PENGARUH EKONOMI KREATIF DAN INDUSTRI KREATIF TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI

Loading...
Loading...

PENGARUH EKONOMI KREATIF DAN INDUSTRI KREATIF TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI
(Studi Pada Kerajinan Tangan Desa Tulungagung, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung)

Proposal
Oleh
Umi Rohmah
NPM 1321040196
Jurusan Ekonomi Islam

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN INTAN
LAMPUNG
1437/2016

BAB  I
PENDAHULUAN
A.    Penegasan Judul

Sebagai kerangka awal guna mendapatkan gambaran yang jelas dan memudahkan dalam memahami skripsi ini. Maka, perlu adanya uraian terhadap penegasan arti dan makna dari beberapa istilah yang terkait dengan tujuan skripsiini. Dengan penegasan tersebut diharapkan tidak aka terjadi kesalah pahaman terhadap pemaknaan judul dari beberapa istilah yang digunakan, disamping  itu langkah ini merupakan proses penekanan terhadap pokok permasalahan yang akan di bahas.

Adapun skripsi ini berjudul “PENGARUH EKONOMI KREATIF DAN INDUSTRI KREATIF TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA  DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI (Studi kerajinan tangan desa Tulungagung)”.
Untuk itu perlu diuraikan pengertian dari istilah-istilah judul tersebut sebagai berikut:

1.      Pengaruh
Pengaruh adalah Daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk atak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.[1]

2.      Ekonomi kreatif
Sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama.[2]

3.      Industri kreatif
Kumpulan aktivitas ekonomi yang terkait penciptaan atau pembuatan suatu benda atau penggunaan pengetahuan dan informasi.[3]

4.      Tenaga kerja
Setiap orang yang mampu melaksanakan pekerjaan baik dalam maupun diluar hubungan kerja guna menghasilkan barang dan jasa untuk mememnuhi kebutuhan masyarakat .[4] penyerapan tenaga kerja adalah banyaknya lapangan kerja yang sudah terisi yang tercermin dari banyaknya jumlah penduduk bekerja. Penduduk yang bekkerja terserap dan tersebar diberbagai sektor perekonomian, terserapnya penduduk angkatan kerja disebabkan oleh adanya permintaan akan tenaga kerja. Oleh karena itu, penyerapan tenaga kerja dapat dikatakan sebagai permintaan tenaga kerja.[5]

5.      Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.[6]

6.      Kerajinan tangan tulungagung
Desa tulungangung memiliki sebuah kerajinan tangan khas daerah yang merupakan salah satu jenis kerajinan tangan yang menjadi salah satu sumber penghasilan di daerah Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, tepatnya di Desa Tulungangung, Kecamatan Gadingrejo. Keranjang atau irik merupakan salah satu jenis kerajinan tangan yang berkembang didaerah tersebut dan memiliki daya jual lumayan tinggi karena sebagian besar dari penduduk didaerah tersebut banyak yang menggantungkan ekonominya dari kerajiann tangan tersebut. [7]
Berdasarkan uraian penegasan judul diatas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sekripsi ini adalah untuk menguggap adanya pengaruh  dari ekonomi kreatif yang bergerak pada kerajinan tangan dan industri kreatif  dengan penyerapan tenaga kerja dalam pertumbuhan ekonomi.

B.     Alasan Memilih Judul
Adapun dipilihnya penelitian ini, yaitu dengan alasan sebagai berikut:
1.      Secara Objektif
a.       Kerajinan tangan merupakan salah satu cabang ekonomi kreatif yang saat ini merupakan salah satu incaran dari pemerintah Indonesia. Perkembangan ekonomi kreatif merupakan salah satu hal yang memang sangat menopang kemajuan suatu daerah, karena dengan adanya sentra ekonomi kreatif disuatu daerah maka secara otomatif daerah tersebut memiliki suatu ciri khas khusus yang didapat dari adanya ekonomi kreatif.
b.      Dengan adanya ekonomi kreatif dan industri kreatif yang mendukung jelaslah jika sumber daya manusia dialokasikan dalam kerajinan tangan ini, akan terjadinya penyerapan tenaga kerja yang berarti berkurangnya angka pengangguran didaerah tersebut.
2.      Secara Subjektif
a.       Memberikan pengetahuan bagi penulis maupun pembaca tentang ekonomi kreatif yang terdapat di Desa Tulungagung, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Judul tersebut sepengetahuan penulis belum ada yang membahasnya, sehingga akan menambah literatur kajian Ekonomi Islam yang berkaitan dengan ekonomi kreatif.
b.      Pokok bahasan skripsi ini sesuai dengan disiplin ilmu yang penyusun pelajari di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Raden Intan Lampung.

C.     Latar Belakang Masalah
Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep ekonomi di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreatif dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Struktur perekonomian dunia mengalami transformasi dengan cepat seiring dengan pertumbuhan ekonomi, dari yang tadinya berbasis Sumber Daya Alam (SDA) sekarang menjadi berbasis SDM, dari era pertanian ke era industri dan informasi.
 Alvin Toffler (1980) dalam teorinya melakukan pembagian gelombang peradaban ekonomi kedalam tiga gelombang. Gelombang pertama adalah gelombang ekonomi pertanian. Kedua, gelombang ekonomi industri. Ketiga, adalah gelombang ekonomi informasi. Kemudian diprediksikan gelombang keempat yang merupakan gelombang ekonomi kreatif dengan berorientasi pada ide dan gagasan kreatif. [8]
Kegiatan dari ekonomi kreatif dapat mencangkup banyak aspek. Departemen Perdagangan (2008) dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2009, yang ditujukan antara lain bagi seluruh Gubernur, Bupati/Walikota untuk melaksanakan pengembangan EKRAF dengan dukungan APBD. EKRAF terdapat 14 sektor yang termasuk dalam ekonomi kreatif yang salah satunya yaitu kerajinan (handicraft).
Adapun Pengembangan Ekonomi Kreatif (EKRAF) Indonesia 2009-2025 disebutkan bahwa dengan banyaknya penemuan baru di bidang teknologi , informasi dan komunikasi serta globalisasi ekonomi telah menciptakan pola kerja, pola produksi, pola distribusi yang lebih murah dan efisien. Hal tersebut menjadikan manusia semakin produktif dan pasar pun semakin luas dan semakin global. Kompetisi menjadi semakin tinggi dan mendorong industri mengintensifkan informasi dan kreativitas, yang populer disebut ekonomi Kreatif yang digerakkan oleh sektor industri yang di sebut industri kreatif.
Pada tahun 2014, ekonomi kreatif berkontibusi 7,1 persen terhadap PDB Nasional, menyerap 12 juta tenaga kerja dan berkontribusi perolehan devisa 5,8 persen.
Dalam lima tahun ke depan sektor ini ditargetkan berkontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) Nasional sebesar 12 persen, menyerap hingga 13 juta tenaga kerja dan berkontribusi ekspor sebesar 10 pesen”,
 kata Rudy Salahuddin, Deputi IV Bidang koordinasi Eonomi Kreatif, Kewirusahaan, dan Daya Saing Koperasi dan UKM kementrian Koordinator Perekonomian, dalam Konferensi Kota Kreatif Indonesia (Indonesia Creative Cities Conference/ ICC) Di Gedung Bank Indonesia, Solo, Jawa Tengah.[9]
Industri kreatif yang dikenal dengan julukan keranjang dan irik (erek) merupakan salah satu jenis kerajinan tangan yang menjadi salah satu sumber penghasilan di daerah Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung dan tepatnya di Desa Tulungagun Kecamatan Gadingrejo.
Keranjang dan irik merupakan salah satu jenis kerajiann tangan yang berkembang didaerah tersebut dan memiliki daya jual yang lumayan tinggi karena sebagian besar dari penduduk didaerah tersebut banyak menggantungkan ekonominya dari kerajinan tangan tersebut. Tingkat ekonomi yang semakin membaik saat ini juga sebagian basar dihasilkan dari menganyam kerajinan tangan keranjang. Kini pekon Tulungagung merupakan salah satu sentra terbesar kerajinan tangan yang khas dari bambu.
Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh ekonomi kreatif dan industri kreatif terhadap penyerapan tenaga kerja (di desa Tulungagung kecamatan Gadingrejo kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung) ditinjau dalam pertumbuhan ekonomi.

D.    Rumusan Masalah
1.      Apa dan bagaimana bentuk kerajinan tangan yang ada di desa Tulungagung ?
2.      Bagaimana pengaruh dari ekonomi kreatif dan industri kreatif dalam penyerapan tenaga kerja ?
3.      Bagaimana pertumbuhan eknomi dari ekonomi kreatif dan industri kreatif pada desa Tulungagung ?

E.     Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan Penelitian
1.      Ingin mengetahui apa dan bagaimana bentuk kerajinan tangan yang dihasilkan didesa Tulungagung.
2.      Ingin mengetahui bagaimana industri kreatif berpengaruh pada penyerapan tenaga kerja.
3.      Ingin mengetahui bagaimana pertumbuhan ekonomi dalam ekonomi kreatif di desa Tulungagung.
Kegunaan Penelitian
1.      Untuk memeberikan wawasan kepada masyarakat atau pembaca tentang ekonomi kreatif serta pentingnya memiliki skill dalam persaingan didunia kerja.
2.      Memperbanyak literatur guna memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi penulis.
3.      Sebagai pelaksanaan tugas akademik yaitu untuk melengkapi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Pembangunan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Raden Intan Lampung.


F.     Metode Penelitian
1.      Jenis dan Sifat Penelitian
a.       Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (field research). Penelitian lapangan (field research) adalah penelitian yang dilakukan dalam kancah yang sebenarnya.[10]
Mengingat penelitian ini menggunakan penelitian lapangan maka dalam pengumpulan data-datanya mengambil dari lokasi penelitian yang berkenaan dengan permasalahan tersebut.
Selain lapangan penelitian ini juga menggunakan penelitian kepustakaa (library reserch) sebagai pendukung dalam melakukan penelitian. Penulis menggunakan berbagai literatur yang ada di perpustakaan yang relevan dengan masalah ynag diangkat penulis.
b.      Sifat Penulis
Sifat penulis ini adalah deskriptif. Deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang.[11] Dalam penelitian ini penulis akan mendeskripsikan tentang bagaimana hubungan antara semakin majunya teknologi dengan penyerapan tenaga kerja dengan melakukan penelitian di Desa Tulungagung.
2.      Data dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
a.       Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden atau objek yang diteliti.[12] Dalam hal ini, data primer yang diperoleh peneliti bersumber dari desa, yaitu dari pngrajin untuk mengetahui jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dalam pembuatan kerajianan tangan.
b.      Data Sekunder
Data Sekunder adalah data yang telah lebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang atau instani diluar dari peneliti sendiri, walupun yang dikumpulakn itu sesungguhnya data asli. Data sekunder yang diperoleh peneliti dari buku-buku yang mempunyai relevansi dengan permaslahan yang akan dikaji dalam penelitian ini.
3.      Teknik Pengumpulan Data
Dalam usaha menghimpun data dialokasikan penelitian, penulis menggunakan beberapa metode, yaitu:

a.       Observasi
Observasi adalah cara dan teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala atau fenomena yang ada pada objek penelitian.[13] Observasi ysng penulis lakukan, yaitu dengan melihat keadaan pengrajin, baik dalam proses produksi maupun dalam pemasarannya.

b.      Interview
Interview adalah metode pengumpulan data dengan cara tanya jawab yang dikerjakan dengan sistematik dan berdasarkan pada masalah, tujuan, dan hipotensis penelitian.[14] Pada praktiknya penulismenyiapkan daftar pertanyaan untuk diajukan secara langsung kepada pihak-pihak yang terkait seperti kepala desa, pengrajin dan masyarakat untuk mengetahui penyerapan tenaga kerja didesa Tulungagung.

c.       Dokumentasi
Mengumpulkan data melalui data yang tersedia yaitu biasanya berbentuk surat, catatan harian, cendera mata, laporan, artefak, foto dan dapat juga berbentuk file di server, dan flasdisk serta data yang tersimpan di website. Data ini bersifat tidak terbatas pada ruang dan waktu.[15] Data-data yang diperoleh dari pengrajin, yaitu data jumlah karyawan dan jumlah kerajinan-kerajinan yang dihasilkan.

4.      Pengolahan Data
Data-data yang terkumpul kemudian diolah, pengolahan data adalah menimbang, menyaring, mengatur dan mengklasifikasikan. Menimbang dan menyaring data adalah benar-benar memilih secara hati-hati data yang relevan, tepat dan berkaitan dengan masalah yang tengah diteliti. Mengatur dan mengklasifikasikan, yaitu menggolongkan, menyusun menurut aturan tertentu. Pada umumnya pengolahan data dilakukan dengan cara:
a.       Pemeriksaan data (editing), yaitu mengoreksi apakah data yang terkumpul sudah cukup lengkap, benar dan sesuai atau relevan dengan masalah.
b.      Penandaan data (coding) yaitu memberikan catatan atau tanda yang menyatakan jenis sumber data, pemegang hak cipta, atau urutan rumusan masalah.
c.       Rekonstruksi data (reconstucting), yaitu menyusun ulang adata secara teratur berulang, sehingga mudah dipahami.
d.      Sistematisasi Data (sistematizing), yaitu menempatkan data menurut krangka sistematika bahasan berdasarkan urutan masalah.[16]

5.      Analisis Data
Setelah kelanjutan dari pada kegiatan pengumpulan data yang telah didapat tersebut kemudian dianalisi dengan menggunakan metode kualitatif. Kuali tatif yaitu suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata, lisan dari orang-orang yang berperilaku yang dapat dimengerti. Dengan cara memaparkan informasi-informasi faktual yang diperoleh dari hasil penelitian dilapangan yang berkaitan dengan ekonomi kreatif ,industri kreatif dalam penyerapan tenaga kerja dalam pertumbuhan ekonomi yang kemudian dianalisis dengan berbagai teori yang berkaitan dengan pokok permasalahan dalam penelitian ini.
Metode berfikir yang digunakan, yaitu deduktif. Deduktif adalah metode yang dilakukan dengan cara menarik suatu kesimpulan yang dimulai dari pernyataan umum menuju pernyataan-pernyataan khusus dengan menggunakan penalaran atau rasio-rasio. Dengan metode ini, penulis mengambil kesimpulan dari pernyataan yang umum, yaitu teori-teori yang berkaitan dengan ekonomi kreatif, industri kreatif, penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi, kemudian menuju pernyataan yang khusus, yaitu memaparkan keadaan dilapangan, disini penulis memaparkan keadaan kerajinan tangan yang berada di desa Tulungagung, Kecamata Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu,Provinsi Lampung.















DAFTAR PUSTAKA
http://kbbi.web.id/pengaruh (tanggal 8 Januari 2016).
Kewirausahaan dan ekonomi kreatif (PDF). Diakses tanggal 13 Mei 2014 (Tanggal 8 Januari 2016).
http://cahyopriastomo.blogspot.in/2015/03/pengembangan-ekonomi-kreatif-yang.html (Tanggal 8 Januari 2016).
Undang-Undang Republik Indonesia nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaaan,(on-line). Tersedia di www.hukumonline.com
Oktaviana Dwi Saputri, Tri Wahyu Rejekiningsih,”Analisis Penyerapan Tenaga Kerja di Kota salatiga.
http://id.m.wikipedia.org (Tanggal 9 Januari 2016)
www.wartasaranamedia.com (Tanggal 8 Januari 2016)
http://ekonomikreatif.kotabogor.go.id (Tanggal 9 Januari)
www.print.kompas.com (Tanggal 9 Januari 2016)
Kartini Kartono, Pengantar Metode Riset (Bandung: Alumni,1986), h.32.
Moh.Nazir.Metode Penelitian (Bogor:Ghalia Indonesia,2009), h.54.
Muhammad Pabundu Tika, Metodologi Riset Bisnis (Jakarta: Bumi Aksara,2006), h.57.
Juliyansyah Noor, Metode Penelitian (Jakarta: Kencana,2011), h. 141.
Abdul Kadir Muhammad, Hukum dan Penelitian (Bandung: PT.CIPTA Aditya Bakti, 2004), h. 126.







[1] http://kbbi.web.id/pengaruh
[2] Kewirausahaan dan ekonomi kreatif (PDF). Diakses tanggal 13 Mei 2014 (Tanggal 8 Januari 2016)
[3] http://cahyopriastomo.blogspot.in/2015/03/pengembangan-ekonomi-kreatif-yang.html (Tanggal 8 Januari 2016).
[4] Undang-Undang Republik Indonesia nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaaan,(on-line). Tersedia di www.hukumonline.com
[5] Oktaviana Dwi Saputri, Tri Wahyu Rejekiningsih,”Analisis Penyerapan Tenaga Kerja di Kota salatiga.
[6] http://id.m.wikipedia.org (Tanggal 9 Januari 2016).
[7] www.wartasaranamedia.com (Tanggal 8 Januari 2016).
 [8] http://ekonomikreatif.kotabogor.go.id (Tanggal 9 Januari).
[9] www.print.kompas.com (Tanggal 9 Januari 2016).
[10] Kartini Kartono, Pengantar Metode Riset (Bandung: Alumni,1986), h.32.
[11] Moh.Nazir.Metode Penelitian (Bogor:Ghalia Indonesia,2009), h.54.
[12] Muhammad Pabundu Tika, Metodologi Riset Bisnis (Jakarta: Bumi Aksara,2006), h.57.
[13] Moh.Nazir, Op.cit. h.58.
[14] Ibid. H. 62.
[15] Juliyansyah Noor, Metode Penelitian (Jakarta: Kencana,2011), h. 141.
[16] Abdul Kadir Muhammad, Hukum dan Penelitian (Bandung: PT.CIPTA Aditya Bakti, 2004), h. 126.

0 Response to "PENGARUH EKONOMI KREATIF DAN INDUSTRI KREATIF TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI"

Post a Comment