ANALISIS PENGARUH TINGKAT UPAH DAN KESEMPATAN KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KEBUPATEN TULANG BAWANG

Loading...
Loading...


ANALISIS PENGARUH TINGKAT UPAH DAN KESEMPATAN KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KEBUPATEN TULANG BAWANG

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Mata Kuliah Metodelogi Penelitian

Disusun Oleh :

Ahmad Shodiqin
NPM. 1321040117



JURUSAN EKONOMI SYARI’AH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
IAIN RADEN INTAN LAMPUNG
1437/2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang
Saat ini hampir semua negara maupun bangsa menginginkan adanya peningkatan pembangunan ekonomi.  Pembangunan pada umumnya bersifat multidimensional, yakni tidak hanya meliputi pembangunan ekonomi, melainkan juga mencakup perubahan mendasar dalam struktur sosial, sikap masyarakat, dan lembaga-lembaga nasional. Pembangunan dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan yang dilaksanakan secara terus menerus menuju ke arah yang lebih baik.
Pembangunan ekonomi dapat tercermin dari timbulnya perbaikan dalam kesejahteraan ekonomi masyarakat. Kesejahteraan masyarakat dapat dicapai jika pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan cukup tinggi, akan tetapi jika pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan oleh suatu bangsa atau negara itu rendah maka akan memperlambat laju pembangunan ekonomi itu sendiri. Menurut Jhingan (2004:58) bahwa pertumbuhan ekonomi modern dapat diartikan sebagai kenaikan tajam dalam produk perkapita dan dalam jumlah penduduk. Pertumbuhan ekonomi yang pesat mendorong penyediaan berbagai sarana dan prasarana perekonomian yang dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan ekonomi. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pembangunan dalam bidang ekonomi adalah sumberdaya manusia. Sumber daya manusia (SDM) merupakan subyek dan sekaligus obyek pembangunan, mencakup seluruh siklus hidup manusia sejak dalam kandungan hingga akhir hidupnya. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata tergantung pada jumlah sumberdaya manusia saja, tetapi lebih menekankan pada efisiensi mereka. Rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dapat berdampak pada rendahnya tingkat produktivitas dan tingkat partisipasi sumberdaya manusia yang terlibat dalam dunia kerja atau tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang terlibat dalam dunia kerja atau tenaga kerja yang ikut terlibat dalam proses produksi, akan menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah, sehingga mengakibatkan tingkat pendapatan suatu daerah ikut meningkat akibat barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah, dan hal ini akan memberi dampak terhadap  peningkatan pertumbuhan ekonomi di suatu daerah.
Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di suatu daerah termasuk Kabupaten Tulang Bawang maka pihak pemerintah perlu melakukan kebijakan terutama yang berkaitan dengan usaha meningkatkan kesempatan kerja dengan cara memperluas lapangan pekerjaan di semua sektor-sektor ekonomi didaerah tersebut. Apabila kesempata kerja disetiap daerah termasuk Kabupaten Tulang Bawang cukut tersedia maka akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi menjadi meningkat, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakatpun akan meningkat. Atau dengan miningkatkan tingkat upah, dengan meningkatkan tingkat upah pada semua jenis pekerjaan akan memicu timbulnya etos kerja yang lebih baik, karna salah satu yang mempengaruhi pengaruh etos kerja adalah tingkat upah yang diberikan sebuah instansi lapangan pekerjaan kepada para pekerja. Dengan etos kerja yang lebih baik akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang akan mensejarterakan msyarakat.
Tingkat pertumbuhan ekonomi  Kabupaten Tulang Bawang pada tahun 2015 hampir mencapai rata-rata 7%, namun dalam kenyataannya selama kurung waktu lima tahun terakhir memperlihatkan bahwa, tingkat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tulang Bawang tidak selamanya diikuti oleh adanya peningkatan kesempatan kerja. Tingkat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tulang Bawang pada tahun 2010 mengalami peningkatan sebesar 5,27%, demikian juga pada tahun 2011 meningkat sebesar 5,63%, sedangkan kesempatan kerja pada periode tersebut  terjadi penurunan yaitu sebesar 1% pada tahun 2010, dan sebesar 6% pada tahun 2011. Di sisi lain memperlihatkan bahwa, pada tahun 2012 dan 2014 telah terjadi penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2012 tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,51% dan 2014 sebesar 7,57%. Sedangkan kondisi kesempatan kerja dalam kurung waktu tersebut justru mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 2012 meningkat sebesar 5%, dan pada tahun 2014 meningkat sebesar 3%  jika dibandingkan tahun sebelumnya.[1]
n
Sedangkan jika dilihat dari pertumbuhan tingkat upah atau UMK (upah minimum kerja) Kabupaten Tulang Bawang dari data Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulang Bawang menyatakan bahwa dari tahun 2010 ke tahun 2011 mengalami kenaikan 11% yaitu dari Rp 776.500 menjadi Rp 863,500. Tingkat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tulang Bawang pada tahun itu mengalami peningkatan sebesar 5,27%. Sedangkan ditahun berikutnya mengalami kenaikan 14% menjadi Rp 982.500. Masih terjadi peningkatan di tahun 2013 sebesar 17% menjadi Rp 1.155.000. Pada tahun 2014 pun tingkat upah masih mengalami pertumbuhan sebesar 21% menjadi Rp 1.401.000. Sedangkan pertumbuhan ekonominya mengalami penurunan sebesar 7,51%. Dan pada tahun 2015 tingkat upah mengalami penurunan sebesar 13% menjadi Rp 1.588.500. Pada data ini memang terlihat naik namun sesungguhnya jika dilihat dari presentasenya mengalami penurunan. [2]


Berdasarkan fakta tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan kajian guna mengetahui hubungan antara kesempatan kerja dan tingkat upah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tulang Bawang dengan formulasi judul penelitian adalah : “ANALISIS PENGARUH TINGKAT UPAH DAN KESEMPATAN KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KEBUPATEN TULANG BAWANG”.

1.2 Rumusan Masalah Penelitian
Masalah dalam penelitian ini adalah
1.      Bagainama tingkat upah di daerah Kabupaten Tulang Bawang?
2.      Bagaimana tingkat kesempatan tenaga kerja di daerah kabupaten Tulang Bawang?
3.      Bagaimana tingkat pertumbuhan ekonomi di daerah Kabupaten Tulang Bawang?
4.      Bgaimana pengaruh tingkat upah dan kesempatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah Kabupaten Tulang Bawang?

1.3 Tujuan Penelitian dan ManfaatPenelitian
1.3.1. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Menganalisis berapa besar pengaruh tingkat upah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tulang Bawang.
b. Menganalisis berapa besar pengaruh tingkat kesempatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi  di Kabupaten Tulang Bawang.
c. Menganalisis berapa besar pengaruh tingkat upah dan kesempatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tulang Bawang.
1.3.2 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Bagi Pemerintah Pusat dapat menjadi sumber informasi dalam memantau tingkat upah dan kesempatan kerja di Kabupaten Tulang Bawang.
b. Bagi pemerintah daerah dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan acuan dalam pengambilan kebijakan sebagai upaya meningkatkan kesempatan kerja dasn tingkat upah di Kabupaten Tulang Bawang.
c. Bagi masyarakat, dapat membantu untuk memberikan rekomendasi bagi suatu kebijakan, program yang dicanangkan oleh sebuah instansi pemerintah pusast atau daerah atau sekelompok masyarakat. Dimana hal tersebut dapat meningkatkan kinerja dari para pelaksana program.
d. .Memberi referensi dan gambaran yang mungkin akan berguna dikalangan akademis dalam melanjutkan penelitian yang sejenis yang berkaitan dengan penelitian ini.
e. Pengembangan Ilmu. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan dalam bidang ilmu ekonomi, khususnya ekonomi sumberdaya manusia yang berkaitan dengan kesempatan kerja dan tingkat upah dalam hubungannya dengan pertumbuhan ekonomi.













BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Landasan Teori

2.1.   Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan pembangunan ekonomi di suatu daerah. Apabila pertumbuhan ekonomi suatu daerah mengalami peningkatan berarti telah terjadi peningkatan kegiatan dalam perekonomian sehingga berdampak terhadap barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat menjadi bertambah dan kemakmuran masyarakat mengalami peningkatan. Menurut Prof Simon Kuznets dalam Jhingan (2004:57) bahwa pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin banyak jenis barang-barang ekonomi kepada penduduknya. Sedangkan menurut pandangan Sadono (1994:10) bahwa pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat.
Istilah pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi oleh beberapa ahli ekonomi sering digunakan secara bergantian. Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya, para ahli ekonomi telah mampu menarik perbedaan diantara kedua istilah tersebut. Menurut Schumpeter yang dikutip oleh Jhingan (1998:5) pembangunan ekonomi mengacu pada negara terbelakang, sedangkan pertumbuhan ekonomi mengacu pada negara maju. Sedangkan menurut Sadono, 1994:415) bahwa pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan-perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi.
Ada beberapa teori yang dikemukakan para ekonom mengenai pertumbuhan ekonomi, diantaranya adalah :

1.      Teori pertumbuhan ekonomi Adam Smith
Prayitno (1996:56) menjelaskan bahwa menurut Adam Smith, untuk berlangsungnya pertumbuhan ekonomi diperlukan adanya spesialisasi atau pembagian kerja agar produktivitas tenaga kerja meningkat. Sebelum ada pembagian kerja harus ada akumulasi modal yang berasal dari tabungan masyarakat. Disamping itu pasar harus seluas mungkin agar dapat menampung hasil produksi.
2.      Teori pertumbuhan ekonomi Schumpeter
Boediono (1995:48) menjelaskan bahwa menurut Schumpeter, kemajuan ekonomi dapat diartikan sebagai peningkatan output total masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi (economic growth) dan perkembangan ekonomi (economic development) kedua-duanya mempunyai sifat yang berbeda. Pertumbuhan ekonomi diatikan sebagai peningkatan output masyarakat yang disebabkan oleh semakin banyaknya faktor produksi yang digunakan tanpa adanya perubahan cara-cara. Sedangkan perkembangan ekonomi adalah kenaikan output disebabkan oleh inovasi yang dilakukan para wiraswastawan. Lebih lanjut Schumpeter mengatakan bahwa inovasi merupakan motor penggerak perkembangan ekonomi.[3]
3.      Teori pertumbuhan ekonomi Harrod-Domar
Abipraja (1996:292) menjelaskan bahwa menurut Harrod-Domar, syarat untuk terciptanya pertumbuhan ekonomi adalah investasi, sebab investasi akan memberikan keuntungan ganda yaitu akan menciptakan pendapatan yang disebut sebagai dampak permintaan dan akan menciptakan pemupukan modal yang disebut sebagai penawaran investasi.

2.2.   Pengertian Sumberdaya Manusia
Untuk meningkatkan kegiatan pembangunan ekonomi disuatu daerah maka mutlak  diperlukan adanya sumberdaya ekonomi, seperti modal, material dan sumberdaya manusia. Sumberdaya manusia merupakan faktor yang paling memegang peranan penting dibandingkan dengan sumberdaya lainnya, karena sumberdaya manusia memiliki kemampuan berpikir dan bekerja dalam rangka menghasilkan barang dan jasa. Sumberdaya manusia bisa dilihat dari aspek kualitas, yaitu kemampuan kerja yang dapat disumbangkan dalam proses produksi. Selain itu, sumberdaya manusia dapat pula dilihat dari segi kuantitasnya, yaitu jumlah penduduk yang mampu bekerja.
Sumber daya manusia atau tenaga kerja adalah sumber daya yang berupa jasa-jasa manusia baik fisik maupun mental. Dengan demikian tenaga kerja bukan saja diartikan sebagai tenaga kerja jasmani yang digunakan dalam proses produksi, tetapi juga meliputi kemampuan tenaga kerja, keterampilan kerja maupun pengetahuan yang telah ada dalam diri pekerja (Suyuthi,1989:4). Menurut Sudarman (1986:3)  bahwa sumber daya manusia merupakan faktor produksi meliputi semua usaha manusia baik pikiran maupun fisik yang ditunjukan untuk menghasilkan barang and jasa. Berpijak dari kedua pandangan tersebut maka dapat dikatakan bahwa sumberdaya manusia adalah manusia yang memiliki kemampuan baik secara fisik maupun mental untuk melakukan kegiatan yang produktif karena miliki pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya melalui proses belajar. Dengan kata lain bahwa sumberdaya manusia  adalah setiap penduduk yang berpotensi dan mampu melakukan kegiatan produktif baik untuk dirinya sendiri maupun untuk kepentingan masyarakat pada umumnya, sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, atau yang diperoleh melalui proses belajar.
Sumber daya manusia mencakup pula potensi, kemampuan, pengetahuan, keahlian, dan keterampilan untuk melakukan kegiatan yang produktif. Jelas bahwa manusia mempunyai potensi untuk dikembangkan, serta kemampuan untuk mengembangkan diri sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk tujuan yang produktif yaitu manusia yang berkualitas.[4]
2.3. Kesempatan Kerja
Untuk meningkatkan jumlah angkatan kerja yang terlibat dalam dunia kerja maka perlu dilakukan perluasan kesempatan kerja. Dengan meluasnya kesempatan kerja berarti semakin banyak tenaga kerja yang dapat bekerja dan mendapatkan penghasilan. Dan hal ini berdampak pula pada semakin banyaknya masyarakat yang mengalami peningkatan kesejahteraan hidupnya.
Menurut Soeroto (1986)  bahwa kesempatan kerja dan jumlah serta kualitas orang yang digunakan dalam pekerjaan mempunyai fungsi yang menentukan dalam pembangunan. Ini bukan hanya karena tenaga kerja tersebut merupakan pelaksana pembangunan, akan tetapi juga karena mereka bekerja atau pekerjaan merupakan sumber utama bagi masyarakat.
Perluasan akan kesempatan kerja selain akan memberikan pendapatan sekaligus akan mengurangi tingkat kemiskinan dan mengurangi kesenjangan atas lapisan masyarakat. Sebaliknya jumlah angkatan kerja yang tinggi bila tidak diikuti dengan perluasan kesempatan kerja, otomatis akan menjadi beban bagi pembangunan. Sehingga yang terjadi yaitu peningkatan angka pengangguran, yang juga akan berpengaruh terhadap pendapatan per kapita suatu masyarakat.
Sunindhia (1988:138) menyatakan perluasan kesempatan kerja hanya dapat terlaksana dengan jalan meluaskan dasar kegiatan ekonomi, tetapi perluasan dasar ekonomi ini harus disertai dengan usaha meningkatkan produktivitas, baik di bidang kegiatan yang baru maupun di bidang tradisional. Hal ini disebabkan karena salah satu faktor yang pada umumnya menghambat produksi di negara-negara berkembang adalah produktivitas yang rendah disertai dengan kurangnya penggunaan secara penuh terhadap angkatan kerja.
Dari pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa perluasan kesempatan kerja hanya dapat dilakukan dengan jalan memperluas kegiatan ekonomi yang disertai dengan produktivitas tenaga kerja yang tinggi, sehingga pemerataan kesempatan kerja bagi penduduk dapat terlaksana. Hal ini didukung oleh Batubara (1988:59) bahwa pemerataan kesempatan kerja mempunyai posisi yang sangat strategis, terutama untuk pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan.
Dengan memperoleh kesempatan kerja, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya melalui pendapatan yang diterima dari pekerjaan tersebut. Ini berarti melibatkan tenaga kerja dalam kegiatan ekonomi dan mempertinggi pertumbuhan ekonomi. Karena apabila pendapatan bertambah, maka orang cenderung membelanjakan kebutuhannya lebih meningkat dari pendapatan sebelumnya. Dengan demikian dapat memperluas pasar barang dan jasa. Tenaga kerja mempunyai fungsi sebagai sumber energy yang diperlukan di dalam proses produksi dan kekuatan yang dapat menimbulkan pasar, seperti yang dikemukakan oleh Soeroto (1986) bahwa tenaga kerja mempunyai dua fungsi, sebagai sumber daya untuk menjalankan proses produksi dan distribusi barang dan jasa, kedua sebagai searan untuk menimbulkan dan mengembangkan pasar.[5]
            Dari berbagai penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa untuk memberikan kesempatan kerja bagi angkatan kerja yang ada, adalah melalui perluasan kesempatan kerja dengan cara menambah kegiatan ekonomi yang disertai dengan usaha meningkatkan produktivitas pada seluruh sektor perekonomian yang ada.


2.4 Tingkat Upah
Upah adalah hak pekerjaan atau buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesempatan atau peraturan perundangan-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh.
Kenaikan upah bisa tidak mengurangi keuntungan jika harga dinaikkan. Tetapi, kenaikkan harga akibat kenaikan upah relatif tidak akan mengurangi daya beli masyarakat, karena kenaikan harga itu diimbangi oleh kenaikan upah dan pendapatan masyarakat. Kenaikan harga hanya akan berdampak pada daya beli masyarakat jika kenaikan harga itu tidak dibarengi dengan kenaikan upah atau pendapatan masyarakat. Artinya, kenaikan harga hanya akan berdampak pada daya beli masyarakat jika kenaikan harga itu bersumber dari (1) kenaikan biaya alat-alat produksi dan/atau (2) kenaikan keuntungan pengusaha, yang tidak diimbangi oleh kenaikan upah.
Faktor yang mempengaruhi tingkat upah, yaitu :
1. Penawaran dan permintaan tenaga kerja
Meskipun hukum ekonomi tidaklah biasa ditetapkan secara mutlak dalam masalah tenaga kerja, tetapi tidak bisa diingkari bahwa hukum penawaran dan permintaan tetap dipengaruhi. Untuk pekerjaan yang membutuhkan keterampilan yang tinggi dan jumlah tenaga kerja yang langka maka upah cenderung tinggi, sedangkan untuk jabatan-jabatan yang mempunyai penawaran yang melimpah maka upah cenderung turun.
2. Organisasi buruh
Ada tidaknya organisasi buruh serta lemah kuatnya organisasi pekerja akan ikut mempengaruhi terbentuknya tingkat upah. Adanya serikat pekerja yang berarti posisi penawaran pegawai juga kuat akan menaikkan tingkat upah, demikian pula sebaliknya.
3. Kemampuan untuk membayar
Meskipun serikat pekerja menuntut upah yang tinggi, tetapi akhirnya realisasi pemberian upah akan tergantung juga pada kemampuan membayar dari organisasi. Bagi organisasi, upah merupakan salah satu komponen biaya produksi yang akan mengurangi keuntungan. Jika kenaikan biaya produksi sampai mengakibatkan kerugian organisasi jelas organisasi tidak akan mampu memenuhi fasilitas pegawai
4. Produktivitas
Upah sebenarnya merupakan imbalan bagi pegawai, semakin tinggi prestasi pegawai sudah seharusnya semakin tinggi pula upah yang akan diterima. Prestasi ini biasanya dinyatakan sebagai produktivitas, hanya yang menjadi masalah nampak belum ada kesepakatan dalam melindungsi produktivitas.
5. Biaya hidup
Faktor lain yang perlu dipertimbangkan juga adalah biaya hidup. Di kota-kota besar biaya hidup tinggi, upah juga cenderung tinggi. Bagaimanapun juga nampaknya biaya hidup merupakan batas penerimaan dari para pegawai.
6. Pemerintah
Pemerintah dengan peraturan-peraturannya juga mempengaruhi tinggi rendahnya upah. Peraturan tentang upah minimum merupakan batas bahwa dari tingkat upah yang dibayarkan.








BAB III
METODE PENELITIAN
3.1.   Obyek Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupate Tulang Bawang dengan obyek penelitian yaitu kesempatan kerja dan tingkat upah terhadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten Tulang Bawang.
3.2.   Jenis dan Sumber Data
3.2.1.   Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam data ini adalah data sekunder yang terdiri dari data gambaran umum Kabupate Tulang Bawang, keadaan letak dan luas wilayah, jumlah penduduk, jumlah tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi Kabupate Tulang Bawang.
3.2.2.   Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini seluruhnya adalah dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupate Tulang Bawang dan data Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulang Bawang.
3.3.   Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi yaitu mengambil data-data yang sudah tersedia, dengan mencatat kembali yang sesuai kebutuhan penelitian.
3.4.   Metode Pengumpulan Data
Penelitian dilakukan di lapangan dengan menggunakan teknik dokumentasi, yaitu mencatat dan mengkopi dokumen yang pada Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Sosial Kabupaten Tulang Bawang yang ada relevansinya dengan penelitian .
3.5.   Metode Pengolahan Data
Metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Tabulasi data yaitu menyusun data secara teratur kemudian dibuat dalam bentuk tabel.
2.      Processing data, yaitu data yang telah ditabulasi kemudian dianalisis berdasarkan pada model yang telah ditentukan.
3.      Interprestasi data, yaitu data yang telah dianalisis kemudian diuraikan secara deskriptif.
3.6.      Metode Analisis
Peralatan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui besarnya tingkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tulang Bawang dari tahun ke tahun dapat digunakan rumus sebagai berikut :
                          (Sumitro, 1985:21)
Dimana :
Gt           = Besarnya tingkat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara
PNRt      = Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tahun dasar  yang dicapai di Kabupaten Tulang Bawang
PNRt-1   = Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tahun berjalan yang dicapai di Kabupaten Tulang Bawang
2.      Untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat perluasan kerja di Kabupaten Tulang Bawang, maka digunakan alat analisis regresi linear sederhana, dengan formulasi rumus sebagai berikut :

Y = a + b1X1+ e
Dimana :
Y      = Dependent variabel
a       = Intercept
b1     = Koefesien regresi
X1    = Independen variabel
e       = Simpangan Baku
(Supranto, 1989)
Apabila faktor e tersebut diasumsikan nilainya nol (0), maka aplikasi model tersebut dalam penelitian ini dapat dirubah sebagai berikut :
Y = a + b1X1
Dimana :
Y     = Kesempatan kerja
a      = Bilangan konstan
b1    = Keofesien regresi
X1   = Tingkat pertumbuhan ekonomi
Hasil perhitungan keoefesien regresi akan diujui dengan menggunakan uji t pada tingkat kepercayaan 95% derajat bebas n-2, dengan kretiria pengambilan keputusan sebagai berikut :
-       Jika t hitung > t tabel, maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima yang berarti bahwa ada pengaruh yang cukup besar antara kesempatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tulang Bawang.
-       Jika t hitung < t tabel, maka hipotesis nol (Ho) diterima dan hipotesis alternatif (Ha) ditolak yang berarti bahwa tidak ada pengaruh kesempatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tulang Bawang.[6]
3.7.      Definisi Operasional
Untuk lebih terarahnya dalam penelitian ini maka penulis dapat memberikan beberapa variable yang diteliti adalah sebagai berikut :
1. Kesempatan kerja adalah jumlah penduduk dalam usia kerja yang sudah memiliki kesempatan kerja atau yang sudah terlibat dalam menghasilkan barang dan jasa (bekerja) guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
2. Pertumbuhan ekonomi yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah kenaikan pendapatan produk domestik bruto (PDRB) Kabupaten Tulang Bawang setia tahunnya yang dinyatakan dengan rupiah.
3. Tingkat Upah adalah upah yang diberikan perusahaan atau industri kepada penduduk Kabupaten Tulang Bawang yang telah memasuki usia kerja yaitu telah berumur 15 tahun atau lebih yang telah bekerja dan mendapatkan upah mingguan atau bulanan atau tahunan di semua jenis pekerjaan.











DAFTAR PUSTAKA


Sukarna, Fahrudin. 2010. Etika Produksi Dalam Prespektif Ekonomi Islam. Bantarjati Bogor: Al-Azhar Press
Arsyad, Lincolin. 2010. Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN
Ramardja, Prathama 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
http://tulangbawangkab.bps.go.id/, pada tanggal 8 Januari 2016 pukul 11.32
http://arhyan37.blogspot.co.id/2012/01/pengaruh-kesempatan-kerja-terhadap.html, di akses pada tanggal 06 januari 2016,pada jam 11.17 wib



http://tulangbawangkab.bps.go.id/, pada tanggal 8 Januari 2016 pukul 11.32
[2] Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulang Bawang
[3] Lincolin Arsyad, Ekonomi Pembangunan, UPP STIM YKPN, Yogyakarta, 2010
[4] Fahrudin Sukarna, Etika Produksi Dalam Prespektif Ekonomi Islam, Al-Azhar Press, Bantarjati Bogor, 2010
[5] Prathama Ramardja, Pengantar Ilmu Ekonomi, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta, 2008
[6] http://arhyan37.blogspot.co.id/2012/01/pengaruh-kesempatan-kerja-terhadap.html, di akses pada tanggal 06 januari 2016,pada jam 11.17 wib

0 Response to "ANALISIS PENGARUH TINGKAT UPAH DAN KESEMPATAN KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KEBUPATEN TULANG BAWANG"

Post a Comment