MEMBANGUN EKONOMI UMAT MELALUI PONDOK PESANTREN TAHFIDZ MANDIRI DAN BERMARTABAT

Loading...
Loading...
MEMBANGUN EKONOMI UMAT MELALUI PONDOK PESANTREN TAHFIDZ MANDIRI DAN BERMARTABAT
Oleh: Dr. Imam Wahyudi, M.Pd.I[1]

I. Landasan Berpikir

Pendidikan merupakan kebuduhan yang sangat penting melebihi kebutuhan makan dan minum sebagaimana Imam Ahmad bin Hambal (Imam Madzhab Hambali) mengatakan bahwa kebutuhan manusia terhadap ilmu (pendidikan) melebihi terhadap makan dan minum, mengapa demikian sebab orang yang tidak memperoleh makan dan minum dia hanya akan meninggal karena ia telah berilmu maka meninggalnya bisa dipastikan karena ilmunya memperoleh khusnul khatimah. Khusnul khatimah merupakan tujuan akhir yang diidam-idamkan setiap manusia karena awal kesuksesan akherat teraih. Sedangkan orang yang tidak mendapatkan ilmu dia akan menjadi orang jahil bahkan dungu tidak mengerti kebenaran derajadnya lebih buruk dari binatang, hidupnya hanya menuruti hawa nafsu dan budak syahwat singkatnya orang tersebut merugi sehingga umur dan kesuksesan dunia yang diraihnya tidak mampu menjadikan dirinya selamat dari siksa neraka. Itulah gambaran bahwa manusia sangat butuh ilmu.

Ilmu yang merupakan kebutuhan pokok manusia pada dasarnya terwujud pada lembaga pendidikan. Oleh karena itu lembaga pendidikan Islami menjadi keharusan diwujudkan dan menjadi kebutuhan umat Islam yang mendesak. Konsep pendidikan Islam mestinya gratis. Bagaimana mewujudkannya sementara kita memahami semua sangat tergantung kepada dana. Potret pendidikan kita dewasa ini pun mulai menghawatirkan terjebak pada komersialisasi pendidikan jadi konsep perjuangan dalam pendidikan telah hilang berubah menjadi bisnis pendidikan. Bahwa sector pendidikan dianggap sebagai peluang inventasi yang prospektif menjanjikan keuntungan  yang besar.

Realita yang anda menjadikan pendidikan sebagai lahan bisnis perlu disikapi dengan serius bagaimana umat Islam tidak tertinggal, kalau biaya pendidikan mahal, bagaimana umat Islam bisa kaya kalau kemiskinan akibat mahalnya biaya pendidikan. Kita perlu sadar bahwa musuh terbesar kita adalah kebodohan dan kemiskinan. Hal ini sejalan dengan hadits Nabi perlunya mewaspadai kefakiran yang pada giliranya membawa kepada kekufuran. Padahal dalam konsep Islam bangsa bisa maju melalui pendidikan sebagai kuncinya. Islam juga mensyari’atkan zakat pada dasarnya Islam menghendaki umatnya kaya sehingga bisa melaksanakan ibadah salah satu rukun Islam (membayar zakat) termasuk berinfaq dan shodaqoh. Ibadah haji pun harus mampu berarti kaya sebab haji pun rukun Islam yang wajib ditunaikan.

Menyikapi hal tersebut kami mencoba membangun upaya peningkatan ekonomi umat melalui pendidikan Islami yang gratis melalui model pondok pesantren tahfiz yang mandiri dan bermartabat. Logika berpikir kita bahwa kemiskinan itu hanya bisa dihilangkan melalui pendidikan. Pertanyaanya lalu bagaimana bisa menjadi SDM yang unggul (akhirnya ekonominya terangkat menjadi mampu atau ekonomi kuat tidak lemah) kalau tidak mampu membayar biaya sekolah yang mahal. Oleh karena itu, pemikiran saya bahwa bagaimana pendidikan Islami itu gratis dan kaum muslimin bisa mendapatkan pendidikan tersebut sehingga perbaikan SDM yang beradab Islami dan memiliki kemampuan ekonomi yang kuat itu terwujud di Negara kita.

Sehubungan dua visi besar menjadikan SDM unggul dan membangun ekonomi umat yag kuat dan kokoh. Saya mengusulkan dimulai dari membangun model pendidikan integrasi antara ilmu pengetahuan agama dan umum antara ilmu yang fardhu ain dan fardhu kifayah dipadukan secara seimbang terjadi sinergi yang harmoni. Pendidikan yang menawarkan kurikulum terpadu sehingga diharapkan melahirkan manusia yang memiliki kapasitas adab dan akhlak Islami (ulama) dan manusia yang memiliki kapasitas ahli pada bidang ilmu pengetahuan umum tertentu (intelektual) jadi profil manusia yang intelek dan ulama sebaliknya juga ulama yang intelek. Misalnya model Dr. Zakir Naik beliau ahli ilmu kedokteran juga ahli dalam ilmua perbandingan agama.

Upaya mewujudkan visi besar tersebut dengan membangun model pendidikan gratis mandiri dan bermartabat, saya memulai  dari model pendidikan anak usia dini usia 3 tahun yaitu model pendidikan Tahfidz Anak Usia Dini (TAUD). Sejak usia tiga tahun sudah menghafal mudah-mudahan usia dibawah 10 tahun sudah hafidz 30 juz. Untuk mewujudkanya usia tiga tahun sampai 6 tahun masuk TAUD seberapapun tercapaianya target hafalan. Kemudian melanjutkan jenjang Sekolah Dasar 6 tahun anak tersebut mengikuti program tahfidz pekanan setiap hari sabtu dan ahad (sesuai dengan peraturan menteri pendidikan bahwa hari belajar lima hari senin smp jum’at) selama 6 tahun lulus SD seberapapun total hafalanya tetap terjaga. Kemudian Usia SMP selama tiga tahun juga demikian dan dilanjutkan jenjang SMA ditambah lagi pada masa libur sekolah anak tersebut mengikuti program menghafal penuh sambil.

Tidak berlebihan apabila kita mentargetkan sudah hafiz dengan hafalan yang kuat disamping kita terus berdo’a agar Allah member kemudahan dan penjagaan hafalan anak tersebut. Setelah itu tiba masanya anak tersebut masuk perguruan tinggi semisal program studi atau jurusan kedokteran mendapatkan beasiswa penuh sampai lulus atau jurusan-jurusan lain yang juga memberikan beasiswa hafidz disetiap perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di dalam negeri termasuk apabila ingin kuliah di luar negeri seperti Timur Tengah hanya tinggal menambahkan keterampilan bahasa Arab kepada anak tersebut.  Asumsinya bahwa setelah lulus anak tersbut akan memperoleh pekerjaan yang layak serta ekonominya terangkat, dia juga telah memiliki hafalan yang kuat otomatis memiliki kemampuan berdakwah, menjadi da’i, bisa juga diminta mengabdi memberikan pelayanan kesehatan murah kalau tidak bisa gratis maka umat Islam yang kurang mampu akan tertolong.

II. Model Pembiayaan Pesantren Tahfidz

Konsep pemberdayaan ekonomi melalui bantuan konsumtif tidak memberikan kemadirian terhadap lembaga. Sementara biaya operasional pendidikan yang bermutu dan berkualitas tentu tidak murah. Oleh karena itu, Pesantren Tahfiz harus ditopang oleh unit usaha milik peasntren. Dalam hal ini usaya yang akan saya ajukan berdasarkan kajian analisis lingkungan ekstrenal dan peluang usaha sekaligus sinergi dakwah kepada mahasiswa. Saya mengajukan usaha kost-kostsan mahasiswi dan pembinaan keislaman bisa juga terpadu menjadi pesantren mahasiswa tahfidz.

Peluang yang ada disekitar pondok pesantren adanya tanah seluas 700 meter persegi yang akan dijual dengan harga Rp.600.000.000 kemudian dari tanah tersebut bisa dibuat kamar kost sebanyak 40 kamar dan harga sewa kamar setahun Rp.5000.000 jadi keuntunganya setahun Rp. 200.000.000 hal ini sangat prospektif karena pada kenyataanya sewa kost pun mengalami peningkatan 3 sampai 5 persen tiap tahun juga perubahan status kampus IAIN menjadi UIN dimanan UIN Raden Intan Lampung merupakan UIN terbanyak peminatnya selama 3 tahun terakhir dan tahun ini ada 17.000 mahasiswa seluruh Indonesia yang mendaftar.

                Untuk itu kami menawarkan investasi dunia akhirat dengan system keuntungan bagi hasil 50% untuk investor (keuntungan dunia) sedangkan 50 % lagi untuk pondok pesantren tahfidz (investasi akherat). Seperti pengalaman usaha kost yang sudah saya jalani saya memperkirakan jika 40 kamar untungnya 200.000.000 dibagi dua 100.000.000 untuk investor dan 100.000.000 untuk operasioal pondok selama satu tahun. Insya Allah itu cukup untuk membiayai santri sekitar 25 sampai 30 anak gratis.

Adapun kebutuhan dana untuk membangun kost sebanyak 40 kamar sekitar 2. Milyard. Dana dua milyar dan 600.000.000 ini akan saya ajukan kepada investor bisa pribadi maupun kolektif system saham atau kepada Bank Syariah. Jika kita buat sistem saham maka 2.6 milyard tinggal dibagi berapa orang kalau satu orang misalnya Rp.10.000.000 maka memerlukan investor 260 orang.  Sementara kita bisa menilai model pesantren tahfiz yang ada sering mematok biaya daftar ulang 10 sampai 15 juta dan itu belum ditambah biaya SPP. Menurut saya pesantren tahfidz kita sangat berbeda karena investasi itu tidak hilang dan akan memperoleh dua keuntungan yaitu keuntungan uang langsung dan pahala infaq membiayai para penghafal al-Qur’an. Dan investasi ini bisa diambil apabila pihak unit usaha telah mampu mengembalikan atau dialihkan kepada investor lain. Semoga Allah meridhoi upaya kita dan memudahkan langkah perjuangan kita untuk Izzul Islam wa Muslimin. Amiin. (Bandar Lampung 19 Ramadhan 1438 H/ 14 Juni 2017).

Mohon kepada Ahli Ekonomi atau pengusaha Muslim mari kita wujudkan yang berminat akan kita jadikan pengelola Unit Usaha Pesantren ini dengan system kerja profesional dan amanah kami menunggu kontribusi aktifnya. Mohon bantuan SHARE kepada pihak yang mau mendukung dan bekerjasama. Kita tidak meminta infaq konsumtif namun usaha produktif namun jika ada yang meniatkan infaq yang tidak langsung konsumtif hilang maka itu lebih baik karena untung untuk operasional pesantren menjadi lebih besar dan pengembangan serta jangkauan pemberian beasiswa juga semakin banyak kuotanya. Bayangkan anda berinfaq kepada kami namun manfaat pahalnya tidak hanya sekali habis namun uang itu infaq tersebut terus berkembang sampai kiamat tiba.

Pembentukan tim unit usaha pondok pesantren tahfidz mulai hari ini di buka hub. No Telp dan WA 085269723607 alamat Jalan Terusan Pulau bawean 2 Sukarame.
 



[1] Alumni Beasiswa program Doktor Kaderisasi Ulama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).  2. Pendiri Pesantren Tahfiz Al-Barokah. 3. Dosen UIN Raden Intan. 4. Praktisi Ruqyah 5. Pengusaha Muda Muslim.

0 Response to "MEMBANGUN EKONOMI UMAT MELALUI PONDOK PESANTREN TAHFIDZ MANDIRI DAN BERMARTABAT"

Post a Comment