwa yang umum kongkrit ditarik generalisasi-generalisai yang mempunyai sifat khusus.[28]
Metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan deskritif kuantitatif dengan penelitian studi kasus yang dipergunakan untuk mengumpulkan, mengolah, dan kemudian menyajikandata observasi agar pihak lain dapat dengan mudah mendapat gambaran mengenai objek dari penelitian tersebut. Deskritif kuantitatif dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian yaitu menganalisis pengaruh antar variabel.
Alat uji analisis data menggunakan liniaritas regresi sederhana, alat uji ini bertujuan untuk mengetahui dua variabel antara variabel independent X dengan variabel dependent Y yang akan dikenai prosedur analisis statistik regresi apakah menunjukkan hubungan yang linear atau tidak.[29] Untuk keabsahan data maka sebelumnya data yang diperoleh dari lapangan akan diuji terlebih dahulu dengan menggunakan uji validitas kuisioner dan uji reabilitas kuisioner.
1.      Uji Validitas Kuisioner
Merupakan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian dengan data yang dilaporkan oleh peneliti.[30] Validitas suatu instrument akan menggambarkan tingkat kemampuan alat ukur yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuran. Apabila instrumen pengumpul data yang digunakan mampu untuk mengukur apa yang akan diukur, maka data yang dihasilkan dapat dinyatakan valid. Dalam melakukan uji validitas ini, peneliti akan menggunakan metode komputerisasi SPSS 20 dengan teknik pengujian bivariate pearson (produk momen pearson).[31]
Setelah data-data dan informasi sudah terkumpul oleh penulis, maka penulis mengelola dan menata data yang didapat secara sistematis sesuai dengan permasalahan yang ada dan menganalisis data tersebut dan menggunakan analisis data dengan metode kuantitatif. Metode kuantitatif adalah data yang berbentuk angka.[32]  Adapun rumus untuk menghitung validitas adalah:[33]
Keterangan:
        R         : koefisien validitas item yang dicari
        X         : skor responden untuk setiap item
        ∑X      : jumlah skor dalam distribusi X
        ∑Y      : jumlah skor dalam distribusi Y
        ∑X2       : jumlah kuadrat masing-masing skor X
        ∑Y2       : jumlah kuadrat masing-masing skor Y
        N         : jumlah responden
Dalam menentukan layak atau tidaknya suatu item yang akan digunakan, biasanya dilakukan uji signifikasi koefisien pada taraf signifikasi 0,05. Artinya suatu item dianggap valid jika berkolerasi signifikan terhadap skor total atau instrument dinyatakan valid bila r hitung>rtabel.
2.      Uji Reliabilitas Kuisioner
Reabilitas adalah instrument untuk mengukur ketepatan, keterandalan, cinsistency, stability atau dependability terhadap alat ukur yang digunakan.[34] Suatu alat ukur  dikatakan reliabilitas atau dapat dipercaya, apabila alat ukur yang digunakan stabil, dapat diandalkan, dan dapat digunakan dalam peramalan. Artinya data yang dikatakan realibilitas adalah alat ukur yang digunakan bias memberikan hasil yang sama walaupun digunakan berkali-kali oleh peneliti yang berbeda.
                        Dalam penelitian ini pengujian reliabilitas akan menggunakan program SPSS20. Untuk pengujian ini peneliti juga menggunakan batasan nilai sebesar 0,7. Jika nilai pada hasil reliabilitas kurang dari 0,7 maka hasil tersebut dikatakan tidak baik.
3.      Alat Uji Hipotesis
a.      Teknik Analisis Regresi Linier Sederhana
Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini adalah regresi linier sederhana. Analisis regresi sederhana digunakan untuk memprediksi atau menguji pengaruh satu variabel bebas atau variabel independent terhadap variabel terikat atau variabel dependent. Bila skor variabel bebas diketahui maka skor variabel terikatnya dapat diprediksi besarnya. Analisis regresi juga dapat dilakukan untuk mengetahui linearitas variabel terikat dengan variabel bebasnya. Model dari regresi sederhana yang ditujukan untuk melakukan prediksi nilai variabel dependen (Y) dengan menggunakan lebih dari saru variabel independen (X). Persamaan dalam regresi berganda adalah sebagai berikut:
Y = a+bX
Keterangan:
Y = Penanggulangan Kemiskinan
X = Pengoptimalan comparative Advantage
a = nilai konstanta
b = koefisiensi regresi
Dari data yang sudah dikumpulkan dan tersusun secara sistematis, kemudian akan dianalisis dalam menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu menguraikan data dalam kalimat-kalimat yang jelas, terperinci sehingga analisis akan mudah dilakukan dalam penarikan suatu kesimpulan.
b.      Uji Koefisien Regresi Sederhana (Uji T)
Pengujian secara parsial menggunakan uji t (pengujian signifikansi antara parsial). langkah-langkah yang di tempuh dalam pengujian adalah: Menyusun hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternative (H1). Menetapkan kriteria pengujian yaitu: 
H0 diterima jika angka signifikansi lebih besar dari α = 5%
H0 ditolak jika angka signifikansi lebih kecil dari α = 5%

I.       Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan.[35] Maka hipotesisnya sebagai berikut:
1.      Ho: ada pengaruh Pengoptimalan Comparative Advantage terhadap Penanggulangan Kemiskinan
2.      Ha: tidak ada pengaruh Pengoptimalan Comparative Advantage terhadap Penanggulangan Kemiskinan.



DAFTAR PUSTAKA
Hamzah Ahmad dan Nanda Santoso. Kamus Pintar Bahasa Indonesia. Surabaya: Fajar Mulya. 1996.
Departemet Pedidika Nasioal, kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia. 2011. Hlm 1045.
Diakses pada : http://www.kamusbesar.com/27788/pengoptimalan
Drs. Robinson Tarigan, M.R.P. Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT Bumi Aksara. 2007.
Diakses pada : http://kbbi.web.id/sektor
Diakses pada : http://kbbi.web.id/agraris
http://kamus.sabda.org/kamus/penanggulangan
Prof. Dr. Ir. Ginandjar Kartasasmita, Kemiskinan. Jakarta: Balai Pustaka. 1997.
Drs. Robinson Tarigan, M.R.P. Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT Bumi Aksara. 2007.
Sugiono. Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dan R&G. Bandung: Alfabeta. 2013.
Sumadi Suryabrata,  Metodologi Penelitian,  Raja Grafindo Persada,  Jakarta, 1998.
Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan praktiknya, (jakarta: bumi aksara, 2009).
Irawan Soehartono, Metode Penelitian Sosial, Remaja Rosdakarya,  Bandung,  1995.
Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian Dengan Statistik, Bumi Aksara Jakarta, 2008.
Kartini Kartno. Pengantar Metode Riset Sosial. Bandung: Alumni. 1986.                                  
Amirudin dan Zainal Asikin, Pengantar Metode Penelitian Hukum, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta,  2003.
Amirul Hadi dan Haryono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2005), cet.3.
Neuman, W. Lawrence. Social Reasearch Methode, Qualitative and Quantitative Approaches. Boston: pearson education. 2003.
Kasmadi dan Nia Siti Sunariah. Panduan Moderen Penelitian Kuantitatif. Bandung: alfabeth.
Http://Afidburhanuddin.wordpress.com/2013/05/21/Pengumpulan-Data-Penelitian-Kualitatif-dan-Instrumentnya (Diunduh pada tanggal 06 Januari 2016).
Abdul Kadir Muhammad, Hukum dan Penelitian, (Bandung : PT. Cipta Aditya Bakti,2004).




[1]Hamzah Ahmad dan Nanda Santoso. Kamus Pintar Bahasa Indonesia. Surabaya: Fajar Mulya. 1996. Hlm 21
[2] Departemet Pedidika Nasioal, kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia. 2011. Hlm 1045
[3] Diakses pada : http://www.kamusbesar.com/27788/pengoptimalan
[4] Drs. Robinson Tarigan, M.R.P. Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT Bumi Aksara. 2007 hlm. 79
[5] Diakses pada : http://kbbi.web.id/sektor
[6] Diakses pada : http://kbbi.web.id/agraris
[7] http://kamus.sabda.org/kamus/penanggulangan
[8] Prof. Dr. Ir. Ginandjar Kartasasmita, Kemiskinan. Jakarta: Balai Pustaka. 1997 hlm. 9
[9] Drs. Robinson Tarigan, M.R.P. Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT Bumi Aksara. 2007 hlm. 79
[10] Sugiono. Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dan R&G. Bandung: Alfabeta. 2013. Hlm 8
[11] Sumadi Suryabrata,  Metodologi Penelitian,  Raja Grafindo Persada,  Jakarta, 1998,  hlm.  22
[12]  Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan praktiknya, (jakarta: bumi aksara, 2009), hlm. 53
[13] Irawan Soehartono, Metode Penelitian Sosial, Remaja Rosdakarya,  Bandung,  1995,  hlm. 33
[14] Ibid.
[15] Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian Dengan Statistik, Bumi Aksara Jakarta, 2008,  hlm. 5
[16] Kartini Kartno. Pengantar Metode Riset Sosial. Bandung: Alumni. 1986. Hlm 27
[17] Amirudin dan Zainal Asikin, Pengantar Metode Penelitian Hukum, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta,  2003,  hlm.  30
[18] Amirul Hadi dan Haryono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2005), cet.3, hlm.129
[19] Sugiono. Op.Cit. hlm 142
[20] Neuman, W. Lawrence. Social Reasearch Methode, Qualitative and Quantitative Approaches. Boston: pearson education. 2003.  Hlm 60
[21] Kasmadi dan Nia Siti Sunariah. Panduan Moderen Penelitian Kuantitatif. Bandung: alfabeth. Hlm 74
[22] Http://Afidburhanuddin.wordpress.com/2013/05/21/Pengumpulan-Data-Penelitian-Kualitatif-dan-Instrumentnya (Diunduh pada tanggal 06 Januari 2016)
[23] Sugiono. Op.Cit. hlm 117
[24] Sugiono. Op.Cit. hlm 41
[25] Sugiono, OP.Cit,Hlm.135
[26] Ibid,Hlm.86
[27] Abdul Kadir Muhammad, Hukum dan Penelitian, (Bandung : PT. Cipta Aditya Bakti,2004),Hlm.126
[28]Sutrisno Hadi, Metode Research.Yogyakarta : ANDI,2002, hlm. 42.
[29] Duwi Priyanto, Teknik Mudah dan Cepat Melakukan Analisis Dan penelitian SPSS . Yogyakarta: Gava Media, 2010. Hlm 54.
[30] Margono, metodologi penelitian pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 2004, hlm. 118
[31] Dawi Priyatno, Paham Analisis Statistik Data dengan SPSS, Mediakom, Yogyakarta, 2010, hlm. 90
[32] J. supranto, op.cit, hlm. 7
[33]Moh. Pabundu Tika, Metode Riset Bisnis, Bumi Aksara, Jakarta, 2006, hlm. 65.
[34] Husaini Usman dan R. Purmono Setiady Akbar, Pengantar Statistika. Jakarta: Bumi Aksara, 2000, hlm.287. 
[35] Sugiyono. Op.cit. hlm 96

0 Response to "ANALISIS PENGARUH PENGOPTIMALAN COMPARATIVE ADVANTAGE DISEKTOR AGRARIS TERHADAP PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI DESA KALIASIN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN"

Post a Comment