ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KOTA BANDAR LAMPUNG” (Studi Pada Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung)

Loading...
Loading...

PENDAHULUAN


A.       Penegasan Judul

Penelitian ini berjudul “ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KOTA BANDAR LAMPUNG” (Studi Pada Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung). Untuk menghindari adanya kesalahpahaman dalam memahami maksud dan tujuan serta ruang lingkup, maka perlu adanya penegasan judul tersebut. Untuk itu perlu diuraikan pengertian dari istilah-istilah judul tersebut :
1.        Analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa (perbuatan) untuk mendapatkan fakta yang tepat, atau penguraian pokok persoalan atas bagian-bagian atau hubungan antara bagian-bagian itu untuk mendapatkan pengertian yang tepat dengan pemahaman secara keseluruhan.2

2.        Strategi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa(-bangsa) untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai, atau rencana cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.3 Strategi adalah menentukan apa yang harus dilakukan.


2 Peter Salim dan Yeni Salim, Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer, Modern English, 1999, hlm.61.

3 Kbbi.web.id Diakses pada Sabtu, 28 Januari 2017 pukul 10.06.






3.        Pengembangan adalah frase-frase dan motif dengan lengkap terhadap subyek yang dikemukakan sebelumnya dan usaha kegiatan dengan mengarahkan tenaga, pikiran atau badan untuk mencapai suatu maksud.4
4.        Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan Pemerintah Daerah.5
5.        Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah penerimaan yang diperoleh daerah dari sumber-sumber dalam wilayahnya sendiri yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.6

Berdasarkan penjelasan istilah-istilah diatas, maka dapat ditegaskan bahwa yang dimaksud dengan judul ini adalah analisis tentang cara-cara atau langkah dalam pengembangan pariwisata dalam meningkatkan pendapatan asli daerah Kota Bandar Lampung yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung.

B.         Alasan Memilih Judul 1. Alasan Objektif
Secara Objektif, Penulis tertarik melakukan penelitian pada Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung karena ingin lebih banyak mengetahui strategi pengembangan pariwisata dalam meningkatkan pendapatan asli

4     Peter Salim dan Yeni Salim, Op, Cit, h.98.

5    Suryo Sakti Hadiwijoyo, Perencanaan Pariwisata Perdesaan Berbasis Masyrakat, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2010), h.41.

6   Deddy Supriyady Baratakusumah dan Dadang Salihin, Otonomi & Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2002), h.173.






daerah (PAD) Kota Bandar Lampung dengan potensi pariwisata yang ada saat ini dan hadirnya obyek-obyek wisata baru yang cukup menarik perhatian dan ramai dikunjungi oleh wisatawan.

2.        Alasan Subjektif

Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini sesuai dengan spesialisasi keilmuan penulis yaitu pada jurusan Ekonomi Syariah, serta diperkuat dengan referensi, surat kabar, maupun media elektronik lainnya.

C.   Latar Belakang

Masalah pokok dalam pembangunan ekonomi daerah adalah terletak pada penekanan terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan yang didasarkan pada kekhasan daerah yang bersangkutan (endogenous development) dengan menggunakan potensi sumber daya manusia, kelembagaan, dan sumber daya fisik secara lokal.7 Sesuai dengan adanya peraturan otonomi daerah sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 yang kemudian diubah menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, disebutkan bahwa pemerintah daerah berwenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas yang berlaku dan tugas pembantuan. Pemberian wewenang pemerintah pusat kepada daerah diarahkan untuk mempercepat terjadinya






7   Rudi Badrudin, Ekonomika Otonomi Daerah, (Yogyakarta: UPP STIM YKPN, 2012),
h.4.






perubahan guna mencapai kesejahteraan masyarakat melalui kualitas pelayanan yang juga melibatkan peran serta masyarakat.8

Penyerahan pengelolaan pemerintahan dan pembangunan kepada daerah kota maupun kabupaten disertai juga dengan pemberian kewenangan dalam mencari sumber pembiayaan dalam melaksanakan pengelolaan tersebut. Sumber pembiayaan tersebut diperoleh dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), bantuan pemerintah pusat, dan sumber-sumber lain yang sah.9

Pendapatan Asli Daerah (PAD) memiliki peran penting dalam rangka pembiayaan pembangunan di daerah. Berdasarkan pada potensi yang dimiliki masing-masing daerah, peningkatan dalam penerimaan PAD ini akan dapat meningkatkan kemampuan keuangan daerah. Seiring dengan perkembangan perekonomian daerah yang semakin terintegrasi dengan perekonomian nasional dan internasional, maka kemampuan daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber-sumber penerimaan PAD menjadi sangat penting.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah cerminan kemandirian suatu daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah. Namun kenyataannya masih banyak daerah yang mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat. Hal tersebut terjadi karena banyak daerah yang tidak menyadari potensi dari sektor-sektor PAD yang ada di daerah mereka dan tidak menjadikan daerah mereka sebagai daerah potensial sumber PAD.




8 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

9    Tiara Apriani Putri Jessy, “Strategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota

Balikpapan Melalui Pajak Daerah Sektor Pariwisata”, Journal Administrasi Negara, Vol.5 No.3, h.1604.






PAD merupakan gambaran potensi keuangan daerah yang pada umumnya mengandalkan usur pajak daerah dan retribusi daerah. Berkaitan dengan hal tersebut, terdapat berbagai sektor yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, diantaranya adalah: sektor perdagangan, sektor jasa, sektor pertanian, sektor pariwisata dan lain-lain.10

Salah satu pendapatan pemerintah daerah adalah dari sektor pariwisata. Pariwisata adalah salah satu potensi daerah yang tentu akan menjadi ciri khas suatu daerah, pengembangan dan pengelolaan pariwisata di Indonesia sangatlah baik, terbukti dengan banyaknya Destinasi Tempat Wisata (DTM) yang dimiliki Indonesia, pariwisata juga menjadi salah satu penambah devisa Negara yang cukup besar. Usaha mengembangkan dunia pariwisata Indonesia ini didukung dengan Undang-undang nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan yang menyebutkan keberadaan obyek wisata pada suatu daerah akan sangat menguntungkan, antara lain meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), meningkatnya taraf hidup masyarakat, dan memperluas kesempatan kerja mengingat semakin banyaknya pengangguran saat ini, meningkatkan rasa cinta lingkungan serta melestarikan alam dan budaya setempat.11
Pembangunan kepariwisataan harus didasarkan pada kriteria berkelanjutan yang artinya bahwa pembangunan dapat didukung secara


10 Febrianti Dwi Cahya Nurhadi, Mardiyono, dan Stefanus Pani Rengu, “ Strategi Pengembangan Pariwisata Oleh Pemerintah Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah “ (Studi Pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Mojokerto), Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol.2 No.2, h.326.
11 Muhammad Luthfi, “Pengembangan Pariwisata dan Dampak Sosial Ekonomi di Bandar

Lampung”, Jurnal Riset Akuntansi dan Manjemen, Vol.2 No.1, (Juni, 2013), h.18.






ekologis dalam jangka panjang sekaligus layak secara ekonomi yang tidak melanggar norma-norma hukum dan ketentuan-ketentuan Allah SWT. Dalam mengelola dan memanfaatkan alam sebagai salah satu fasilitas yang disediakan oleh Allah SWT. Sebagaimana Allah jelaskan dalam al-Qur‟an :









Artinya :“ Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S al-A‟raf : 56)12

Kandungan surat diatas menerangkan bahwa selain beribadah kepada

Allah SWT., manusia juga diciptakan sebagai khalifah di muka bumi yang

memiliki   tugas   untuk  memanfaatkan,   mengelola,   dan   memelihara    alam

semesta. Allah SWT. telah menciptakan alam semesta untuk kepentingan dan

kesejahteraan semua makhluk-Nya khususnya manusia. Dan segala sesuatu

yang  diciptakan  oleh  Allah  SWT.  dimuka  bumi  ini  hendaknya  dikelola

dengan baik semata-mata demi kesejateraan masyarakat.


Di era globalisasi saat ini, sektor pariwisata akan menjadi pendorong

utama perekonomian dunia dan menjadi industri yang mengglobal. Pariwisata

akan memberikan banyak pemasukan bagi daerah yang sadar akan potensinya






12  Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, (Semarang: CV. Toha Putra, 1999), surat al-A‟raf ayat 56.





terhadap sektor pariwisata.13 Berkembangnya pariwisata di suatu daerah akan mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat, yakni secara ekonomis, sosial dan budaya. Namun, jika pengembangannya tidak dipersiapkan dan dikelola dengan baik, justru akan menimbulkan berbagai permasalahan yang menyulitkan atau bahkan merugikan masyarakat.14

Kota Bandar Lampung merupakan salah satu dari beberapa daerah yang menjadi destinasi wisata di Provinsi Lampung yang memiliki banyak obyek wisata yang perlu dikembangkan guna dijadikan sebagai peluang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Kota Bandar Lampung memiliki beberapa kawasan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi daerah obyek tujuan wisata karena didukung topografi tinggi berbukit dan dataran rendah dekat dengan pantai yang diarahkan sebagai kawasan pendukung pariwisata. Terdapat 54 objek wisata di Kota Bandar Lampung yang dikelola oleh pemerintah maupun dikelola secara mandiri (swasta).15 Dibawah ini merupakan data jumlah obyek Pariwisata di Kota Bandar Lampung tahun 2016 :













13 Ismayanti, Pengantar Pariwisata, (Jakarta: Grasindo, 2000), h.1.

14 Angga Pradikta, “Strategi Pengembangan Objek Wisata Waduk Gunung Rowo Indah Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pati “, Economics Development Analysis Journal (EDAJ), Vol.2, No.4, (November 2013), h.248.

15 Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung.






Tabel 1.1
Jumlah Obyek Pariwisata di Kota Bandar Lampung Tahun 2016

NO
Jenis Wisata
Jumlah
1.
Wisata Alam
13
2.
Wisata Budaya
21
3.
Wisata Buatan
15
4.
Wisata Hiburan dan Belanja
5
Sumber : Dinas Priwisata Kota Bandar Lampung (Data Diolah)


Melihat dari hal tersebut maka bukan tidak mungkin lagi Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk membuat potensi pariwisatanya dikembangkan dengan mengelolanya menjadi lebih baik sehingga diminati oleh para wisatawan, tidak hanya wisatawan lokal tetapi juga wisatawan asing. Selain itu, jika dikembangkan dengan sangat baik maka akan menyumbang banyak bagi pendapatan asli daerah Kota Bandar Lampung. Kontribusi pendapatan ini bisa juga berasal dari retribusi tempat wisata, pajak hotel dan penginapan, asrama, villa atau sejenisnya, dan juga dari pajak rumah makan atau restoran.

Pariwisata pada daerah Kota Bandar Lampung tidak kalah bagusnya bila dibandingkan dengan pariwisata pada daerah kota maupun kabupaten lainnya yang ada di Provinsi Lampung, seperti misalnya pada Kabupaten Pesawaran. Potensi pariwisata Kabupaten Pesawaran lebih banyak didominasi oleh wisata pantainya, seperti pantai mutun, pantai sari ringgung, pantai klara dan pantai-pantai lainnya. Namun selain wisata pantai, Kabupaten Pesawaran juga memiliki banyak wisata lain misalnya air terjun cijantung dan cikawat, air terjun dan dinding batu lubuk bakak, tahura war, gugusan kepulauan dan





sebagainya.16 Jenis-jenis wisata yang dimiliki Kabupaten Pesawaran tentu juga ada yang dimiliki oleh Kota Bandar Lampung, mengingat bagian barat Kota Bandar Lampung berbatasan dengan Kabupaten Pesawaran terutama pada wilayah pantainya. Namun yang menjadi perbedaannya yaitu Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam mengelola pariwisatanya telah bekerjasama dengan pihak swasta, sehingga dapat dikatakan pariwisata pada Kabupaten Pesawaran telah berkembang dengan baik dan sedikit banyak telah membantu meningkatkan pendapatan asli daerahnya, dibandingkan dengan pariwisata Kota Bandar Lampung yang belum banyak dikembangkan maupun dikelola baik oleh pemerintah ataupun pihak swasta sehingga tidak begitu membantu dalam menambah pendapatan asli daerahnya.

Melihat hal tersebut, sektor pariwisata di Kota Bandar Lampung perlu mendapat sorotan. Masih banyak kekurangan dan kendala yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam memajukkan sektor pariwisata. Apabila terdapat koordinasi antara pihak terkait yaitu pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat yang terhubung maksimal serta sinkronisasi diantaranya tentu akan menjadi hal yang menguntungkan bagi semua pihak.

Untuk itu diperlukan sebuah strategi yang matang yang akan mempunyai potensi besar akan berhasil dan membawa dampak perubahan yang lebih baik di berbagai bidang. Di sinilah pentingnya peraturan dan kesadaran dari pemerintah daerah yang melaksanakan pembangunan di sektor pariwisata. Sektor pariwisata memerlukan suatu strategi yang dengan pola

16 http://pesawarankab.go.id/halaman-313-pariwisata-.html Diakses pada tanggal 21 Juli 2017 pada pukul 10.07.






pengembangan kepariwisataan yang terencana atau tersusun agar potensi yang dimiliki bisa dikembangkan secara optimal.17

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat difahami bahwa kegiatan kepariwisataan merupakan salah satu bidang usaha yang dipandang dapat memberikan manfaat dan keuntungan bagi masyarakat, pengusaha, maupun pemerintah dalam meningkatkan pendapatan asli daerahnya. Hal tersebutlah yang membuat penulis tertarik untuk menganalisis bagaimana strategi pengembangan pariwisata dalam meingkatkan pendapatan asli daerah Kota Bandar Lampung yang dilakukan pemerintah pada Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung ke dalam skripsi yang berjudul : “Analisis Strategi Pengembangan Pariwisata dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandar Lampung“ (Studi Pada Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung).
D.   Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penelitian ini memfokuskan pada analisis strategi pengembangan pariwisata dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandar Lampung pada Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung.

E.         Rumusan Masalah

1.        Bagaimana strategi pengembangan pariwisata dari Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandar Lampung?

17Sefira Ryalita Primadany, Mardiyono, dan Riyanto, “Analisis Strategi Pengembangan Daerah“ (Studi Pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Daerah Kabupaten Nganjuk), Jurnal Administrasi Publik, Vol.1, No.4, (Malang), h.136.






2.        Bagaimana tinjauan perspektif ekonomi islam tentang strategi pengembangan pariwisata dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandar Lampung?

F.   Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.        Tujuan Penelitian :

a.        Untuk mengetahui bagaimana strategi pengembangan pariwisata yang digunakan oleh Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandar Lampung.

b.        Untuk mengetahui bagaimana tinjauan perspektif ekonomi islam tentang strategi pengembangan pariwisata dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandar Lampung.

2.        Manfaat Penelitian :

a.        Manfaat Teoritis :

1)        Menambah khasanah pengetahuan tentang strategi pengembangan pariwisata.

2)        Menjadi bahan kajian studi banding dalam rangka penelitian lebih lanjut.

b.        Manfaat Praktis :

1)        Bagi Peneliti : Untuk menambah wawasan tentang strategi pengembangan pariwisata serta dapat mengaplikasikan teori-teori yang ada.

2)        Bagi Akademik : Sebagai sumbangan pemikiran dalam pengembangan ilmu pengetahuan dibidang ekonomi islammengenai strategi pengambangan pariwisata dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung.

G.    Metode Penelitian

Metode merupakan aspek yang sangat penting dalam melakukan sebuah penelitian, untuk itu dalam bagian ini penulis akan menjelaskan metode yang digunakan.

1.         Jenis dan sifat penelitian 
 a. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah jenis penelitian yang fokus kajiannya pada penelitian lapangan tetapi dalam memperoleh data penelitian ini ditunjang dengan menggunakan penelitian kepustakaan. Secara lengkap dapat dijelaskan jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah :

1)        Field Research ( Penelitian Lapangan )18 : Yaitu penelitian yang dilakukan di lapangan dalam kancah kehidupan yang sebenernya. Penelitian Field Research dilakukan dengan menggali data yang bersumber dari lapangan yaitu Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung.

2)        Library Research : Yaitu penelitian kepustakaan yang dilaksanakan dengan cara membaca, menelaah dan mencatat berbagai literatur atau bacaan yang sesuai dengan pokok

18 Sutrisno Hadi, Metodologi Research Jilid II, (Yogyakarta: Fak. Psikologi UGM, 1985),
h.5.






bahasan, kemudian di saring ke dalam kerangka pemikiran teoritis. Penelitian library research dilakukan dengan cara membaca, menelaah serta mencatat bahan dari berbagai literature, seperti: buku tentang kepariwisataan, ekonomi daerah, ekonomi islam, Al-Qur‟an dan Hadits serta literatur lainnya yang mempunyai relevansi dengan permasalahan yang akan di kaji dalam penelitian ini.

b.        Sifat Penelitian

Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu : penelitian yang dilakukan hanya semata-mata melukiskan keadaan obyek atau peristiwa tanpa suatu maksud untuk mengambil kesimpulan-kesimpulan yang berlaku secara umum.19 Berdasarkan pengertian diatas, maka pengertian deskriptif yang penulis lakukan adalah suatu penelitian yang menggambarkan bagaimana strategi pengembangan pariwisata dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung.

2.        Sumber Data

Dalam penelitian skripsi ini menggunakan 2 jenis data yaitu data primer dan data sekunder.

a.        Data Primer

Yaitu data yang diperoleh langsung dari responden atau objek yang diteliti atau ada hubungannya dengan objek yang diteliti. Data


19 Ibid, h.5.






tersebut bisa diperoleh langsung dari personal yang diteliti dan dapat pula berasal dari lapangan.20 Dalam hal ini, data primer bersumber dari data lapangan yang dikumpulkan langsung oleh peneliti dari Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung.

b.        Data Sekunder

Yaitu data yang telah lebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh instansi di luar dari peneliti sendiri, walaupun yang dikumpulkan itu sesungguhnya adalah data asli.21 Dalam hal ini, data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari literatur-literatur dan berbagai macam sumber lainnya seperti: komponen-komponen pengembangan, konsep pariwisata, pokok-pokok pariwisata dalam islam, jurnal, internet, serta sumber-sumber lain yang mendukung dan berhubungan dengan penelitian ini.

3.        Metode Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data-data yang diperlukan dalam penelitian ini penulis menggunakan metode-metode sebagai berikut :

a.        Metode Observasi

Sutrisno Hadi mengemukakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis, dua diantaranya yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.22 Dalam

20 Moh. Pabundu Tika, Metodologi Riset Bisnis, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), h.57.

21   Ibid, h.58.

22    Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&D, (Bandung: Alfabeta, 2011),
h.145.






hal ini, penulis akan melakukan pengamatan di lapangan untuk memperoleh data yang objektif dan akurat sebagai bukti atau fakta penelitian yang sangat kuat. Pengamatan langsung ini dilakukan terhadap keadaan dan proses kegiatan yang relevan dengan permasalahan penelitian. Pengamatan dan pencatatan peristiwa terhadap objek di lokasi penelitian dilakukan tanpa harus berkomunikasi dengan narasumber. Dengan ini peneliti

mengobservasi strategi pengembangan pariwisata dalam meningkatkan PAD Kota Bandar Lampung yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung.
b.        Metode Wawancara

Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil tertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara).23 Dalam pengumpulan data dengan wawancara tersebut, informasi yang didapatkan lebih jelas dan mendalam dalam penelitian. Wawancara disini dilakukan dengan Kasubag Program dan Informasi Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung.

c.           Metode Dokumentasi

Dokumentasi adalah catatan peristiwa yang sudah berlaku, dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya


23 Ibid, h.231.





monumental dari seseorang.24 Pengumpulan data mengenai obyek penelitian, yang dilakukan secara tidak langsung tetapi memalui data yang diperoleh dari Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung.

4.        Teknik Analisis Data

Dalam proses analisis data, ada beberapa langkah pokok yang harus dilakukan, yaitu :

a.        Reduksi Data

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan.25
Data yang diperoleh merupakan data terkait pengembangan pariwisata dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), kemudian disederhankan dan disajikan dengan memilih data yang relevan, kemudian menitik beratkan pada data yang paling relevan, selanjutnya mengarahkan data pada pemecahan masalah dan memilih data yang dapat menjawab permasalahan penelitian

b.        Penyajian Data

Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk table, grafik, pie chard, pictogram, dan sejenisnya.

24 Ibid, h.240.

25   Sugiono, Op, Cit, h.247.






Melalui penyajian data tersebut, maka dapat terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah difahami. Selain itu juga, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya.26
c.         Penarikan Kesimpulan dan Verivikasi

Kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang kredibel, karena seperti telah dikemukkan bahwa rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada di lapangan.27

                       __________________________

                                     26 Ibid, h.249.

                                     Ibid, h.252.















1 Response to "ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KOTA BANDAR LAMPUNG” (Studi Pada Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung)"

  1. Karya Ilmiahnya berkaitan dengan penelitian yang saya lakukan. bisa saya mendapatkan karya ilmiah saudara dalam bentuk dokumen sebagai referensi?

    ReplyDelete